Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 10


__ADS_3

Diandra dan Hera masih di ruang UKS, Hera duduk diatas bangsal berhadapan dengan Diandra "Masih sakit pipinya?" tanya Hera menatap Diandra "Sudah mendingan, mending kita ke kelas" ajak Diandra,begitu mendengar bel sekolah berdering dengan nyaring


"Loe ga mau pulang aja" saran Hera, Diandra tersenyum "Gaglah, gw ga mau bunda gw khawatir nanti,sudahlah gw gpp kok" kata Diandra turun dari bangsalnya


Mereka berdua kembali ke kelas, banyak yang memperhatikan mereka sambil berbisik bisik


"Mereka kenapa ya?" tanya Diandra penasaran


"Entahlah" jawab Hera acuh tidak acuh


Sesampainya mereka di kelas, papan tulis sudah penuh dengan coretan yang berisi Diandra seorang pelacur dan Hera adalah ******


Hera yang melihat itu menatap dengan pandangan tajam ingin membunuh sementara Diandra langsung biru buru menghapus papan tulis


Hera berbalik badan,mencari tahu siapa biang keroknya, lalu tiba tiba dia berkata dengan nada dingin "Kali ini gw bebaskan pelakunya, tapi lain waktu gw ga akan tinggal diam " ancam Hera, lalu berbalik badan membantu Diandra menghapus papan tulis


Diandra dan Hera berjalan melewati bangku Sandra dan Amel, dia melirik tajam ke arah mereka berdua yang sedang mengejek mereka, Hera mendengus kesal dan dengan sengaja dia menginjak sepatu Sandra


"Upps Sorry gw ga sengaja" ujar Hera

__ADS_1


"Loe sengaja cari gara gara ma gw!" bentak Sandra berdiri berhadapan dengan Hera,


Hera menatapnya dengan tajam "Kalau iya,elo mau apa?" tanya Hera sinis


"Mau tampar gw, tampar nih tapi berani loe sentuh kulit gw maka gw ga akan segan segan mematahkan tangan elo" ancam Hera


"Ingat jangan jadi pengecut " bisik Hera


Setelah itu Hera berlalu dari hadapan Sandra dan sengaja menyenggol keras tubuh Sandra dengan bahunya, belum sempat Sandra membalasnya,guru kelas pun masuk dan pelajaran pun dimulai


Pulang dari sekolah lagi lagi Diandra dan Hera dicegat oleh Sandra dan Amel, tak jauh dari situ ada Alfian dan kelompoknya


"Mau apa lagi sih loe,ganggu kita,loe ngefans sama kita?" ledek Hera "Urusan kita belum selesai " kata Hera sengit "Urusan paan yak?" tanya Hera pura pura bodoh


"Berlagak bodoh loe" kata Sandra,Sandra berusaha menarik seragamnya Hera,gerakan Sandra yang sangat mudah terbaca oleh Hera mampu membuat Hera menghindar,dan dia langsung menendang tulang kering kaki Sandra membuat Sandra menjerit kesakitan


Amel yang melihat itu,dia tidak tinggal diam, Amel berusaha menyerang Hera,namun sekali lagi Hera mampu menangkis serangan Amel lalu dia menjatuhkan Amel dengan tangannya, Hera tersenyum sinis "Jadi cuman itu kemampuan elo?" tanya Hera dengan nada mengejek


Sandra yang tidak terima diperlakukan Hera seperti itu,dia bangun dan buru buru dia menyerang Hera kembali,namun kembali lagi Hera mampu melumpuhkan serangan Sandra,kembali Sandra terjatuh dan terjerembab ke tanah, Hera tiba tiba menduduki Sandra di atas punggungnya lalu berbisik "Sudah gw bilang..jangan pernah mencari masalah sama gw,gw bisa kejam dari elo" kata Hera dengan nada dingin berbisik di telinga Sandra

__ADS_1


"Lepasin gw !" teriak Sandra "Kalau gw ga mau bagaimana?" tanya Hera dengan dingin "Gw tahu biang kerok di kelas tadi itu elo kan..ayo jawab..!" teriak Hera sambil menekan punggung Sandra,Sandra menjerit kesakitan


Diandra melihat kesekelilingnya,sudah banyak yang menonton mereka berempat, tiba tiba matanya bertemu dengan mata Alfian,dia mengingat kejadian yang terjadi di dekat perpustakaan, Alfian tersenyum smirk ke arah Diandra,membuat Diandra jantungnya berdetak kencang,buru buru Diandra memalingkan wajahnya dari Alfian, sunggu wajahnya seperti kepiting rebus


"Ngaku gag loe,itu ulah elo" kata Hera masih duduk diatas punggung Sandra " Kalau gw ga mau ngaku?" kata Sandra tidak mau kalah "Gw akan tetap duduk di punggung elo bagaimana?" tanya Hera mengejek,Sandra terdiam mendengar ucapan Hera "Gw itung elo sampai tiga, kalau loe ga mau ngaku,gw bisa lebih kejam dari ini" ancam Hera di telinga Sandra


Hera mulai menghitung baru sampai angka dua akhirnya Sandra menyerah "Oke gw ngaku kalo itu gw, tulisan itu gw yang suruh,puas loe" kata Sandra akhirnya mengakui perbuatannya


Ingin rasanya Hera menghajar perempuan ini namun urung dilakukan karena Diandra langsung memanggil namanya "Hera,jangan kamu kotori tanganmu itu,sudah tinggalkan dia" bujuk Diandra lembut, Hera memejamkan kedua matanya,lalu dia menghela nafas panjang,dia sadar kalau dia sudah sangat benar benar emosi


"Kali ini gw maafin elo,tapi lain kali kalo elo berani gangguin kita berdua,loe tau kan apa akibatnya,gw bisa lebih kejam dari ini" kata Hera dengan dingin,membuat Sandra dan Amel bergidik ngeri


Setelah saat itu Sandra tidak berani membully Diandra maupun Hera, hingga pada suatu saat ketika Hera tidak masuk,Sandra dan Amel mengambil kesempatan untuk membully Diandra tapi dengan cara lain


"Diandra boleh aku minta tolong sama elo?" tanya Sandra berpura pura baik "Apa?" tanya Diandra polos "Loe tau Alfian kan,gw lagi berantem sama dia,tolong kasih surat ini ke dia ya" kata Sandra menyerahkan selembar surat kepada Alfian "Kenapa ga elo aja?" cicit Diandra "Gw ribut besar sama dia, gw hanya minta tolong untuk menyerahkan surat ini kepada dia" ujar Sandra sambil memohon pertolongan


Akhirnya Diandra menyanggupinya permintaan Sandra,dia pun keluar mencari kelasnya Alfian yang berbeda dua ruangan dengan ruangan dia


"Cari siapa?" tanya seorang anak perempuan yang kebetulan berada didepan pintu kelas

__ADS_1


"Ngg...gw mencari Alfian,dimana dia?" tanya Diandra,anak itu menunjukkan lewat tangannya ke arah Alfian,setelah mengucapkan kata terima kasih dia menghampiri meja Alfian


__ADS_2