Dia Musuhku

Dia Musuhku
BAB 186


__ADS_3

Mereka semua menatap layar kaca lebar dengan pandangan tercengang, semuanya terdiam melihat dilayar kaca tersebut, hingga tiba-tiba Alfian berteriak kepada kepala sekuriti.


"Stop !... tolong hentikan gambar dilayar itu. dan perbesar gambarnya."


kepala sekuriti tersebut menoleh kearah anak buahnya dan memberikan tanda untuk mengikuti perintah Alfian. Anak buahnya memperbesar gambar dilayar tersebut. Disana terdapat sebuah mobil sedan hita metalik, dan pria itu menggendong Diandra membawa masuk kedalam mobil, dan dibaringkan di jok belakang mobil. disana terdapat sebuah nomor polisi, Alfian dan lainnya langsung mengambil gambar tersebut dengan kamera handphone masing-masing. setelah memfoto nomor polisi Alfian kembali menyuruh kepada kepala sekuriti untuk melanjutkan kembali untuk memutar rekaman cctv.


Tampak mobil itu kemudian pergi meninggalkan parkiran hotel. Alfian dan lainnya segera bergegas ke kantor polisi untuk melaporkan kejadian penculikan terhadap Diandra. Mereka semua naik mobil Toni untuk menuju kantor polisi terdekat, dengan membawa bukti rekaman yang telah digandakan sebelumnya. Sesampai di kantor polisi Alfian bergegas menuju polisi yang sedang berjaga.


"Selamat sore pak, ada yang bisa kami bantu?"


tanya petugas yang sedang berjaga sambil berdiri dari duduknya begitu melihat Alfian dan yang lainnya menghampiri petugas yang sedang berjaga.


"Saya ingin melaporkan penculikan teman saya yang terjadi dihotel ditempat kami menginap"


Kata Alfian dengan nada tidak sabar.


"ohh, kalau begitu silahkan bapak masuk kedalam untuk bertemu dengan kepala petugas kami"


ucap petugas jaga tersebut sambil tangannya mengarahkan kearah yang dimaksud.


"Baik pak, terimakasih banyak"


jawab Alfian. Lalu diapun bergegas menuju kedalam kantor bersama Doni dan yang lainnya.


merekapun bertemu dengan kepala penjaga yang sedang mengerjakan sesuatu dimeja kerjanya.


"Selamat sore pak, maaf mengganggu waktunya, saya ingin melaporkan kejadian penculikan yang dialami oleh teman saya, dihotel tempat saya menginap."


kata Alfian sambil memandang kepala penjaga itu.


kepala petugas itu sekejap langsung menghentikan aktivitasnya lalu memandang satu persatu dari mereka. terlihat oleh kepala petugas jaga wajah wajah yang kalut dan cemas dihadapannya.


"Silahkan duduk dulu, tolong perkenalkan diri kalian dulu." ujar kepala petugas jaga dengan gestur badan mempersilahkan mereka yang datang untuk satu persatu memperkenalkan diri.


Alfian dan Donipun memperkenalkan diri secara bergantian, lalu Alfian kembali bersuara dengan kata yang tidak sabar.


"Mohon maaf pak mengganggu waktunya, saya ingin melaporkan penculikan teman saya dihotel tempat kami menginap. kejadiannya siang pukul 14:00." ujar Alfian.


kepala petugas jaga bertanya kepada mereka


"apakah ada buktinya?"


Alfian langsung menoleh kepada Doni seraya berkata dengan nada memerintah kepada Doni.


"Don, tolong serahkan bukti rekaman yang sudah kita dapatkan dari bapak sekuriti tadi."


Donipun segera mengambil flash disk bukti rekaman yang disimpan dikantong celananya.


"Ini pak" ujar Doni kepada kepala petugas jaga. sembari tangan kanannya menyodorkan flash disk kepada kepala petugas jaga.


Kepala petugas jagapun menerima flash disk pemberian dari Doni untuk dicolokkan pada perangkat komputer yang berada dimeja kerjanya.


sembari menunggu flash disk loading dikomputer kepala petugas jaga menanyakan dimana letak file bukti rekaman itu.


"Apa nama filenya?" ujarnya dengan menggerakan tangan kanannya menggeser mouse mengarah pada folder flash disk yang sudah terbuka dilayar.

__ADS_1


"itu pak, rekaman penculikan" ujar Doni kepada kepala petugas jaga sembari jari telunjuk tangannya mengarah pada layar komputer.


kepala petugas jaga seketika menggeser dan meng-klik dua kali mouse pada file yang dimaksud Doni. Tampak adegan dilayar komputer seorang pria berperawakan tubuh tinggi sekitar 170 cm dengan rambut cepak berkaca mata hitam sedang melaksanakan aksinya. dari membopong sampai adegan menidurkan Diandra dijok belakang mobil.


setelah melihat kejadian tersebut lewat rekaman yang telah diputar dikomputer, kepala petugas jaga bertanya kepada Alfian dan Doni


"Apakah kalian mengenal pria yang ada di rekaman layar tersebut?" tanya kepala polisi tersebut kepada mereka berdua dengan pandangan bertanya sambil menyelidik


Donny dan Alfian menggelengkan kepalanya dengan cepat


"Kami semua tidak ada yang mengenal pria tersebut" jawab Donny cepat


"Atau mungkin kalian ada mencurigai seseorang?" tanya kepala polisi itu lagi kepada mereka berdua


Kembali Donny dan Alfian menggelengkan kepalanya secara bersamaan


"Hanya saja saya mencurigai seseorang yang menjadi dalang penculikan ini" jawab Alfian cepat


Kepala polisi tersebut langsung menyelidik mendengar jawaban dari Alfian, dia langsung menatap Alfian dengan pandangan ingin tahu


"Siapa yang anda curigai sebagai dalang penculikan ini?." tanya kepala petugas jaga kepada Alfian dan juga Donny, menatap mereka satu per satu


"Sandra" jawab Alfian dengan cepat dan tanpa ragu sedikitpun


"Apa ada bukti?" tanya petugas jaga itu lagi sambil menatap Alfian, tatapannya kali ini terlihat sangat serius


" Bukti belum kami dapatkan tapi dugaan kami benar benar mengarah ke sana" ucap Alfian


Kepala petugas jaga tersebut langsung terdiam, dan kemudian menganggukkan kepalanya


" Baiklah kalau begitu, laporan ini akan kami tindak lanjuti dengan segera, kamu akan menyelidiki kasus ini dan kami juga nanti akan butuh kerjasama kalian" ucap kepala penjaga kepolisian tersebut dengan suara tegas


Setelah saling berjabat tangan, mereka semua langsung pulang, suasana mobil Tonny terlihat sangat sunyi dan hening, mereka tenggelam dalam pikirannya masing masing, Alfian berkali kali menghela nafas panjang kini dia bingung harus bagaimana, melaporkan kepada kedua orang tuanya Diandra tidak tahu harus memberikan keterangan apa nantinya


"Gw akan mencoba menghubungi Amel, dan kita akan ketemuan dengan Amel sekarang bagaimana?" tanya Hera kepada Alfian yang saat itu sedang duduk di sebelahnya Alfian, Hera meminta persetujuan dari Alfian untuk menghubungi Amel, Alfian hanya menganggukkan kepalanya namun tidak berkata sepatah katapun, pikirannya sangat kalut karena dia sendiri bingung


Hera langsung mengeluarkan handphone di tasnya dan langsung menghubungi Amel, Smle yang saat itu bersama dengan Sandra melihat panggilan handphone yang berdering langsung melihat siapa yang menelponnya, Amel langsung heran melihat siapa yang menelepon dirinya


"Siapa kok gag loe angkat sih?" tanya Sandra kepada Amel


" Bukan siapa siapa kok" jawab Amel berbohong


"Ya sudah diangkat dulu gih sana, berisik tahu" perinta Sandra kepada Amel untuk mengangkat telponnya


"Ntar saja lah lagian juga gBpenting penting banget" jawab Amel pura pura tidak perduli, hingga handphone Amel berhenti berdering


Namun sebuah pesan dari Hera langsung masuk ke handponenya Amel


'Tolong angkat ini sangat penting sekali'


"Bentar ya gw balas pesan dulu dari orang rumah" kata Amel kepada Sandra, Amel sengaja berkata bohong kepada Sandra agar Sandra tidak curiga kepada dirinya


Sandra hanya menganggukkan kepalanya diam sambil memperhatikan Amel yang sedang berbalas pesan dengan cepat


"Sudah selesai" ucap Amel kepada Sandra

__ADS_1


"Memangnya ada apa, sampai sampai orang rumah menghubungi Lo?" tanya Sandra ingin tahu


"Ga ada apa apa, lagian ga penting juga" jawab Amel berbohong kepada Sandra


"Sandra Lo mau masih lama disini?" tanya Amel kepada Sandra


"Sebenarnya sih gw pengen pulang, tapi gw males ketemu sama bokap gw" jawab Sandra kepada Amel


"Iya tapi kalau bokap Lo tahu, Lo kabur dari rumah apa Lo ga dapet tambahan hukuman lagi?" tanya Amel kepada Sandra


Sandra tampak berpikir sebentar


"Apalagi Lo saat ini lagi dihukum sama bokap Lo kan?" tanya Amel lagi kepada Sandra


"Iya juga sih, lo ada benarnya juga" ucap Sandra pelan


" Terus Lo sendiri gimana?" tanya Sandra sambil menatap Amel


"Pulanglah" jawab Amel singkat sambil menyesap minumannya


"Lo ada bawa mobil?" tanya Sandra kepada Amel


"Gw ada bawa mobil Sandra" jawab Amel


"Ya sudah kalau begitu gw pulang dulu" Ucap Sandra kepada Amel, Amel langsung berdiri dari tempat duduknya, lalu kemudian memeluk Sandra


"Loe masih mau tinggal?" tanya Amel ingin tahu


"Mau pulang tapi sebentar lagi" jawab Amel singkat


"Okenkakau begitu gue balik" pamit Sandra kepada Amel


"Hati hati Lo di jalan" ucap Amel kepada Sandra lalu Sandra pergi meninggalkan Amel yang seorang diri di dalam cafe


Setelah kepergian Sandra, Amel langsung menelpon Hera sambil melihat ke arah parkiran khawatir jika Sandra kembali secara tiba tiba


" Ada apa Hera, tumben lo telpon gw?" tanya Amel kepada Hera dari ujung seberang sana


"Lo lagi dimana?" tanya Hera kepada Amel


"Masih di cafe, sorry ga gw angkat tadi ada Sandra" jawab Amel cepat


"Ga masalah, kita boleh ketemuan penting banget masalahnya?" tanya Hera kepada Amel sambil mengemukakan alasannya


"Baik, gw masih ada di Cafe kemuning Lo kesini saja, gw tunggu Lo kesini " kata Amel kepada Hera


"Sharelok alamatnya biar kita ke sana sekarang" ucap Hera meminta Amel untuk segera membagikan lokasi alamatnya


"Baik, gw akan tutup handphonenya dulu" jawab Amel, Amel langsung menutup handphonenya dan kemudian membagikan alamat kafe tersebut lewat pesan


Hera yang langsung mendapatkan pesan dari Amel, langsung segera membuka isi pesan tersebut dan kemudian mengarahkan kepada Tonny untuk menuju ke kafe tempat dimana Amel berada


Amel langsung meminta kepada pelayan dicarikan tempat yang nyaman untuk mengobrol, pelayan cafe tersebut langsung mengarahkan Amel ke ruangan khusus meeting, yang kebetulan di dalam cafe tersebut ada ruangan tersendiri untuk rapat atau meeting para tamu cafe, dan setiap tamu bisa meminta kepada pelayan untuk disiapkan ruangan rapat yang nyaman jika ingin melakukan meeting dengan klien klien penting yang menginginkan pertemuan di luar kantor


Amel langsung diarahkan ke ruangan meeting tersebut, setelah pintu dibuka tampak ruangan meeting yang tidak begitu besar, terdapat satu buah meja panjang dengan kursi kursi yang saling berhadapan satu dengan yang lainnya, ruangan yang kedap suara sehingga yang didalam tidak terganggu oleh kebisingan di luar begitu juga sebaliknya

__ADS_1


Amel langsung menoleh kepada pelayan tersebut sambil tersenyum dia mengucapkan terima kasih, namun sebelum pergi pelayan tersebut memberi tahukan kepada Amel jika butuh apa apa bisa memanggil lewat bel yang ada di atas meja dan tinggal menekannya saja


Setelah mengucapkan terima kasih dan memberikan tip lumayan cukup bagi pelayan tersebut, pelayan tersebut langsung pamit dan meninggalkan Amel seorang diri disana, Amel langsung mengirimkan pesan kepada Hera untuk menemuinya di ruangan meeting yang ada di dalam cafe tersebut


__ADS_2