
Sementara itu, di ruang aula yang sudah mau selesai dari acara lelang dan sumbangan amal itu, tampak seorang pria tampan bersama dengan asisten pribadinya masih belum beranjak dari tempat duduknya, dia masih menunggu para tamu undangan pulang
"Bryan ini sangat menarik, benar benar menarik" kata pria tampan itu dengan matanya lurus ke depan menatap panggung
"Apa kamu sudah mendapatkan informasi mengenai Sandra dan keluarganya dan satu lagi saya juga ingin tahu tentang perihal gadis yang bernama Diandra itu beserta keluarganya" ucap Alex dengan nada datarnya
"Siap Tuan, nanti akan secepatnya saya akan kirimkan itu semua mengenai Diandra dan keluarganya, mengenai Sandra dan keuarganya saya sedang mengumpulkannya, besok saya akan kirimkn semuanya" jawab Bryan dengan suara tegasnya kepada tuannya
"Lalu apa kamu sudah bisa bertemu dengan Alfian?" tanya Alex dengan suara datarnya
"Saat ini dia masih belum bisa, karena setiap saya kesana dia selalu tidak ada di tempat, mungkin dia sibuk mempersiapkan pernikahan mereka berdua yang akan dilangsungkan bulan depan ini" jawab Bryan
Alex menyesap minumannya, sambil menganggukkan kepalanya, tampak dia sedang berpikir, namun dia langsung menaruh minuman itu ke atas meja yang berbentuk oval
Tib tiba datang seorang pelayan hotel mendatangi mereka dengan membawa alat perlengkapan kebersihan
"Maaf Tuan, acara sudah dibersihkan dan para tamu undangan sudah pulang tuan" ucap pelayan itu dengan nada sopan dan berhati hati takut menyinggung tamu undangan hotel
Alex langsung mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan aula tersebut yang memang sudah sepi dan para tamu undangan sudah pada pulang semua tinggal mereka berdua yang masih ada disitu
"Terima kasih atas pemberitahuannya, ayo Bryan kita pulang" ucap Alex kepada pelayan hotel itu dan kemudian mengajak Bryan untuk pulang dan mereka pun langsung meninggalkan aula yang sudah sepi itu, tidak lupa Alex memberikan tips kepada pelayan tadi, beberapa lembar berwarna merah
"Ini untuk kamu" ucap Alex kepada pelayan tadi
"Tapi ini tidak perlu Tuan" kata pelayan hotel itu dengan ragu
"Tidak apa apa, anggap saja ini uang tip dari saya, buat keluarga kamu" kata Alex sambil menepuk bahu pelayan tersebut, lalu Alex langsung berlalu pergi menuju ke luar hotel dimana mobil Alex sudah menunggu didepan halaman hotel yang kali ini disopiri oleh Bryan sendiri
"Jalan !" perintah Alex kepada Bryan begitu Alex sudah masuk ke dalam mobil duduk di belakang bangku penumpang, Bryan langsung menyalakan mesin mobilnya dan dengan kecepatan sedang mobil itu langsung meluncur ke luar hotel bergabung dengan kendaraan lain di jalan raya, yang saat itu sudah tidak terlalu padat karena malam sudah semakin larut ketika mereka pulang tadi
Sebenarnya Alex sendiri mendapatkan undangan tertutup itu adalah dari orang suruhan mereka yang mereka bayar untuk mendapatkan undangan tertutup itu, Alex yang mendapatkan info ada acara yang diadakan oleh keluarga wijaya dengan mengundang semua kolega bisnis dan sahabat sahabat terdekat dari keluarga Wijaya, Alex langsung memerintahkan Bryan untuk bisa mendapatkan undangan acara itu, karena untuk masuk ke dalam acara itu surat undangan itu sudah pasti akan diperiksa oleh para petugas keamanan
Dan Bryan asisten dari Alex, langsung bergerak cepat untuk bisa mendapatkan undangan tersebut, setelah Bryan berhasil mendapatkan undangan tersebut, Alex langsung menyuruh Bryan untuk mengantarkan dirinya ke acara tersebut, dan Bryan juga bisa berhasil masuk ke acara tersebut karena dia kenal dengan salah satu petugas keamanan tersebut, sehingga Bryan berhasil mendapatkan akses masuk ke dalam aula hotel tempat diselenggarakan acara tersebut
Alex juga tidak menyangka ada Hera disana, bergabung dengan keluarga Wijaya entah apa hubungan keluarga Wijaya dengan Hera, dia harus mencari tahu sendiri, untungnya saja Hera tidak melihat dirinya, tapi itu tidak mungkin juga karena dia dan Bryan duduk di pojok paling belakang, mereka sengaja membuat diri mereka tidak menarik perhatian dari para tamu undangan, hingga acara selesai dilaksanakan dan para tamu uindangan pulang, mereka sama sekali tidak dikenali oleh para tamu undangan
Saat isteri dari Tuan Hartawan jatuh tersungkur, Alex dengan cepat langsung membantu isteri dari Nyonya Hartawan
"Anda tidak apa apa Nyonya?" tanya Alex menatap Nyonya Hartawan dengan pelan sambil menolong Nyonya Hartawan untuk berdiri dan kembali ke kursinya seorang diri, dimana suaminya sendiri sudah berjalan menuju ke depan dengan penuh emosi
"Aku tidak apa apa, terima kasih banyak atas pertolongannya tadi" jawab Nyonya Hartawan lembut sambil dia duduk di kursi
__ADS_1
Alex merasa marah dan geram begitu melihat seorang isteri sekaligus ibu dari anak anak malah diperlakukan seperti itu, kalau Alex menjadi anaknya sudah pasti dia akan memukul ayah seperti Tuan Hartawan yang sudah bersikap kasar kepada ibunya, sayangnya Nyonya Hartawan bukan ibunya, jadi dia tidak bisa berbuat apa apa, untungnya orang tua Alex tidak seperti itu, ayahnya Alex mengajarkan Alex untuk hormat kepada ibunya seperti yang diajarkan ayahnya kepada dirinya, bahkan saat ibunya sakit sebelum meninggal dunia, ibunya sudah berpesan kepada Alex muda untuk selalub menghargai wanita karena dia dilahirkan dari rahim seorang wanita, dan tak lama setelah itu ibunda Alex menutup mata untuk selamanya
Nasihat orang tua Alex selalu dia ingat hingga sekarang, makanya ketika dia melihat Nyonya Hartawan diperlakukan seperti itu oleh suaminya dia merasa sangat geram dan marah sekali, ditambah dia tahu Sandra adalah anak dari mereka, Alex semakin penasaran dengan keluarga yang satu ini
Namun tak lama kemudian tiba tiba Nyonya Hartawan melihat anaknya sandra berlari ke ruang ruangan, Nyonya Hartawan langsung mengikutinya dari belakang
"Maaf permisi, saya mau mengejar anak saya" ucap Nyonya Hartawan sambil berdiri, dan begitu Alex memberikan jalan kepada Nyonya Hartawan, Nyonya Hartawan tanpa banyak cakap langsung berlari mengejar Sandra, namun Sandra tidak mau berhenti hingga Nyonya Hartawan mau tidak mau berlari mengikuti langkah kakinya Sandra
Alex sendiri langsung kembali ke tempat duduk sebelum para tamu hadirin memperhatikan dirinya, karena yang lainnya sudah melihat dirinya dan sudah berbisik bisik kepada kolega yang lainnya
Keesokan paginya Diandra dan Hera sudah bersiap untuk sarapan pagi di hotel, sebelum mereka berdua keluar tiba tiba pintu diketuk dari luar, Diandra dan Hera saling berpandang pandangan
"Biar aku yang buka" kata Hera ccepat, dia langsung berjalan menuju pintu dan langsung membuka pintu tampak disana ada Alfian dan ketiga sahabatnya sedang tersenyum ke arah Hera
Hera langsung mengernyitkan keningnya sambil memiringkan kepalanya sedikit
"Kalian mau apa?" tanya Hera menatap Alfian dan yang lainnya satu persatu
"Menjemput kalian berdua" jawab Alfian sambil tersenyum
"Ya sudah tunggu diluar dulu, sebentar lagi kami sudah siap" jawab Hera, lalu dia langsung masuk lagi ke dalam, menutup pintu dan membiarkan tiga pria tampan itu menunggu di luar
"Don lo kenapa diam saja dari tadi?" tanya Tonny dengan nama lengkapnya yaitu Antonny Soedradjat
"Diam kalian !" kata Donny dengan sewot
Tonny dan Andrew sudah tahu cerita mengenai Donny dan Hera dari Alfian sendiri di kamar hotel kemarin malam, waktu ketika Donny tampak uring uringan karena merasa tidak diperhatikan sama sekali oleh Hera
"Makanya jangan jual mahal, jual murahaja, lo tuh yee waktu dia masih kejar kejar lo, lo cuekin bahkan lo berusahan menyakiti dia dengan harapan dia menjauh dari lo, sekarang dia sudah menjauh lo malah ngejar ngejar dia, pake acara menyesal pulak, mau lo itu apa sih Don?" kata Tonny sambil bertanya kepada Donny, lalu kemudian dia menepuk bahu Donny sambil menggeleng gelengkan kepalanya
"Siapa?" tanya Diandra yang sedang duduk di kursi rias sambil menyisir rambutnya yang hitam panjang
"Biasa siapa lagi kalau bukan Alfian in the genk" jawab Hera malas sambil duduk di atas tempat tidur
Diandra langsung tersenyum melihat Hera yang cemberut, karena Diandra tahu ada Donny disana makanya Hera menunjukkan rasa tidak sukanya
"Ya sudah ayok kita keluar, khawatir mereka menunggu di luar kelamaan" ajak Diandra sambil berdiri dari kursi riasnya, dan menaruh sisirnya diatas meja riasnya
Diandra menuju ke pintu kamar hotel diikuti dengan Hera yang melangkah malas menuju ke luar dari kamar hotel, di luar sudah menunggu keempat pangeran tampan dengan kaos dan celana setengah lutut casual mereka untuk sarapan pagi bersama
"Selamat pagi cantik" sapa Alfian sambil menggoda Diandra yang dimana pagi itu Diandra memang terlihat cantik dengan dress berwarna pastel, dan itu membuat Diandra tersenyum malu kepada Alfian, Alfian langsung menggandeng tangan Diandra
__ADS_1
"Khawatir bidadarinya hilang, kalo hilang susah didapatkan " bisik Alfian sambil merayu di telinga Diandra, yang membuat kuping Diandra langsung memerah mendengar rayuannya Alfian
"Dasar gombal kamu" jawab Diandra pelan, namun Alfian justru menatap Diandra dengan pandangan menggodanya
"Kalau yang satu diam diaman kayak orang lagi musuhan, yang satunya lagi kayak cacing kepanasan" ledek Andrew sambil menatap Alfian dan Diandra
"Berisik lo, makanya cari pacar biar ga jadi nyamuk, cemburu kn lo lihat kita berdua duaan, makanya jangan dekat dekat sama Tonny, dikira gay lo berdua" balas Alfian tidak mau kalah, menatap Andrew dengan pandangan kesalnya karena merasa diganggu oleh sahabatnya yang satu ini
Sementara itu Donny dan Hera tampaki saling diam diaman, dan seperti terlihat orang asing satu dengan yang lain, Tonny yang melihat itu langsung mendekati Donny
"Deketin dong, pegang tangannya erat erat, jangan mau kalah sama Alfian" bisik Tonny di telinga Donny berusaha mengompori Donny yang jalan bersebelahan disamping Hera
Donny diam saja tidak menggubris bisikan Tonny
"Lo itu cowok, masak lo takut sama cewek, tunjukkan kekuasaan kita sebagi cowok jangan terlihat lemah di hadapan cewek, katanya lo pengen merebut hatinya lagi, masa kaya gitu saja sudah cemen dasar cowok lemah" cibir Tonny dengan nada meledek
"Berisik lo Ton, gw lempar juga lo dari lantai atas ini!" bentak Donny kepada Tonny dan semua mata memandang ke arah mereka berdua dengan pandangan ingin tahu
"Ada apa ini, pagi pagi kok ribut, ayok silahkan dilanjut lagi karena kami tidak suka dengan adanya perdamaian kami menyukai keributan" ujar Andrew sambil bercanda, dan langsung mendapatkan pelototan dari Donny, Andrew langsung terdiam mundur, kembali lagi berjalan di belakangnya Alfian dan Diandra
Mereka berjalan menuju ke lift, dan Donny yang berinisiatif untuk menekan tombol lift terlebih dahulu, sambil menunggu lift terbuka tiba tiba Donny, menggandeng tangan Hera, ada pemberontakan disana, namun semakin Hera berontak semakin kuat juga Donny mengenggam tangan Hera, akhirnya Hera memilih untuk mengalah diam, dalam hatinya Hera dia mengutuk Donny
"Jangan mengutuk aku didalam hati kamu, mending doakan kita semoga kita seperti sahabat kita berdua" bisik Donny pelan tidak ingin yang lain tahu
"Mimpi " jawab Hera tegas dengan wajah kesal
Donny merasa terbakar hatinya ketika si Tonny berkata seperti itu kepada dirinya, dia bukanlah seorang yang cemen apalagi pengecut, dia hanya ingin membuat Hera merasa nyaman terlebih dahulu dengan pendekatan pelan pelan tapi kalau mereka bertiga tahu tentang itu pasti akan langsung disindir dan dicibir oleh mereka bertiga
Pintu lift terbuka, mereka langsung bergegas masuk ke dalam lift, kali ini Tonny yang langsung menekan tombol satu, mereka akan menuju ke tempat makan yang sudah disiapkn oleh pihak hotel untuk mereka
Sesampainya mereka di lantai satu mereka langsung kembali diarahkan oleh manajer hotel untuk mengikuti manajer itu, manajer hotel langsung berjalan menuju ke arah belakang dari bangunan hotel tersebut, yang terpisah dari ruangan hotel itu sendiri, sampai mereka semua disana, tampak halaman luas dengan ditumbuhi pohon pohon yang rindang dan bunga bunga yang cantik berwarna warni, dimana di tengah tengah terdapat sebuah air mancur dan di depannya ada sebuah meja panjang disana yang beralaskan taplak meja dari kain putih, semuanya didekorasi berwarna putih dan sarapan pagi itu terkesan mewah dan mahal serta sangat elegan, semua mata memandang kagum sekaligus takjub melihat sarapan pagi tersebut
Dan semuanya ini adalah berkat tangan dingin dari Nyonya Francie yang mengatur acara sarapan pagi sekaligus nanti akan menjadi tempat konferensi pers juga, dan dibantu oleh bunda Diandra juga, melihat Alfian dan diandra serta sahabat sahabat anaknya sudah datang Nyonya Francie langsung berdiri dan langsung menghampiri mereka sambil tersenyum
"Morning mah" sapa Alfian kepada Nyonya Francie sambil mencium pipi mamahnya
"Morning honey, ayok duduk, kami semua sudah menunggu kallian dari tadi" ajak Nyonya Francie mengajak Alfian dan yang lainnya ke meja makan yang sudah disiapkan
"Dan kamu Diandra, cantik sekali kamu pagi ini" puji nyonya Francie sambil memandang kagum calon menantunya itui Diandra itu
"Terima kasih Tante" jawab Diandra malu malu
__ADS_1
"Siapa dulu dong calon isterinya Alfian," kata Alfian dengan nada sombong yang langsung dicubit pinggangnya oleh Diandra hingga Alfian mengaduh kesakitan
Nyonya Francie tertawa melihat kelakuan anaknya dan calon menantunya itu, dia sangat bersyukur sekali bisa mendapatkan calon menantu yang baik dan cantik, Nyonya Francie langsung menggandeng Diandra ke meja makan tersebut diikuti oleh Alfian dan para sahabat sahabatnya