
Mobil terus melaju dengan kecepatan sedang, sementara Alfian fokus dengan menyetirnya dan Diandra sibuk memainkan handphonenya, yang tanpa sadar Alfian membelokkan mobilnya pada sebuah butik yang mewah, dan kemudian memarkirkan mobilnya di parkiran butik itu, Diandra yang menyadari mobilnya berhenti didepan butik menatap Alfian dengan pandangan heran "Kamu mau kesini ngapain?" tanya Diandra menatap Alfian dengan pandangan penuh tanya
"Turunlah" kata Alfian tidak menjawab pertanyaan dari Diandra, Alfian membuka pintu mobilnya, sementara Diandra diam tidak bergeming
Alfian mendekati pintu mobil Diandra, dan membuka pintu mobil Diandra "Turunlah Diandra" kata Alfian menahan kesabarannya karena melihat Diandra yang begitu keras kepala, akhirnya Diandra dengan terpaksa turun dari mobil Alfian dan mengikuti Alfian dari belakang
Mereka berdua masuk ke dalam butik, para pelayan butik datang menyambut mereka berdua "Ada yang bisa kami bantu tuan?" tanya salah satu kepala toko butik dengan nada sopan "Berikan pakaian terbaik untuk calon isteri saya" kata Alfian dengan nada angkuh, Diandra langsung menoleh dengan pandangan protes namun Alfian tidak menghiraukan tatapan protes dari Diandra
Aku ga butuh pakaian Alfian" protes Diandra, namun Alfian pura pura tidak mendengarnya
"Tunggu apa lagi?" tanya Alfian kepada kepala toko itu
"Oh iya maaf" kata Kepala toko butik tadi
lalu dia langsung memanggil anak buahnya yang lain untuk melayani Diandra, Diandra dibawa ke dalam ruang ganti pakaian, disana dia disuruh berganti pakaian dengan dilayani oleh salah satu pelayan yang ada didalam ruang ganti
Pakaian pertama Diandra gunakan berupa gaun sederhana namun terlihat mewah, pelayan itu membuka tirai ruang ganti tersebut dan memperlihatkan kepada Alfian, Alfian menatap dengan rasa kagum sambil menilai, namun sayangnya Alfian langsung menolak karena menurutnya itu terlalu sederhana
Sudah hampir setengah jam Diandra mencoba memakai pakaian yang ada di butik itu namun Alfian masih tidak setuju, hingga dia benar benar lelah, akhirnya dia mengajukan protes lagi
"Alfian aku lelah" kata Diandra dengan wajah cemberutnya sebelum dia masuk kembali ke ruang ganti, Alfian hanya tersenyum melihat wajah Diandra yang sedang cemberut
Pas Diandra keluar lagi kali ini dengan rok yang mengembang dan kemeja yang berwana biru cerah pas didepan badan, Alfian menilai pakaian itu di tubuh Diandra "Kalau kamu suruh ganti lagi, aku akan pulang sendiri" ancam Diandra
mendengar ancaman Diandra, Alfian tiba tiba langsung berkata dengan tegas dan dingin "Saya ambil itu dan semua yang dipakai oleh calon isteri saya, tolong dibungkus semuanya"
Diandraa langsung terkejut mendengar Alfian berkata begitu "Kamu..." Diandra tidak menyelesaikan kalimatnya, akhirnya dia hanya bisa mendesah kasar, para pelayan itu langsung segera mengambil semua pakaian yang dicoba oleh Diandra, terkecuali pakaian yang sedang dipakai oleh Diandra, mereka membungkusnya dan memasukkan semua pakaian itu ke masing masing kotak
"Pakaian lamanya dibuang saja" kata Alfian memerintahkan para pelayan butik itu "Tidak mau !" seru Diandra menatap tajam ke arah Alfian
__ADS_1
Alfian langsung menatap Diandra "Jangan seenaknya saja memutuskan tanpa persetujuan dari aku Alfian" kata Diandra tajam, lalu dia menoleh ke arah pelayan itu sambil berkata dengan suara tegas "Masukkan saja ke dalam plastik, itu biar aku bawa sendiri"
namun pelayan itu hanya diam menunggu perintah dari Alfian "Tunggu apalagi, ikuti apa kata calon isteri saya ini" perintah Alfian
"Baik Tuan " jawab para pelayan itu dengan serempak
Selagi mereka sedang sibuk membungkus pakaian pakaian yang baru dibeli oleh Alfian, Alfian dan Diandra duduk di sofa sambil memainkan handphone mereka masing masing, ruangan itu menjadi sedikit sunyi hanya para pelayan yang sibuk membungkus pakaian pakaian Diandra, setelah selesai pelayan itu membungkus pakaian Diandra, Alfian langsung membayarnya dengan menggunakan kartu hitamnya dan setelah itu mereka berdua menuju mobil dengan membawa tas tas yang berisi pakaian dibantu oleh beberapa pelayan toko untuk dimasukkan ke dalam garasi mobil
Di tempat lain, di apartemen Sandra tampak Sandra sedang mengamuk habis habisan lagi disana ada Amelia yang sedang menatapnya dengan pandangan kasihan
"Brengsek, benar benar brengsek!" teriak Sandra, tampak ruangan yang semula rapih menjadi berantakan, banyak barang yang dilempar oleh Sandra
"Elo yakin mereka berdua sudah lamaran?" tanya Amel menatap Sandra dengan rasa ingin tahu
"Iya Amel, Alfian sendiri yang bilang sama gw kalo mereka berdua sudah lamaran" kata Sandra dengan emosi
Amel menarik nafas panjang panjang, mencoba berpikir lalu kembali menatap Sandra yang wajahnya sudah memerah karena emosi
Sandra langsung menatap Amel dengan pandangan bertanya
"Maksud elo?" tanya Sandra menatap Amel
"Maksud gw coba loe datangin rumahnya besok pagi, lalu temui papa atau mamanya Alfian dan bertanya kepada mereka apa benar mereka sudah lamaran" kata Amel menjelaskan kepada Sandra
Sandra langsung terdiam mencoba menyerap penjelasan Amel yang barusan
"Mungkin saja Alfian menutupi sesuatu bisa saja kan, karena tidak mungkin Alfian menyukai Diandra" kata Amel lagi
Sandra menganggukkan kepalanya menyetujui ide dari Amel
__ADS_1
"Lalu bagaimana kalau itu benar?" tanya Sandra lemah
"Sudahlah coba saja dulu, jangan berpikiran yang tidak tidak, atau mungkin siapa tahu Alfian hanya mencari kesenangan sesaat dengan Diandra begitu dia bosan maka dia akan membuang Diandra" kata Amel mencoba menghibur hati Sandra
"Gw berharap juga begitu" jawab Sandra
"Dasar wanita ******, bisa bisanya dia merebut Alfian dari gw, lihat saja nanti gw akan menghancurkan elo dan membuat Alfian kembali berbalik ke gw " kata Sandra dengan wajah geram, ada dendam dan kebencian disana yang sedang membuncah
di hati Sandra
"Sudahlah Sandra, elo ga capek apa marah marah terus, lagian nih ya mungkin saja Alfian butuh mainan baru, loe kaya ga tau Alfian saja" kata Amel sambil menepuk pundak Sandra mencoba menenangkan emosi Sandra yang suka meledak ledak
Hanya Amel yang paling mengerti tentang sifat Sandra, gadis ini terlalu angkuh dan egois serta mudah marah, dan Sandra juga membutuhkan Amel yang mengerti tentang sifat dan karakternya, pertemanan mereka semenjak SMA membuat Sandra dan Amel dekat layaknya seperti saudara, Amel yang mengerti sifat buruknya dan Sandra yang paham dengan kondisi Amel, karena Amel adalayanak dari keluarga broken home yang butuh perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya, meski begitu Amel secara materi tidak pernah kekurangan suatu apapun, biarpun orang tua mereka bercerai tetap saja Amel dimanjakan
Setiap kali Amel meminta sesuatu kepada kedua orangtuanya saat itu juga langsung diberikan, namun sayangnya itu tidak membuat Amel puas,dia selalu mencari perkara demi perkara biar orang tuanya datang dan membela dia dengan uang, hingga Amel menjadi suka membully teman temannya saat dia masih di bangku SMP, hingga dia bertemu Sandra di bangku SMA yang kondisinya sama dengannya namun bedanya orang tua Sandra sibuk bekerja dan bepergian ke luar negeri hingga Sandra tidak benar benar diperhatikan oleh kedua orangtuanya
Sesungguhnya mereka adalah anak anak yang kesepian dulunya, yang hanya diberikan kasih sayang berupa harta, setiap keinginan mereka berdua haruslah diturutin jika tidak, mereka menjadi mudah marah, dan suka berbuat onar, mereka merasa tidak layak berteman dengan orang yang berada di bawah mereka, hingga Diandra masuk ke dalam sekolah itu yang notabene Diandra adalah seorang gadis yang berasal dari keluarga sederhana mendapatkan beasiswa karena kecerdasan dan kepintarannya, bahkan dia membawa nama baik sekolah itu dengan menjadi juara olimpiade waktu itu saat itu dikelas satu
Diandra juga tidak pernah sombong dengan kecerdasan dan kepintaran yang dia punya, bahkan dia senang menolong teman temannya yang kesulitan belajar pada saat itu, sehingga teman temannya semuanya menyukai dirinya, hingga Sandra dan Amel mendengar dari teman teman di kelasnya banyak yang memuji Diandra, mereka berdua pun menjadi iri dan cemburu hingga pada akhirnya mereka harus sekelas dengan Diandra, menambah membuka kesempatan buat Sandra dan Amel untuk membully Diandra, semua teman temannya diancam untuk tidak membantu Diandra, jika ada yang berani membantu Diandra maka akan terkena akibatnya hingga datanglah Hera yang menolong Diandra saat Diandra dibully oleh Sandra dan Amel
Sandra dan Amel hanya mau bersahabat dengan Alfian dan ketiga kawannya karena mereka notabene adalah anak anak dari pemilik perusahaan ternama, dan menurut Sandra hanya dia yang pantas berdampingan dengan Alfian apalagi Sandra sangat menyukai Alfian hingga saat ini, namun dia berusaha bersabar jika Alfian mempunyai hubungan dengan wanita lain selain dengan dirinya karena bagi Sandra, Alfian bebas melakukan sesuatu tapi nanti jika sudah menikah Sandra lah yang akan menyetir Alfian dengan caranya
Tugas Sandra sebenarnya cukup berat, yaitu menjadikan Alfian untuk bisa cinta mati dengan dirinya, makanya dia memperbolehkan Alfian untuk dekat dengan wanita lain,berharap suatu hari nanti Alfian akan menoleh ke arahnya namun sayangnya yang dia dapati adalah kenyataan yang tidak dia sangka sangka, Alfian menyatakan kalau dirinya sudah mengikat hubungan dengan Diandra, yang menjadi musuhnya semenjak SMA
Sandra mengusap wajahnya dengan kasar, dia menghela nafas panjang sementara Amel masih memperhatikan Sandra yang sedang berusaha meredam emosinya sendiri
"Sandra, apa mungkin yang waktu di apartemen kemarin, Alfian mengusir kita dengan menggunakan security itu karena ada Diandra di dalamnya?" tanya Amel serius, Sandra langsung terdiam tiba tiba emosinya kembali membuncah begitu mendengar pertanyaan Amel
"Dia mencoba melemparkan tubuhnya diatas tempat tidur Alfian dan berharap Alfian akan menikahinya, jangan berharap terlalu tinggi" kata Sandra dengan suara sinisnya sambil tertawa mengejek
__ADS_1
Amel langsung terdiam, dia teringat kemarin pagi ketika waktu mendatangi apartemen Alfian tiba tiba di depan pintu ada security yang menghampirinya meminta untuk segera pergi dari apartemen Alfian
Meski sudah mencoba membujuk dan menjelaskan keperluan mereka datang saat itu, namun dengan tegas security itu tetap pada pendiriannya bahkan mereka digiring masuk ke dalam lift seperti layaknya seorang penjahat yang akan ketahuan mau mencuri, tak ayal disitu Sandra langsung mengamuk kepada security tersebut dan mengancam security tersebut dengan pemecatan, namun security itu tetap dengan pada pendiriannya, dia tidak bergeming sama sekali dan Sandra semakin mengamuk sejadi jadinya kepada security tersebut,hingga pada akhirnya Amel lah yang berusaha menenangkan Sandra hingga dia berhenti mengamuk dan mereka langsung pulang dari apartemen Alfian