
Alfian menyusul ke dalam gedung apartment Sandra setelah mematikan mesin mobilnya, mereka berdiri bersisian dimana Alfian berdiri di sebelah Sandra, Alfian melirik ke tas Sandra namun sayangnya Sandra tidak menggunakan tas biasanya, kemudian berpikir bagaimana cara agar alat penyadapnya bisa ditaruh tempat dimana Sandra selalu ada disitu, akhirnya dia menemukan ide, tapi dia harus berbicara dulu dengan papanya
Sesampainya mereka di lantai tempat dimana Sandra tinggal yaitu di lantai dua puluh, mereka berdua langsung keluar dan menuju ke ruangan dimana Sandra menempatinya, Sandra pun langsung membuka kunci ruangan tersebut dan kemudian mempersilahkan Alfian untuk masuk
Alfian langsung masuk kedalam ruangan apartemen Sandra
"Duduklah, gw akan siapin minuman buat elo" ucap Sandra sambil berdiri dan berlalu dari Alfian, Alfian langsung berdiri mengelilingi ruang tamu Sandra, untuk mencari dimana alat sadap itu bisa ditaruh tanpa ketahuan siapa pemiliknya, akhirnya dia menemukan tempat dimana dia bisa menaruh alat sadap itu dengan aman
Dia menaruh di balik gambar dinding yang ada di ruang tamu Sandra, kemudian Alfian langsung memasangnya sebelum Sandra datang dan setelah dipastikan aman, Alfian kembali ke tempat duduk dan tidak lama kemudian Sandra datang membawa minuman untuknya
"Ini minumlah" ujar Sandra sambil menyerahkan gelas yang berisi minuman berwarna untuk Alfian
"Thanks" jawab Alfian mengambil minuman tersebut dari Sandra
"Elo ga pengen nginep?" tanya Sandra sambil duduk di samping Alfian
"Gw mau pulang, lagian besok gw banyak kerjaan" jawab Alfian sambil meminum tandas air berwarna itu
Sandra memperhatikan Alfian diam diam sambil menyesap minumannya
"Gw pergi dulu, udah malam" pamit Alfian
"Oke hati hati di jalan, ingat jangan ngebut" ucap Sandra sambil tersenyum
Alfian hanya menganggukkan kepalanya, namun tiba tiba dia berasa pusing namun dia buru buru bertahan, dia tidak ingin Sandra curiga dan mencari keuntungan dari dirinya
"Gw pulang dulu" pamit Alfian berusaha menahan limbung tubuhnya, dia berusaha dengan kekuatannya menahan kesadarannya, mungkin nanti di parkiran dia akan mencari pertolongan, asal tidak di tempat Sandra
"Elo ga usah antar gw, gw bisa sendiri" ucap Alfian, matanya sudah hampir berkunang kunang, namun dia harus tetap menahan kesadarannya
'Sialan Sandra, tau begitu gw ga akan minum minuman itu' gumam Alfian dari dalam hati
Dia akhirnya keluar dari ruangan Sandra segera, dan langsung menuju lift dengan jalan sempoyongan namun dia harus berusaha keras untuk tetap mempertahankan kesadarannya, lalu dia langsung menelpon Donny ,di deringan ke tiga Donny langsung mengangkat telpon dari Alfian
"Ada apa ?" tanya Donny
"Tolong gw, gw sudah ga kuat lagi"
"Elo dimana?"
"Masih di apartemennya Sandra, si wanita gila itu memberikan gw obat tidur, mungkin nanti elo akan temuin gw di mobil kalo tidak gw ada di tangga darurat cari gw disitu"
"Oke"
Donny langsung menutup handphonenya dan menyambar kunci mobilnya menuju ke apartemen Sandra
Sementara Alfian masih berusaha untuk menahan kantuknya sambil menuju ke lift, minimal dia bisa sampai ke mobilnya sendiri biar nanti Donny yang akan menemukannya, untungnya jarak lift dengan ruangan apartemen Sandra tidak begitu jauh, hingga Alfian langsung meraih tombol lift dan memencet tombol lift menuju ke lantai satu, dan untungnya juga pintu lift saat itu bisa langsung segera terbuka dan Alfian langsung segera masuk ke dalam lift tersebut
Sesampainya dia di lantai satu, Alfian langsung menuju ke parkiran mobil dengan langkah yang lumayan berat baginya hingga ada petugas satpam apartemen tersebut menghampiri Alfian
"Bapak tidak apa apa?" tanya Petugas satpam itu kepada Alfian
__ADS_1
"Tolong bantu bawa saya ke mobil saya yang ada di parkiran" ucap Alfian dengan suara melemah
"Baik pak" jawab pak satpam itu dengan sigap dia langsung membantu Alfian dengan cara memapah Alfian menuju mobil Alfian
Setibanya mereka berdua di parkiran, Alfian langsung membuka pintu mobil dengan alarm mobil di tangannya, kemudian pak satpam itu mendudukkan Alfian di dalam mobil
"Bapak tidak apa apa saya tinggalkan disini?" tanya Pak Satpam itu dengan nada khawatir
"Tidak apa apa, nanti adavtemna saya yang akan jemput saya sebentar lagi" ucap Alfian, yang akhirnya dia langsung tertidur
"Pak, bapak bangun pak" kata pak Satpam itu sambil mengguncang guncangkan tubuh Alfian namun Alfian tidak kunjung terbangun, hingga dia menaruh jari di bawah hidung Alfian berharap Alfian tidak kenapa kenapa, dan akhirnya dia bisa bernafas lega karena Alfian hanya tertidur bukan mati
"Aduh bagaimana ini?. masa saya harus tinggalkan dia sendirian?" tanya pak Satpam dalam hati, dia bingung sekarang harus bagaimana, karena dia tidak mungkin meninggalkan orang yang tidak dia kenal itu sendirian, dia khawatir kalau ada orang jahat yang akan mencelakainya
Diantara kebingungannya tiba tiba ada suara dari arah belakangnya yang tiba tiba bicara
"Tidak apa apa pak, bapak boleh pergi" ucap orang itu
"Kamu siapa?" tanya bapak Satpam yang sudah hampir setengah baya itu menatap orang itu dengan pandangan curiga
"Saya ini teman orang ini, naman saya Donny, say disuruh datang untuk menjemputnya" ucap Donny sambil mengulurkan tangan kepada pak Satpam itu
Dia ingat ketika orang itu sebelum tidurnya bilang akan ada orang yang akan membantu orang tersebut dan ternyata dia sudah datang
"Baiklah kalau begitu, saya tinggal dulu, karena saya mau tugas, takut saya ditegur sama atasan kalau saya berlama lama di luar sana" kata pak Satpam itu sembari pamit
Namun sebelum pak Satpam itu pergi Donny menyelipkan uang selembar seratus ribuan untuk pak Satpam tersebut
"Terima kasih banyak ya pak" sahut pak Satpam itu
"Saya pergi dulu" pamitnya lagi yang diiyakan oleh Donny
Sepeninggal pak Satpam, tinggal Donny dan Alfian yang sedang tertidur lelap akibat obat tidur, Donny yang menatap Alfian yang tengah tertidur, langsung segera menutup pintu setelah membernarkan posisi Alfian
"Perempuan itu benar benar kurang kerjaan banget sih" ucap Donny setengah kesal kepada Sandra
Donny langsung segera menuju ke tempat kemudi Alfian, dan kemudian dia langsung menyalakan mobilnya, kali ini dia memutuskan untuk ke rah Alfian karena disana banyak orang yang siap membantu dirinya untuk mengangkat Alfian
Donny mengemudikan mobil Alfian sementara mobil Donny dia tinggalkan di parkiran apartemennya Sandra, biar besok saja diambilnya begitu pikirnya
Donny menuju ke rumah Alfian dengan kecepatan sedang, sementara Alfian tidak ada tanda tanda untuk bangun dari tidurnya
Sesampainya di rumah Alfian, Donny langsung membuka jendela dan begitu melihat siapa yang datang bapak penjaga rumah langsung segera membukakan pintu gerbang
"Malam pak" sapa Donny
"Malam tuan Donny" balas pak Satpam penjaga rumah Alfian itu
"Saya minta tolong pak untuk angkat Alfian, bapak ikut saya ke dalam" perintah Donny sambil menyuruh pak Satpam itu masuk ke dalam mobil Alfian
"Sebentar kalau begitu, saya tutup pintu gerbangnya dulu" ucap pak Satpam sambil tergopoh gopoh menutup pintu gerbangnya
__ADS_1
Dan setelah itu bapak Satpam itu langsung segera naik mobil majikannya, dia duduk di belakang dan Donny langsung melanjutkan perjalannya menuju ke depan pintu rumah Alfian
Donny berhenti di halaman depan rumah Alfian dan langsung mematymesin mobil Alfian setelah itu dia langsung turun diikuti oleh pak Satpam yang langsung ikutvturun begitu mesin mobil dimatikan
"Kita gotong aja pak, tapi sebentar saya ketuk pintu dulu agar ada yang buka pintu" ucap Donny langsung menuju ke pintu depan rumah Alfian, dia memencet bel berulang kali dan salah satu pelayan datang membukakan pintunya, begitu melihat siapa yang datang pelayan itu langsung menunduk hormat
"Kamu segera siapkan kamar untuk Alfian sekarang" perintah Donny dengan tegas kepada pelayan tersebut
"Baik tuan " kata Pelayan itu lalu dia langsung segera menuju ke lantai dua menuju ke kamar Alfian untuk menyiapkan tempat bagi Alfian, meskymerasa heran dia hanya diam dan melanjutkan apa yang diperintahkan oleh sahabat tuannya
"Ayok pak kita gotong dia" perintah Alfian begitu Donny kembali ke mobilnya
"Baik Tuan" ucap pak Satpam itu
Mereka berdua pun langsung menggotong tubuh Alfian yang lumayan berat, menuju ke kamar Alfian
Mendengar ribut ribut dari luar mamanya Nyonya Francie bersama dengan papanya Tuan Wijaya keluar dari kamarnya
"Ada apa ini ribut ribut?" tanya Tuan Wijaya kepad pak Satpam, namun begitu melihat siapa yang digotong oleh petugas Satpam dan Donny langsung mereka berdua kaget
"Alfian !" seru Nyonya Francie begitu melihat anak semata wayangnya sedang tertidur seperti pingsan
"Mohon maaf Om dan Tante nanti saja saya jelaskan, sekarang biarkan kami ke kamar Alfian" ucap Donny dengan sopan
Tuan Wijaya langsung mengangguk dan ikut membantu Donny untuk menggotong Alfian ke dalam kamar Alfian diikuti oleh mamanya Nyonya Francie dari arah belakang
Sementara di dalam kamar Alfian, kamar sudah disiapkan dan dirapihkan oleh pelayan yang membukakan pintu tadi
"Tuan semuanya sudah saya siapkan" kata pelayan tersebut dengan hormat
"Iya terima kasih banyak, sekarang kamu boleh pergi nanti kalau ada perlu apa apal lagi kamu akan saya panggil" kata Donny dengan nada tegas
"Baik Tuan" ucap pelayan it, yang langsung berlalu pergi dari kamarnya Alfian
Alfian langsung ditaruh di tempat tidur dan mamanya Nyonya Francie langsung menyelimuti tubuh Alfian
"Kenapa dia dan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Tuan Wijaya menatap Alfian yang sedang tertidur lelap seperti orang pingsan, sementara mamanya Nyonya Francie langsung memijit mijit lengan anaknya dan memeriksa kening anaknya yang sedang tidur dengan mata terpejam
Namun sebelum Donny bercerita, petugas satpam itu langsung pamit untuk kembali berjaga di pintu gerbang yang lanydiiyakan oleh Tuan Wijaya setelah mengucapkan kata terima kasih, sementara itu tuan Wijaya langsung meminta Donny menjelaskan apa yang terjadi dengan Alfian
"Maaf sebelumnya telah menganggu om dan Tante karena kedatangan kita seperti ini" ucap Donny dengan sopan
" Ceritakan saja apa yang terjadi" ucap Tuan Wijaya dengan tegas memandang Donny dengan tatapan tajam
" Baik, saya akan menceritakan apa yang saya tahu" ucap Donny dengan sopan
Akhirnya Donny pun bercerita apa yang terjadi dengan Alfian dan bagaimana Alfian meminta tolong kepadanya karena minuman yang Alfian minum sudah diisi oleh obat tidur oleh Sandra
Yang otomatis kedua orangtuanya Alfian langsung terkejut kaget
"Saya sendiri tidak ikut dengan pertemuan makan malam itu, jadi tidak tahu apa yang mereka bicarakan sampai Sandra benar benar berani melakukan seperti itu kepada Alfian, biasanya dia tidak pernah nekat melakukan itu" Kata Donny mengakhiri ceritanya kepada Tuan Wijaya dan Nyonya Wijaya
__ADS_1