Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 88


__ADS_3

Keesokan paginya, tampak Diandra sudah terbangun lebih dahulu, tampak Hera masih meringkuk tertidur dengan lelapnya, setelah mencuci wajah Diandra langsung menuju ke dapur, belum ada siapa siapa disana, bahkan mungkin bundanya masih belum terbangun dari tidurnya


Diandra langsung membuat air panas di dalam teko, setelah itu dia mematikan kompor, dia memutuskan untuk membuat teh hangat untuk Hera dan dua pria yang saat ini masih tertidur di kamar tamu


Setelah itu dia juga memeriksa isi kulkas, tidak ditemukan banyak disana,lalu Diandra menutup pintu kulkas, mata Diandra menemuka satu bungkus roti tawar, dan dia akhirnya memutuskan untuk membuat sandwich sebagai sarapan paginya


Ketika Diandra sedang sibuk membuatkan roti sandwich, bunda Diandra datang menghampiri Diandra


"Pagi pagi sudah sibuk sekali anak bunda" kata bunda Diandra dari belakang


"Bunda Iih bikin kaget Diandra saja" balas Diandra sambil menoleh ke belakang


"Ya maaf kalau begitu"ucap bunda sambil tertawa


"Sedang bikin apa nak?" tanya Bunda Diandra


"Pagi ini aku mau bikin yang simpel roti sandwich saja bunda" jawab Diandra sambil membersihkan sayuran selada di wastafel


"Banyak sekali, memang siapa yang mau makan?" tanya Bunda Diandra keheranan


karena bunda Diandra tidak tahu jika Hera, Alfian dan Donny datang menginap lagi


Mendengar pertanyaan sang bunda ,Diandra langsung nyengir ke arah bundanya,sambil berkata


"Kayak bunda ga tau saja siapa yang menginap di rumah ini"


"Alfian?"


"Ada lagi bunda"


"Hera sama teman Alfian yang satu lagi itu siapa namanya?"


"Donny"


"Iya itu Donny "


Bunda Diandra terdiam sejenak


"Kalau Alfian bunda maklum, tapi Hera dan Donny kok bisa mereka berdua kompak menginap disini?" tanya Bunda Diandra keheranan


"Ceritanya panjang bunda, nanti deh Diandra ceritain, sekarang Diandra kerjain ini dulu sebelum mereka semua pada bangun"


"Ya sudah kalau begitu, bunda ke depan dulu mau menyapu halaman dan mau beberes "


"Iya bunda"


Sepeninggal bunda Diandra, Diandra kembali melanjutkan masaknya kali ini dia menggoreng telor, memanggang smoke beef,memotong keju,tomat dan timun lalu Diandra menaruh itu semuanya ke roti tawar dan tidak lupa dengan seladanya, ditumpuk menjadi satu dan dia berikan saus tomat dan mayonaise diatasnya kemudian ditumpuk lagi dengan satu roti lagi, lalu setelah itu dia masukan ke dalam microwave, lalu mengatur timer microwave nya


Setelah terdengar bunyi Ting ,Diandra langsung mematikan microwave nya dan membuka tutup microwave lalu mengambil dengan jepitan roti sandwich nya dan kemudian ditaruh di piring masing masing, setelah itu dia bawa ke meja makan untuk nanti disantap bersama sama


Setelah itu Diandra membuka lemari freezernya disana dia menemukan kentang yang masih belum digoreng, Diandra pun memutuskan untuk menggoreng kentang itu dan kemudian setelah itu dia taruh di atas piring besar yang sudah ditaruh kertas tissue, dan Diandra membawa itu semuanya ke meja makan yang letaknya disamping dapur persis


Tidak berapa lama kemudian masing masing keluar dari tempat peraduannya, Hera yang melihat kesibukan Diandra dari depan kamar langsung segera buru buru ke dapur untuk membantu Diandra


"Elo kenapa ga bangunin gw sih?" protes Hera dengan wajah cemberutnya


"Aduh pagi pagi mbok Yo sikat gigi dulu, cuci muka dulu ini malah langsung ngomel ngomel" ledek Diandra, Hera langsung memanyunkan bibirnya


"Sana cuci muka dulu,biar matamu yang bengkak tidak keliatan bengkak" perintah Diandra kepada Hera

__ADS_1


"Memang ngefek gitu?" tanya Hera heran menatap Diandra yang masih sibuk di dapur


"Ga tau" jawab Diandra sekenanya


Hera hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat jawaban dari sahabatnya, dan diapun melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi


Tidak berapa lama kemudian dia kembali ke dapur


"Buset cepet banget ke kamar mandi nya" ujar Diandra kepada Hera


"Emang mau ngapain lama lama di kamar mandi?. bersihin WC?" tanya Hera agak kesal sama sahabatnya ini


"Hehehehehe, mana saya tahu ngapain di kamar mandi, emang elo ngapain di kamar mandi?" tanya Diandra balik


"Tau ah gelap" jawab Hera cemberut


"Aduh pagi lagi sudah berisik saja nih " celetuk bunda Diandra dari belakang


Hera dan Diandra langsung menoleh ke arah bunda


"Selamat pagi bunda" sapa Hera sopan


"Pagi anak gadis yang cantik dan baik hatinya" jawab bunda Diandra membalas sapaannya Hera sembari tersenyum


"Jadi cuma Hera aja nih yang dibilang anak gadis yang cantik dan baik hatinya" kata Diandra pura pura cemberut kepada bundanya


"Aduh kamu ya sudah gede, udah mau nikah masih aja cemburu cemburuan" balas bundanya


"Tapi kan aku anak bunda" kata Diandra sambil merajuk


"Lah yang bilang kamu anak tetangga itu siapa?" tanya bunda Diandra menatap anak semata wayangnya sambil menggelengkan kepalanya


"Bunda mau ke pasar nanti kalian mau ikut?" tanya bunda Diandra kepada mereka berdua


"Bunda kita aja yang ke pasar, bunda jaga rumah sama ayah bagaimana?" tanya Diandra sembari memberikan usul


"Ya sudah terserah sama kamu saja enaknya bagaimana, itu kalau kamu mau ke pasar daftar belanjaan ada di atas kulkas,sekalian sama uang belanjaannya juga ada disitu" jawab bunda Diandra mengalah


" Siap bunda, oh iya sarapan sudah siap,bunda bisa panggilkan ayah untuk sarapan " kata Diandra


"Ya sudah kalau begitu bunda ke kamar dulu, buat panggil ayahmu " ujar bunda lalu meninggalkan mereka berdua


Sementara itu Alfian dan Donny juga sudah tampak bersiap pagi itu


"Mau langsung pulang?" tanya Diandra menatap mereka berdua


"Apa tampang kami ingin pulang buru buru Diandra?" tanya Alfian dengan nada protes


"Ya kali kalian ingin langsung pulang gitu " jawab Diandra santai


"Ngusir nih ceritanya nya" ejek Donny


Dan Alfian langsung menatap Donny dengan pandangan tajam, Donny pun langsung terdiam melihat tatapan Alfian


Hera menatap Donny dengan sembunyi-sembunyi, dalam hatinya dia bertekad untuk bisa bersikap biasa saja kepada pria tampan satu itu


"Pagi Hera" sapa Donny sambil menatap Hera


"Pagi" jawab Hera seadanya dengan nada dan muka datar

__ADS_1


"Ada rencana apa pagi ini?" tanya Alfian kepada Diandra


"Aku sama Hera mau ke pasar" jawab Diandra santai


"Aku ikut" jawab Alfian tegas


"Gw juga sama" kata Donny juga ikut ikutan


"Elo itu ga diajak" jawab Alfian dan Diandra kompak


"Siapa yang ga diajak?" tanya ayah Diandra tiba tiba keluar dari kamar bersama dengan istrinya


"Ayah " sapa Diandra langsung mencium pipi ayahnya setelah ayahnya mendekat


"Om Tante" sapa mereka berdua mencium kedua tangan orang tua itu masing masing


yang disusul oleh Hera


"kalian bertiga kesini lagi?" tanya ayah Diandra sambil tertawa, yang disambut senyum malu malu oleh ketiga orang itu


"Sudah ayo sarapan, mumpung masih hangat" ajak bunda Diandra kepada mereka semuanya, lalu mereka pun langsung menuju meja makan dan sarapan pagi dalam kondisi hening tanpa bersuara


Setelah selesai sarapan, Diandra dan Hera membantu bunda untuk membereskan meja makan dan mencuci piring, setelah selesai Diandra kembali ke kamar untuk bersiap siap pergi ke pasar diikuti oleh Hera, sementara Alfian dan Donny menunggu mereka berdua di teras depan rumah sambil mengobrol


Setelah dirasa siap, Diandra mengambil daftar belanjaan sekaligus uang yang sudah disiapkan oleh bundanya di atas kulkas, lalu mereka semua pamit kepada kedua orang tuanya Diandra untuk pergi ke pasar, dengan menaiki mobil Donny


Sempat terjadi perdebatan ketika hendak menaiki mobilnya Donny, Hera tidak mau duduk di depan dengan Alfian yang juga tidak mau duduk di depan, mereka berdua hanya ingin duduk di sebelah Diandra, lalu dengan kesal Diandra yang akhirnya memutuskan untuk duduk didepan bersebelahan dengan Donny


Donny sendiri selama dalam perjalanan hanya bisa mencuri curi pandang ke arah Hera, sementara Hera sendiri hanya menatap ke arah luar jendela, dia tidak tahu kalau Donny sedang memperhatikan dirinya


Alfian yang tahu Donny sedang mencuri pandang lewat kaca spion dalam, timbul ide untuk menggoda Donny


"Don tau ga kaca spion bisa retak loh" kata Alfian mulai menggoda Donny yang sedang nyetir


"Maksud elo apa?" tanya Donny tidak mengerti


"Bisa retak karena liatin yang dibelakang terus sih, udah sih tinggal ngomong doang daripada cuma bisa liatin gitu, jadiin lah" goda Alfian sambil nyengir


Hera yang mendengar itu, pura pura tidak mendengar, dia masih menatap ke arah jendela mobil dengan wajah yang datar


"Rese Lo Al" kata Donny yang langsung salah tingkah gara gara kepergok sama Alfian sedang memperhatikan Hera di belakang


"Diandra aku dibilang rese sama Donny" kata Alfian dengan suara manjanya


Namun belum sempat Diandra menjawab tiba tiba suara deringan telpon berbunyi dari arah Hera, buru buru Hera mengangkat handphonenya dan menjawab panggilan dari arah seberang sana,tanpa melihat siapa yang menelponnya


"Halo dengan Hera disini" sapa Hera dengan lembut


"Hallo Hera apa kabarmu? aku di Jakarta sekarang" kata orang tersebut sambil bertanya kepada Hera


"Aku baik baik saja,maaf Anda siapa ya?" tanya Hera bingung


"Ya ampun Hera masa kamu lupa sih, semenjak pulang dari Jerman sudah lupa sama aku ya, aku Alex " kata suara diseberang memperkenalkan dirinya sebagai Alex


"Alex apa kabar !!?" teriak Hera tiba tiba dengan suara kegirangan


"Baru inget sekarang" kata Alex


"Aku kangen sama kamu Lex " kata Hera spontan, dia lupa jika ada yang memandang dengan penuh tanya dan ada yang memandang dengan rasa tidak suka dan marah hingga setir mobilnya dia cengkram kuat kuat

__ADS_1


__ADS_2