Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 32


__ADS_3

Diandra langsung berlari keluar sambil menangis, tidak memperdulikan teriakan Hera yang memanggilnya untuk kembali, rasanya dia ingin menghilang dari muka bumi, dia juga tidak perduli dengan para tamu yang melihat dirinya seperti itu, dia merasa jijik pada dirinya seakan akan dia sudah tidak ada harganya lagi


Ciuman berharganya sudah diambil sama orang yang dia tidak sukai, yang berteman dengan musuhnya, Diandra berjalan keluar hotel dengan langkah gontai, masih tidak habis pikir apa maksud Alfian berkata seperti itu dan melakukan hal yang menjijikkan seperti itu


Make up di wajahnya kini sudah mulai berantakan, maskara nya sudah luntur karena menangis, Diandra sudah tidak perduli lagi, dia hanya ingin pulang tapi dia lupa membawa dompet, high heel yang dipakai terasa menyakitkan di kakinya dia lepas dan dia tenteng begitu saja


Namun Diandra tidak menyadari kalau ada mobil yang mengikutinya pelan pelan, dan sesaat kemudian tiba tiba dia langsung menjerit tertahan ketika tubuhnya langsung digendong oleh seorang pria, digendong seperti menggendong karung berat


"Lepaskaaaannnn !" teriak Diandra sambil memukul punggung pria itu, pria itu berjalan "Diam lah, aku ga suka kalau calon istriku berontak" kata Alfian dengan wajah tenang dan dingin "Brengsek loe...apa yang mau loe lakuin ke gw sekarang!" teriak Diandra masih memberontak,Alfian tidak menggubrisnya


Alfian membuka pintu mobil belakangnya dan menaruh Diandra di belakang kursi kemudi, Alfian sendiri langsung bergegas masuk duduk di sebelah Diandra


"Jalan pak" perintah Alfian kepada supirnya


"Baik Tuan" jawab sang supir


Alfian duduk sambil memeluk Diandra dengan erat, seakan akan takut gadis itu akan bilang lagi, Diandra memberontak di pelukan Alfian, dia ingin melepaskan diri dari Alfian tapi pegangan Alfian terlalu erat


"Diam lah Diandra, kamu tidak akan kemana mana" kata Alfian dingin sambil memejamkan mata


Diandra menatap wajah Alfian, dengan pandangan benci


"Elo mau apalagi?" desis Diandra tidak tahan

__ADS_1


"Gw mau loe duduk tenang, atau kalau gag, bagaimana kalau kita melanjutkan yang tadi itu?" tanya Alfian sambil tersenyum miring menatap Diandra dengan pandangan tajam, yang membuat Diandra merasa takut namun mendengar ancaman dari Alfian membuat Diandra menjadi sangat marah, tapi akhirnya dia menyerah untuk diam


"Bagaimana?" tanya Alfian sambil berbisik


"Dalam mimpi saja" jawab Diandra dingin


Alfian langsung tersenyum mendengar jawaban Diandra


"Calon istriku memang sangat patuh" kata Alfian sambil menepuk kepala Diandra dengan rasa sayang


"Jangan sentuh sentuh" kata Diandra kasar


"Tapi kamu sudah ku sentuh" kata Alfian sambil tersenyum, memandang Diandra lekat lekat, Diandra langsung membuang muka


Dia menghirup aroma shampoo pada rambut Diandra dan dia menyukai aromanya "Elo gila " desis Diandra marah "Iya gw emang gila, gila sama kamu " kata Alfian tenang "Kenapa elo lakuin ini ke gw?" tanya Diandra tidak mengerti dan tidak habis pikir, matanya sudah mau mengeluarkan cairan bening namun dia tahan, dia tidak ingin terlihat lemah di hadapan Alfian, Alfian diam saja tidak menjawab pertanyaan Diandra


"Gw mau pulang " kata Diandra dengan suara lemah, entah kenapa dia berasa sangat lelah, hati dan fisiknya hari ini sangat lelah "Loe besok baru bisa pulang" jawab Alfian "Loe gila apa, orang tua gw bakalan nyariin gw" kata Diandra dengan nada suara protes "Tenang aja orang tua elo ga bakalan nyariin elo sampai besok, karena nanti sahabat elo yang akan jelasin semuanya ke orang tua elo" kata Alfian dengan suara tenang


Diandra langsung mengernyit heran, memandang Alfian dengan pandangan bertanya "Maksud elo apa?" tanya Diandra, Alfian menatap Diandra lalu berkata dengan suara dingin "Sudahlah Di, mau gw cium lagi ?" ancam Alfian dengan serius, Diandra langsung menutup mulutnya "Lagian ga capek apa nanya muluk, daripada nanya muluk mending kita ciuman" kata Alfian sambil mendekatkan bibirnya ke bibir Diandra, reflek tangan Diandra langsung menutup bibirnya "Jangan gila loe" desis Diandra dengan suara marah


Alfian langsung tersenyum smirk, lalu menjauh dari wajah Diandra "Gw pengen pulang" kata Diandra lagi "Di sekali lagi Loe bilang gitu, gw ga akan segan segan mencium bibir elo" ancam Alfian dengan suara dingin, Diandra langsung mengepalkan tangannya ingin rasanya meninju laki laki disebelah dia, tapi dia tahu dia pasti akan kalah kuat, lebih baik dia diam dan mengalah


Diandra juga menyesal harusnya tadi dia tidak langsung main kabur gitu saja tanpa membawa dompet dan uang, sekarang mau tidak mau dia harus mengakui kalau dirinya terjebak dengan lelaki ini, lelaki yang berusaha dia hindari

__ADS_1


Mobil itu masuk ke dalam sebuah apartemen yang mewah, dan berhenti tepat di depan lobby, Alfian langsung membawa Diandra keluar, masih dengan memeluknya dengan pelukan erat, dan membiarkan supir pribadinya yang menutup pintu mobil belakang, mobil itu melaju masuk ke dalam bassement


Alfian masih memeluk Diandra dengan erat, seakan takut Diandra akan kabur, Diandra tidak mau melangkah "Jalan atau gw gendong?" tanya Alfian masih dengan nada mengancam, Diandra diam berpura pura tidak mendengar, dan Alfian bukan orang yang sabar akhirnya dengan sekali sentak tiba tiba Diandra sudah digendong seperti karung beras


Diandra langsung terkejut,dia kembali berontak "Alfian sialan..turunin gw!" teriak Diandra masih memukuli punggung belakang Alfian, Alfian tidak pura pura tidak mendengarnya, masuk ke dalam gedung apartemen dia memencet tombol lift, ke lantai paling atas, tempat dimana Alfian tinggal dan untungnya tidak banyak orang yang ada di sekitar itu jadi setidaknya Alfian dan Diandra tidak dijadikan bahan tontonan


Pintu lift terbuka ,Alfian masuk ke dalam lift masih sambil menggendong Diandra dan Diandra juga sudah mulai diam, tidak lagi berontak karena dia sendiri sudah semakin lelah ditambah kepalanya semakin pusing karena digendong secara terbalik, Alfian memencet tombol lantai kamar apartemen


Setelah sampai ke tempat Alfian, Alfian memencet kunci password ruangan apartemennya dan pintu apartemen itupun terbuka, lalu dia menurunkan Diandra secara hati hati di sofa "Apa mau loe sekarang?" tanya Diandra agak sedikit takut, Alfian berjalan ke ruang dapur mengambil air dingin di dalam kulkas dan menuangkannya diatas gelas bertangkai, lalu dia memberikannya kepada Diandra


"Minumlah" kata Alfian sambil menyerahkan gelas berisi air ke Diandra, Diandra yang merasa haus karena habis berjalan dan berteriak langsung mengambilnya dan meminumnya, Alfian tersenyum melihat perbuatan Diandra yang tidak hati hati itu, tiba tiba dia punya ide jahil lalu dia berkata "Kamu tidak takut kalau ternyata aku memberikan pil penenang atau perangsang buat kamu?" tanya Alfian sambil tersenyum jahil


Diandra yang mendengar itu langsung terkejut, dia merutuki kebodohannya, dan langsung menaruh gelas yang airnya tinggal sedikit itu "Dan kalau sampai itu terjadi, elo yang akan gw bunuh" kata Diandra dengan suara dingin, Alfian yang mendengar itu langsung tertawa terbahak-bahak "Loe tahu apa yang gw sukai dari elo?" tanya Alfian kepada Diandra, sambil mendekati Diandra namun matanya tidak lepas dari mata Diandra yang cantik


Diandra mengendikkan bahu, dia tidak ingin tahu dan tidak mau tahu "Elo pikir gw peduli..gw ga peduli" jawab Diandra acuh "Itu, gw suka sama elo itu semuanya..semua yang ada di diri elo itu " kata Alfian yang tiba tiba sudah berada dekat dengan Diandra, lalu dia berjongkok dan memegang pergelangan kaki Diandra, ada sedikit lecet lecet disana disebabkan karena Diandra tadi berjalan dengan menggunakan high heels dan Diandra tidak terbiasa dengan itu


Alfian langsung berdecak kesal,begitu melihat pergelangan kaki Diandra yang mulus terkena lecet lecet " Apa ini sakit?" tanya Alfian pelan sambil memegang pergelangan kakinya, tanpa sadar Diandra mengangguk pelan, Alfian langsung berdiri berjalan ke ruangan dapur untuk mengambil kotak P3K diatas lemari dapur, dan kemudian kembali lagi


Berjongkok untuk memeriksa pergelangan kakinya, dia langsung mengolesi salep luka di pergelangan kaki, Diandra sempat menolak, namun dengan tatapan tajam dari Alfian akhirnya Diandra hanya pasrah diam, memperhatikan Alfian yang begitu telaten mengolesi salep di pergelangan kakinya


"Lain kali gw ga akan memaafkan kalau elo kembali lecet lecet lagi" kata Alfian dengan suara dingin


Diandra langsung cemberut begitu mendengar ancaman dari Alfian, dan Alfian yang melihat wajah cemberutnya ingin rasanya menciumnya namun dia tidak ingin membuat gadisnya merasa tidak nyaman jadi dia hanya bisa menahan keinginannya itu

__ADS_1


__ADS_2