
Sayangnya Hera tidak memperdulikan Donny, Bahakan dia bersikap acuh tidak acuh hingga Donny dibuat kesal sendiri
"Kamu akan tahu pembalasan aku Hera, dan kamu tidak akan bisa lepas dari aku" ancam Donny pelan sambil berbisik ke arah Hera
Namun hal itu tidak membuat Hera gentar, malah dia menatap Donny dengan tatapan tajamnya
"Silahkan saja" tantang Hera tidak mau kalah
Mendengar itu Donny langsung tersenyum miring menatap Hera dengan tatapan yang tidak kalah tajam
"Kamu tunggu saja" kata Donny dengan suara pelan namun terdengar sebagai suatu ancaman, ada sedikit rasa gentar di hati Hera namun dia berusaha menghapus rasa takut itu dengan menatap Hera dengan tatapan tajamnya
Donny lalu kembali ke tempat semula, tempat dimana dia duduk bersama dengan Tonny dan Andrew
"Gw lapar, ada yang mau pesan makanan gag?" tanya Tonny menyela obrolan mereka
"Iya sama, gw lapar, Andrew tempat loe ada makanan apa yang enak?" tanya Alfian menatap Andrew
"Yah kalian mau apa, tiap hari kalian kesini masih aja nanya apa yang enak apa yang enak, kalian mau makan apaan ntr biar gw yang pesenin" jawab Andrew
"Ada buku menu gag?" tanya Diandra kepada Andrew
"Buku menu ntr gw suruh pelayan yang datang kemari sekalian pesen apa yang kalian mau" kata Andrew kepada Diandra
Andrew pun segera memanggil pelayan lewat bel dari ruangan itu yang sengaja dipasang untuk memanggil pelayan agar datang ke dalam ruangan, jadi para tamu yang duduk khusus di ruangan VIP tidak perlu repot-repot untuk keluar memanggil pelayan, cukup dengan menekan tombol bel yang ada di dekat pintu masuk, maka pelayan akan segera datang untuk memenuhi panggilan mereka
Tidak lama kemudian seorang pelayang pria dengan menggunakan seragam putih hitam datang menghampiri mereka
"Selamat malam Tuan tuan ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan itu dengan nada sopan
"Kamu membawa buku menu?" tanya Andrew kepada pelayan itu
__ADS_1
"Maaf tuan saya tidak membawa buku menu" jawab pelayan itu dengan nada takut takut, karena yang dia hadapi adalah atasannya tempat dimana dia bekerja
"Ya sudah menurut kamu makanan apa yang direkomendasikan di tempat ini?" tanya Andrew dengan nada yang tegas
"Rekomendasi dari kami adalah steak tenderloin dengan saus mushroom nya dan grilled chicken with potatoes and salad, dan itu banyak yang dipesan oleh para tamu di pub ini" jawab pelayan itu dengan lancar
Hening sejenak, lalu Diandra tiba tiba menyela
"Maaf apa disini ada nasi liwet tumis cumi cabe hijau?" tanya Diandra dengan wajah malu malu
"Atau nasi bakar with petai goreng dan sambal matah?" tanya Hera juga kepada pelayan tersebut
Pelayan itu kebingungan dengan pertanyaan kedua gadis ini, karena di tempat itu tidak menyediakan menu seperti itu, kebanyakan menu barat dan Asia hanya saja menu Indonesia tidak masuk dalam daftar menu
"Mohon maaf Nona, apa yang nona tanyakan itu tidak ada di dalam restoran kami " kata pelayan itu sambil melirik atasannya meminta pertolongan
Andrew yang melihat lirikan pelayan nya langsung tanggap, dia langsung menegakkan punggungnya
"Yaah padahal kita pengen makan yang kayak gituan" jawab Hera kecewa, karena apa yang di mintanya tidak ada dalam buku menu
"Ya sudah gini aja, gimana kalau kita pesan diluar?" tanya Alfian memberikan solusi kepada yang lainnya
"Idenya boleh juga tuh, kita pesan aja makanan di luar nanti biar si hijau yang antar makanannya kesini bagaimana?" kata Hera memberikan usul kepada seisi ruangan
"Iya gw setuju, jadi kalau ada yang mau pesen di luar pesen aja, yang didalam ga apa apa tinggal pesan aja" kata Donny memberikan saran kepada yang lainnya dan yang lainnya juga ikut setuju dengan usulan Donny
"Andrew maaf yah jadi merepotkan kamu" kata Diandra dengan penuh penyesalan
"Santai aja Di, lagian memang tidak ada menu yang kamu inginkan kok" kata Andrew sambil tersenyum kepada Diandra dan Diandra membalas senyumannya Andrew, Alfian yang melihat itu langsung dibakar cemburu
"Inget itu bakalan jadi milik gw" kata Alfian dengan nada cemburu namun tidak digubris oleh Andrew dan Diandra yang membuat Alfian menjadi dongkol sendiri karena tidak digubris
__ADS_1
"Jadi gimana siapa yang mau pesan makanan di luar?" tanya Tonny sambil memandang mereka satu persatu
Mendengar pertanyaan dari Tonny, Diandra, Hera, Donny dan Alfian langsung tunjuk tangan sementara Andrew dan Tonny memilih untuk memesan makanan di pub itu
"Kalian ga bosen apa makan di sini terus, sesekali lah pesan makanan di luar?" kata Alfian sambil bertanya
"Bukannya bosen lagi, malah Samapi hapal tuh makanan dalam ingatan, cuman mau gimana lagi namanya juga udah jatuh cinta dengan rasanya" ucap Tonny sambil tertawa
"Terserah lah" jawab Alfian singkat
Tonny langsung memesan makanan kepada pelayan itu, begitu juga dengan Andrew yang memesan makanan kepada pelayan tersebut, sementara yang lainnya sibuk dengan aplikasi hijau hingga Alfian yang memutuskan untuk mewakili yang lainnya untuk memesan makanan lewat aplikasi hijau
"Maaf tuan tuan dan nona nona kalau sudah selesai saya ijin pamit keluar" kata pelayan tadi, mereka seakan akan lupa akan keberadaan pelayan yang sedang berdiri di hadapan mereka itu
"Eh kalian ga ada yang pesan minum apa?" tanya Donny kepada yang lainnya
"Nanti aja, lagian juga makanan belum datang ini" jawab Alfian masih mencari cari menu makanan dari aplikasi hijau
"Sudah belum sih?" tanya Diandra penasaran menatap ke arah Alfian
"Sebentar lagi, yang sabar ya" jawab Alfian acuh tak acuh karena masih merasa dongkol dengan sikap Diandra dan Andrew yang saling bertukar senyum
Melihat Alfian bersikap berbeda terhadap dirinya Diandra langsung segera mengerti kalau Alfian tengah cemburu kepada dirinya dan Andrew namun Diandra tidak ingin membahas masalah itu di depan orang banyak apalagi di depan sahabat sahabatnya Alfian
"Selesai" kata Alfian memberitahukan kepada yang lainnya kalau dirinya sudah selesai memesan makanan di aplikasi hijau
"Berarti kita tinggal tunggu aja nih?" tanya Donny kepada Alfian yang dijawab oleh anggukan kepala nya Alfian
"Oh iya terus bagaimana kelanjutannya nanti kalau Lo nikah sama Mak lampir?" tanya Tonny lagi sambil menatap Alfian dengan wajah penasarannya
"Tolong diralat ya..gw ga akan. menikahi si nenek lampir itu, yang akan menikahinya itu adalah Alex karena dia sudah berjanji untuk mengawasi si Sandra agar tidak berulah lagi" kata Alfian dengan nada sedikit kesal kepada Alfian yang masih menyangka kalau dirinya ingin menikahi Sandra
__ADS_1