Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 234


__ADS_3

"Yang sabar ya" ucap Diandra menatap Donny dengan pandangan mata yang miris


"Ga apa apa, gw tahu kok kalau gw yang salah, jadi gw siap terima resikonya" ucap Donny sambil menghela nafas panjang


"Semoga Hera mau membuka hatinya buat elo" ucap Diandra yang langsung diaminkan oleh Donny


Tidak lama kemudian, Alfian mengajak Donny untuk pergi dari rumah Diandra, dan setelah pamit dengan orang rumah mereka berdua langsung pergi menuju ke tempatnya Alfian, kali ini mereka menggunakan mobil masing masing


Sepeninggal Alfian dan Donny, Diandra langsung menemui Hera yang ada di dalam kamar, tampak Hera sedang sibuk membereskan isi tasnya


"Donny sudah pulang" kata Diandra sambil duduk di tepi tempat tidur, memberitahukan kepada Hera kalau Donny sudah pulang


"Ga ada hubungannya sama gw Di" ucap Hera dengan nada acuh tak acuh, Diandra hanya mengangkat bahu seakan tidak perduli dengan apa yang dikatakan oleh Diandra


Tiba tiba Hera mendapatkan pesan yang membuat Hera langsung tersenyum senang


"Ada apa?" tanya Diandra penasaran menatap Hera dengan rasa ingin tahu


"Visa pelajar gw sudah keluar, sebentar lagi gw bisa balik ke Jerman" ucap Hera sambil tersenyum senang


"Oh ya, selamat ya kalau begitu, semoga segera balik ke negara ini lagi" kata Diandra sambil tersenyum senang menatap Hera dengan pandangan bahagia, walaupun ada sedikit sedih di dalam hatinya karena Hera sebentar lagi akan kembali ke Jerman, dan entah kapan dia akan kembali ke negara ini, tidak ada yang tahu, tapi dia akan mendoakan sahabatnya itu agar diberikan kebahagiaan dan keberuntungan dimanapun dia berada


Sementara itu di rumahnya Alfian, tampak Nyonya Francie sedang berada di teras rumah dan menikmati udara di pagi hari sambil membaca majalah dan menikmati teh kesukaannya

__ADS_1


"Pagi mah" sapa Alfian kepada Nyonya Francie sambil mencium pipi mamahnya


"Pagi Tante" sapa Donny sambil mencium tangan Nyonya Francie


"Loh kalian berdua tidak ke kantor?" tanya Nyonya Francie menatap Alfian dan Donny satu per satu, yang dibalas dengan anggukan kepala mereka berdua, Nyonya Francie menatap mereka satu persatu dan melihat wajah mereka yang penuh dengan bentol bentol dan sedikit bintik bintik merah di wajahnya


"Wajah kalian kenapa?" tanya Nyonya Francie menatap mereka berdua satu persatu, menatap dengan pandangan heran yang akhirnya dengan terpaksa Alfian menceritakan kronologinya kenapa wajah mereka sampai seperti itu, mendengar cerita dari mulut Alfian anaknya, Nyonya Francie langsung tertawa terbahak bahak, hingga membuat Alfian langsung cemberut dibuatnya


"Kalian ini ada ada saja" ucap Nyonya Francie sambil geleng geleng kepala


"Ya sudah mama akan telpon dokter, untuk memeriksa kalian" kata Nyonya Francie yang langsung mengambil handphone di atas mejanya dan menelpon dokter pribadi keluarganya untuk segera datang


"Mah kita masuk dulu, nanti kalau dokter nya sudah datang suruh masuk saja ke ruang kerja kita" ucap Alfian sambil berdiri dari duduknya yang disusul oleh Donny


"Sudah mah di rumah Diandra, oh iya aku hampir lupa, ini ada portofolio yang sudah kita pilih tinggal mamah liat liat lagi" ucap Alfian sambil membuka tas nya dan memberikan sebuah amplop berwarna coklat ke Nyonya Francie


Nyonya Francie langsung menerima amplop coklat itu dari tangannya Alfian


"Ya sudah nanti mamah lihat ulang, kalau sudah oke akan mamah kirimkan ke Nyonya Sakura" ujar Nyonya Francie sambil membuka amplop besar yang berisi lembaran lembaran portofolio tersebut dan memperhatikannya satu per satu


"Baik mah, terima kasih banyak kami masuk ke dalam dulu, ada beberapa pekerjaan yang harus kami selesaikan terlebih dahulu" ucap Alfian yang dibalas anggukan kepala dari Nyonya Francie


Sementara itu di kantor Alex, tempat dimana Alex sekarang sedang sibuk dengan pekerjaannya tiba tiba pintu diketuk dari luar dan Alex langsung menyuruhnya untuk masuk ke dalam, salah satu sekretaris Alex masuk ke dalam memberi tahukan jika Tuan Hartawan sudah datang dan sedang menunggu di luar, Alex menyuruh Tuan Hartawan untuk masuk ke dalam namun sebelum itu Alex meminta sekretaris itu untuk memanggil Bryan untuk masuk ke dalam ruangannya Alex

__ADS_1


Tidak berapa lama kemudian kedua orang itu sudah berkumpul di ruangannya Alex, Alex langsung mempersilahkan Tuan Hartawan untuk duduk di sofa yang terletak di tengah tengah kantor, mereka bertiga langsung duduk di sofa tersebut


"Jadi ada apa Tuan Alex meminta saya untuk datang ke kantor anda?" tanya Tuan Hartawan menatap Alex dengan pandangan bertanya


Alex langsung terdiam, dia memilih kata kata agar tidak menyinggung Tuan Hartawan, mengingat dirinya tahu siapa Tuan Hartawan itu sebenarnya, dia akan berlaku apa saja untuk bisa mendapatkan apa yang menjadi keinginannya


"Begini Tuan Hartawan saya meminta maaf sebesar besarnya kalau saya tidak bisa melanjutkan pernikahan ini" ucap Alex dengan tatapan menyesal, Tuan Hartawan yang mendengar itu langsung terkejut kaget, dia tidak menyangka dirinya dipanggil kesini hanya untuk mendengar keputusan seperti ini


"Maksud anda ini apa ya?" tanya Tuan Hartawan yang sedang mencoba mencerna ucapan dari Alex sendiri dan berharap dia sendiri salah mendengarnya


"Begini Tuan, saya beberapa kali kerap mendapatkan penolakan dari anak anda itu kalau anak anda itu Sandra tidak ingin menikah dengan saya bahkan Sandra anak anda sering menghina saya sehingga membuat harga diri saya terluka, jadi saya berpikir alangkah lebih baiknya jika pernikahan ini tidak diteruskan, mengingat demi kebaikan bersama" ucap Alex dengan hati hati, Alex tidak sepenuhnya berbohong jika Sandra tidak mengharapkan adanya pernikahan dengan dirinya, dan itulah yang dijadikan senjata oleh Alex untuk menghentikan pernikahan ini sebelum semuanya terlambat


"Tapi nak Alex itu semuanya bisa diatur, dan lagian saya bisa jamin Sandra anak saya tidak akan berlaku macam macam karena dia tidak akan berani berbuat nekat" ucap Tuan Hartawan mencoba meyakinkan Alex


"Benarkah, tapi kenapa saya merasa sangat tidak yakin ya " ucap Alex dengan nada gamang


"Tenang saja, saya akan melakukan apa saja agar Sandra tidak berbuat macam macam apalagi berbuat hal hal yang memalukan, saya berani jamin dia tidak akan berani melakukan hal yang nekat seperti itu" ucap Tuan Hartawan masih mencoba meyakinkan Alex sedemikian rupa


Alex yang mendengar itu dalam hatinya dia berpikir dengan sinis jika Tuan Hartawan akan melakukan apa saja untuk bisa mendapatkan apa yang akan menjadi tujuannya, jadi dia harus berhati hati dalam menghadapi orang seperti Tuan Hartawan ini, orang ini tidak akan mudah untuk ditundukkan apalagi dengan cara seperti ini


Alex langsung membenarkan tempat duduknya, dia menegakkan tubuhnya lalu dia langsung bersuara lembut tapi terdengar sangat tegas di telinga yang mendengarnya


"Bagaimana kalau kita memberikan kompensasi?" tanya Alex sambil menyipitkan matanya menatap Tuan Hartawan dengan pandangan ingin tahu dengan reaksi dari Tuan Hartawan itu sendiri

__ADS_1


__ADS_2