Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 120


__ADS_3

flashback off


Alex menatap dua orang yang ada di hadapannya dengan senyuman dingin, sementara Donny menatap Alex dengan pandangan aneh namun dia pura pura bersikap tidak perduli, Donny merasa ada yang aneh dalam diri Alex namun dia berusaha untuk tidak memikirkannya, tapi dia tiba tiba teringat tentang satu nama Alex yang dia sendiri lupa pernah dia membacanya dimana


Donny akhirnya memilih untuk memandang Alex dan mencoba mengingat ingatnya


"Kenapa anda memandang saya seperti itu?" tanya Alex tiba tiba kepada Donny dengan pandangan tidak bersahabat


Donny yang ketahuan memandang Alex dan ditanya Alex tiba tiba, langsung bertanya dengan suara datar


"Apa kita pernah mengenal sebelumnya?, karena rasanya tidak asing nama anda di telinga saya?"


Alex langsung tertawa mengejek


"Anda ini lucu, kita belum pernah mengenal satu sama lain dan nama Alex mungkin juga sudah sering anda dengar dan banyak nama Alex dimana mana" ejek Alex kepada Donny


"Mungkin saya yang salah mengira atau salah mengenal, anda benar nama Alex memang banyak" jawab Donny dengan nada mengalah


Lalu tiba tiba Alex berbalik menatap Hera yang setengah melamun


"Hera, apa selanjutnya rencana elo di Jerman nanti?" tanya Alex dengan suara serius


"Yang jelas gw mau nyelesein kuliah gw dulu, dan mungkin gw akan kerja disana untuk sementara waktu" jawab Hera dengan nada lebih serius lagi


"Tidak boleh!" seru Donny ketika dia tau kalau Hera akan tinggal lama disana, Hera dan Alex menatap Donny dengan pandangan aneh


"Elo itu kenapa sih?" protes Hera dengan suara kesal dan hampir marah setiap kata kata yang dia ucapkan selalu dibantah atau ditentang oleh Donny


"Gw ga apa apa, gw cuman bilang elo itu ga boleh pergi kemana mana dulu tanpa seijin dari gw, paham?" kata Donny dengan suara tegas lalu balik bertanya kepada Hera

__ADS_1


Alex yang mendengar itu langsung tersenyum miring


"Hera tidak terikat dengan siapapun dan dengan apapun juga, dan Hera punya keputusannya sendiri, saya pikir kamu paham dengan kata kata gw" ucap Alex dengan nada menyindir


"Memang apa yang elo bilang itu adalah benar, tapi Hera sekarang sudah menjadi milik gw, dan dia harus ijin kemanapun dia pergi" jawab Alex tegas dan dingin, seolah olah kata katanya tidak dapat dibantah sama sekali


Hera yang mendengar itu sangat marah sekali, dia benar benar merasa jijik dengan Donny, hingga akhirnya Hera berdiri lalu berkata dengan suara yang penuh dengan emosi dan kemarahan


"Elo benar benar bikin gw muntah tau ga" ucap Hera kepada Donny dengan wajah yang lumayan sengit


"Alex sorry gw lagi ga mood, gw mau pulang next time aja kita ketemuan lagi tapi gw jamin dia ga bakalan ikut" ucap Hera dengan tampang kesalnya


"Its okey Hera, next time aja kita ketemuan lagi tanpa ada yang menganggu kita berdua" jawab Alex sinis


"Thanks ya Alex, nanti gw hubungi elo lagi bye" kata Hera pamit sambil mengambil tasnya lalu berdiri dan berjalan tergesa gesa menuju pintu keluar, diikuti oleh Donny yang langsung mengejar Hera, Alex yang melihat dari kejauhan hanya tersenyum miring dan dia masih menunggu pesanan makanannya datang


Hera dan Donny masih berdebat di tempat parkiran mobil


"Puas?!" tanya Hera lagi


Donny hanya terdiam tanpa menjawab apapun, dia menatap Hera dengan pandangan yang sulit untuk diartikan


"Mau elo itu apaan sih?!" tanya Hera masih dengan berteriak keras kearah Donny


Namun Donny tidak bergeming sedikitpun, dia hanya diam dan menatap Hera dengan pandangan yang dalam, hingga Hera akhirnya terdiam


"Masuklah dulu" kata Donny dengan suara tenang


"Tidak mau" balas Hera keras kepala

__ADS_1


"Masuklah, nanti akan gw ceritakan sebuah kisah yang mungkin saja elo berminat untuk mau mendengarnya" ujar Donny dengan sabar menghadapi Hera yang lagi


keras kepala sekarang ini


Donny menatap mata Hera dan meminta Hera untuk masuk ke dalam mobil Donny, akhirnya dengan berat hati Hera masuk ke dalam mobil namun dia tidak duduk di bangku samping Donny namun dia duduk di bangku belakang


Donny hanya diam mengalah lalu dia masuk ke kursi pengemudi dan menyalakan mesin mobil lalu kemudian menjalankan mobil itu dengan kecepatan rendah, dia menatap Hera yang duduk kaku seperti patung menatap ke depan dengan muka yang sedang menahan emosinya


"Cepat ceritakan apa yang ingin kamu ceritakan dan saya harap jangan bertele tele apalagi membuat saya menjadi muak mendengar kisah yang tidak masuk akal" kata Hera dengan suara dingin dan sinis


Donny tersenyum simpul, dia sangat mengerti tentang perasaan Hera saat ini, dia juga akan sama berbuat seperti itu terhadap dirinya jika dia menjadi Hera, namun dia bukan Hera


"Tunggu sebentar gw akan membawa elo ke suatu tempat" kata Donny kali ini dia sedang berusaha sabar, sementara Hera hanya mendengus mendengar ucapan dari Donny yang menurutnya terlalu banyak alasan tapi dia diam saja, sebenarnya dia itu sangat penasaran dengan apa yang ingin diceritakan Donny pada dirinya namun dia berusaha menahan rasa penasaran itu dan membiarkan Donny bercerita dengan sendirinya


Mobil itu berbelok ke arah perumahan mewah., yang dia tahu itu adalah rumahnya Donny, Hera menatap Donny dengan pandangan bertanya namun dia tetap diam menunggu apa yang ingin Donny ceritakan padanya


Donny tetap melajukan kendaraannya, melewati rumah mewahnya dan kemudian dia berbelok dan berhenti pada sebuah taman yang saat itu taman itu sedang dipenuhi oleh banyak anak anak yang bermain disana bersama dengan kedua orang tua mereka berikut dengan pengasuh mereka, bahkan ada yang membawa binatang peliharaan mereka seperti anjing maupun kucing


Donny memberhentikan mobilnya disana, di membuka kaca belakang berikut dengan kaca depannya, di taman itu terdapat danau yang berada di tengah tengahnya dan ada beberapa angsa yang ada disana


"Kenapa elo bawa gw kemari?" tanya Hera tidak mengerti memecahkan suasana hening yang ada di mobil


Donny menghela nafas panjang dan kemudian tersenyum, menoleh ke arah Hera


"Kita duduk duduk di taman itu yuk" ajak Donny sambil membuka pintu mobil dan entah kenapa Hera juga menurut ikut turun bersama dengan Donny dan kemudian mereka berjalan berdampingan berdua menuju bangku taman yang menghadap ke arah danau tersebut


Langit menjelang sore cukup sangat indah, susana juga tidak terlalu panas, Donny dan Hera duduk disana , akhirnya Donny bercerita mengenai dirinya dan mengapa dia bersikap seperti itu kepada Hera


"Apa elo sudah siap mendengarkannya Hera?" tanya Donny lembut kepada Hera, seperti dihipnotis Hera menatap Donny lalu mengangukkan kepalanya menatap Donny dengan penuh rasa penasaran

__ADS_1


Dan Donny pun menceritakan sebuah kisah yang sudah lama berlalu mengenai seorang pria kecil dengan gadis kecil dan pertemuan mereka yang tidak disengaja di sore hari di taman itu, kisah yang pernah dia ceritakan kepada Alfian tempo hari diceritakan pula kepada Hera, karena Donny tidak ingin lagi ada rahasia diantara mereka berdua, dia ingin menjadikan hubungan antara Donny dan Hera adalah menjadi suatu kenyataan dengan sebuah keterbukaan dan tidak ada yang harus disembunyikan


__ADS_2