Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 154


__ADS_3

"Ya sudah ayo kita pulang, Diandra ingat besok malam yah dan jangan lupa bilang ke orang tua kamu, kalau Tante akan datang ke rumahmu untuk bertemu dengan kedua orang tua kamu" kata Nyonya Francie mengingatkan lagi Diandra, sebelum masuk ke dalam mobilnya


"Baik tante, akan saya bicarakan dengan orang tua saya" jawab Diandra


"Ya sudah Tante pergi dulu, Alfian jaga Diandra baik baik, ingat bawa mobilnya" ujar Nyonya Francie kepada Alfian


Alfian hanya menganggukkan kepalanya saja, lalu nyonya Francie masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan mereka berdua, setelah Nyonya Francie pergi, Alfian dan Diandra langsung naik ke mobilnya dan menuju ke kantor Alfian


Setibanya di kantor, Alfian dan Diandra langsung naik menuju ruang kerjanya Alfian, namun ketika mereka berdua hendak masuk ke ruang kerjanya Alfian tiba tiba Irma sekertaris pribadinya Alfian buru mendatangi mereka berdua


"Pak Alfian maaf, tadi ada orang yang mencari bapak" kata Irma kepada pak Alfian


"Siapa?" tanya Alfian penasaran


"Seorang pria, yang bernama Bryan pak" jawab Irma lagi


"Bryan" ulang Alfian sambil mengernyitkan dahinya


"Iya pak, Bryan namanya dan dia bilang sedang mencari bapak untuk ketemuan" jawab Irma


"Terus dia dimana sekarang orangnya?" tanya Alfian lagi sambil menatap ke sekeliling ruangan


"Dia sudah pergi setelah lama menunggu bapak disini" jawab Irma dengan sopan


"Baik kalau begitu" jawab Alfian, lalu menggandeng tangan Diandra untuk masuk ke dalam ruangannya


"Siapa Bryan?" tanya Diandra kepada Alfian


"Entahlah aku juga tidak tahu, mungkin dia adalah juga salah satu dari orang suruhannya seseorang" jawab Alfian belum pasti, tapi dia sudah curiga kalau Bryan adalah orang suruhannya Alex, namun hal itu tidak diberi tahukan kepada Diandra


"Mau apa dia kemari" gumam Alex pelan


"Kamu sudah menghubungi Donny?" tanya Diandra kepada Alfian


"Belum" jawab Alfian singkat

__ADS_1


"Telponlah, dia sedang membutuhkan teman untuk bicara, aku yakin dia saat ini sedang membutuhkan kamu apalagi dia sedang dalam keadaan kacau seperti itu" kata Diandra memberikan nasihat kepada Alfian untuk menelpon sahabatnya Alfian


"Iya nanti saja" ucap Alfian dengan nada pendek


"Oh iya apa kamu tidak marah kamu diperlakukan seperti itu sama Donny?" tanya Alfian ingin tahu


"Diperlakukan seperti apa?" tanya Diandra tidak mengerti sambil menatap Alfian, dan mencoba mengingat ingat kembali apa yang terjadi pada dirinya dan Donny


"Ya itu, kamu di marah marahin sama Donny tadi pagi sebelum berangkat ke kantor" jawab Alfian


"Oh itu, buat aku sih ga masalah mungkin dia hanya ingin menumpahkan perasaan kesalnya kepada aku karena aku terlalu ikut campur sama urusan mereka" kata Diandra dengan polos


"Sudahlah sesuatu jangan dibesarkan besarkan, apalagi kita berteman, jangan sampai pertemanan yang sudah terjalin akrab begitu lama harus hancur karena masalah yang sepele" ujar Diandra bijak


Alfian semakin kagum dengan cara berpikirnya Diandra


"Aku ga menyesal memilih kamu sebagai calon isteri aku, kamu wanita hebat yang pernah aku temui " ucap Alfian dengan nada penuh kekaguman


"Kamu terlalu berlebihan Aku pikir itu biasa saja kok" jawab Diandra merendah


Sementara itu di apartemennya Donny terlihat Donny sedang gundah gulana memikirkan hubungannya dengan Hera, semua kata andai selalu terngiang ngiang di kepalanya saat ini


"Aku harus bagaimana?" tanyanya dalam hati, berkali kali Donny menghela nafas panjangnya


Dia berusaha untuk menelpon Hera, namun sama Hera tidak kunjung diangkat, bahkan Hera memilih untuk mematikan handphonenya


"Maafkan gw Hera, maaf, berikan gw kesempatan sekali lagi buat bisa meyakinkan elo kalau gw bener bener cinta sama elo" ucap Donny sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya


Sementara itu di kantor Alfian, tampak Alfian sedang sibuk bekerja, dan Diandra masih saja disuruh tidak berbuat apa apa, akhirnya Diandra memilih untuk bermain handphonenya


"Alfian, aku bosan " kata Diandra sambil merajuk ke Alfian yang sibuk bekerja


"Sabar dulu sayang, aku masih kerja, sebentar lagi kita pulang" ucap Alfian dengan mata yang masih fokus memandang layar laptopnya


"Kamu kasih kerjaan apa kek ke aku, biar aku ga bosan" kata Diandra dengan wajah yang sambil merenggut kepada Alfian, karena tidak biasanya dia tidak bekerja

__ADS_1


Alfian lalu berhentilah dari kerjaannya dia dan menatap Alfian dengan lembut


"Sayang, aku belum ada pekerjaan buat kamu mungkin nanti atau besok baru ada pekerjaan buat kamu" ucap Alfian dengan lembut


"Memangnya Donny juga sama kaya gini juga?" tanya Diandra tidak yakin kalau Donny bis begini, santai dan tidak ada kerjaan sama sekali


Alfian terdiam sebentar, lalu berkata kepada Diandra


"Tidak, dia punya tanggung jawabnya sendiri yang tidak bisa diambil alihkan dari orang lain" kata Alfian dengan nada serius


"Apa itu ?" tanya Diandra penasaran, karena dia sangat ingin tahu apa pekerjaannya Donny


"Dia suka aku suruh ke luar buat mencari informasi mengenai perusahaan yang ingin bekerja sama dengan kita, itu salah satu tugas pentingnya" jawab Alfian dengan nada serius


"Dengan menyamar?" tanya Diandra masih penasaran dengan jawaban dari Alfian yang setengah setengah


"Pokoknya begini Donny itu aku sering menyuruh dia untuk tugas diluar dan itu kerjaannya tidak cocok buat kamu, Donny itu tugasnya mengumpulkan informasi tentang perusahaan perusahaan yang menjadi saingan kita dan yang menjadi partner kita" kata Alfian dengan nada serius kepada Diandra, mencoba memberikan pengertian kepada Diandra


"Lalu tugas aku disini ngapain?" tanya Diandra yang masih tidak puas dengan keterangan Alfian


"Tugas kamu itu hanya cukup temani aku kemana aku pergi itu saja kok" jawab Alfian dengan entengnya


Diandra langsung menatap Alfian dengan pandangan tidak percayanya


"Kamu itu harus belajar bagaimana untuk bisa menjadi isteri yang baik, melayani suami seutuhnya termasuk dalam soal ranjang, kamu paham kan Diandra ku sayang" ucap Alfian dengan lembut sambil tersenyum manis


"Mohon maaf ya untuk soal ranjang itu beda lagi ya, aku belum akan mau kalau aku belum menikah terlebih dahulu" protes Diandra dengan sangat kesalnya


"Hehehehe kalo itu mah kalau kamu ikhlas saja" jawab Alfian sambil terkekeh-kekeh


"Gag mau" kata Diandra kesal sambil menatap Alfian dengan pandangan sengit


"Iya iya, jangan marah gitu dong tapi kalo cuman sedikit boleh kan ya" goda Alfian lagi, Diandra langsung mengepalkan tinjunya ke arah Alfian, dan Alfian kembali tertawa terbahak bahak


Alfian langsung merasa gemas sendiri melihat wajah cemberutnya Diandra, baginya hari ini adalah hari dimana Alfian sangat bahagia sekali, selain Diandra bisa menjadi asisten pribadinya Alfian, Diandra juga setuju untuk mau menikah dengannya satu bulan kemudian, harusnya dia berterima kasih kepada Nyonya Francie mamanya karena telah merubah Diandra yang keras dengan pendiriannya menjadi lunak karena Nyonya Francie yang mendesak Diandra sendiri untuk menikah lebih cepat dari rencana mereka semula

__ADS_1


__ADS_2