
Diandra melepaskan pelukannya, dan kemudian menatap bundanya dengan tatapan yang penuh haru
"Kamu sehat nak?" tanya bunda kepada Diandra
"Aku sehat bunda, dan aku membawa Hera kemari untuk temani aku kesini" jawab Diandra sambil tersenyum ke arah bunda dan memegang tangan bunda
"Bunda aku kangen, aku ingin pulang" Rajuk Diandra manja kepada bunda, sambil memeluk lengan bunda
"Hey anak bunda, kok jadi manja begini sih bentar lagi kamu kan sudah mau menikah dan sudah pasti kamu akan pisah sama ayah dan bunda" kata bunda dengan nada sayang kepada Diandra
Mendengar itu Diandra langsung terdiam, entah ada perasaan berat yang menggelayuti di hatinya, jika harus berpisah dengan kedua orangtuanya yang teramat sangat menyayanginya
"Sudahlah mana Hera?" tanya bunda kepada Diandra yang tiba tiba wajahnya langsung muram seketika
"Oh iya dia ada di depan sedang sibuk ngobrol dengan Novia" jawab Diandra sambil menggandeng tangan bundanya untuk menuju ke teras depan rumahnya bertemu dengan Hera
Hera yang melihat bunda Diandra datang langsung segera berdiri dan memeluk bunda, dengan pelukan yang erat
"Bunda, Hera kangen dengan bunda" ucap Hera sambil memeluk bunda dengan erat
"Iya bunda juga kangen semenjak Diandra tidak di rumah kamu juga hampir ga pernah ke rumah bunda, padahal dulu aja kamu sering ke rumah bunda" kata bunda sambil tersenyum kepada Hera, Hera langsung merasa serba salah mendengar ucapan bunda, bunda sudah menganggap Hera sebagai anaknya sendiri
"Maaf bunda, Hera sibuk belakangan ini, Hera mau ada rencana pergi ke Jerman lagi menyelesaikan kuliah bunda, mungkin satu sampai dua bulan ke depan" ucap Hera
"Tapi pernikahan Diandra kamu datang kan?" tanya Bunda memastikan Hera untuk datang ke acara nikahannya Diandra
"Datang lah pastinya, masa pernikahan sahabat sendiri ga datang" kata Hera sambil tertawa
__ADS_1
"Berapa lama nantinya kamu di Jerman?" tanya Bunda dengan rasa ingin tahu
"Belum tahu bund, bisa cepat bisa juga lambat, tergantung dari selesainya Hera, doain aja semoga Hera bisa lulus dengan cepat" jawab Hera
"Bunda doain semoga Hera bisa cepat lulus dan bisa segera menikah dengan nak Donny" jawab bunda sambil setengah bercanda
"Kok bisa dengan Donny bunda?" tanya Hera sambil melirik Diandra yang pura pura melihat ke arah yang lain, pura pura tidak mendengarnya
"Diandra suka cerita kalau dulu kamu suka dengan Donny, sekarang malah balik gantian" ucap bunda sambil tersenyum ke arah Hera
"Hera harus bagaimana dong bunda?" tanya Hera dengan lesu
"Waktu yang akan menunjukkan jawabannya, sekarang fokus sama apa yang menjadi tujuan kamu, jodoh ga akan kemana juga, percayalah klo Donny adalah jodoh kamu sejauh apapun kalian pasti akan dipertemukan kembali" nasihat Bunda dengan nada bijak sambil menepuk bahu Hera, sekaligus menyemangati Hera
"Makasih Tante, Tante memang yang terbaik" ujar Hera sambil kembali memeluk bunda dengan erat
Novia menatap tajam ke arah luar, tampak ada pergerakan dari mobil itu, wajah Novi langsung tegang, Mobil berpikir apa salahnya kalau dia yang memancingnya terlebih dahulu, jika terjadi apa apa ada banyak orang disini yang akan membantunya agar masalah cepat selesai
"Ada apa Nov?" tanya Diandra menatap Novia, melihat raut wajah Novia yang mulai berubah
"Aku mau minta tolong, kalau misalnya ada terjadi apa apa tolong telpon polisi, aku mau kesana mau meringkus penjahatnya
"Kamu ga apa apa sendirian?" tanya Diandra dengan nada khawatir
"Kamu tenang saja, tetap disini dan jangan kemana mana" perintah Novia kali ini dengan nada tegas
"Bagaimana kalau kita berdua yang meringkus orang itu?" tanya Hera sambil menawarkan diri untuk ikut membantu
__ADS_1
"Tidak usah, kalian tetap disini, jangan kemana mana, ini sudah tugas saya, saya cuman minta tolong sama kalian untuk segera berkoordinasi dengan polis, saya juga sudah menghubungi rekan rekan saya juga, jadi kalian tenang saja" kata Novia dengan nada tegas dan wajah yang serius
"Kamu hati hati ya" ucap bunda dengan nada khawatir, Novia hanya menganggukkan kepala, lalu dia berjalan mengendap endap agar penjahat yang bernama John tidak curiga dengan pergerakannya, Novia dengan mata lurus fokus terhadap penculiknya yang sedang keluar dari mobilnya hanya untuk sekedar merokok
Sementara John sendiri, merasa dirinya bosan menunggu untuk mencari kesempatan agar bisa menculik Diandra, entah sudah berapa hari dia menunggu untuk bisa menculik kembali Diandra, namun nyatanya Diandra tidak kunjung juga keluar dari rumahnya, John merasa sangat bosan dan ingin menyerah, namun mengingat bayaran yang lumayan tinggi yang belum dibayarkan sepenuhnya oleh boss nya yaitu Sandra, akhirnya John terpaksa melakukan pengintaian kembali untuk dapat menculik Diandra
Novia berjalan mengendap endap, menunggu si penculik lengah dari penglihatan mata, Novi langsung melompat pintu gerbang secepat kilat, dan itu adalah salah satu keahlian dari Novia, sementara si penculik yang bernama John masih menikmati hisapan demi hisapan rokok tanpa menyadari adanya bahaya yang datang, sementara itu Diandra sudah menelpon polisi untuk segera menangkap si penculik yang sudah berhasil ditemukan
Dari arah samping Novia langsung menyergap si penculik yang bernama John tersebut dan dengan sekali tendangan tanpa bayangan John langsung terpental, John yang mendapatkan perlawanan tiba tiba benar benar tidak siap dan begitu melihat siapa yang menyerangnya, tambah terkejut si John, dia tidak menyangka jika yang menyerangnya adalah seorang wanita bertubuh kecil dengan mata yang siap membunuh siapa saja yang ingin berbuat jahat kepada majikan yang dibayar
"Siapa kamu?" tanya John sambil berdiri membersihkan pakaian yang terkena kotoran tanah
"Tidak perlu tahu siapa saya, yang jelas apa tujuan anda mengintai rumah kami?" tanya Novia dengan nada sengit, John yang mendengar itu langsung tertawa terbahak bahak, lalu wajahnya berubah menjadi bengis dan menakutkan
"Tidak perlu kamu ikut campur dalam urusan saya, lebih baik mundur dan mengalah serahkan gadis itu kepada saya, atau kamu dan orang orang yang ada di rumah itu tidak akan selamat" ancam penculik yang bernama John itu kepada Novia
Novia langsung tersenyum sinis, Novia sudah siap memasang kuda kuda untuk melawan John
"Jangan mimpi, kamu bisa menculik gadis itu lagi, kami sudah tahu siapa kamu, lebih baik menyerah lah, kalau tidak tanggung sendiri akibatnya" ucap Novia tidak mengenal rasa takut, bahkan gadis itu malah balik mengancam si John
"Menyerah katamu, jangan mimpi seorang John tidak akan pernah menyerah bahkan polisi saja takut dengan aku" ucapnya dengan nada sombong
"Oh ya kita lihat saja, apakah mulut bualmu itu bisa dibuktikan" ucap Novia, dia kembali menyerang John, namun John dengan mudah menghalau serangan demi serangan Novia, hingga Novia merasa kewalahan menghadapi si John
"Hanya segitu saja kemampuanmu gadis cantik" ledek John sambil tertawa mengejek
"Brengsek " Novia kembali menyerang John, namun justru John dengan mudah melawan bahkan menangkis Novia, sementara itu Hera dan Diandra yang melihat Novia sedang kesulitan melawan John, mereka berdua mempunyai ide untuk membantu Novia dengan menyerang bersama sama, akhirnya mereka berdua berjalan ke depan untuk membantu Novia melumpuhkan penjahat yang bernama John
__ADS_1