Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 233


__ADS_3

Alex langsung melihat gadget nya memeriksa apakah ada pesan yang masuk di pagi itu, setelah tidak ada pesan penting yang masuk, Alex langsung menatap Bryan dari belakang, Bryan yang menyadari dirinya tengah ditatap sedemikian rupa dari belakang langsung bertanya kepada Alex


"Ada apa Tuan, apa ada yang salah?" tanya Bryan sambil menyetir mobilnya


"Kamu sudah menelpon Alfian dan Tuan Hartawan untuk membuat janji?" tanya Alex dengan nada tegas kepada Bryan dari belakang


"Sudah Tuan, semuanya sudah dan dua duanya sudah menyetujui akan bertemu dengan Tuan hari ini, untuk Tuan Alfian dia akan menemui Tuan di jam lima sore, di kantornya sementara untuk Tuan Hartawan dia yang akan datang sendiri ke kantor aturan sekitar jam dua belas siang" ucap Bryan sambil memindahkan perseneling nya ke gigi tiga, dia menambahkan kecepatan mobilnya, Alex tampak mengangguk kepalanya dengan puas melihat kinerja dari seorang Bryan


Pagi pagi Alfian dan Donny sedang melakukan sarapan dengan yang lainnya, tampak keduanya matanya terlihat kuyu dan wajah yang penuh dengan bentol bentol, Diandra Hera dan Novia saling melirik satu dengan yang lainnya sambil tersenyum ditahan


"Semalam gimana?" tanya Diandra pura pura sibuk mengambil lauk yang ada diatas meja makan, wajah Alfian langsung cemberut dia melirik tajam ke arah Donny namun yang diliriknya pura pura tidak perduli


"Wajah kalian bentol bentol begitu, apa kalian tidak menggunakan lotion anti nyamuk?" tanya Hera menatap Donny dan Alfian secara silih berganti satu dengan yang lainnya


"Ayah kamu lupa membawanya, jadi kamu terpaksa menjaga satu dengan yang lainnya, nyamuk nya lumayan ganas diluar" kata Donny dengan nada menyindir ke arah Diandra, Diandra langsung berdiri dia menuju ke kamar dan tidak lama kemudian dia kembali menuju ke meja makan sambil membawa sesuatu


"Pakailah" ujarnya sambil memberikan obat salep ke arah Alfian dan Donny


"Apa ini?" tanya Alfian penasaran, sambil memegang salep obat yang diberikan Diandra


"Itu salep obat buat menghilangkan bentol bentol akibat terkena gigitan serangga " jawab Diandra sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, sementara Alfian masih memperhatikan salep obat dan cara penggunaannya


"Apakah ini manjur?" tanya Alfian agak setengah tidak yakin, sambil membolak balikan salep obat yang berwarna biru itu, ukurannya tidak besar maupun tidak kecil

__ADS_1


"Kalau ga percaya kembalikan saja" jawab Diandra acuh


"Kamu kok sama calon suami kaya gitu sih, nanti setelah selesai makan kamu harus kasihkan aku obat" kata Alfian setengah merajuk kepada Diandra, Diandra tidak menjawab ucapan Alfian, namun hatinya sangat tidak tega melihat wajah Alfian yang penuh dengan bentol bentol akibat digigit nyamuk


Setelah selesai makan, Diandra langsung mengoleskan salep ke wajahnya Alfian dengan penuh perhatian dan hati hati, melihat itu Donny menatap Hera agar dia juga seperti Diandra membantu mengoleskan obat salep ke wajahnya namun yang ditatap pura pura tidak perduli, malah sibuk dengan urusan yang lain


"Alex meminta kita ketemuan hari ini" kata Donny begitu dia melihat pesan yang masuk di handphonenya, Alfian langsung menatap Donny dengan pandangan bertanya


"Tumben ada apa dia minta kita ketemuan?" tanya Alfian yang dijawab gelengan kepala Donny, akhirnya Alfian memerintahkan Donny untuk mengatur jadwal pertemuan mereka di sore hari


"Ada masalah penting yang mau dibahas, begitu katanya" ucap Donny masih membaca pesan dari Bryan asisten Alex


"Ya sudah kalau begitu, hari ini kita tidak usah ke kantor dulu, kita dari rumah aja kerjanya dan tidak ada meeting atau apapun yang penting kan hari ini?" tanya Alfian kepada Donny


"Alfian apa kamu ada waktu?" tanya Diandra menatap Alfian sambil duduk di sebelahnya, Alfian langsung menatap Diandra dengan pandangan bertanya


"Kenapa?" tanya Alfian


"Portofolio pernikahan kita sudah datang, apa kamu tidak mau membantu aku untuk memilih?" tanya Diandra balik


"Pasti dong, aku kan juga pengen tahu" jawab Alfian cepat


"Iya ini harus dikasih tahu juga sama mama kamu, mana yang bagus takutnya ketika kita sudah memilih mamah kamu tidak setuju" ucap Diandra sambil memegang beberapa lembar portofolio yang sudah ada di tangannya kini dan menyerahkannya langsung kepada Alfian

__ADS_1


Alfian langsung mengambil portofolio tersebut daru tangannya Diandra dan kemudian melihat secara teliti, lalu dia kemudian memisahkan mana yang bagus dan sesuai dengan keinginan mereka berdua mana yang tidak, Diandra juga ikut membantu memilihkan mana yang Diandra sukai dan yang tidak, setelah selesai memilih dan memilah Alfian langsung memasukkannya kembali ke amplop coklat dan yang yang satunya lagi ditaruh di sebuah map berwarna merah


"Amplop coklat ini biar aku kasih lihat ke mamah, dan yang satunya lagi dibiarkan saja nanti dikembalikan lagi tempat wedding organizer nya' kata Alfian sambil merapihkan amplop coklat tersebut dan menaruhnya di dalam tas kerjanya


"Memangnya kapan kamu akan berikan itu ke mamah kamu?" tanya Diandra ingin tahu sambil menatap Alfian


"Hari ini sekalian aku ke rumah, aku tidak ke kantor biar aku sama Donny bekerja dari rumah mengingat bentol bentol yang ada di wajah kita ini" ucap Alfian dengan nada miris, Diandra langsung tersenyum tertahan mendengar Alfian berkata seperti itu


"Maafin ayah aku ya" ucap Diandra lembut menatap Alfian dengan tatapan memohon maaf


"Ga apa apa, lagian aku juga rela berkorban kok buat kamu buat buktiin cinta aku sama kamu" gombal Alfian membuat Donny langsung mencibirkan bibirnya dan untung saja Alfian tidak mengetahui akan hal itu


"Aku berangkat dulu ya, nanti aku kabarin secepatnya mana yang mamah sukai" ucap Alfian sambil pamit kepada Diandra


"Ya sudah hati hati kamu dijalan, Don tolong jagain Alfian ya' kata Diandra sambil tersenyum


"Iya lagian ga perlu dijaga juga ga bakalan hilang kok" ucap Donny setengah meledek yang langsung mendapatkan pelototan dari Alfian


Donny tiba tiba langsung menoleh ke arah Hera, menatap Hera dengan pandangan serius


"Kamu kalau mau pulang kabarin aku biar nanti aku yang akan jemput kamu, jangan pergi sendiri ingat itu" ucap Donny dengan nada serius menatap Hera dengan tatapan yang tidak boleh dibantah sama sekali, Hera hanya melengos saja mendengar Donny berkata seperti itu


"Kalau kamu ingin perhatian harusnya dari dulu Don, sekarang sudah terlambat" sindir Hera kepada Donny, dan dia langsung pergi ke kamar Diandra tidak perduli dengan panggilan Donny yang tengah memanggil manggil dirinya

__ADS_1


__ADS_2