Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 68


__ADS_3

Diandra langsung menetralisir perasaannya, namun wajahnya masih terlihat dingin, rasa sakit hatinya kembali terkuak, apalagi saat ini dirinya yang sedang diincar


"Aku tidak apa apa" kata Diandra dengan suara tenang


Mereka semua bernafas lega begitu melihat Diandra kembali berubah menjadi tenang


"Apa kamu masih mau ikut dengan kita?" tanya Alfian begitu melihat Diandra sudah tenang


"Aku akan ikut" jawab Diandra penuh dengan keyakinan


Dengan penuh rasa terpaksa akhirnya Alfian menyetujui permintaan dari Diandra


Mereka keluar dari club' menuju ke tempatnya Irwan,


Dengan menaiki dua mobil


Tonny, Andrew ikut di mobil Donny begitu juga dengan Hera, mereka berdua ikut di mobil Donny dengan alasan tidak ingin menjadi nyamuk buat Alfian dan Diandra


apalagi mengingat Alfian itu sangat bucin sekali dengan Diandra, daripada mereka menonton hal hal yang bisa membuat mereka mau muntah lebih baik mereka ikut ke mobilnya Donny, minimal Donny dan Hera masih waras begitu pikir mereka


Mereka berjalan beriringan menuju ke gedung tua dimana tempat Irwan tinggal, sesampainya mereka di gedung tua tampak suasana disekelilingnya sangat gelap sekali tidak ada penerangan lampu, hanya ada beberapa cahaya lampu itupun di lantai tiga, tempat Irwan tinggal di lantai tersebut dan di lantai yang paling atas


"Loe serius itu anak tinggal disini?" tanya Tonny setengah tidak percaya, sambil menatap kesekelilingnya yang terlihat gelap gulita, namun tidak ada jawaban dari Donny hanya helaan nafas kasar dari Donny, dia sekarang benar benar mengutuki Alfian yang memberikan ide untuk datang kesini malam malam begini


Donny sendiri juga heran apa yang ada di dalam pikiran anak itu untuk mau tinggal disitu


"Gag takut apa ya temen loe tinggal disitu Don?" tanya Andrew menatap bangunan tua itu dengan pandangan bergidik


"Mana gw tahu, lagian nih ya gw juga sendiri gag ngerti jalan pikiran itu anak, kok bisa bisanya tinggal disini padahal apartemen yang lebih bagus dan mewah juga banyak" jawab Donny sambil menggelengkan kepalanya


"Ayok kita turun " ajak Hera yang dari tadi diam saja, dia sebenarnya juga takut tapi dia mencoba memberanikan diri


"Mau turun tidak ini?" tanya Hera menatap para laki laki yang ada di dalam mobil


"Mang loe ga takut Hera?" tanya Tonny menatap Hera dengan pandangan bergidik


"Gak, lagian nih yaa setan itu hanya bisa menggoda manusia tapi tidak sampai membunuh, tidak seperti manusia yang dirasuki setan, benar apa yang dikatakan oleh Diandra" jawab Hera tegas


Hera langsung membuka pintu mobilnya dan langsung turun dari mobil


Alfian sendiri juga baru sampai, begitu melihat gedung tua dan suasana di sekelilingnya, agak sedikit ciut juga nyalinya, namun berbeda dengan Diandra tanpa banyak bicara Diandra langsung membuka sabuk pengamannya dan langsung turun dari dalam mobil Alfian


Sementara Alfian dari dalam mobil berteriak memanggil dirinya namun teriakannya tidak digubris oleh Diandra, begitu melihat Hera keluar sendirian Diandra langsung mendekati Hera


"Sudah lama disini?" tanya Diandra

__ADS_1


"Baru sampe" jawab Hera sambil menggosok gosokan kedua tangannya


"Mana yang lain?" tanya Diandra menyelidik


"Tuh masih di dalam mobil " jawab Hera sambil menunjuk ke mobil yang ditumpangi oleh Donny dan kawan-kawan nya


"Mana Alfian?" tanya Hera menatap ke sekelilingnya


"Sama, masih di mobil ga tau ngapain " jawab Diandra sekenanya


"Apa kita langsung ke atas aja bagaimana?" tanya Diandra menatap serius ke arah Hera


Hera langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju


Namun ketika mereka melangkah, tiba tiba keempat pria itu berseru dari belakang "Hera, Diandra berhenti disitu!" teriak mereka berempat


Diandra dan Hera langsung berbalik ke belakang, jarak mereka hanya tiga meter


"Kalian mau ikut apa tidak?" tanya Hera kesal


"Iya kita ikut, tapi tunggu kamu jangan berjalan sendiri" kata Tonny


"Ya sudah ayok buruan !" teriak Diandra sambil menatap tajam silih berganti


"Kalian ini cowok, masak kalian masih takut sama hantu" kata Hera mencibirkan bibirnya sambil menggelengkan kepalanya, apalagi begitu melihat Donny yang sudah sangat pucat wajahnya


"Elo tinggal di mobil aja Don, daripada kamu pingsan " kata Hera menyuruh Donny untuk tinggal di mobil sendirian, langsung Donny menggelengkan kepalanya kuat kuat "Gw ga apa apa, gw ikut sama kalian " kata Donny dengan suara tegas


"Tapi kamu pucat gitu loh " kata Hera dengan khawatir


"Jangan pedulikan gw Hera, gw baik baik saja" kata Donny berusaha tenang, padahal tangannya sudah terasa dingin dan gemetar


"Ya sudah kalau begitu" kata Hera lalu berbalik, berjalan bersama Diandra, seakan akan kedua gadis ini tidak takut terhadap apapun, Sementara para pria pria justru saling bergandengan tangan, sama sama saling mencengkeram dengan kuat seperti ingin menyeberang jalan


Jika saja dalam kondisi dan situasi normal mungkin mereka berempat akan terlihat lucu, mengingat mereka adalah pria ganteng, yang terkesan garang dan tidak bisa tersentuh sama sekali justru malah ketakutan seperti ini, seakan keberanian mereka menghilang entah kemana


Mereka menaiki tangga pelan pelan, dengan menggunakan senter handphone, Hera dan Diandra sudah memimpin di depan sementara para pria jauh tertinggal di belakang


"Diandra tunggu kami" kata Alfian sedikit berseru, namun sayangnya Diandra tidak mendengar itu, mereka malah terus saja menaiki tangga yang masih kokoh itu hingga tiba tiba ada suara kaleng yang jatuh dari atas, keempat pria itu langsung teriak kaget


"Apa itu?" tanya Andrew sambil mengarahkan senternya kesekeliling tempat, sementara Hera dan Diandra langsung berbalik menghadap ke empat pria itu "Kalian tidak apa apa?" tanya Hera tenang sambil mengarahkan senternya ke arah empat pria yang sudah mulai pucat wajahnya


"Apanya yang tidak apa apa Hera" gerutu Donny menjawab Hera, Hera kembali mengarahkan senter handphonenya ke sekelilingnya lalu dia melihat ada sebuah kaleng yang jatuh dan dia kembali mengarahkan senternya ke atas ternyata ada seekor kucing yang mungkin tidak sengaja menyenggol kaleng itu hingga jatuh


"Hanya seekor kucing " kata Hera dengan wajah tenang

__ADS_1


Mereka berempat langsung menghela nafas lega


"Ayok jalan buruan, gini aja deh kalian di depan biar kita berdua di belakang bagaimana?" tanya Diandra dengan suara tenang seakan akan tidak terjadi apa apa


"Gag gag..kalian berjalan duluan kami yang akan menjaga kalian berdua tenang saja " kata Alfian yang mendapatkan lirikan tajam dari Diandra


"Ya sudah kalau begitu, hati hati takut ada paku " kata Diandra mengingatkan mereka berempat yang Langsung diiyakan oleh para pria tersebut


"Elo sih Al..lagian kenapa ga besok aja sih kesini kayak ga ada waktu lain aja" gerutu Donny kesal kepada temannya


Alfian juga menyesali keputusannya untuk datang kemari malam malam begini


"Sudah jangan banyak protes, lihat itu calon bini gw pemberani dia" kata Alfian sambil menunjuk ke arah Diandra dengan penuh rasa bangga


Teman temannya yang lain hanya bisa mengelus dada melihat betapa bucinnya Alfian kepada Diandra, tiba tiba timbul ide jahil Donny untuk mengerjai mereka walaupun dirinya juga takut, akhirnya Donny memutuskan untuk menceritakan penampakan hantu yang diceritakan tadi siang oleh Irwan, dan langsung saja mereka bertiga terbirit-birit berlomba lomba untuk segera sampai ke tempat Irwan


Donny langsung tertawa kencang, tapi dia sendiri menyadari kalau dirinya sudah ditinggal sendirian oleh ketiga temannya yang tidak punya akhlak


"Sialan" gerutu Donny, akhirnya dia memutuskan untuk berlari menyusul ketiga sahabatnya itu, Diandra dan Hera sudah sampai di lantai tiga melihat terkejut dengan ketiga pria itu yang megap-megap akibat berlari menaiki tangga


"Kalian kenapa?" tanya Diandra heran melihat para pria itu, namun sebelum mendapatkan jawaban dari ketiga pria tersebut Hera menyadari sesuatu ada yang kurang,


"Mana Donny?" tanya Hera


Belum sempat para pria itu menjawab pertanyaan Diandra dan Hera muncul Donny dengan wajah yang merah, nafasnya kembang kempis, dia langsung memegang pinggangnya dan mendekati mereka


"Temen kaga punya akhlak loe loe pada, ninggalin gw sendirian" sungut Donny dengan wajah kesal


"Siapa suruh elo nakut nakutin kita" kata Andrew tidak mau kalah, karena dia duluan yang bisa menormalkan nafasnya diantara yang lainnya


"Kalian ini kenapa?" tanya Hera bingung sekaligus penasaran


Akhirnya Tonny menceritakan apa yang terjadi pada mereka, kalau mereka diceritakan oleh Donny mengenai penampakan hantu, mendengar itu Diandra dan Hera hanya bisa menggelengkan kepalanya


"Kalian ini badannya saja yang kekar, tapi baru begitu sudah lari ga jelas" sindir Hera menatap para pria itu secara silih berganti,


baru saja Hera bicara seperti itu tiba tiba terdengar suara yang jatuh dari tangga tempat mereka berdiri, mereka langsung dalam posisi tegang


"Suara apa itu?" tanya Donny dengan suara ketakutan


Tiba tiba Hera langsung berteriak dengan suara keras, seolah olah menantang penghuni mahluk yang tidak kasat


"Jangan ganggu kalau ga mau diganggu!" dan suara itu langsung berhenti seketika, Hera terlihat tenang sekali seperti sudah terbiasa menghadapi mahluk yang tidak kasat mata itu


Suasana langsung kembali tenang hanya terdengar desiran angin dan suara kucing yang sedang mengeong

__ADS_1


__ADS_2