Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 84


__ADS_3

Orang tua Alfian langsung terkejut bahkan Nyonya Wijaya langsung shock mendengar itu, dia tidak percaya sama sekali bahkan dia langsung menatap anaknya dengan pandangan tajam


"Maksudmu apa?!" tanya Mama Alfian dengan suara keras, karena mama Alfian tidak suka jika hubungan yang sudah dibuat dijadikan permainan


"Kamu mau mempermalukan kami di depan keluarga Diandra, dan kamu Di apa kamu setuju dengan Alfian?" tanya Nyonya Francie kepada Alfian dan Diandra


"Mama bukan seperti apa yang mama dan papa pikirkan" jawab Alfian


Lalu Alfian pun menceritakan semuanya kepada mama dan papa nya rencana mereka, dan akhirnya mereka paham


"Mama sama papa berpikir apa, ingat ya Alfian mama sama papa paling tidak suka jika hubungan yang sudah serius dibuat main main, mama coret kamu dari kartu keluarga " kata Nyonya Francie menatap anak kesayangannya


"Apaan sih ma, ya enggaklah Diandra itu adalah pilihan hidup aku mah gag mungkin aku nyakitin dia " jawab Alfian jujur


"Baguslah kalau begitu, Diandra ingat kalau Alfian macem macem sama kamu, bilang sama mama" kata mama Alfian menatap Diandra dengan penuh rasa sayang


"Hehehe iya Tante " jawab Diandra sambil tersenyum


Tuan Wijaya tampak berpikir sebentar lalu menatap anaknya Alfian


"Selain bodyguard untuk Diandra apa lagi yang papa bisa bantu?" tanya Tuan Wijaya kepada Alfian anaknya


"Sudah hanya itu saja, oh iya papa ada kerjasama dengan papanya Sandra kan?" tanya Alfian dengan nada serius


Tuan Wijaya langsung mengangguk mengiyakan pertanyaan anaknya


"Kenapa memangnya?" tanya Tuan Wijaya


"Tolong investigasi secara diam diam mengenai kerjasama ini, sudah lama aku mendapatkan laporan mengenai kecurangan tuan Hartawan tapi sampai saat ini belum ada bukti yang kuat tentang hal itu" jawab Alfian dengan serius


"Aku juga saat ini juga sama sedang memeriksa semuanya, jangan bikin mereka curiga ya pa" kata Alfian lagi


"Ya sudah kalau itu memang mau kamu, atau masih ada lagi?" tanya papa Alfian


"Sampai saat ini itu saja dulu yang saya minta bantuan dari papa" jawab Alfian dengan suara tegas


"Mama akan mencoba untuk mendekati mamanya Sandra mengingat mama Sandra juga suka sering kumpul dengan kelompok kita, mama akan mencari tahu tentang anaknya Sandra" ujar Nyonya Wijaya kali ini dengan wajah serius


"Terima kasih ma, jadi misalkan kalau Sandra kesini cobalah untuk bersikap manis ya mah meski mama tidak suka dengan Sandra, biar Sandra tidak curiga juga " balas Alfian kepada sang mama


"Kamu tenang saja, dulunya kan mama jago akting di sekolah " Jawab Nyonya Francie dengan nada sombong


"Iya sampe papa pada akhirnya terpaksa terima mama kan?" ledek Alfian kepada sang mama yang langsung mendapatkan pelototan dari mamanya


Diandra dan Tuan Wijaya yang mendengar itu langsung tertawa

__ADS_1


"Kalian berdua ini ada ada saja " timpal Tuan Wijaya


"Diandra kamu makan malam bareng kita ya" ajak mama Alfian kepada Diandra dengan penuh rasa sayang


"Iya Tante" jawab Diandra sambil tersenyum


"Kalau begitu sebentar, Tante masuk dulu mau menyuruh para pelayan menyiapkan makan malam " kata Nyonya Wijaya sambil berdiri dari tempat duduknya untuk masuk ke dalam dan kemudian meninggalkan mereka bertiga di ruang tamu


"Sebenarnya kamu sendiri bagaimana Diandra?" tanya Tuan Wijaya menatap serius kepada Diandra


"Justru dia yang mendorong Alfian untuk mendekati Sandra kembali pa" jawab Alfian cepat cepat sambil mengadu, yang langsung mendapatkan tatapan sebal dari Diandra


"Sebenarnya saya sih agak keberatan tapi mau bagaimana lagi, semuanya ada resikonya" jawab Diandra dengan bijak


Tuan Wijaya mengangguk setuju


"Tapi om berharap semoga dengan ini kepercayaan kalian berdua semakin kuat satu dengan yang lain "ujar Tuan Wijaya


Sementara itu di rumah Hera, tampak Donny sedang duduk di ruang tamu dan Hera dengan wajah heran menatap Donny, berpikir tidak biasanya Donny mau masuk ke dalam rumahnya ketika diantar sama Donny, Donny sekalipun tidak pernah mau diajak masuk oleh Hera, dan kini entah kenapa Donny tiba tiba meminta dirinya untuk masuk ke dalam rumah Hera, bahkan dia sendiri yang duluan memencet bel rumah Hera


"Don, sorry gw mau tanya elo tidak apa apa kan?" tanya Hera menatap Donny dengan pandangan khawatir


"Maksud elo?" tanya Donny tidak mengerti menatap wajah Hera yang terlihat bingung


"Itu tiba tiba elo mau minta masuk kedalam rumah gw, maaf elo ga mau lewat kan?" tanya Hera lagi dengan cuek


Dengan takut takut Hera menganggukkan kepalanya, Donny langsung mendekati Hera sembari menatap Hera dengan tatapan intens nya


"Elo mau ngapain?" tanya Hera langsung bergerak mundur, Donny semakin mendekati Hera dekat dan dekat, dan Donny tiba tiba langsung menyentil Hera di jidatnya hingga Hera berteriak kesakitan


"Sakit Donny !" teriak Hera sambil memegang jidatnya, menatap Donny dengan pandangan kesal


"Sakit ?" tanya Donny dengan pandangan mengejek


Hera hanya mengangguk sambil cemberut


"Makanya itu otak dipake sedikit, ngomong kok ga dijaga" kata Donny dengan kesal


"Loh wajar dong, kalo gw berpikir yang buka. bukan secara elo tidak biasanya tiba tiba datang ke rumah gw, biasanya tiap kali elo gw ajak masuk elo selalu nolak kan, ada aja alasan elo" kata Hera tidak mau kalah


Dia merasa sangat kesal dengan Donny, setiap kali dia ingin berusaha menjaga jarak dengan Donny, tiba tiba Donny mendekati dirinya, bahkan sekarang dia malah datang bertamu ke rumah nya tanpa alasan yang jelas


'Ya ampun hati susah banget sih kamu diajak kompromi '


keluh Hera didalam hati, apalagi saat ini dimana mereka hanya duduk berdua di ruang tamu

__ADS_1


Hera menatap Donny, menurutnya Hera Donny saat ini terlihat tampan dengan rambut pendek dan kaca matanya, Donny memang anak cerdas namun terlihat sedikit bengal tapi itu tidak mengurangi kecerdasan Donny, bahkan waktu SMA dulu Donny dan Alfian sering berlomba nilai, mereka sering mengejar peringkat satu dengan yang lain dan berlomba dalam bidang apapun, namun meski begitu mereka berteman sangat akrab jika dibandingkan dengan Andrew dan Tonny


"Coba deh elo jujur, mau apa elo datang ke rumah gw?" tanya Hera merasa gerah dengan sikap Donny yang tidak jelas


"Ya ampun Don, emang orang tua elo sudah tidak mampu lagi kasih elo makan sampai elo mau ngerampok rumah gw !" teriak Hera sambil menutup mulutnya dan memandang Donny dengan pandangan takut


"Loe ga usah berpikir yang aneh aneh deh, mending elo ganti baju sana kita keluar" Kata Donny kesal karen dituduh yang bukan bukan sama Hera


"Mau ngapain gw tuker baju" jawab Hera dengan pandangan heran


"Kita keluar malam ini" jawab Donny


"Keluar kemana?" tanya Hera lagi masih meminta penjelasan, namun sebelum Donny menjawab mata Hera langsung membulat sempurna


"Elo ga mau culik gw kan Don, Don please gw ga tau salah gw apa sama elo, tapi please jangan culik gw, makan gw banyak tahu, lagian percuma juga elo culik gw nyokap bokap gw lagi di luar negeri sekarang" kata Hera tidak karuan, menatap Donny dengan wajah takut


Donny langsung menghembuskan nafas kasar, dia tidak mengerti jalan pikirannya Hera yang suka absurd itu, akhirnya timbul ide buat menakut nakuti Hera gadis cantik yang ada didepannya dia ini


"Iya gw mau menculik elo dan buang elo ke laut" kata Donny sambil berbisik ke telinga Hera lalu setelah itu dia tersenyum menyeringai dan itu membuat Hera menjadi takut


"Donny Elo serius?" tanya Hera menatap Donny dengan pandangan tidak percaya, lalu tiba tiba dia langsung menangis sedih, seolah olah dia percaya dengan ucapan Donny


"Gw tahu elo ga suka sama gw tapi jangan begini caranya dong, ga apa apa gw menjauh dari elo Don, tapi gw ga mau dibuang ke laut" kata Hera dengan wajah sedih


Donny yang mendengar itu langsung terdiam, dia menatap Hera dengan pandangan yang penuh arti, lalu dia langsung memeluk Hera dengan pelukan eratnya


"Sudah jangan nangis, gw ga akan buang elo ke laut, kita jalan malam ini ya" bisik Donny kepada Hera sambil membelai rambut Hera dan menenangkan Hera, Hera langsung mengangguk pelan


Donny langsung melepaskan pelukan erat dan menatap Hera dengan mata yang penuh air mata, lalu dia langsung menghapus air mata Hera


"Jangan nangis lagi ya, elo ganti baju gih sana" kata Donny menyuruh Hera untuk berganti pakaian,dan Hera mengangguk patuh


"Gw ke dalam dulu kalau begitu" kata Hera lagi, lalu dia langsung menuju ke dalam kamarnya di lantai atas untuk berganti pakaian, meninggalkan Donny yang sedang menunggunya di bawah


Donny menatap ke sekeliling ruangan itu, dia melihat pigura besar yang dipajang di ruang tamu, tampak disitu ada sebuah Poto besar yaitu kedua orangtuanya Hera dan di tengah tengahnya dia diapit oleh seorang gadis kecil yang sedang tersenyum manis


Donny mendekati pigura itu dan memastikan penglihatannya kalau gadis itu yang dia cari selama ini, gadis yang selalu dia rindukan setiap malam


Semakin Donny mendekat, hatinya mulai tidak karuan, dan akhirnya dia benar benar melihat gadis yang selama ini dia mimpi mimpikan dalam tidurnya, hatinya berdegup dengan sangat kencang, bahkan dia hampir terjatuh jika tidak bertumpu pada meja yang ada di depannya


"Donny gw sudah siap, ayo berangkat" kata Hera sambil merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan, tiba tiba Hera melihat Donny yang sedang bertumpu pada meja, Hera tiba tiba mendekati Donny


"Kamu ga apa apa Don?" tanya Hera khawatir


"Gw ga apa apa" jawab Donny pelan, lalu menatap Hera dengan pandangan yang tidak berkedip

__ADS_1


Hera masih menatap Donny dengan pandangan heran bercampur khawatir, serta masih memegang lengannya Donny, sementara Donny menatap Hera dengan pandangan intens, kesadarannya tampak kembali normal, lalu dia pun mendesis pelan


"Kamu gadis kecil yang gw cari"


__ADS_2