Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 141


__ADS_3

Mendengar jawaban dari mulut Hera, membuat Alex langsung mengernyitkan keningnya dia merasa heran dengan Hera karena sudah selama itu cinta yang dipendam Hera bahkan kalau orang lain mungkin sudah move on, tapi ini tidak dengan Hera


"Buat apa gw menjalani hubungan baru kalau gw sendiri saja masih belum selesai dengan masa lalu gw sendiri* keluh Hera dengan nada muram san wajah yang sedih


"Maka dari itu elo pengen balik ke Jerman, elo ingin lupain semua perasaan elo sama dia" tebak Alex sambil menatap wajah Hera yang langsung muram, namun Hera hanya diam tidak mengiyakan tebakannya Alex


"Hera gw nanya sama elo" desak Alex masih menatap wajah Hera


"Gw ga tahu Alex" jawab Hera sambil mendesah kasar


"Gw sendiri ga ngerti terkadang gw berpikir gw pengen move on tapi terkadang gw pengen bertahan, dan gw ga tau apa yang gw mau" ucap Hera sambil menghembuskan nafasnya


Alex terdiam mendengar keluhan Hera


"Menurut elo gw bodoh ya?" tanya Hera menatap Alex dengan sedih


"Gag cuman elo hanya terbawa perasaan saja" jawab Alex pendek


Mereka berdua terdiam, terdengar suara musik saxophone mengalun merdu, tenggelam dalam pikirannya masing masing


"Habis ini elo mau kemana Lex?" tanya Hera ingin tahu sambil menatap Alex


"Pulang, gw pengen tidur" jawab Alex


"Gw denger denger elo kemaren pingsan?" Alex ingin tahu


Hera langsung memandang Alex dengan pandangan heran


"Elo tahu darimana?" tanya Hera heran


Alex langsung tersenyum misterius sambil menatap Hera dengan tatapan yang sulit dipahami


"Elo mata matai gw?" tanya Hera sambil menyelidik


Alex langsung tertawa terbahak-bahak, dan tiba tiba Alex menyentil jidatnya Hera membuat Hera meringis kesakitan


"Sakit tau" gerutu Hera sambil mengelus jidatnya yang agak merah akibat disentil oleh Alex


"Elo ini penasaran banget gw tau dari siapa, tapi yang jelas gw tahu itu saja" kata Alex dengan nada misterius


"Iya tahu iya..." jawab Hera kesal karena habis disentil oleh Alex

__ADS_1


"Udah mau sore gw pulang dulu ya" kata Hera kepada Alex


"Gw antar elo" kata Alex sambil menawarkan diri untuk mengantarkan Hera pulang ke rumah


"Gw ga mau ngerepotin elo, karena saat ini gw tinggal di rumah temen gw" jawab Hera


"Loh kenapa, emang rumah elo kenapa sampai elo harus menginap di rumah temen elo?" tanya Alex heran ingin tahu


"Semua itu karena kekhawatiran temen gw yang khawatir gw kenapa kenapa kalau gw tinggal sendiri" jawab Hera


"Maksud elo gimana?" tanya Alex tidak mengerti


"Gw sempet mengalami pingsan dua hari, dan yang satu kejadiannya dirumah, karena tidak ada yang bisa menolong Mbok Darmi langsung menelpon ambulans untuk membawa gw ke rumah sakit " cerita Hera kepada Alex


Alex langsung terdiam seketika mendengar cerita Hera


"Orang tua elo tau kalau elo mengalami pingsan dua kali?" tanya Alex ingin tahu


Hera langsung menggelengkan kepalanya dengan tatapan sedihnya


"Mereka sibuk sekali, gag mungkin juga mereka tahu karena gw yang melarang mbok Darmi untuk memberitahukan kepada mereka, gw ga mau ganggu kesibukan mereka" ucap Hera dengan nada murung


"Gw ga ngerti jalan pikiran elo Hera, kenapa juga orang tua elo ga boleh tahu kalau elo lagi sakit kayak gini?" tanya Alex heran menatap ke arah Hera dengan perasaan heran, karena sejauh yang dia tahu seorang orang tua pasti akan khawatir jika ada terjadi apa apa pada anaknya dan akan berusaha melindungi anak anaknya sebisa mungkin meski itu tidak sempurna


Melihat Hera yang sedang gelisah Alex langsung memegang tangannya Hera


"Hera hei..its oke ga masalah, kamu tenang ya" kata Alex berusaha menenangkan Hera yang sudah mulai tidak tenang dan gelisah, sementara Alex masih terus menenangkan Hera agar dia kembali tenang


"Hera, elo tenang ya ga papa semuanya baik baik saja" ucap Alex masih sambil menenangkan Hera


"Loe tarik nafas dalam dalam terus keluarkan pelan pelan" ucap Alex sambil menatap Hera, Hera mengikuti petunjuk dari Alex, pelan pelan Hera mulai tenang dari rasa gelisah nya


"Elo udah tenang sekarang?" tanya Alex dengan pandangan khawatir


Hera mengangguk sambil tersenyum


"Gw baik baik saja udah, gw pulang dulu ya" kata Hera pamit pulang sambil berdiri dari sofa


"Tunggu gw Hera, gw antar elo sampe rumah sahabat elo" ujar Alex sambil menyuruh Hera, tidak lupa dia membayar tagihan makanan di kasir terlebih dahulu dan kemudian mengejar Hera yang sudah ada di depan pintu keluar kafe


Sementara itu Donny sudah sampai di rumah Hera, dia mengetuk pintu depan rumah Hera, muncullah seorang wanita setengah baya menatap Donny

__ADS_1


"Siang menjelang sore mbok" sapa Donny sambil tersenyum sopan kepada mbok Darmi


"Loh nak Donny, mbok pikir siapa, ayo masuk nak" kata mbok Darmi sambil mengajak Donny untuk masuk ke dalam rumah


"Silahkan duduk nak Donny, mau mbok bikinkan alat?" tanya mbok Darmi sopan


"Apa saja mbok, tapi apa aku boleh bicara sama mbok Darmi?" tanya Donny dengan nada sopan


Mbok Darmi menatap wajah Donny dengan tatapan heran, namun dia diam saja tidak berani menanyakan Donny


"Tenang saja mbok bukan hal yang penting" jawab Donny sambil menenangkan mbok Darmi


Mbok Darmi langsung mengangguk


"Mbok siapkan minuman dulu ya nak, nanti mbok kemari lagi" kata mbok Darmi


"Iya mbok" jawab Donny


Mbok Darmi pun langsung berlalu pergi menuju ke dapur, sementara Donny berdiri untuk melihat Poto keluarga Hera satu demi satu, dia merasa ada yang terlewatkan tapi dia tidak tahu apa hanya saja dia merasa ada sesuatu yang terlewatkan tapi dia tidak tahu


Donny tampak merenung disana, tidak sadar mbok Darmi kembali muncul dari belakang dengan membawa cemilan dan minuman lalu dia taruh di atas meja


"Nak Donny" panggil mbok Darmi pelan, dia berjalan mendekati Donny yang sedang melamun di depan pigura besar


"Nak Donny" panggil mbok Darmi sekali lagi sambil menyentuh tangan Donny yang sedang melamun


Donny yang merasa tangannya disentuh oleh mbok Darmi, langsung segera menoleh ke arah mbok Darmi


"Nak Donny melamun?" tanya mbok Darmi ingin tahu


"Hehehehehe" jawab Donny sambil tertawa memamerkan deretan giginya yang putih bersih


"Apa yang ingin nak Donny tanyakan sama mbok?" tanya mbok Darmi masih berdiri di hadapan Donny


"Kita duduk dulu yuk mbok" ajak Donny sambil menuntun mbok Darmi ke kursi dan mendudukkannya di sofa sementara Donny duduk di kursi di sebelah mbok Darmi, terasa hening sejenak, mbok Darmi menunggu pertanyaan yang ingin ditanyakan oleh Donny kepada dirinya sambil menatap wajah Donny


"Apa yang ingin nak Donny tanyakan sama mbok?" tanya mbok Darmi memulai pertanyaan kepada Donny dengan penuh rasa ingin tahu


"Begini mbok, sebelumya saya mohon maaf jika pertanyaan saya ini lancang tapi saya benar benar ingin tahu " ucap Donny pelan namun dengan suara serius


"Iya apa itu?" tanya mbok Darmi lagi kepada Donny

__ADS_1


"Mbok Darmi sudah seberapa jauh kenal dengan Hera?" tanya Donny dengan suara serius kali ini menatap wajah mbok Darmi dengan tatapan lembut namun terasa tajam dan menuntut


__ADS_2