Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 87


__ADS_3

Alfian menunggu jawaban dari Donny


"Gw ga tau, mungkin gw yang salah denger" jawab Donny berlalu pergi meninggalkan Alfian seorang diri, dia keluar dari rumahnya Diandra untuk mengambil baju gantinya yang ketinggalan


"Elo mau kemana!?" tanya Alfian sambil berseru kepada Donny


Tapi Donny tidak menjawab pertanyaan dari Alfian, dia malah terus berjalan keluar


"Loe ga jadi nginep?" tanya Alfian lagi sembari menyusul Donny


Donny tetap tidak menjawab, begitu Alfian mendekati Donny, Donny langsung membuka pintu mobil, untungnya saja Alfian agak sedikit jauh dan ketika pintu mobilnya sudah terbuka wajah Alfian tidak sampai kena pintu mobil Donny


"Dasar pewangi pakaian" gerutu Alfian kepada Donny yang sedang mengambil baju gantinya


"Elo mau ke warkop seberang ga?" tanya Donny pada akhirnya


Alfian berpikir sebentar akhirnya dia mengangguk mengiyakan ajakan Alfian


"Kalau begitu sebentar, gw taruh baju dulu di mobil ingatin lagi yaks ntr klo kita mau masuk" kata Donny


"Ayok lah" ucap Alfian langsung menyebrang meninggalkan Donny


"Temen apa temen sih dia itu" gerutu Donny sambil menatap Alfian yang sedang menyebrang jalan


Sementara itu di kamarnya Diandra, Diandra sedang berusaha menenangkan Hera yang sedang gundah gulana


"Elo mau cerita?" tanya Diandra dengan suara lembut


"Gw ngerasa lelah tapi gw masih belum bisa move on gw harus bagaimana?" tanya Hera dengan suara tersendat


" Gw bingung, disaat gw menjauh dia malah mendekat, tapi disaat gw mendekat dia malah menjauh, gw bingung, sementara hati gw terlalu lemah " kata Hera sambil mengeluh tentang perasaan


Diandra diam mendengarkan, dia mencoba untuk mengerti perasaan sahabatnya itu


"Hera, ikuti apa kata hati elo, hanya hati elo yang tahu apa yang dia mau" ucap Diandra sambil menatap Hera


"Gw tahu Di..gw paham,kayak tadi disaat gw ingin menjauh dari dia tiba tiba dia datang ke rumah gw, terus ajak gw makan, dia peluk gw tapi dia tidak bisa kasih gw keputusan, bahkan saat gw bilang kalau gw akan menjauh darinya, dia tidak berkata apa apa, gw ini dianggap apa Di" Kata Hera dengan nada penuh dengan kekecewaan


Benak Hera saat ini sedang berkecamuk antara marah, sedih,kecewa semuanya bercampur menjadi satu tapi dia tidak mampu melampiaskan semuanya itu karena dia sendiri tidak tahu kepada siapa dia harus melampiaskan semuanya itu


"Dan sekarang tiba tiba dia datang ke tempat elo, maunya dia itu apa coba?" kata Hera dengan suara kesal


"Boleh gw kasih saran sama elo?" tanya Diandra

__ADS_1


"Apa?" tanya Hera balik


"Mencoba bersikap biasa saja, kalau dia bermain tarik ulur maka elo juga sama elo juga harus bermain tarik ulur sama dia, kalau perlu elo cari cowok yang bisa bikin dia cemburu, jika dia memang cemburu sama elo tapi kalau dia tidak cemburu, maka saatnya elo harus cari yang lain bagaimana?" jawab Diandra memberikan ide buat Hera


Hera tampak berpikir sejenak


"Bagaimana jika dia benar benar tidak menyukai gw dan tidak cemburu sama gw ?" tanya Hera ragu


"Yaa elo tinggalkan dia, untuk apa berharap sama sesuatu yang tidak mungkin bisa diharapkan?" jawab Diandra dengan suara gemas


"Gw takut belum siap" ucap Hera gelisah, dia takut pada saat itu dia masih belum bisa move on dari Donny


"Gw yakin elo bisa move on, tinggal elo mau atau tidak" ujar Diandra mencoba memberikan keyakinan buat Hera


"Cobalah Hera, kita tidak akan pernah tahu kalau kita belum mencobanya, dan kalau memang kamu tidak bisa membuat dia berpaling itu artinya dia bukan jodoh elo, dan dia juga bukan yang terbaik buat elo" kata Diandra memberikan nasihat kepada sahabatnya yang sedang galau


"Dan satu lagi, elo ga lantas keluarin air mata buat cowok yang ga peka, air mata elo terlalu berharga untuk dikeluarkan " kata Diandra lagi dengan nada tegas kali ini


Hera langsung terdiam memikirkan kata kata Diandra barusan


"Gw akan berusaha untuk melakukan saran elo itu" jawab Hera pada akhirnya mau menerima saran dari Hera


"Nah itu baru temen gw Hera yang pemberani" kata Diandra senang sambil memeluk Hera


Kini perasaan Hera sudah benar benar lega, dia akan mencoba saran Hera masalah nanti bagaimana atau hasil akhirnya seperti apa, biar waktu saja yang menjawab semuanya itu, semoga semuanya akan baik baik saja


"Tidur yuk, gw usah ngantuk " ajak Diandra yang dijawab anggukan kepala oleh Hera, mereka berdua pun langsung merebahkan diri dan menarik selimut, dan tak lama kemudian mereka berdua jatuh tertidur


Sementara itu di warung kopi tampak Alfian dan Donny sedang asyik berbincang bincang


"Gw udah bilang ke papa, tentang semuanya" kata Alfian kepada Donny, dan dia mulai bercerita tentang pertemuan dia dan Diandra dengan papa dan mamanya


"Syukur deh kalau papa sama Mama elo setuju, dengan rencana elo berdua" ujar Donny


"Dan gw juga meminta sama papa untuk lebih hati hati lagi dengan papanya Sandra dan gw minta untuk investigasi diam diam ke perusahaan papanya Sandra, karena elo tau sendiri kan disinyalir ada rencana jahat disana cuman kita sampai sekarang masih belum bisa membuktikan dan memasukkannya" kata Alfian kali ini dengan suara serius


"Elo bener Alfian, sulit sekali mencari bukti sementara rumor tersebar kemana mana" kata Donny dengan suara resah


"Mangkanya gw butuh papa buat melakukan hal itu" ujar Alfian


"Kapan elo akan kasih Diandra bodyguard?" tanya Donny ingin tahu


"Besok lusa, nanti tugasnya adalah menjaga dia pulang dan pergi, bahkan kemanapun Diandra berada dia harus menjaganya dan melaporkannya ke gw" jawab Alfian dengan nada serius

__ADS_1


"Apa Diandra tidak keberatan tentang bodyguard itu?" tanya Donny menatap Alfian


"Nah itu dia, awalnya sih dia terkejut, cuman gw belom tau nih nanti dia akan bicara apa, tapi gw akan memberikan alasan yang masuk akal " jawab Alfian serius


"Dan kalau dia tidak mau?" tanya Donny lagi


"Gw akan memaksa dia harus mau, lagian gw ga mau jauh dari dia, gw butuh informasi juga tentang dia, dia melakukan apa, berbuat apa,dimana gw harus tahu dan pengen tahu" jawab Alfian


"Elo posesif juga ya ternyata sama Diandra, gw pikir elo orang yang cuek banget" kata Donny sambil tertawa


"Gw tidak akan seperti itu kalau dia tidak menghilang, dia lumayan lama menghilang dan gw tidak mendapatkan informasi apapun saat itu, bahkan gw sampai meminta body guard papa untuk melakukan mata mata tapi hasilnya nihil, bahkan Hera pun juga sama " jawab Alfian sambil menyeruput kopinya


"Elo sendiri gimana sama Hera, dan kenapa Hera bisa sampai nangis?" tanya Alfian kali ini gantian


Donny menghela nafas panjang lalu dia berkata


"Elo tahu gw tadi masuk ke dalam rumahnya dia"


Alfian diam sambil menatap wajah Donny, menunggu Donny bercerita dan akhirnya Donny memutuskan untuk bercerita tentang kejadian mereka berdua dari mulai Hera diantarkan sampai sekarang


"Terus yang elo tunggu apa lagi Don?" tanya Alfian dengan suara gemas


"Itu dia masalahnya, gw sendiri gag tau" jawab Donny dengan suara lemah


"Apa yang membuat elo gag tahu, ingat ya Don jangan sampai elo menyesal karena perasaan elo yang ga jelas" nasihat Alfian kepada Donny


"Cewek itu tidak suka jika tidak diberikan kepastian dan pasti akan ada masanya jika dia memutuskan untuk menyerah, dan jika dia sudah menyerah berjuang pun rasanya tidak akan mudah " kata Alfian memperingatkan Donny


Donny masih terdiam, dia tidak menjawab kata kata Alfian karena kata kata Alfian dia akui ada benarnya juga, jadi dia hanya bisa diam terpaku, hingga akhirnya dia bicara secara perlahan


"Gw tidak tahu"


Alfian yang mendengar ucapan dari Donny, langsung geram sendiri dengan agak sedikit kecewa Alfian berkata kepada Donny


"Hera itu sahabatnya Diandra, dan Diandra adalah calon isteri gw dan jika Hera terluka gw yakin Diandra pasti akan sedih, dan jika Diandra sedih itu artinya gw yang akan marah, jadi gw minta sama elo berpikirlah secara bijak, karena gw tahu siapa elo"


Alfian langsung berdiri, meninggalkan Donny yang sedang menatap kosong ke arah jalan raya, Alfian menuju ke kasir untuk membayar tagihan minuman mereka berdua,lalu dia kembali ke meja dimana Donny masih berada disitu sambil menyeruput kopinya


"Elo mau balik ga?" tanya Alfian, Donny menatap Alfian dengan penuh tanya "Gw mau tidur ngantuk Don, elo masih mau tinggal atau ikut gw?" tanya Alfian lagi menatap Donny dengan kesal, karena malam ini pikiran temannya agak sedikit lambat karena cinta


"Gw ikut elo" akhirnya Donny memutuskan untuk ikut Alfian, karena dia sendiri juga sangat lelah dan mengantuk, dia juga tidak lupa mengambil baju gantinya di dalam mobil dan tidak lupa mengunci mobilnya dengan rem ganda,kemudian menyusul Alfian yang sudah masuk ke dalam rumah Diandra


Alfian dan Donny, langsung masuk ke dalam kamar, tidak lupa mereka membersihkan diri mereka terlebih dahulu, dan tidak lama kemudian mereka sudah jatuh tertidur

__ADS_1


__ADS_2