Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 185


__ADS_3

Mereka saling beradu fisik, berkelahi satu dengan yang lainnya


"STOP !" teriak Hera pada akhirnya, berusaha melerai Alfian dan Donny yang saling adu jotos satu dengan yang lain


Hera langsung menghalangi Donny untuk mencegah pertikaian mereka berdua


"Kenapa sih kalian ini?!" tanya Hera menatap mereka berdua dengan mata marah


"Sadar ga sih kalian ini, kalian berkelahi tidak menyelesaikan masalah tahu tidak?!" bentak Hera dengan nada marah menatap kedua orang tua yang sudah babak belur karena selain adu jotos


" Itu gara gara dia yang mengusulkan ide untuk membiarkan pelonggaran pengawasan, kalau seandainya pengawasan diperketat tidak akan terjadi seperti ini" kata Alfian dengan nada marah sambil menunjuk ke arah Donny


" Loh gw mana tahu akan terjadi seperti ini, Lo tahu kan ga ada yang mau terjadi seperti ini" jawab Donny tidak terima


" Dan lagian Lo juga menyetujui ide tersebut kan" kata Donny lagi


"Cukup !" teriak Hera akhirnya, dia merasa sangat kesal kepada Alfian dan Donny yang tidak bisa berpikir jernih, mereka berdua akhirnya langsung terdiam menatap Hera dengan pandangan yang sulit buat dikatakan


"Sekarang gantian gw yang mau bicara, disini apa ada cctv maksud gw lorong lorong kamar ini apa ada kamera cctv?" tanya Hera menatap mereka satu persatu


"Ada nona, di setiap lorong disini pasti akan ada kamera CCTV " jawab salah satu bodyguard yang sedari tadi diam saja, Hera langsung menatap bodyguard tersebut


"Panggil manajer hotel dan juga kepala security kesini" perintah Hera kepada salah satu bodyguard tersebut untuk memanggil manajer hotel dan kepala security


"Baik nona, akan segera kamu panggil mereka " jawab security tersebut, dia langsung keluar untuk memanggil pihak manajer hotel dan kepala security tersebut


"Kalian semuanya gunakan kekuasaan kalian untuk bisa memantau semua cctv di jalan jalan, dan satu lagi cari tahu siapa dalang penculikan ini" perintah Hera kepada Alfian dan yang lainnya untuk segera memeriksa cctv di jalan dan mencari tahu siapa dalangnya


"Kalian ini kenapa heboh sekali, Diandra belum juga satu kali dua puluh empat jam pergi mungkin dia sedang pergi ke mini market atau kemana" ucap Andrew dengan santai sambil menatap Alfian, Hera dan Donny

__ADS_1


" Tidak itu bukannya sifat Diandra untuk pergi tanpa pamit" jawab Hera dengan nada yakin


" Maksud Lo?!" tanya Andrew sambil menatap Hera


"Diandra itu tipe orang yang tidak ingin membuat orang lain menunggu, dia akan selalu pamit baik kepada orang tuanya atau kepada yang lainnya jika dia hendak pergi " ucap Hera kepada Andrew


" Lo bener Hera Diandra selalu pamit jika dia ingin pergi kemana" kata Alfian pada akhirnya


Mereka semuanya akhirnya terdiam, suasana menjadi hening di dalam ruangan itu hingga bodyguard yang disuruh untuk memanggil salah satu manajer hotel dan kepala security hotel mengetuk pintu ruangan kamar, setelah disuruh masuk oleh Tonny, mereka bertiga langsung masuk ke dalam kamar Hera dan Diandra


" Ada apa kalau kamu boleh tahu?" tanya salah satu manager hotel dengan nada sopan dan ramahnya


"Salah satu penghuni kamar disini menghilang, saya mau minta rekaman cctv nya" ucap Alfian dengan nada tegas


" Maaf Tuan, kalau boleh tau kira kira sudah berapa lama menghilang?" tanya manajer hotel tersebut masih dengan nada sopannya, walaupun dia sedikit terkejut mendengar laporan dari tamu hotelnya


" Sampai dengan saat ini sudah hampir empat jam dia menghilang, diperkirakan seperti itu" jawab Hera cepat


Hera langsung menggelengkan kepala dengan cepat


" Tidak, Diandra tidak seperti itu" jawab Hera dengan cepat


"Mohon maaf apa kami boleh melihat rekaman CCTV yang ada di hotel ini?" tanya Donny pada akhirnya kepada kepala security yang berada di sebelah manajer hotel tersebut


"Bisa tuan, mari ikut kami nanti ke ruangan cctv" jawab kepala security tersebut dengan cepat


Donny langsung menganggukkan kepalanya


"Begini saja kita akan ke ruangan CCTV, jika ada sesuatu yang mencurigakan disana kita akan langsung cepat bertindak, namun jika tidak ada maka harus besok kita lapor polisi karena polisi akan mau menerima laporan orang hilang jika sudah satu kali dua puluh empat jam" kata Donny kepada yang lainnya

__ADS_1


"Kalau begitu mari ikut kita ke ruangan cctv" ucap kepala security tersebut sambil berjalan menuju ke pintu keluar kamar


Ekor mata Hera, tiba tiba menemukan seonggok pakaian Diandra yang berada di pojokan kamar dekat dengan kemari pakaian, Hera langsung menghampiri pakaian tersebut dan melihat pakaian yang dipakai Diandra ketika waktu pergi makan siang bersama dengan dirinya dan yang lainnya, Hera yakin Diandra berganti pakaian dan kemudian dia langsung keluar dari kamar hotel entah untuk apa


Hera membuka lemari pakaian, dan melihat topi yang suka dipakai Diandra tidak ada, dia ingat Diandra membawa topi berwarna putih untuk berjaga jaga entah untuk apa Hera tidak tahu, Hera tampak berpikir sebentar, otak cerdasnya kini sedang menelaah mengenai kasus Diandra ini, dia tampak setengah melamun sambil memperhatikan pakaian pakaian Diandra


"Ada apa?" tanya Donny menghampiri Hera yang sedang tampak setengah melamun


Hera langsung menggelengkan kepalanya dengan pelan


"Ayok kita susul mereka segera" ajak Hera sambil menutup lemari pakaian mereka, lalu berjalan ke luar kamar menyusul mereka yang sudah sedari tadi keluar


Sesampainya mereka di ruangan CCTV yang berada terletak di bassement bawah, mereka langsung segera menuju ke layar monitor besar, kepala security langsung memerintahkan anak buahnya untuk memutar kembali rekaman CCTV beberapa jam yang lalu


Alfian dan yang lainnya tampak mengamati dengan penuh perhatian, tidak ada satupun yang mencurigakan disana hingga tiba ada seorang gadis yang mengenakan topi berwarna putih dengan rambut yang diikat dan menggunakan kaos oblong sedikit kebesaran dan celana jeans setengah lutut keluar dari kamar Diandra dan Hera


Tampak gadis itu menutupi wajahnya dengan topi putih, seakan tidak ingin wajahnya dikenali oleh yang lain, dia berjalan menuju lift dan menekan tombol disana


Alfian mengamati dengan penuh seksama, dia masih menatap di layar kaca besar gadis itu yang postur tubuhnya tidak terlalu pendek dan juga tidak terlalu tinggi kini sedang menunggu lift sambil melihat ke arah kiri dan kanan, Alfian dan yang lainnya menyakini kalau itu adalah Diandra, namun entah untuk tujuan apa Diandra melakukan seperti itu mereka tidak tahu


Mereka masih terus mengamati pergerakan Diandra, hingga Diandra melepaskan topi dan ikatan rambutnya, seakan akan menunjukkan kini dia sudah terlihat


"SIALAN !" teriak Alfian pada akhirnya hingga membuat semua orang langsung menoleh ke arahnya menatap dirinya dengan pandangan bingung sekaligus heran


"Gw sekarang tahu kenapa dia melakukan itu, dia hendak menemui orang suruhannya Sandra " kata Alfian dengan nada marah dan emosi yang kembali membuncah


" Maksud loe, Diandra sengaja menemui orang ini begitu tapi buat apa?" tanya Tonny yang akhirnya membuka suara


"Dia bermaksud menyelesaikan masalahnya seorang diri karena dia tidak ingin orang lain ikut campur dengan masalah dia" ucap Hera menyimpulkan maksud dan tujuan Diandra sambil menatap layar kaca

__ADS_1


"Gw bilang Diandra tidak ingin melibatkan orang banyak, dan dia ingin mengatasi masalah dia seorang diri, karena dia tidak lagi mau membuat orang lain susah karena dirinya, begitulah tipikal Diandra yang gw tahu" ucap Hera masih menatap layar lebar tersebut


"Lihat!!" teriak Tonny sambil menunjukkan jarinya ke arah layar lebar tersebut, tampak seorang pria bertubuh tinggi besar dan secara perlahan mendekati Diandra, tidak ada yang mengira jika pria ini bermaksud untuk menculik Diandra, dan Diandra sendiri saja tidak mengira dia akan disergap dari belakang, mereka yang sedang menonton layar rekaman CCTV langsung pada heboh sendiri melihat penyekapan seorang pria kepada Diandra, hingga Diandra langsung jatuh tertidur dan digendong oleh pria bertubuh besar dan menggunakan topi hitam dan kaca mata hitam tersebut ke parkiran mobil


__ADS_2