
Setelah Hera dan Diandra selesai melakukan perawatan, mereka pun pergi dalam keadaan yang benar benar segar
"Jadi kemana lagi kita sekat?" tanya Hera begitu dia masuk ke pintu kemudi "Terserah elo,elo mau nya kemana?" tanya Diandra sambil memasang sabuk pengamannya "Nge mall yuk, tapi gw bosen" kata Hera menarik nafas panjang "Ayok dong kasih gw ide" kata Hera tiba tiba merajuk "Lah gimana sih, bukannya elo yang mau ngajak jalan, kalo gw mending di rumah enak rebahan" kata Diandra santai,Hera langsung berdecak begitu mendengar usulan dari Diandra
Hera langsung menyalakan mesin mobilnya "Ya udah kita jalan aja mengikuti roda mobil berputar" kata Hera sambil tersenyum "Yaa asal jangan sampe ke luar kota aja" kata Diandra masih dengan nada santai "Tergantung...." jawab Hera kalem, Diandra langsung tertawa begitu mendengar jawaban dari Hera, mobil pun melaju dengan kecepatan sedang, Diandra menikmati suasana sore hari dari dalam mobil "Loe tau ga tadi rasanya gw pengen mencakar mukanya Sandra yang sok kecantikan " kata Hera agak kesal "Buat apa elo mengotori tangan elo buat orang kaya gitu " kata Diandra kalem, Hera langsung terdiam begitu mendengar nasihat dari Diandra
"Suatu hari nanti gw yakin pasti orang itu akan terkena batunya sendiri " kata Diandra lagi sambil menatap lurus ke depan, Hera menghela nafas panjang, tiba tiba mobil Hera berhenti di depan sekolah SMA tempat dia dan Diandra dulu pernah belajar,membuka kaca mobilnya dan kemudian mematikan mesin mobilnya "Masih ingat sama tempat ini?" tanya Hera sambil tersenyum menatap sekolah mereka dari jauh, Diandra terdiam "Siapa yang tidak ingat?" jawab Diandra dengan nada pelan,dia menatap sekolah itu dengan pandangan sedih "Sekolah dimana gw bisa belajar disana, tempat dimana gw bisa mendapatkan ilmu tapi yang gw dapat hanya permusuhan" katanya lagi dengan nada sedih
__ADS_1
Diandra menghela nafas panjang ada begitu banyak kepahitan disana "Loe tahu,gw selalu berharap tidak akan ada lagi orang yang seperti gw dan sekolah mampu menindak tegas sama mereka yang suka membully" kata Diandra dengan tegas, Hera memandang Diandra dengan pandangan yang prihatin lalu menggenggam tangan Diandra berusaha untuk menguatkan Diandra memahami semua kesedihannya
"Sorry, ga seharusnya gw bawa elo kemari" kata Hera pelan ,Diandra menggeleng sambil tersenyum "Ga apa apa, lagian itu juga sudah cukup lama berlalu " jawab Diandra "Maaf kalau pada saat itu gw ga ada di sisi elo, ga bisa melindungi sahabat gw" kata Hera lagi dengan sedih "Hey..itu bukan kesalahan elo Hera, gw aja yang bego ga bisa melindungi diri gw sendiri " jawab Diandra sambil tersenyum, Hera menatap wajah Diandra, mencari kejujuran disana, Diandra tersenyum tulus ke arahnya "Loe tau, semenjak kepergian elo gw jadi berasa bersalah, gw ngerasa bodoh, gw ga bisa memaafkan diri gw sendiri jika terjadi apa apa sama elo" kata Hera pelan, Diandra menatap mata Hera, ada ketulusan disana "Gw tau kok, keluarga gw yang selalu memberikan kabar ke gw tentang elo, bagaimana gigihnya elo berusaha mencari gw, cuman gw yang ga mau ditemuin sama siapapun, karena gw saat itu dalam keadaan marah,marah sama semuanya" kata Diandra dengan jujur
Hera yang mendengar itu tiba tiba mengeluarkan air mata "Maafin gw ya Di..." ujar Hera lalu memeluk Diandra dan Diandra membalas pelukan Hera "Semuanya sudah berlalu Hera, ga ada yang harus dimaafkan" jawab Diandra "Loe benar semuanya sudah berlalu" kata Hera membenarkan ucapan Diandra, Hera menghapus air matanya dan memberikan senyum ketulusan untuk Diandra "Kita pergi aja yuk, lagian kenapa juga harus kesini" gerutu Diandra "Sorry, tadinya gw pengen ngasih kejutan buat elo tapi ternyata kita sendiri yang terkejut" kata Hera sambil tertawa
Diandra mengetuk pintu sambil mengucapkan salam, mencoba membuka pintu ternyata pintunya tidak dikunci namun tidak ada siapa siapa di dalam "Pintu kok ga dikunci sih" gerutu Diandra "Ga ada siapa siapa " kata Hera pelan, matanya menatap ruang tamu yang kosong "Mungkin mereka ada di dalam" kata Diandra sambil melangkahkan kakinya menuju ke ruangan keluarga dan tidak ada siapa siapa disana "Mungkin mereka lupa mengunci nya kali" kata Hera, Diandra langsung menggelengkan kepalanya "Bunda dan ayah bukan orang yang seceroboh itu" kata Diandra
__ADS_1
Baru selesai Diandra bicara seperti itu, tiba tiba pintu ruangan depan terbuka, tampak kedua orang tua Diandra masuk "Ayah Bunda dari mana saja?" tanya Diandra menatap kedua orangtuanya penuh rasa ingin tahu "Loh kalian sudah pulang?" tanya bundanya mengabaikan pertanyaan anaknya "Sudah Tante, tadi Tante sama om dari mana saja?" tanya Hera bertanya balik "Oh iya tadi om sama Tante dari tetangga sebelah, anaknya sakit" kata bunda "Sakit apa bunda?" tanya Diandra " Sakit demam" jawab bunda "Kalian sudah makan?" tanya Bundanya lagi "Belum Bunda hehehehehe" jawab Diandra sambil nyengir
Bundanya Diandra langsung menuju ke dapur "Bunda mau ngapain?" tanya Diandra menyusul bundanya "Masakin makanan buat kalian berdua " jawab bunda sambil membuka isi kulkas, Diandra langsung menghentikan bundanya sambil memegan tangan bundanya, bundanya menatap Diandra dengan pandangan bertanya "Ga usah bunda, biar Diandra dan Hera yang masak sendiri lagian kita berdua masih belum laper" kata Diandra sambil Tersenyum manis
"Beneran gag mau dimasakin sama bunda?" tanya bundanya lagi ,Diandra mengangguk sambil tersenyum "Bunda istirahat aja ya, biar Diandra dan Hera yang masak kalau kita lapar" kata Diandra sambil tersenyum tulus "Ya sudah kalau kamu maunya begitu" jawab bunda, lalu mereka berdua pun berlalu dari dapur
"Bunda mau ngapain?" tanya Hera ingin tahu "Mau Masakin makanan buat kita" jawab Diandra "Aduh terus kamu mengiyakan ?" tanya Hera dengan perasaan tidak enak "Gag lah, gw bilang biar kita berdua yang masak kalau kita lapar" jawab Diandra "Baguslah kalau begitu" kata Hera bernafas lega, karena Hera tidak mau menjadi beban bagi keluarganya Diandra
__ADS_1
Diandra mengajak Hera ke kamarnya, begitu Diandra membuka pintu kamarnya Hera langsung menghamburkan dirinya menuju ke ranjang Diandra dan dia pun langsung rebahan disana "Nikmatnya..badan kalau udh ketemu kasur pasti ga bakalan mau bangun lagi" kata Hera sambil menutup matanya, Diandra menggeleng kan kepalanya, dia menghampiri Hera lalu berjongkok menarik satu kasur lantai yang lumayan tebal untuk ditiduri "Cuci kaki dulu baru rebahan" kata Diandra sambil membersihkan kasur dibawahnya dan menyiapkan sprei yang bersih untuk ditiduri