Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 222


__ADS_3

"Boleh saya duduk di sini nona Sandra?" tanya Alex sambil tersenyum kepada Sandra


"Tidak boleh pun elo juga bakalan duduk disini" ketus Sandra kepada Alex, Alex yang mendengar itu hanya tersenyum miring, Alex langsung duduk di sebelah Sandra, namun Sandra langsung berdiri dari tempat duduknya yang langsung buru buru dicegah oleh Alex dengan tangannya


"Mau kemana nona Sandra?" tanya Alex yang masih memegang tangan Sandra, yang langsung di hentakan keras keras oleh Sandra sambil memandang sengit Alex


"Bukan urusan anda Tuan Alex" ucap Sandra dengan nada ketus, Alex hanya tersenyum sambil memiringkan wajah, menatap Sandra dalam dalam tersirat disana ada api kemarahan yang dia coba tutupin


"Oh iya aku dengar dengar Tuan Alex akan menikah?" tanya Alfian tiba tiba sambil menatap Alex dengan menatap penuh arti, Alex yang mendengar pertanyaan Alfian langsung tertawa lebar


"Tuan Alfian ini bisa saja, rumor dari mana itu?" tanya Alex dengan masih tertawa


"Saya hanya mendengar saja dari orang lain, mungkin saja rumor itu benar adanya" ucap Alfian tersenyum


"Dan kalaupun iya saya cukup turut senang mendengarnya " ucap Alfian lagi, Alex langsung berdeham dan kembali dia angkat suara


"Karena sudah banyak rumor dan sudah banyak omongan saya ingin memberitahukan saja kalau memang benar saya akan menikah segera di Minggu Minggu ini, mungkin dua Minggu lagi dan untuk wanitanya masih saya rahasiakan karena saya anggap ini sebagai kejutan"


"Dan satu lagi, kalian akan saya undang di pesta pernikahan saya nantinya, dan saya harap kalian ikut datang di acara pernikahan saya, untuk undangan akan kita bagikan, ini saya mengundang sebagai atas nama pribadi dari saya sendiri"


Alfian dan yang lainnya menatap Alex, begitu juga dengan Hera yang mendengar Alex akan segera menikah


"Kalau boleh tahu dengan siapa anda akan menikah Tuan Alex?" tanya Hera tiba tiba sambil menatap Alex dengan tatapan pura pura tidak tahu, Alex langsung terkejut begitu Hera melihat keberadaan Hera yang berada di pojokan dan hampir tidak terlihat sama sekali di matanya


"Hera " panggil Hera dengan wajah terkejutnya


"Hai Alex" sapa Hera sambil tersenyum ke arahnya


Alex langsung terdiam, entah kenapa begitu melihat Hera, Alex langsung merasakan getaran aneh di hatinya, dan sekarang Hera tahu bahwa dirinya akan menikah sebentar lagi meski itu hanya pernikahan pura puranya saja


"Apa kabar Alex?" tanya Hera sambil berdiri dan kemudian datang mendekati Alex lalu mengulurkan tangannya ke arah Alex sambil tersenyum ke arahnya


"Kabar gw baik Hera, elo sendiri bagaimana?" tanya Alex balik


"Gw juga seperti apa yang loe lihat, ga denger kabar ga taunya Lo mau nikah, ga cerita cerita juga ke gw" ucap Hera sambil tertawa


"Tapi gw doain semoga langgeng dan samawa"


"Itu.." Alex menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia tidak bisa menjelaskan rencananya, khawatir rencananya akan diketahui oleh Sandra dan jika Sandra mengetahui itu semua sudah pasti dia akan menghancurkannya, karena mereka tahu Sandra bisa berbuat nekad


Donny yang melihat keakraban hubungan mereka berdua, langsung merasa geram dan tangannya tanpa sadar langsung mengepal, dia tidak terima jika Alex dan Hera akrab dan hatinya selalu terbakar cemburu melihat keakraban mereka berdua, sementara Sandra hanya melirik ke arah mereka berdua dan tidak perduli dengan keakraban mereka


"Gw cuman berharap Lo bisa menemukan wanita yang baik" kata Hera mendoakan Alex


"Amien, makasih Hera atas doanya, dan gw berharap Tuhan masih mau menyimpannya untuk gw" ucap Alex memandang Hera dengan penuh arti


Andai saja saat ini Hera tahu bahwa Alex menyimpan rasa untuknya, rasa yang tidak pernah dia bisa ungkapkan karena dia ingin melakukan pembalasan dendam kepada ayahnya, Alex selalu berharap Hera lah yang menjadi wanita pendamping untuknya dan wanita satu satunya buat dia namun itu hanya mimpinya yang mungkin tidak akan pernah terwujud


Alex melihat ke sekeliling ruangan mencari cari keberadaan seorang wanita yang sudah membuat Alfian tidak akan lagi berpaling dengan yang lain


"Cari siapa Tuan Alex?" tanya Alfian ingin tahu


"Kemana calon tunangan anda Tin Alfian kenapa dia tidak ada disini?" tanya Alex ingin tahu, dia menatap Alfian dengan penuh tanda tanya, wajah Alfian tiba tiba langsung muram dan sedih

__ADS_1


"Itu dia saya sendiri ga tau letak keberadaannya dimana, dia tiba tiba menghilang begitu saja, dan saya sekarang berusaha mencoba mencarinya namun hasilnya nihil, bahkan saya harus sampai menerima seorang wanita lain karena berpikir mantan tunangan saya tidak mencintai saya sepenuhnya" ucap Alfian dengan wajah yang pura pura bersedih


"Saya ikut prihatin mendengarnya, semoga mantan tunangan anda segera diketemukan dan bisa dimintai penjelasannya mengapa dia sampai harus meninggalkan anda, lagian saya berpikir mantan tunangan anda itu sangat baik sekali dan rasa rasanya tidak mungkin dia meninggalkan anda tanpa sebab"


"Anda benar Tuan Alex, saya berpikir kalau bisa saja di diculik sama seseorang" kata Andrew tiba tiba ikut menimpali perkataan Alex yang sedang memberikan maksud terselubungnya itu kepada Alex dan yang lainnya


"Saya juga sama sedang berpikir seperti itu, dan saya berharap mantan tunangan anda segera diketemukan"


"Tapi kalau ada yang ingin menculiknya, siapa dan apa motivasinya?" tanya Alfian menatap Alex dengan pandangan yang serius, Sandra yang mendengar pertanyaan itu langsung merasa gentar dan gugup, karena dia yang tahu dimana keberadaan Diandra bersama dengan penculiknya yang bernama John itu dan sekarang John tidak bisa dihubungi olehnya, entah kenapa Sandra merasa geram sendiri


Duduk Sandra menjadi tidak tenang karena mendengar pembicaraan mengenai Diandra tepat di hadapan dirinya, Alfian melirik sekilas ke arah Sandra disana dan mendapatkan Sandra yang sedang gugup, terlihat dari duduknya yang tidak tenang


"Sandra apa kamu tidak apa apa?" tanya Alfian berpura pura khawatir


"Aku tidak apa apa, aku baik baik saja sayang"


"Kalau kamu sakit pulanglah, aku masih mau disini, bukannya apa apa khawatir kamu sakit"


"Benar sayang aku tidak apa apa, lagian juga aku hanya ingin buang hajat saja kok"


Sandra langsung menatap ke arah kamar mandi yang ada di pojokan, saat ini dia benar benar sangat ingin buang hajat, namun begitu Sandra berdiri tiba tiba Alfian langsung mencegah Sandra menggunakan kamar mandi itu


"Sandra maaf kamar mandinya rusak,lebih baik gunakan kamar mandi luar, aku tadi menggunakan kamar mandi ini, airnya tidak menyala" kilah Alfian kepada Sandra


Sandra langsung percaya begitu saja, akhirnya dia memilih toilet luar untuk buang hajat, sebenarnya dia tidak ingin buang hajat dia hanya ingin menghindari pembicaraan menyangkut Diandra


"Lo tahu kan dalang penculikannya siapa?" tanya Alfian setengah berbisik kepada Alex, dan Alex langsung menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, umpan yang mereka pasang berhasil, Sandra menjadi salah tingkah dibuatnya karena percakapan mengenai mantan tunangannya Alfian yaitu Diandra, Alfian tersenyum penuh arti sambil menatap pintu masuk itu


"Sebenarnya apa dia ada disini?" tanya Alex kepada Alfian dengan penuh rasa ingin tahu, sambil berbisik pelan takut tiba tiba Sandra datang dan masuk begitu saja


mata Alfian langsung melihat ke arah kamar mandi, dia langsung melangkahkan kakinya ke kamar mandi ingin melihat keadaan Diandra yang sedang bersembunyi di kamar mandi


Alfian membuka pintu kamar mandi, dan melihat Diandra yang sedang sibuk memainkan gadgetnya


"Kamu baik baik saja?" tanya Alfian kepada Diandra, Diandra langsung menoleh ke arah Alfian


"Sampai saat ini aku masih bernafas, kapan sih dia pulang, aku sudah bosan disini" kata Diandra menahan kekesalannya, tahu begitu dia tidak mau ikut tapi apa daya itu juga bukan kemauan dirinya, Sandra benar benar datang tanpa di duga


"Kamu yang sabar ya, Sandra sebentar lagi akan pulang karena ada Alex disini" kata Alfian memberitahukan kalau ada Alex yang akan membuat Sandra pulang dengan sendirinya


"Alex ada disini?" tanya Diandra menatap Alfian yang dibalas dengan anggukan kepala Alfian, begitu Alfian sedang bersama dengan Diandra tiba tiba pintu ruangan terbuka, dan Alfian langsung segera menutup pintu kamar mandi dan dia langsung segera bergabung dengan yang lainnya, untung saja Sandra tidak memperhatikan hal tersebut


Alfian langsung duduk di tengah tengah antara Tonny dan Andrew, sengaja Alfian duduk di tengah tengah Tonny dan Andrew agar tidak didekati oleh Sandra dan agar Sandra tidak punya kesempatan untuk duduk di sebelahnya


"Sandra Lo ga pulang?" tanya Tonny yang secara terang-terangan mengusir Sandra bahkan Tonny sendiri tidak menyukai Sandra


"Memangnya ada hak apa Lo suruh gw pulang, lagian Lo juga bukan siapa siapa gw juga" jawab Sandra dengan sengit


"Jadi menurut Lo siapa kira kira kalau memang misalnya mantan tunangan Lo diculik?" tanya Alex mencoba mengalihkan dengan pertanyaan yang sama


"Apa musuhnya?" tanya Alex lagi sambil menebak nebak


"Gw pikir dia tidak punya musuh, tapi yang iri, sirik dan dengki banyak" jawab Andrew dengan nada menyindir, matanya langsung melirik Sandra yang wajahnya langsung kusut, entah kenapa mereka sedang membicarakan dirinya tapi Sandra tidak mau gegabah karena Sandra tahu bukan tempat nya dia mengamuk disini

__ADS_1


"Gw pulang aja lah kalau begitu" kata Sandra sambil berdiri menenteng tasnya, mereka semua langsung menoleh ke arah Sandra menatap Sandra secara bersamaan


"Memangnya kenapa kalau gw pengen pulang?" tanya Sandra kepada yang lainnya


"Pulang saja ga ada yang melarang lo buat pulang kok, lagian nih ya kenapa ga daritadi saja pulangnya " ujar Hera dengan nada julid


"Diem Lo!" teriak Sandra tidak terima


"Sandra sudahlah, pulanglah lagian ini juga sudah malam, maaf Sandra aku ga bisa antar kamu, kamu bisa pulang sendiri kan" ujar Alfian kepada Sandra, Sandra yang mendengar itu langsung merasa sangat kesal, apalagi Alfian tidak mau mengantarkan dirinya hingga sampai depan pub


"Baiklah kalau begitu, aku akan pulang ke rumah" ucap Sandra sambil membawa tasnya, Alex yang mendengar Sandra akan pulang segera menghampiri Sandra


"Bagaimana kalau kamu aku antar pulang?"


Sandra yang mendengar Alex akan mengantarkan pulang, menatap dengan sengit lalu tanpa sepatah kata pun dia langsung berlalu, dan Alex mengikuti Sandra dari belakang dan Sandra tidak memperdulikan hal itu


Sepeninggal Sandra dan Alex, Alfian langsung menghampiri pintu kamar mandi dan mengetuk pintunya, Diandra langsung membukakan pintunya dan tanpa banyak cakap lagi Alfian langsung menarik tangan Diandra dan memeluk Diandra dengan erat, seolah olah mereka baru saja tidak bertemu cukup lumayan lama


"Lepasin Alfian, malu tau" kata Diandra sambil memukul mukul punggung belakang Alfian, yang akhirnya Alfian langsung melepaskan Diandra, Diandra langsung menarik nafas panjang panjang karena dipeluk Alfian erat erat menjadikan dirinya susah bernafas


"Kamu ini" kata Diandra kesal, matanya langsung melihat ke sekelilingnya, namun Alfian hanya menjawab dengan cengiran


"Apa dia sudah pulang?" tanya Diandra kepada Alfian, yang dibalas anggukan oleh Alfian


"Sampai kapan kalian mau disitu terus?" tanya Tonny kepada Alfian dan Diandra yang masih belum beranjak dari depan kamar mandi


"Tau nih, hobi amat pacaran didepan kamar mandi" ledek Hera kepada mereka berdua yang membuat Diandra menjadi tersipu malu, akhirnya Diandra memutuskan untuk berjalan menuju ke tempatnya Hera diikuti oleh Alfian dari belakang


"Kamu masih mau makan?" tanya Alfian kepada Diandra begitu Diandra duduk di sebelah Hera, Diandra langsung kehilangan nafsu makan semenjak kedatangan Sandra di ruangan ini


"Aku udah kenyang, aku cuman haus aja lagian lama amat tuh cewek disini" keluh Diandra, Hera yang mendengarnya hanya bisa tertawa lebar


"Kan dia ngefans sama laki Lo" kata Hera, Diandra hanya bisa menggelengkan kepalanya, berpikir bisa bisanya seorang wanita menjatuhkan harga dirinya hanya karena ingin mendapatkan cinta dari seorang pria yang notabenenya pria itu tidak mencintai wanita itu, seperti tidak ada pria lain saja, kembali Diandra menghembuskan nafasnya, melihat itu Alfian langsung bertanya kepada Diandra


"Kamu kenapa kok wajah kamu seperti memikirkan sesuatu?"


"Ga apa apa lagian juga ga penting penting amat"


Hari sudah semakin malam, Diandra sudah beberapa kali menguap, matanya juga sudah berair, melihat Diandra sudah beberapa kali menguap Alfian langsung memutuskan untuk pulang, membawa Diandra ke rumahnya


"Gw pulang dulu ya, Diandra udah mulai ngantuk nanti takutnya dia tidur dalam kondisi berjalan lagi" kata Alfian sambil bercanda, yang langsung mendapatkan lirikan tajam dari Diandra tapi memang diakui oleh Diandra apa yang dikatakan oleh Alfian benar adanya


Setelah berpamitan dengan semuanya akhirnya mereka berdua pulang, disusul oleh Donny dan Hera mereka juga ikutan pulang kini tinggallah Tonny dan Andrew yang sedang mengobrol serius mengenai keadaan bisnis mereka


Alfian menjalankan mobilnya menembus kegelapan malam, jalanan lalu lintas sangat sepi


"Tidurlah Di, nanti sampai rumah akan aku bangunkan" kata Alfian sambil fokus menyetir, tanpa penolakan Diandra langsung memejamkan matanya yang mulai terasa berat dan tidak lama kemudian dia jatuh tertidur, sementara Alfian masih fokus dengan menyetir mobil dan mendengarkan lagu lagu di radio sambil mengetuk ngetuk kan jarinya di atas kemudi mobil


Hingga tidak berapa lama kemudian mobil Alfian masuk ke dalam pekarangan rumah, seorang satpam membuka pintu gerbang, Alfian langsung menghentikan mobilnya meminta satpam itu telpon ke dalam rumah meminta pelayan untuk membukakan pintu rumah, setelah satpam itu menelpon ke dalam rumah Alfian langsung masuk ke dalam halaman rumahnya yang lumayan luas


Alfian memberhentikan mobilnya tepat di halaman rumah yang luas, lalu dia membuka pintu mobilnya dan berjalan mengitari mobil membuka pintu mobil Diandra, setelah melepaskan sabuk pengaman Diandra, setelah itu Alfian menggendong tubuh Diandra, dan didepan pintu rumah tampak dua orang pelayan sudah siap, Alfian masih terus menggendong Diandra


"Cepat kamu buka kamar tidur nona Diandra, dan siapkan tempat tidurnya" perintah Alfian kepada salah seorang pelayan itu

__ADS_1


"Baik Tuan" jawab pelayan tersebut, yang kemudian pelayan itu langsung menuju ke kamar Diandra, diikuti oleh Alfian yang masih tetap menggendong tubuh Diandra, pelayan itu langsung membuka pintu kamar Diandra, dan langsung membereskan tempat tidur Diandra, setelah dirasa cukup rapih Alfian langsung membaringkan Diandra di atas tempat tidurnya, Diandra masih terlelap tidak menyadari kalau dirinya sudah ada di tempat tidur


__ADS_2