Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 229


__ADS_3

Selama di perjalanan Alfian menanyakan masalah Andrew kepada Diandra, Alfian yang mempunyai rasa ingin tahu yang cukup besar itu membuat Diandra tersenyum sambil menatap Alfian dari samping yang sedang fokus menyetir mobil


"Kenapa kamu menatap aku seperti itu?" tanya Alfian yang tahu dirinya sedang ditatap oleh Diandra


"Itu karena kamu sebagai sahabatnya tidak peka" jawab Diandra


"Tidak peka bagaimana?" tanya Alfian yang masih tidak mengerti sama sekali maksud perkataan Diandra


"Kamu tahu ga, Andrew itu semenjak dia datang selring sekali memperhatikan Novia mulai dari dia datang hingga dia pulang, dan aku suka pergoki dia menatap Novia diam diam tanpa berkedip" ucap Diandra membuat Alfian hanya ber oh oh saja, lalu Diandra berkata lagi kepada Alfian


"Dan itulah mengapa aku meminta Novia untuk tetap mendampingi aku, dan itulah mengapa aku mengikuti Andrew hingga ke dapur, kamu tahu sendiri kan sahabatmu orangnya paling jarang bicara kayak Donny itu sebelas dua belas lah sama Donny"


"Memangnya kamu tahu dari mana Andrew menyukai Novia?"


"Insting wanita itu tidak pernah salah, meski Andrew belum terlalu menyukai Novia, tapi arah untuk kesana bisa ditebak dan sekarang semuanya tergantung dari Andrew mau atau tidak, yang penting kita sudah memberikan kesempatan untuk melakukan pendekatan itu saja sih, kalau dia masih diam diam saja yah itu salahnya dia"


Alfian yang mendengar Diandra berkata seperti itu langsung tertawa


"Kamu ini bisa saja" ucap Alfian sambil mengacak acak rambutnya Diandra


Mobil Alfian sudah sampai di halaman rumah Alfian, Diandra langsung turun begitu juga dengan Alfian, setelah menekan tombol pintu rumah dan tidak lama pelayan datang untuk membukakan pintu rumah


"Mamah papah ada?" tanya Alfian kepada pelayan yang membukakan pintu untuk Alfian dan Diandra


"Ada Tuan mereka ada di halaman belakang, sedang berbincang bincang" ucap pelayan itu dengan nada sopan


"Baiklah, terima kasih" jawab Alfian, sambil menggandeng tangan Diandra mereka berdua menuju ke halaman rumah untuk menemui kedua orang tua Alfian

__ADS_1


Tampak Nyonya Francie dan Tuan Wijaya sedang asik mengobrol, tidak tahu jika anak dan calon menantunya datang


"Sore mah, pah asyik banget ngobrolnya" sapa Alfian sambil mencium pipi kedua orang tuanya, yang diikuti oleh Diandra


Alfian dan Diandra langsung mengambil tempat duduk yang kosong, kini mereka berdua saling berhadapan


"Tumben jam segini sudah pulang, biasanya nunggu matahari terbenam baru muncul" sindir Nyonya Francie kepada Alfian anaknya, yang dijawab cengiran oleh Alfian


"Ada apa kalian tiba tiba datang menemui kami?" tanya Tuan Wijaya menatap Alfian dan calon menantunya Diandra satu per satu, lalu Alfian langsung menjawab pertanyaan dari Tuan Wijaya, jika Diandra ingin pamit kepada mereka berdua, mendengar itu Nyonya Francie langsung kaget dan menatap Diandra dengan penuh tanya


"Kenapa Di, apa kamu tidak kerasan di rumah Tante, lagian rumah kamu lagi masih belum aman?" tanya Nyonya Francie kepada Diandra, sambil menatap Diandra dengan raut wajah penuh tanya


Diandra yang mendengar itu langsung tersenyum lalu dia pun menjawab


"Bukan begitu Tante, saya sangat senang sekali tinggal di rumah Tante itu karena penjahatnya sudah tertangkap tadi siang"


"Maksudnya sudah tertangkap bagaimana ya?" tanya Tuan Wijaya menatap mereka berdua


"Ya sudah tertangkap pah, sudah ditangkap polisi" jawab Alfian


"Itu juga papah tahu, maksud nya itu gimana bisa sampai tertangkap memangnya kalian apakan" tanya Tuan Wijaya sambil menatap Alfian dengan sedikit kesal kepada anaknya, Diandra yang mengerti itu mulai bercerita awal kronologinya, hingga membuat Nyonya Wijaya dan Tuan Wijaya langsung kagum kepada calon menantunya itu


"Mamah memang tidak pernah salah dalam memilih menantu ya kan pah" kata Nyonya Francie dengan nada yang bangga, menatap Tuan Wijaya dengan penuh rasa gembira


"Lah iya siapa dulu dong suaminya" ucap Tuan Wijaya tidak mau kalah kepada Nyonya Francie isterinya yang sangat dia cintai itu


"Papah ini apa apaan sih" ucap Nyonya Francie dengan nada malu malu begitu, namun kembali Nyonya Francie wajahnya menjadi muram

__ADS_1


"Kenapa mah?" tanya Tuan Wijaya menatap perubahan tiba tiba dari wajah istrinya itu, Nyonya Francie langsung menggelengkan kepalanya


"Kenapa?" desak Tuan Wijaya lagi


"Diandra mau pergi dari rumah pah" lirih Nyonya Francie kepada suaminya, Diandra yang mendengar itu langsung berasa tidak enak hati, Diandra langsung menghampiri Nyonya Francie dan bersimpuh di kakinya Nyonya Francie


"Tante kan saya pergi untuk kembali, lagian nanti saya juga akan menetap disini juga Tante, jadi Tante jangan sedih yah gag lama kok" ucap Diandra membujuk Nyonya Francie untuk tidak bersedih karena dia pindah dari rumahnya ke rumah orang tuanya Diandra


"Memangnya kamu tidak bisa tinggal disini saja?" tanya Nyonya Francie sambil mengelus pucuk kepala Diandra, Diandra yang mendengar itu langsung tersenyum, dan kemudian menjawab pertanyaan dari calon mertuanya itu


"Maaf Tante bukannya tidak bisa atau tidak mau, tapi saya ingin menemani kedua orang tua saya sebelum saya menikah, tinggal menunggu hari saja Tante"


"Benar apa yang dikatakan Diandra mah, mamah tidak boleh begitu toh pada nantinya dia akan tinggal di tempat mamah juga, biarkan Diandra bersama dengan kedua orang tuanya dulu, waktu mereka hanya beberapa hari dari sekarang jadi mama jangan sedih lagi yah" ucap Alfian membujuk mamanya agar Nyonya Francie tidak bersedih dengan kepergiannya Diandra ke rumah orang tuanya


Nyonya Francie yang mendengar bujukan dari anaknya Alfian langsung tersenyum cerah kembali, benar adanya jika sebentar lagi Diandra akan menjadi anggota keluarga mereka, dan Nyonya Alfian tidak merasa kesepian lagi


"Jadi nanti rencana pernikahan nanti bagaimana, apalagi Sandra juga mengira kalau dirinya juga akan menikah dengan kamu?" tanya Tuan Wijaya kepada Alfian


"Papah sama mamah tidak usah khawatir, Alfian sudah merencanakannya secara matang tugas mamah sama papah cukup menonton pertunjukan saja" kata Alfian dengan misterius


"Kamu tidak butuh bantuan papah, untuk menangani Sandra?" tanya Tuan Wijaya kepada Alfian


"Yang jelas, Alfian sudah minta bodyguard jika Sandra Melakukan sesuatu yang di luar dugaan, dan Alfian juga akan meminta bantuan petugas keamanan untuk mengamankan Sandra jika dia berada di luar kendali" ucap Alfian merasa sangat yakin dengan rencananya, lalu Alfian juga berkata lagi kepada Tuan Wijaya dengan nada serius


"Yang jelas dia tidak boleh lolos"


"Baik kalau sudah yakin dengan rencananya, papah sama mamah berdoa semoga rencana kamu berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan dari apapun itu meskipun itu dari Sandra sendiri" ujar Tuan Wijaya dengan nada serius, yang langsung diaminkan oleh Alfian dan yang lainnya

__ADS_1


__ADS_2