Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 126


__ADS_3

Diandra masuk ke dalam rumah sambil menghela nafas panjang, tampak kedua orangtuanya Diandra sedang duduk di ruang tamu, Diandra masih belum menyadari jika ada kedua orangtuanya sedang berada disana dan sedang menunggu dirinya


"Malam Diandra" sapa bunda Diandra sambil tersenyum


"Bunda bikin aku kaget saja" ucap Diandra sambil mengelus dada


Diandra langsung menghampiri kedua orangtuanya dan mencium tangan keduanya


"Baru pulang habis darimana?" tanya ayah kepada anaknya menatap dengan penuh rasa ingin tahu


"Dari rumah sakit ayah " jawab Diandra dengan wajah yang muram


"Loh memangnya siapa yang sakit?" tanya ayah dengan wajah yang heran


" Hera ayah" jawab Diandra sedih dengan wajah yang cemas


"Loh kok bisa?" tanya bunda dengan wajah kaget, begitu juga dengan ayah mereka berdua sama sama terkejut


"Pingsan dua kali, pingsan pertama siang hari waktu sama Donny dan pingsan ke dua waktu dia di rumahnya ditemukan sama Mbok Darmi" jawab Diandra dengan sedih, wajahnya terlihat sangat khawatir dan cemas


"Lalu sekarang bagaimana kondisinya?" tanya Bunda dengan wajah yang ikut ikutan khawatir


"Masih belum sadarkan diri" jawab Diandra pelan


"Lalu bagaimana dengan keluarganya Hera, ayah atau ibunya mungkin?" tanya bundanya Diandra dengan penuh rasa ingin tahu, sambil menatap cemas ke arah Diandra


Diandra menghela nafas panjang dia sendiri selama ini masih belum pernah ketemu orang tuanya Hera, setiap kali dia ke rumah Hera pasti selalu tidak pernah ada dan tidak pernah ketemu orang tuanya Hera


"Kata Hera orangtuanya bermukim di luar negeri, dan jarang pulang ke Indonesia, jika pulang pasti ada urusan bisnis hanya Hera saja yang selalu ada dan tinggal di Indonesia itupun kalau dia tidak pulang ke Jerman untuk pendidikan" cerita Diandra kepada kedua orangtuanya


"Kasihan sekali anak itu, pantesan dia selalu berasa suka sedih dan merasa kesepian" ucap Bunda kepada Diandra


"Darimana Bunda tahu?" tanya Diandra kaget dan ingin tahu, karena dia baru mendengar bundanya bercerita seperti itu


"Kamu ini, masa kamu ga tahu kadang dia suka di teras terus melamun sendirian bahkan pernah bunda mendapati dia menangis tapi pas bunda tahu dia buru buru menyeka matanya dan selalu bilang matanya habis kelilipan" jawab bunda sambil bercerita mengingat kejadian kejadian tempo dulu ketika Hera masih suka sering menginap di rumah Diandra


"Terus apa yang bunda lakukan?" tanya Diandra dengan penuh rasa ingin tahu


"Bunda hanya menghampirinya terus bertanya kenapa cuman sepertinya dia menutupi sesuatu, hanya bunda sendiri bilang kalau mau curhat bunda siap mendengarkan" jawab bunda kepada Diandra


Diandra terdiam mendengar cerita bunda tentang Hera, mungkin nanti Diandra akan menanyakan kepada Hera tentang apa yang terjadi pada dirinya, tapi mungkin tidak sekarang, nanti pada saat kondisinya sudah mulai tenang


Diandra masih termenung, dia masih kepikiran tentang Hera, tentang apa yang ditutupinya dan kenapa dia tidak mau menceritakan masalahnya bukankah mereka ini adalah sahabat


"Nak apa yang kamu pikirkan?" tanya ayah kepada Diandra sambil menatap Diandra dengan pandangan lembut


Diandra menatap wajah ayahnya yang sedang menunggu jawaban darinya


"Aku bingung ayah, kenapa Hera tidak mau menceritakan masalahnya kepada aku, apa dia tidak percaya sama aku?" tanya Diandra dengan nada sedih, Diandra menganggap Hera mungkin tidak menganggap dirinya sebagai sahabat

__ADS_1


"Nak, jangan berpikiran sempit seperti itu, mungkin Hera punya keputusan sendiri atau pertimbangan sendiri untuk belum mau menceritakan kepada kamu, mungkin itu merasa belum perlu" kata Ayah kepada Diandra, mencoba memberikan pengertian kepada Diandra


Diandra hanya terdiam saja, pikirannya sedang tidak menentu saat ini


"Sudah sekarang kamu bersih bersih dulu" kata bunda menyuruh Diandra untuk bebersih dulu


Diandra langsung berdiri dari kursi tempat dia duduk


"Ayah bunda, Diandra ke kamar dulu mau bebersih" pamit Diandra kepada kedua orangtuanya


"Kamu sudah makan nak?" tanya bunda kepada Diandra sebelum Diandra pergi dari hadapannya mereka


"Sudah bunda, tadi bareng sama Alfian,Tonny dan Donny" jawab Diandra sambil tersenyum


"Ya sudah kalau begitu kamu istirahat aja" kata Bunda lagi kepada Diandra


"Oh iya Bunda, mungkin besok aku akan pergi pagi pagi sekali, mau ke rumah sakit jenguk Diandra" kata Diandra meminta ijin kepada bundanya


"Ya sudah, nanti bunda titipkan bekal ya buat Hera sama yang lainnya" kata bunda kepada Hera sebelum Diandra berlalu


Diandra menjawab dengan anggukan kepala, lalu kemudian dia pergi menuju ke kamarnya


Di dalam kamar Diandra setelah Diandra bebersih dan mengganti pakaian dengan pakaian tidur, tiba tiba handphonenya berdering, tertera nama Donny disana, Diandra langsung mengangkat handphonenya begitu tahu yang menelponnya adalah Donny


"Ya Don, bagaimana apa Hera sudah sadar dari pingsannya?" tanya Diandra spontan kepada Donny di seberang sana


"Syukurlah kalau begitu, besok pagi pagi gw akan ke sana tolong tunggu " ucap Diandra memberitahukan kepada Donny jika dirinya besok pagi akan ke rumah sakit untuk melihat sahabatnya Hera


"Iya nanti kita tunggu kalian" jawab Donny kepada Diandra


"Thanks ya Don, ya sudah gw matikan dulu telponnya, sampai ketemu besok " kata Diandra lalu dia langsung menutup telponnya, dan menaruhnya di samping tempat tidurnya


Diandra langsung berbaring menatap ke langit langit, matanya masih nyalang meski tubuhnya sudah sangat lelah


"Apa yang sebenarnya terjadi sama elo Hera?" gumam Diandra bertanya kepada udara yang kosong, namun tetap tidak ada jawaban hanya kegalauan yang merasuk didalam hatinya


Sementara itu di ruang IGD, di rumah sakit tempat dimana Hera dirawat, perlahan lahan Hera mulai membuka matanya, dia menoleh kesamping ada Donny yang sedang terkantuk-kantuk menunggu Hera hingga Hera terbangun dan tersadar


Hera menggerakkan jari jarinya, dan membuat Donny terbangun dari tidur ayamnya


"Hera kamu sudah sadar?" tanya Donny dengan wajah yang lega, wajah kuyu Donny berubah menjadi semangat begitu melihat Hera tersadar dari pingsannya


Hera menganggukkan kepalanya lemah sambil tersenyum kepada Donny


"Sebentar ya aku panggilkan dokter dulu" kata Donny penuh semangat, dan Hera hanya bisa menganggukkan kepalanya


Donny segera berlalu menuju ke dokter jaga yang saat itu sudah diganti, dokter Mirah sudah pulang kini digantikan dengan dokter jaga pria yang bernama dokter Anton


Donny langsung memanggil dokter Anton yang saat itu sedang duduk di meja kerjanya

__ADS_1


"Dok.. dokter pasien yang bernama Hera sudah bangun Dok!" kata Donny sambil berseru kepada dokter Anton, dokter Anton yang saat itu sedang menulis sesuatu di meja kerjanya langsung menoleh dan begitu mendengar pasien yang bernama Hera sudah bangun, dia langsung beranjak dari kursinya menuju ke tempat Hera berada


"Kamu sabar ya, aku sudah panggilkan dokter buat periksa kamu" kata Donny saking berasa senangnya, rasa kantuk yang tadi dia rasakan sudah tidak dirasakannya lagi, lupa dengan rasa kantuknya yang mendera, dia menunggu dokter Anton untuk segera memeriksa Hera


Dokter Anton menyusul Donny, dan kemudian memeriksa Hera dengan teliti dan cermat, sementara suster juga menggantikan cairan infus Hera yang sudah tinggal sedikit


Setelah selesai melakukan pemeriksaan kepada Hera, dokter menyuruh suster untuk memberikan obat kepada Hera untuk segera diminum, namun sebelum itu Hera disuruh makan untuk mengisi perutnya terlebih dahulu


"Hera makan dulu ya" bujuk Donny


"Gw belum laper Don" ucap Hera dengan suara pelan dan lemah


"CK, kamu ini harus makan seharian perut kamu kosong, oh iya ini minum dulu" kata Donny sambil menyuruh Hera untuk minum, Donny mengambil sebotol air mineral dan membantu Hera untuk duduk, Hera mengambil air mineral dan meminumnya dengan tandas


Sementara Donny mengambil semangkok bubur yang diberikan oleh pihak rumah sakit, lalu dia aduk dan kemudian menyuapkan ke mulut Hera


"Makan ya Hera, biar cepat sembuh nanti kamu habis itu minum obat" bujuk Donny lagi sambil menyuapkan bubur ke mulut Hera


Karena tidak tega melihat Donny sudah berusaha untuk menyuapkan bubur untuknya, akhirnya dengan setengah hati Hera membuka mulutnya dan menerima suapan demi suapan dari Donny untuknya


"Don, gw sudah kenyang" kata Hera pelan, Hera mengakui kalau dirinya memang sudah sangat kenyang, padahal buburnya tinggal setengah lagi


"Gw sudah benar benar kenyang" kata Hera lagi kali ini dengan wajah yang memelas dan membuat Donny langsung luluh dan mau tidak mau mengiyakan kemauannya Hera untuk tidak menghabiskan makanannya


"Ya sudah sekarang minum obatnya lalu istirahat lagi" kata Donny sambil membantu Hera untuk berbaring kembali dan kemudian merapihkan selimutnya


Hera dibantu Donny untuk minum obat, dan kemudian tidak lama kemudian mata Hera kembali terpejam karena rasa kantuk dari obat yang Hera konsumsi tadi


Donny setelah melihat Hera tertidur kembali langsung segera menemui dokter jaga tersebut


"Dok bisa kita bicara sebentar?" tanya Donny kepada dokter Anton, dokter Anton langsung menoleh ke arah Donny sambil tersenyum dia menyuruh Donny untuk duduk


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Dokter Anton kepada Donny dengan penuh rasa ingin tahu


"Bagaimana dengan keadaan Hera, apa dia tidak apa apa?" tanya Donny kali ini agak sedikit cemas dan khawatir tentang kondisi Hera


"Tidak usah khawatir, tadi Dokter Mirah memberitahukan kepada saya mengenai keadaan dari pasien Hera, semuanya akan baik baik saja namun jika kejadian itu terulang lagi, sebaiknya anda dan Hera segera menemui dokter spesialis saraf mungkin mereka bisa membantu kondisi pasien tersebut " jawab dokter Anton mencoba menenangkan Donny


"apakah pasien bisa sembuh dok?" tanya Donny lagi ingin tahu


"Sembuh bisa itu tergantung bagaimana kondisi pasien itu sendiri, yang penting bagaimana kalian bisa melakukan perawatan yang tepat dan dengan pemeriksaan medis yang tepat juga, jadi kamu jangan khawatir" jawab Dokter Anton sambil berusaha menghibur Donny dan mencoba menenangkan hati Donny yang sedang dialanda kecemasan dan kekhawatiran


"Terima kasih dokter, atas penjelasannya saya akan mencoba membujuk Hera untuk melakukan pemeriksaan medis dan perawatan medis sejak dini" ucap Donny kepada dokter Anton


"Iya sama sama, Seperti apa yang dikatakan oleh dokter Mirah tadi siang, jangan paksa pasien untuk memaksa mengingat sesuatu biarkan itu mengalir dengan sendirinya " kata dokter Anton mencoba mengingatkan kembali kepada Donny


"Baik dok, saya berusaha mengingat pesan itu" jawab Donny sambil tersenyum ramah


Kemudian Donny langsung berdiri dan kemudian dia kembali ke tempat dimana Hera tertidur dan tidak berapa lama kemudian dia juga ikut tertidur di samping tempat tidur Hera bersama dengan Hera yang sudah tertidur pulas, namun sebelumnya Donny juga sempat menelpon Diandra untuk memberitahukan perkembangan Hera lewat telpon, agar Diandra bisa tenang dan tidak merasa cemas lagi

__ADS_1


__ADS_2