
Keesokan paginya Alfian sudah datang ke rumahnya Diandra, mereka pun melanjutkan sarapan pagi bersama dengan kedua orangtuanya Diandra
Terdapat keresahan didalam pikirannya Diandra, Alfian sedang memperhatikan Diandra yang beberapa kali menghela nafas panjang, namun Alfian menahan untuk tidak bertanya terlebih dahulu dan setelah mereka selesai makan, kedua orangtuanya Diandra berada di belakang, Alfian mendekati Diandra yang saat itu tengah melamun
"Ada apa?" tanya Alfian menatap Diandra dengan pandangan ingin tahu
Diandra langsung menoleh ke arah Alfian yang duduk di sebelahnya
"Entahlah Al, perasaan aku ga enak banget aku khawatir ada sesuatu yang buruk yang aku tidak tahu apa" ucap Diandra sembari menghela nafas panjang
"Kamu kan tahu intuisi aku itu tidak pernah salah, dan aku takut" ucap Diandra lagi sembari menatap Alfian
Alfian yang mendengar itu langsung terdiam seketika, dia sedang tampak memikirkan sesuatu
"Kalau begitu aku akan menyuruh bodyguard untuk menjaga kamu selama dua puluh empat jam bagaimana?" tanya Alfian kepada Diandra
Diandra terdiam tidak menjawab, dia tidak mengiyakan atau keberatan, dia sendiri juga sedang bingung
"Kalau begitu begini saja tidurlah di rumah mamah, disana keamanan kamu terjamin dua puluh empat jam, sebelum penculik dan otak penculiknya tertangkap" kata Alfian memberikan saran kepada Diandra
"Lalu bagaimana dengan kedua orang tua aku?" tanya Diandra lagi
"Aku yakin mereka akan mengerti kok, ini hanya untuk sementara saja sampai penculiknya tertangkap, karena sampai sekarang polisi masih mencari penculik kamu yang masih belum ketemu" ucap Alfian kepada Diandra
"Kalau kamu setuju aku akan mencoba membicarakan ini kepada kedua orang tua kamu bagaimana?" tanya Alfian kepada Diandra memandang Diandra dengan pandangan yang serius
Diandra masih saja terdiam, tidak berkata apapun
"Kita diskusikan saja kepada kedua orang tuaku dan lihat bagaimana pendapat mereka" ucap Diandra kepada Alfian yang disambut dengan anggukan setuju oleh Alfian
Diandra langsung memanggil orang tuanya dan meminta mereka untuk duduk bersama di ruang tamu, Diandra menceritakan semua kegelisahan dan keresahan hatinya,
yang dia alami semalam lalu Alfian mencoba memberikan solusi kepada kedua orang tuanya Diandra yaitu untuk sementara tinggal di rumah Alfian, karena disana adalah tempat teraman
Dan rumah Diandra akan dijaga juga selama satu kali dua puluh empat jam yaitu menempatkan satu orang perempuan sebagai pengganti Diandra untuk tinggal dirumah Diandra
__ADS_1
Kedua orang tuanya Diandra tampak berpikir sebentar, ayahnya sambil menghela nafas panjang langsung menganggukkan kepalanya
"Ayah setuju dan ayah berharap penculiknya bisa segera tertangkap" ucap ayah Diandra sambil menghela nafas panjang
"Baik kalau begitu aku akan mengutus salah satu bodyguard perempuan untuk menyamar sebagai Diandra, dan dia yang akan memantau keadaan disini" ucap Alfian kepada ayah Diandra
Alfian langsung segera menghubungi salah satu bodyguardnya untuk segera datang ke rumah Diandra, dan tak berapa lama kemudian sebuah mobil sedan masuk ke dalam halaman rumah Diandra, keluarlah seorang wanita cantik dengan rambut yang dikunci kuda, dia menggunakan pakaian kasual dan memakai kaca mata hitam
Tanpa banyak cakap dia langsung masuk ke dalam, setelah mengucapkan salam wanita itu langsung dipersilahkan masuk ke dalam rumah
"Selamat pagi" ucap wanita itu dengan nada tegasnya
"Pagi" jawab mereka serempak yang ada di dalam rumah itu
"Saya ditugaskan apa kali ini bos?" tanya wanita itu sambil duduk tanpa ada senyum, wajah cantiknya terlihat tegas dan tanpa ada keramahan sedikitpun, dan tidak ada yang berani mendekatinya kecuali kalau tidak ada keperluan apapun
"Kamu tinggal disini sambil mengamati keadaan disini, dan laporkan setiap ada perkembangan yang ada" perintah Alfian dengan tegas
"Laporkan kepada kami, jika ada sesuatu yang mencurigakan karena kamu masih belum bisa menangkap penculiknya" kata Alfian lagi dengan nada serius
Wanita itu diam mendengarkan dengan seksama perintah dari Alfian selaku atasannya
"Apa ada lagi?" tanya wanita itu kepada Alfian dengan tatapan seriusnya
"Sebelumnya perkenalkan dulu diri kamu ke mereka" kata Alfian dengan tegas
"Oh iya maaf sebelumnya perkenalkan saya adalah Novia" ucap wanita yang bernama Novia sambil membungkukkan badannya ke arah ke dua orang tuanya Diandra
"Kami adalah orang tua dari Diandra, dan Diandra adalah anak kami" kata ayah Diandra kepada wanita yang bernama Novia
"Mohon kerjasama dan bantuannya" kata wanita yang bernama Novia itu dengan nada sopan
"Baiklah kalau memang sudah tidak ada yang dibicarakan lagi, mulai sekarang kamu tinggal disini untuk sementara waktu" kata Alfian kepada Novia
"Baik kalau begitu, saya juga sudah menyiapkan semuanya" ucap Novia kepada Alfian
__ADS_1
"Untuk kamarnya, bisa dipakai kamar tamu disebelah Diandra nanti bunda yang akan mengantarkan kamu ke dalam" ucap bunda Diandra dengan ramah kepada Novia
"Terima kasih Tante" ucap Novia kepada bunda Diandra
"Jangan panggil Tante, semua teman teman Diandra memanggil saya bunda kamu boleh kok memanggil saya bunda" kata bunda sambil tersenyum ramah
"Baiklah Tan..eh salah bunda" ucap Novia
"Kamu sudah sarapan Novia?" tanya Bunda Diandra kepada Novia
"Sudah tadi sewaktu perjalanan kesini" jawab Novia
"Baiklah kalau tidak ada yang harus dibicarakan kembali saya dan Diandra akan jalan dulu, mungkin nanti sore kami akan kesini untuk membereskan pakaian Diandra" kata Alfian memberi tahu kepada orang tuanya Diandra
"Hati hati di jalan, Di kamu jaga dirimu baik baik ingat kalau ada apa apa beritahukan kepada kami" kata ayah kepada Diandra
"Iya ayah, Diandra akan selalu memberikan kabar kepada Ayah dan bunda dan Diandra akan sering mampir ke mari" kata Diandra
"Kami jalan dulu, mamah sudah menunggu kami di rumah" kata Alfian kepada kedua orang tuanya Diandra
sambil berdiri diikuti dengan yang lainnya
Diandra mengikuti Alfian dari belakang begitu juga dengan kedua orang tuanya Diandra
"Ayah bunda Diandra pamit dulu" kata Diandra sambil memeluk ayah dan bundanya lalu kemudian Diandra masuk ke dalam mobil, dimana Alfian sudah ada di dalam mobil
Setelah kepergian mereka, kedua orangtuanya Diandra langsung masuk ke dalam diikuti oleh Novia
"Nak, anggap saja ini rumah kamu sendiri dan kamu adalah kedua orang tua kamu" ucap bunda sambil memegang tangan Novia
"Terima kasih bunda" jawab Novia sambil tersenyum, lalu kemudian bunda menunjukkan kamar tamu tempat dimana Novia akan tidur
Pria itu menatap dengan seksama rumah yang dia amati, dia tidak menyangka jika di rumah itu Diandra sudah tidak tinggal disitu lagi, namun dia tidak tahu, hari ini dia masih mengintai rumah itu menunggu waktu yang tepat untuk kembali menculik Diandra
Mobil milik Alfian keluar dari rumah tersebut membawa Diandra, namun pria itu masih tidak tahu bahwa mobil sedan hitam itu sudah membawa Diandra keluar dari rumahnya menuju ke rumah Alfian
__ADS_1