
"Hai Amel apa kabar ?" tanya Diandra sambil tersenyum begitu Amel masuk ke dalam mobilnya Donny, Alfian langsung melirik ke arah Diandra berharap Diandra tidak emosi begitu melihat Amel, karena mereka semua tahu Amel adalah sahabat dari Sandra dan juga ikut membully Diandra pada saat itu
Namun melihat Diandra masih tenang, Alfian langsung bernafas lega, sementara Amel yang disapa dari belakang langsung terkejut begitu mendengar suara Amel
dan dia langsung menoleh ke belakang,disitu tidak hanya Diandra tapi juga ada Alfian yang sedang memeluk bahu Diandra seakan tidak ingin lepas
Amel langsung tersenyum kikuk kepada mereka berdua lalu dengan suara kikuknya dia berkata sambil bertanya
"Gw baik baik saja Di...elo sendiri gimana?"
"Gw juga baik baik saja.. seperti yang elo lihat" jawab Sandra tersenyum
"Mana sahabat elo itu, kok loe ga bareng dia, biasanya kemana mana elo bareng?" tanya Alfian dengan nada sinis
Yang langsung mendapatkan pelototan tajam dari Diandra
"Alfian bisa ga sopan sedikit kalau ngomong" protes Diandra
"Gag bisa, lagian nih ya sebenarnya gw udah bete sama tuh anak, sudah sok cantik sendiri" ujar Alfian dengan kesal
Amel yang mendengar itu merasa tidak enak hati, karena bukannya apa apa semakin dewasa, dia semakin sadar apa yang dilakukan dulunya adalah salah besar dan sekarang dia harus membayar karma atas akibat perbuatannya sendiri, dan sebagai sahabat karibnya Amel berharap Sandra bisa merubah sikap dan sifatnya
agar dia tidak mendapatkan karma seperti dirinya
"Diandra kapan kalau ada waktu bisa kita bicara berdua " kata Amel memberanikan diri berkata seperti itu didepan Alfian
"Kenapa harus bicara berdua, kenapa tidak disini saja " kata Alfian dengan nada ketus
"Alfian apaan sih kamu" kata Diandra sedikit kesal dengan kata kata Alfian yang terdengar sedikit tidak sopan
"Dengar ya sayang, dia ini dulunya pernah membully kamu, takutnya dia malah menjebak kamu kalau kamu sendirian " kata Alfian mencoba meyakinkan Diandra untuk tidak menerima ajakan dari Amel
Diandra langsung berpikir mungkin ada benarnya kata kata Alfian, namun dia tidak boleh berpikir negatif tapi jaga jaga itu juga harus diperlukan
" Kenapa kamu tidak bicara disini saja dulu?" tanya Diandra dengan heran
Amel diam dan tampak berpikir sebentar
"Gw pengen minta maaf sama elo dengan kejadian kejadian yang telah lalu" kata Amel dengan nada tulus
lalu dia pun kembali berkata dengan suara tulusnya sambil menoleh ke belakang
"Perbuatan gw dan Sandra sulit buat dimaafkan tapi gw berharap elo mau maafin gw"
Diandra terdiam ketika mendengar Amel berkata seperti itu
"Gw udah maafin elo dan Sandra jauh jauh hari, namun maaf jika ada yang mencoba menyakiti gw lagi, gw tidak akan tinggal diam" kata Diandra dengan suara tegas
Alfian yang mendengar itu merasa bangga dengan sifat pemaaf dari calon isterinya itu
"Elo dengar itu Amel, dan gw juga tidak akan tinggal diam bilang sama sahabat elo itu Sandra jangan coba coba berpikir untuk mencelakakan Diandra lagi, karena sudah ada gw disampingnya yang siap melindungi calon isteri gw" kata Alfian dengan suara tegasnya
"Gw akan bilang itu kepada Sandra dan semoga Sandra mau mengerti " ujar Amel
"Terus kenapa elo berdiri di pinggir jalan?" tanya Donny penuh dengan rasa ingin tahu
"Gw tadi bareng sama Sandra, cuman karena Sandra sedang emosi..akhirnya gw ditinggalkan begitu saja" jawab Amel dengan suara sedih
"Kebangetan banget tuh anak...masih saja sifatnya tidak berubah sama sekali" geram Donny
"Tapi gw berharap dia mau berubah, jangan seperti gw" sesal Amel
Wajahnya kembali menjadi sendu dan matanya menerawang ke masa lalu, dimana dia mengalami masa masa gelap, bahkan diakuinya kalau dia hampir saja terjebak dengan obat obatan, narkotik dan sejenisnya kalau Tantenya tidak buru buru datang
"Memangnya elo kenapa?" tanya Donny penasaran
"Hanya masa lalu, tidak perlu diceritakan hanya dijadikan pelajaran saja" jawab Amel
Dia tidak ingin mengingat lagi tentang masa lalunya, dia ingin menguburkan masa lalunya, baginya dengan tidak menceritakan masa lalunya itu sudah bisa mengurangi sedikit kesedihannya
__ADS_1
"Semoga ke depannya elo bisa tambah lebih baik, begitu juga dengan Sandra" kata Donny dengan nada bijak, yang langsung diaminkan oleh yang lainnya
Mereka kembali terdiam, menatap jalan raya yang sedang dalam kondisi padat padatnya
"Elo mau diturunkan dimana?" tanya Donny yang masih fokus menyetir mobil
"Terserah elo lah " jawab Amel
"Gw anter ke rumah elo aja gimana?" tanya Donny
"Gw mah ikut aja, tapi bagaimana dengan Alfian dan Diandra?" tanya Amel balik
Donny langsung melihat lewat kaca tengah mobil, meminta persetujuan Alfian untuk mengantarkan Amel terlebih dahulu
"Ya sudah antarkan saja kalau begitu toh searah juga" ujar Alfian
"Oke kalau begitu" kata Donny
"Alamat rumah loe masih sama kan ya?" tanya Donny balik ke arah Amel
"Iya Don, alamat rumah gw masih sama" jawab Amel
Mereka kembali terdiam hingga sampai ke rumah Amel, rumah itu lumayan cukup besar, namun Donny hanya berhenti di depan pagar besar untuk menurunkan Amel, dan mematikan mesin mobilnya
"Kalian tidak mau mampir?" tanya Amel menawarkan mereka untuk masuk ke rumahnya
"Tidak..kami harus kembali ke kantor, masih banyak pekerjaan di kantor " jawab Donny dengan tegas
"Baiklah kalau begitu, gw masuk dulu...terima kasih banyak karena sudah mengantar gw sampai ke rumah" kata Amel mengucapkan terima kasih kepada semuanya
"Oke..gw jalan dulu ya" ucap Donny sambil menyalakan mesin mobilnya
"Hati hati di jalan " ujar Amel
Kemudian Amel langsung turun dari mobil, dan belum pergi hingga mobil Donny menghilang dari pandangannya, dan dua pun langsung membuka pintu gerbangnya seorang diri
Setibanya di kantor Alfian kembali ke ruangan Diandra, dan kembali lagi para penghuni ruangan finance langsung menatap mereka berdua dengan penuh rasa ingin tahu, dan penuh dengan tanya , mereka mengira ngira ada hubungan apa antara Diandra dengan bos pemilik dari perusahaan tempat mereka bekerja
"Tidak ada..karena aku ingin di dekat kamu terus, kecuali....." Alfian tidak meneruskan pembicaraannya, membuat Diandra menunggu kalimat selanjutnya, namun Alfian malah justru menatap Diandra dengan pandangan intens, membuat Diandra langsung salah tingkah
"Kecuali apa..?" tanya Diandra menutupi rasa gugupnya
"Kecuali kalau kamu ikut saya ke ruangan saya, bagaimana?" kata Alfian sambil bertanya balik
Diandra yang ditanyai Alfian langsung diam tidak menjawab pertanyaan Alfian
"Terserah kamu saja tapi yang jelas, saya tidak mau bekerja di ruangan kamu itu saja" kata Diandra dengan nada tegas
"Kalau begitu biar aku yang bekerja di ruangan kamu kalau begitu" ujar Alfian dengan nada santai
Lalu dia berjalan menuju ke sofa yang sudah disediakan untuk Alfian, Alfian langsung kembali fokus bekerja, dia tampak sangat serius memeriksa berkas berkas yang harus ditandatangani olehnya, sementara Diandra juga fokus dengan pekerjaan yang sudah menumpuk dari kemarin karena ulah dari Alfian
Mereka serius dengan pekerjaan mereka masing masing, hingga tanpa sadar jam sudah menunjukkan pukul lima sore, tapi mereka masih fokus bekerja hingga lupa kalau Donny masuk ke dalam ruangan itu melihat mereka yang sedang fokus dalam pekerjaan mereka
"Kalian tidak ada yang mau pulang?" tanya Donny, Alfian langsung menengadah melihat Donny yang sudah berdiri didepannya
"Sejak kapan elo muncul?" tanya Alfian
"Sudah dari tadi, lihat kalian berdua yang lagi sibuk kerja " kata Donny berdiri di depannya Alfian
"Sebentar lagi Don, ini tinggal dikit lagi, loe duduk saja dulu " ujar Alfian masih fokus dengan berkas berkas yang ada di atas meja
Donny langsung duduk di depan meja Diandra yang kebetulan disitu ada tempat duduk, suasana kembali hening sementara Donny sibuk memainkan gadgetnya
Alfian sudah selesai dengan berkas yang dia tandatangani, namun Diandra masih fokus dengan pekerjaannya, Alfian langsung menghampiri Diandra dan mendekatinya
"Gimana sudah selesai belum?" tanya Alfian membungkuk hingga menyentuh kepala Diandra, memperhatikan cara kerja Diandra
"Kalau mau pulang, pulang saja dulu ada pekerjaan yang harus aku selesaikan" jawab Diandra, matanya fokus menatap layar komputer, dia tidak menyadari jika Alfian sangat dekat dengan dirinya
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, aku akan menunggu kamu sampai kamu sadar kalau aku selalu ada di sisi kamu selalu untuk selamanya " bisik Alfian di telinga Diandra yang otomatis tengkuk Diandra langsung meremas, Diandra langsung menoleh dan baru Diandra sadari kalau jarak wajah mereka berdua terlalu dekat, Diandra langsung terpaku selama beberapa menit
Wajahnya langsung memerah sementara Alfian menatap Diandra dengan pandangan intens
"Kamu ngapain?" tanya Diandra pada akhirnya tanpa sadar dia berbisik pelan
"Lihatin wajah cantik kamu " jawab Alfian juga ikut berbisik
Donny yang melihat adegan itu langsung merasa menjadi nyamuk sendiri hingga akhirnya dia berkata kepada mereka
"Gw ga tau ...tapi gw cuma minta tolong disini ada orang lain juga mohon orang itu jangan dilupakan juga " sindir Donny kepada mereka berdua
Alfian akhirnya menegakkan kembali tubuhnya sambil menatap Donny dengan tatapan tajamnya lalu menyindir
"Kalau ga suka jangan dilihat, lagian kalo elo iri cari dong pasangan yang lain biar bisa mesra mesraan kayak kita "
Donny yang tidak terima langsung dengan perkataan Alfian langsung membantah ucapan Alfian sambil berkata
"Gag gw ga iri dong, secara gitu loh gw kan lagi mendekati seseorang "
Diandra langsung menyela menatap mereka berdua dengan tatapan sebalnya
"Kalian kalau ingin berdebat, mending keluar saja berisik tau" ucap Diandra sambil mendelik tajam ke arah mereka berdua
"Sayang kami tidak berantem, itu loh si Donny selalu cari perkara sama aku " rengek Alfian
Donny yang mendengar itu langsung.erasa geli sendiri, menatap Alfian dengan rasa jijik, seperti anak kecil yang minta permen sama ibunya,hingga akhirnya dia cuman bisa mengendikkan bahunya, memang yah kalau orang sudah jadi budak cinta kelakuan dan perbuatannya beda dari yang lain begitu pikir Donny, dia tidak menyangka sama sekali Alfian yang galak, tegas, berwibawa bahkan sering marah marah sama anak buahnya bisa mendadak begitu berubah seratus delapan puluh derajat menjadi orang yang berbeda jika didepan orang yang dia cintai
Sementara Diandra sendiri tidak menggubris rengekan dari Alfian, waktu sudah menjelang hampir malam tampak Diandra masih belum selesai dengan pekerjaan, dan Alfian masih menungguinya, semenysi Donny dia juga ikut terpaksa menunggu karena ancaman Alfian untuk tetap tinggal bersama mereka di ruangan mereka, entah untuk apa dia tidak tahu, akhirnya mereka berdua sama sama menunggui Diandra yang masih sibuk fokus bekerja
"Memangnya itu tidak bisa ditunda sampai besok sayang?" tanya Alfian pada akhirnya karena dia sendiri sudah tidak tahan menunggunya
"Besok harus diserahkan kepada manajer keuangan, dan ini adalah pekerjaan kemarin yang harus saya selesaikan hari ini " jawab Diandra yang masih fokus dengan berkas berkas yang ada di atas meja
Alfian langsung menoleh ke arah Donny
"Don..bantuin calon isteri gw buat nyelesein pekerjaannya" perintah Alfian sambil menatap Donny
"Lah kok gw sih, lagian itu kan tugas Diandra kenapa gw yang jadi ikut dibawa bawa" protes Donny kepada Alfian tidak terima
Diandra yang mendengar itu langsung menatap tajam ke arah Alfian
"Jangan yang aneh aneh deh...Alfian" kata Diandra dengan nada kesal
"Sayang, biarkan Donny yang bantu kerjaan kamu bagaimana?" tanya Alfian berusaha membujuk Diandra, namun Diandra langsung menolak mentah mentah tawaran dari Alfian yang tidak masuk akal, Diandra kembali melanjutkan pekerjaannya
"Don, kita keluar sebentar" ajak Alfian sambil memerintahkan Donny untuk keluar dari ruangan Diandra berdua dengan Alfian
"Sayang kita keluar dulu ya" kata Alfian dengan nada lembut yang langsung mendapatkan anggukan kepala dari Diandra
begitu mereka berdua, Diandra langsung bernafas lega
Sebenarnya pekerjaan Diandra sudah selesai namun dia sengaja berlama lama dengan harapan agar Alfian dan Donny pulang terlebih dahulu, namun sepertinya harapannya tidak akan pernah menjadi kenyataan, karena nyatanya Alfian dan Donny masih tetap di ruangan ini menungguinya hingga selesai pekerjaan Diandra
Sementara diluar ruangan Alfian langsung bertanya dengan nada serius kepada Donny
"Don, siapa manajer keuangan disini?"
Donny langsung menatap Alfian dengan tatapan bertanya tapi tanpa pertanyaan balik dia langsung menjawab
"Bapak Artha memangnya kenapa?" tanya Donny lagi
"Telpon dia, bilang sama dia bilang jangan membuat Diandra diberikan tugas yang banyak, kalau dia diberi tugas yang banyak hingga dia pulang telat, dia yang harus menanggung akibatnya " perintah Alfian kepada Donny
Donny langsung mengernyitkan keningnya, dia tampak tidak setuju dengan ucapan Alfian
"Tapi Al..." belum sempat Donny melanjutkan kalimatnya, langsung dipotong oleh Alfian
"Tidak ada tapi tapian Donny, telpon ke dia atau tidak ada gaji buat kamu selama enam bulan" ucap seorang Alfian dengan nada mengancam
__ADS_1
Sambil menghela nafas panjang dan memaki Alfian dalam hati, Donny dengan enggan mengambil handphonenya lalu memencet nomor telpon manajer keuangan atasan dari Diandra pak Artha, sementara Alfian sendiri sudah masuk ke dalam untuk menemani Diandra