
"Apa maksud anda?" tanya Alfian tidak mengerti menatap Alex dengan tatapan bertanya
Alex langsung tersenyum mendengar pertanyaan dari Alfian
"Anda ingin menangkap Sandra karena kasus penculikan tersebut namun sebelumnya anda ingin mempermalukan Sandra kan?" tanya Alex menatap Alfian kali ini dengan pandangan tajamnya, mencoba membuat Alfian merasa terintimidasi dan kemudian dia mengakui apa rencananya
Alfian menatap datar Alex lalu dia berusaha memahami arah pembicaraannya dan kemudian Alfian tersenyum samar mengerti maksud dan tujuan dari Alex
"Apakah anda ingin bekerjasama dengan rencana kami?" tanya Alfian pelan pelan
Alex menatap Alfian dengan tatapan tajamnya dan kemudian dia tersenyum ke arah Alfian
"Kalau iya memangnya kenapa dan kalau tidak memangnya kenapa?" tanya Alex balik
"Begini kalau iya saya dengan senang hati mengikutsertakan anda tapi kalau tidak dan berharap anda ingin bekerjasama dengan Sandra maka saya tidak akan tinggal diam karena saya tahu anda sudah membantu perusahaan dari Tuan Hartawan dan saya tidak tahu apa maksud dan tujuan anda dibalik itu semua" ucap Alfian dengan suara perlahan
"Dan satu lagi yang harus anda ingat, jika anda benar benar nekat membantu mereka maka saya tidak akan tinggal diam" kata Alfian kali ini dengan suara pelan namun terdengar mengancam
"Bagaimana anda bisa menyimpulkan kalau saya mempunyai rencana membantu mereka padahal anda sendiri tidak punya buktinya?" tanya Alex dengan nada sarkas sambil menyindir
"Anda mencari tahu mengenai informasi tentang saya dan keluarga saya saja, saya tahu dengar tuan Alex anda memang jago tapi ingat diatas langit akan selalu ada langit" ucap Alfian dengan suara perlahan namun terdengar cukup membuat lawan menjadi khawatir
Alex yang mendengar itu langsung terdiam, dia memang mengakui dibandingkan dengan Alfian dirinya masih belum ada apa apanya, apalagi Alfian mempunyai sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang yaitu kharismanya, Alfian memilik kharisma yang membuat orang lain merasa segan terhadap dirinya begitu juga dengan Alex
"Jadi semuanya ada di tangan anda, anda yang sekarang menentukan apakah ingin bekerjasama dengan kamu atau balik melawan kami" kata Alfian dengan tenang sambil menatap tajam ke arah Alex, menatap Alex dengan penuh intimidasi, Alfian tidak takut dengan Alex bahkan dia sedang mencoba mengukur kekuatan lawannya
__ADS_1
Alex kini terdiam sebentar, dia menatap lawan bicaranya dengan tatapan tajamnya dan mencoba menimbang nimbang apakah dia akan ikut bekerja sama dengan Alfian atau tidak
"Lalu apa keuntungan saya bila ikut bekerja sama dengan kalian?" tanya Alex menatap Alfian dengan penuh rasa ingin tahu
Alfian yang mendengar pertanyaan dari Alex langsung tersenyum simpul, kini lawannya tunduk terhadap dirinya
"Begini jika kamu ingin saya membebaskan Sandra lalu kemudian kamu ingin melakukan apapun kepada dia itu terserah kamu, dan itu adalah hak kamu disini aku tidak perduli, aku hanya ingin tunangan saya sekaligus calon isteri saya tidak menjadi sasaran empuk wanita itu lagi" kata Alfian dengan suara mantap
"Tapi ingat jika kamu berani membebaskan dia dengan bermaksud kamu ingin membantu dia , maka saya tidak segan segan akan menghancurkan semuanya termasuk apa yang kamu miliki" kata Alfian lagi sambil menatap Alex dengan tatapan yang penuh dengan ancaman
"Apa maksud kamu?" tanya Alex tidak mengerti
"Intinya jangan coba coba berani membebaskan Sandra walaupun apapun yang terjadi" jawab Alfian dengan nada tegas
"Dan tidak ada alasan apapun, kalau kamu tidak bisa maka biarkan kami beserta seluruh jajaran kepolisian yang menangkapnya" kata Alfian kali ini, suaranya kembali berubah menjadi pelan namun masih terdengar dengan ancaman
Alex langsung berdiri dan kemudian mengulurkan tangannya ke arah Alfian, Alfian menatap tajam ke arah Alex lalu dia pun ikut berdiri dari tempat duduknya
"Oke kita deal untuk saat ini" kata Alex yang dibalas oleh Alfian dengan ukuran tangan
"Lalu selanjutnya bagaimana?" tanya Alex kepada Alfian, kini mereka pun kembali duduk, Alfian langsung mengutarakan rencananya yang kemudian Sam Alex disempurnakan lagi, kini mereka berdua setuju untuk sama sama menjebak Sandra agar Sandra Hera terhadap perbuatannya
"Ya sudah hari sudah sore, saya mau bertemu dengan seseorang lagi karena sudah ditunggu" ucap Alfian sambil menghabiskan minuman yang ada di atas mejanya
"Baiklah silahkan maaf saya tidak akan mengantar, assisten saya yang akan mengantarkan sampai pintu depan" ucap Alex sambil berdiri
__ADS_1
"Tidak apa apa, terima kasih atas jamuannya sore ini" ucap Alfian kepada Alex dan mereka kembali berjabat tangan sambil berpisah kemudian, diantarkan oleh assisten pribadinya Alex, Alfian dan Donny langsung menuju ke pintu ke luar cafe untuk kembali pulang
Sepeninggal Alfian, tampak Alex sedang berpikir sambil menyesap minumannya lalu dia pun menggumam sendiri
"Semoga ini benar dan rencana bisa berjalan dengan lancar"
Tidak lama setelah itu Ryan datang menghampiri Alex dan duduk berhadapan dengan Alex sambil menatap Alex dengan pandangan bertanya
"Ada apa kamu menatap saya seperti itu Bryan?" tanya Alex kepada Bryan yang masih menatap atasannya itu dengan pandangan heran
"Aku tidak habis mengerti kenapa tuanningin bekerjasama dengan tuan Alfian sementara tuan sendiri tidak begitu mengenal Tuan Alfian mungkin dia bisa saja menyalahi janji, dia tidak mau menyerahkan Sandra kepada tuan" ucap Bryan dengan nada sangsi
Alex langsung tersenyum mendengar kekhawatiran dan rasa sangsi dari assisten pribadinya itu
"Kamu tenang saja Alfian tidak akan menyalahi janjinya, kamu ga usah khawatir orang seperti Alfian selalu berpegang teguh terhadap komitmennya apa yang diucapkan itu adalah hukum buat dia dan yang lainnya, makanya pihak lawan dan kawan sangat segan terhadap Alfian" kata Alex dengan nada tenang
Bryan tidak lagi bertanya lagi karena dia tahu Alex tidak akan salah dalam penilaiannya
"Sudahlah Bryan kita pulang saja, kita harus memikirkan rencana yang selanjutnya, bukankah dua kepala itu lebih baik dari satu" ucap Alex dengan nada tenang
Bryan hanya menganggukkan kepalanya dan mengiyakan apa yang menjadi kata katanya Alex, Alex selalu menilai orang bukan dengan matanya tapi dia akan menilai keseluruhan dan tidak pernah menghakimi orang tersebut terlebih dahulu sebelum dia menemukan bukti bukti akurat untuk menghukum orang tersebut dengan caranya sendiri
Mereka berdua meninggalkan cafe, Bryan yang menyetir mobil dan Alex yang duduk di belakangnya sambil memandangi gedung gedung bertingkat tinggi, jalanan saat itu lumayan ramai dan Bryan adalah supir yang handal untuk mengendarai mobilnya sehingga perjalanan pulang tidak menjadi lama dan Alex tiba di rumah telat pada waktunya
"Terima kasih Bryan, mau pulanglah nanti kalau aku butuhkan kau akan ku panggil lagi" kata Alex kali ini wajahnya terlalu lelah, terlalu banyak yang harus dia pikirkan dan dia lakukan
__ADS_1
"Baik tuan terima kasih banyak, telponlah jika memang tuan membutuhkan sesuatu" kata Bryan dengan suara sopan
Alex tersenyum sambil menganggukkan kepalanya lalu dia pun membuka pintu mobilnya dan berjalan masuk ke dalam rumahnya yang besar, tidak ada siapa siapa disana hanya dua orang pelayan yang selalu melayani kebutuhan Alex dan bersih bersih, Alex tidak ingin terlalu banyak orang di rumah itu