
"Kita pulang yuk" ajak Diandra yang sudah kembali mulai merasa bosan karena tidak berbuat apa apa, kecuali hanya memperhatikan Alfian bekerja di meja kerjanya, berkali kali dia menguap menunjukkan kebosanannya didepan Alfian, namun Alfian sendiri tidak memperhatikan Diandra, dia masih terus fokus bekerja
Diandra kembali lagi ke sofanya sambil menghentakkan kakinya kesal dengan Alfian karena dirinya masih tidak diberikan pekerjaan, wajah cantiknya berubah menjadi cemberut dan sangat kesal, hingga tanpa sadar dia tertidur di sofa karena kesal seharian tidak diberikan pekerjaan yang berarti buat dia kecuali hanya menyiapkan minuman atau cemilan
Alfian sendiri sebenarnya tidak punya pekerjaan apa apa untuk Diandra, itu hanya sebagai modus agar Diandra dekat dengan dirinya, semua pekerjaan bisa dia handle sendiri tanpa kehadiran Donny sekalipun, dan sudah ada Irma yang bisa membantu Alfian mengenai masalah pekerjaan, Donny bertugas mengawasi partner yang sudah bekerjasama dengannya dan yang mau bekerjasama dengan perusahaannya
Perusahaan Alfian sendiri bergerak dalam bidang kontraktor dan property, namun jika ingin bekerjasama dengan perusahaannya harus mempunyai banyak kriteria dan itu akan diawasi oleh asisten pribadinya yaitu Donny, Donny lah yang memberikan banyak informasi mengenai kelayakan perusahaan yang mau bekerjasama dengannya, dengan tujuan perusahaan itu layak atau tidak bekerja sama dengan mereka, atau dengan tujuan apakah perusahaan itu bermain curang atau tidak semua informasi itu berasal adalah dari Donny
Hari sudah menjelang sore dan hampir menjelang malam, Alfian sudah selesai dengan pekerjaannya, sebenarnya jika Donny masuk mungkin Alfian tidak bekerja sesibuk ini, semuanya bisa diserahkan kepada Donny dan dia hanya tinggal menandatangani semua berkas berkas yang diberikan Donny kepadanya sekaligus meminta pendapat darinya
Alfian mematikan laptopnya, dan menyimpan semua berkas berkasnya di lemari yang terkunci, dia merasa hari itu merasa sangat lelah sekali, tapi hatinya bahagia
Melihat Diandra yang sedang tertidur di sofa, dia tidak mau membangunkannya malah dia duduk berjongkok tepat di hadapan Diandra yang sedang tertidur, Alfian langsung tersenyum begitu melihat Diandra yang sedang tertidur pulas, dia menyibakkan rambut rambut halus Diandra di atas keningnya dan dia juga menyentuh dagu, hidung dan pipinya Diandra
Alfian tidak bosan bosannya menyentuh wajahnya Diandra hingga Diandra merasa terganggu dengan sentuhan sentuhan ringan dari Alfian
Begitu Diandra terbangun Alfian menjauhkan tangannya dari Diandra, Diandra langsung bangkit dari tidurnya dan dia langsung menguap
kamu sudah selesai?" tanya Diandra dengan matanya yang masih mengantuk
Alfian langsung mengangguk kepalanya
"Memangnya sudah jam berapa ini?" tanya Diandra menatap Alfian dengan pandangan yang masih mengantuk
"Sudah mau jam enam sore " jawab Alfian
"Apa? ! Aku tertidur terlalu lama" seru Diandra kaget sambil mengeluh
"Tidak apa apa, itu tidak masalah buat aku" jawab Alfian penuh pengertian
"Kita pulang yuk" ajak Diandra sambil bangkit berdiri, Alfian langsung membantu Diandra berdiri dari kursinya
Mereka berdua bersiap siap untuk pulang ke rumah, selama dalam perjalanan Diandra tampak fokus menatap ke depan
__ADS_1
"Aku capek kalau harus begini terus" keluar Diandra pada akhirnya dengan suara muram
"Memangnya kamu mau bagaimana?" tanya Alfian sambil menyetir mobil
"Aku ingin kerja seperti biasa, gag cuman duduk diam saja ga ada arti atau seperti patung" kata Diandra dengan sedikit kesal
"Aku itu melamar kerja untuk bekerja bukan untuk tidak melakukan apa apa, kalau aku tidak melakukan apa apa lebih baik aku di rumah saja, toh di rumah aku masih bisa melakukan apa saja yang bermanfaat " protes Diandra sambil menatap ke depan
Alfian diam saja mendengar keluhan Diandra, Diandra memang benar apa yang dikatakan olehnya tapi untuk mengembalikan dia di ruangannya yang lama itu berat rasanya karena dia tidak bisa melihat Diandra selama seharian, sementara tujuan Alfian menempatkan Diandra di sisinya adalah agar untuk Alfian bisa mengawasi sambil melihat dia selama seharian
"Jadi kamu maunya apa?" tanya Alfian pada akhirnya
"Aku ingin bekerja Alfian" tegas Diandra
"Baik besok akan aku berikan pekerjaan buat kamu" janji Alfian kepada Diandra
"Benarkah?" tanya Diandra dengan antusias
"Makasih banyak Alfian, gini dong itu baru yang namanya atasan yang benar" ucap Diandra sambil tersenyum senang
Setelah selesai mengantarkan Diandra pulang ke rumahnya, Alfian langsung menuju ke apartemen Donny untuk mengunjungi Donny di apartemennya, karena sebagai seorang sahabat dia harus lebih perhatian kepada Donny
Setibanya di apartemennya Donny, Alfian langsung naik ke lantai dua puluh tempat dimana Donny tinggal disana, Alfian menekan tombol bel yang ada di samping pintu, berkali kali Alfian menekan tombol bel pintu Donny masih belum mau keluar juga hingga dia menekannya sekali lagi dan Donny langsung keluar dari dalam, berdiri di depan pintu sambil menatap Alfian dengan pandangan dingin
"Gw mau masuk ke dalam" kata Alfian kepada Donny sambil menerobos masuk ke dalam, tidak memperdulikan tatapan dingin dari Donny
Alfian langsung duduk di bangku sofa yang terletak di ruang tamu
"Mau apa Lo kemari, ngetawain gw?" tanya Donny masih dengan nada dingin dan tidak bersahabat
"Tenang dulu bro, santai duduk dulu" kata Alfian sambil menyuruh Donny untuk duduk, Alfian memperhatikan Donny yang sangat acak acakan hari ini, akhirnya Donny langsung duduk berhadapan dengan Alfian dengan tangan yang terlipat di dada
"Lo baik baik saja kan?" tanya Alfian menatap Donny dengan tatapan ingin tahu
__ADS_1
"Lo ga lihat gw kayak gini dan elo tanya gw baik baik saja!" kata Donny dengan emosi dan sewot
"Sorry " jawab Alfian pelan
"Lo kenapa sih, Lo baru digituin aja udah kaya gini, sekarang gw balikin ke elo bagaimana Hera dulunya, lo perlakukan Hera seperti apapun dia tetap selalu tersenyum, lah Lo baru digituin udah kaya orang yang mau bunuh diri" sindir Alfian kepada Donny
"Lo kalau mau kesini hanya buat nyalahin gw, mending Lo pergi aja deh males gw dengerin nasehat elo" kata Donny masih dengan emosi
"Gw ga mau nyalahin Lo apalagi menyudutkan Lo, gw disini pengen liat keadaan Lo kayak gimana bukan sebagai seorang atasan tapi sebagai seorang sahabat" ucap Alfian kali ini dengan nada serius sembari memperhatikan Alfian yang sedang kacau balau
"Omong kosong, Lo kayak cewek Lo itu Diandra menyalahkan gw seakan akan gw yang paling bersalah atas semua ini, seakan akan gw yang harus bertanggung jawab dengan perasaan Hera padahal gw udah minta maaf kepada Hera tapi dia yang tidak mau membukakan hatinya buat gw" kata Donny masih penuh dengan emosi
Alfian langsung mengepalkan tangannya, begitu Donny menyebutkan kata Diandra dan menyalahkan Diandra atas kejadian tadi pagi, tapi dia diam saja berusaha menahan emosinya
"Mana cewek yang suka ikut campur itu Diandra, kok bisa bisanya Lo mau sama dia" kata Donny dengan nada sinis
'Bugh' Alfian langsung melayangkan tinjunya di muka Donny, karena sudah tidak bisa menahan emosinya lagi, Donny tidak berhak menyalahkan Diandra, Diandra hanya ingin memberitahukan kepada Donny kalau sikap Donny terhadap Hera selama ini adalah salah
Donny langsung membalas pukulannya Alfian dan mereka akhirnya berujung dengan perkelahian, saling memukul dan saling melawan
"Lo jangan coba coba menyalahkan Diandra atas kesalahan Lo, paham Lo!" teriak Alfian tidak terima dengan ucapan Donny, ketika Alfian berada diatas tubuhnya Donny dan meninju mukanya Donny
Donny bukanlah lawan sebanding Alfian, hingga pada akhirnya Donny menyerah kalah
"Lo itu yang salah, Diandra hanya menyampaikan apa yang menjadi kesedihan Hera selama ini, harusnya lo yang memperbaiki kesalahan Lo itu bukan menyalahkan orang lain, asal Lo tau aja Diandra yang menyuruh gw buat datang kemari, Lo tahu buat apa buat melihat keadaan Lo, sekarang lo malah menyalahkan cewek gw !" teriak Alfian tidak terima
Donny hanya terdiam terpaku di lantai, ditindih oleh Alfian yang duduk di atas perutnya Donny
"Lo berat " ucap Donny datar
Alfian langsung menggeserkan duduknya, dia pindah ke lantai sambil duduk
Apa yang dikatakan oleh Alfian ada benarnya menurut Donny, namun dia hanya ingin menumpahkan emosinya saja dan kini setelah emosinya sudah tumpah, dia kembali bersikap seperti biasa, sementara Alfian juga merasa kelelahan habis adu jotos dengan Donny, muka mereka berdua legam legam semua bahkan ada sedikit darah di hidungnya Donny yang dia usap dengan tangannya sendiri
__ADS_1