Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 62


__ADS_3

Donny langsung meluncur ke tempat yang dia janjikan kepada orang itu, sesampainya Donny di restorant itu, orang itu belum datang akhirnya Donny mencari tempat untuk dia bisa leluasa berbincang-bincang dengan orang tersebut


Setelah mendapatkan tempat duduk yang dia inginkan, Donny langsung menduduki tempat itu dan kembali dia menelpon orang itu


"Kamu dimana ?"


"Sebentar lagi aku sampai, tunggu aja kamu disitu"


"Ya sudah, jangan lama lama aku ditunggu Alfian nih "


"Iya iya...bawel "


Donny langsung menutup sambungan telpon itu,kemudian memanggil pelayan untuk memesan makanan


Restoran itu tidak cukup besar dan tidak cukup kecil, namun suasananya lumayan nyaman karena banyak pohon rindang yang mengelilingi restorant itu dan restorant itu terbagi menjadi dua yaitu ruang outdoor dan indoor, di outdoor para pengunjung bisa merasakan semilir angin dari pohon pohon yang ditanam mengelilingi area sekitar restoran dan jangan lupa dengan kolam ikan yang sedang didepan pohon serta tempat duduk tempat duduk kecil jika pengunjung ingin memberikan makanan ikan disitu, suasana outdoor juga tampak begitu asri


sementara Di ruangan indoor juga terdapat bangku bangku panjang dengan ruangan AC


dan dibuat senyaman mungkin untuk para pengunjungnya


Donny tampak sedang menunggu orang itu, namun dia masih belum menampakkan batang hidungnya, hingga pada akhirnya orang itu datang sambil tersenyum lebar


"Hai...sudah lama?" tanya orang itu


"Kamu tuh kebiasaan ngaret" sungut Donny


"Sorry " kata orang itu sambil duduk, lalu dia membuka buku menu dan dia langsung memesan makanan


"Jadi ada apa?" tanyanya dengan serius


"Ada yang pengen gw ceritain Hera " kata Donny


"Cerita apa?" tanya Hera


"Mengenai Diandra " jawab Donny


"Kenapa dengan dia?" tanya Hera agak sedikit terkejut


"Dia diteror sama orang yang tidak dikenal " jawab Donny sambil menatap Hera lamat Lamat


"Diteror kenapa?" tanya Hera dengan wajah terkejut sekaligus penasarannya


"Yaah gw ga tau lah Her, makanya gw minta elo buat datang kemari, mungkin ada yang elo tau" kata Donny menantikan jawabannya Hera


Hera terdiam sebentar, menyadari bahwa setelah acara lamaran itu Hera dan Diandra belum pernah berhubungan disebabkan karena kesibukan mereka masing masing


"Don..gw semenjak lamaran Diandra ga berhubungan lagi sampe sekarang karena kesibukan kita masing masing jadi ga batu denger cerita ini dari elonya langsung " jawab Hera jujur


Donny terdiam, agak sedikit kecewa mendengar jawaban Hera


"Apa Diandra baik baik saja?" tanya Hera khawatir


"Dia baik baik saja, apalagi satpamnya itu ketat banget jagain dia, kalah bodyguard " kata Donny sekenanya


"Maksud elo Alfian ?" tanya Hera menatap Donny


"Siapa lagi ?" tanya Donny balik


"Beruntung ya Diandra, ada seseorang yang selalu menjaga dia sekarang " kata Hera dengan nada menyindir


"Tapi kan gw selalu ada buat elo, lagian juga gw pernah bilang kita jalani aja dulu " ujar Donny serius


"Iye gw tahu, gw tahu kok loe juga masih belom membuka hati buat gw " kata Hera dengan suar enteng


Donny langsung terdiam, mendengar perkataan dari Diandra,tidak lama kemudian makanan yang mereka pesan tiba, mereka makan dalam diam tidak ada yang berbicara


"Gw boleh ikut elo ke kantor?" tanya Hera menatap Donny, setelah dia menghabiskan makanan


"Boleh saja, elo bawa mobil atau ga bawa mobil?" tanya Donny


"Gw naik taksi online kesini " jawab Hera dengan nada cuek


"Ikut aku saja kalau begitu " ujar Donny


"Lah memang ikut kamu, kan sengaja " balas Hera dengan suara enteng dan terus terang


Donny langsung tertawa, dalam hatinya dia memuji jika gadis ini sangat berterus terang sekali, bahkan dia pernah tidak segan segan meminta uang kepadanya gara gara dia sedang kehabisan uang, namun besoknya langsung diganti sama Hera


Donny juga teringat dulu pernah Hera menyatakan sukanya kepada dirinya dengan keberaniannya, namun dia saat itu tidak menjawab sama sekali sampai Hera memutuskan untuk sedikit menjauhi dirinya, namun justru ketika Hera menjauhi dirinya, dia malah merasa ada yang hilang, akhirnya dia pura pura mencari perhatian lagi dari seorang Hera

__ADS_1


Tapi dia sama sekali tidak pernah menyatakan perasaan hatinya, hingga lulus sekolah, bahkan Hera sendiri mencari universitas yang berbeda dengan dirinya, waktu itu dengan alasan mungkin dengan semakin menjauh dia bisa semakin melupakan perasaannya, jarang bertemu hingga Hera memutuskan untuk mengambil kuliah di luar negeri, tapi meskipun begitu mereka masih tetap memberikan meski tidak seintens dulu, sebuah hubungan yang rumit


"Bayarin ya " kata Hera sambil tersenyum, begitu mereka sudah selesai makan


"Iye, kebiasaan" jawab Donny pura pura cemberut


"Kan elo yang manggil gw, berarti elo yang harus traktir gw " kata Hera dengan nada santai


"Bawel " sungut Donny


Hera langsung tertawa terbahak, kini Hera hanya menganggap Donny sebagai temannya tidak lebih, baginya sudah cukup selama ini dirinya memberikan perasaan untuk seorang Donny, dan jika nanti keadaan berbalik itu nanti baru akan dipikirkan kembali, toh yang namanya takdir tidak akan kemana mana kalau itu memang adalah takdirnya


Setelah selesai membayar tagihan makanan, mereka berdua menuju ke mobil Donny, mereka berdua langsung meninggalkan restoran itu menuju ke kantor tempat dimana Donny bekerja


"Gw ga habis pikir, temen gw kok bisa ada musuh padahal dia tidak pernah cari musuh sama sekali " kata Hera sambil berpikir


"Biasalah kaum kalian ini hobinya cemburu, dan senang bersaing, padahal kalian itu kaum yang sama loh..sama sama wanita " kata Donny sambil mengemudi Mobilnya


"Gw enggak loh " kata Hera membela diri


"Kalo elo mah lain dari yang lain " jawab Donny sambil tertawa


"Lain dari yang lain bagaimana?" tanya Hera tidak mengerti


"Kalo cewek lain suka fashion, rambut terbaru, kosmetik terbaru, kalau elo beda sendiri lebih senang Dateng ke museum, panjat tebing, naik gunung, kadang gw mikir elo ini cowok apa cewek sih ?"


"Cewek lah, mau bukti ?"


"Mana ?"


Hera langsung mau membuka pakaiannya, Donny langsung terkejut dan mukanya langsung merah padam begitu ditantang oleh Hera, saat itu Hera langsung tertawa terbahak bahak, padahal didalam pakaiannya dia menggunakan kaos oblong, jadi dia menggunakan dua pakaian pelapis seperti kebiasaan dia


"Dasar cewek gila " kutuk Donny


Hera langsung tertawa kencang, Hera benar benar tidak ada jaimnya sama sekali, dia duduk dengan satu kaki diangkat, padahal ada pria yang dia sukai disampingnya tapi dia sama sekali tidak perduli, dia tidak mau berpura pura untuk menarik hati lawan jenis dengan bersikap sok lemah, atau sok feminim baginya itu sangat menjijikkan, dia ingin dicintai dengan apa yang ada didalam dirinya itu


Sesampainya mereka di kantor Alfian, Donny dan Hera langsung menuju lift dari bassement parkiran, Donny memutuskan parkir di sebelah mobilnya Alfian, Donny menekan tombol menuju ke ruangan Diandra, lift terbuka dan mereka pun langsung segera masuk ke dalam mengantarkan mereka berdua ke tempat dimana Diandra berada


Sesampainya di lantai tempat Diandra berada, mereka langsung masuk ke dalam ruangan Diandra tampak tidak ada siapa siapa disana


"Kemana ya mereka?" tanya Donny heran, dia melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul tiga sore, harusnya mereka sudah berada di dalam ruangan tapi kenapa mereka berdua masih belum kembali


"Alfian elo dimana?" tanya Donny


"Gw lagi ada di ruang CCTV, elo sudah dimana?" tanya Alfian balik


"Gw udah sampe kantor, sekarang gw lagi di ruangan Diandra bareng Hera " jawab Donny


"Oh ya sudah nanti gw sama Diandra kesana sebentar lagi kita bakalan naik, loe tunggu aja disitu " perintah Alfian


Setelah itu Donny langsung memutuskan hubungan telponnya, mendekati Hera yang sedang sibuk memainkan handphonenya


Hera tanpa sengaja melihat handphone Diandra yang tersembul di saku Donny


"Itu handphonenya Diandra bukan?" tanya Hera sambil menunjuk handphone Diandra di sakunya Donny


Donny langsung melihat ke saku kemejanya


"Oh iya ini, tadi gw pinjam dulu sebentar" kata Donny sambil mengambil handphone Diandra dari saku kemejanya dan meletakkannya di atas meja, Donny juga duduk di kursi sofa yang berhadapan dengan Hera


"Buat apa elo pinjam?" tanya Hera heran menatap Donny


"Dari semalam ada pesan masuk dari nomor yang tidak dia kenal, sampai tadi pagi juga, jadi Alfian meminta gw buat memeriksa nomor handphone itu" jawab Donny


"Lalu hasilnya?" tanya Hera penasaran


"Belum ada " jawab Donny pendek


Hera tidak menyangka seorang Diandra bisa ada musuh padahal Diandra sendiri bukan gadis yang senang mencari masalah dengan orang lain, setahu Hera Diandra tidak pernah mau mencari konflik baginya lebih baik dia menghindar daripada harus bertengkar yang dapat menguras emosi dan energinya, Diandra lebih banyak mengalah daripada harus bersaing


"Melamun apa?" tanya Donny, melihat Hera yang sedang melamun memikirkan sahabatnya


"Sahabat gw, dia itu bukan tipe yang suka mencari masalah sama orang tapi orang yang senang mencari masalah sama dia, banyak yang cemburu sama dia tapi elo tau sendiri kan Diandra tidak perduli, buat gw dia terlalu naif yang selalu percaya semua orang itu baik " jawab Hera sambil bercerita tentang sahabatnya


"Itu karena sahabat elo punya sesuatu yang istimewa yang orang lain tidak bisa memilikinya" kata Donny


"Keistimewaan apa?" tanya Hera tidak paham


"Kesabaran,kebaikan, kejujuran dan bersikap apa adanya, itu yang tidak dimiliki oleh orang lain, makanya kenapa dia begitu mudah dicintai selain cantik tentunya " jawab Donny memuji teman sahabatnya

__ADS_1


"Elo benar, jangan lupa dia punya sifat yang hangat dan lembut makanya Alfian rela menjadi budak cinta Diandra tapi Diandra yang bodoh tidak menyadari itu " ujar Hera sambil tertawa-tawa


"Siapa yang bodoh?" tanya Diandra tiba tiba menatap Donny dan Hera satu persatu secara bergantian


Mereka berdua langsung terdiam, menjawab jujur takut Diandra marah pada mereka berdua tapi berbohong Diandra tidak percaya begitu saja


"Siapa yang bodoh ?" tanya Diandra lagi sambil melangkah ke arah Hera dan Donny diikuti oleh Alfian


"Elo Di..elo tau ga si Alfian itu sebenarnya sudah menjadi budak cintanya elo, cuma elonya ga nyadar nyadar" kata Hera akhirnya memutuskan untuk bicara jujur


Diandra langsung terdiam namun tiba tiba dia langsung mencubit pipi Hera dengan keras


"Diandraa sakit tahu !" teriak Hera begitu pipinya dicubit


"Makanya jangan kebiasaan" kata Diandra dengan nada gemas sama sahabatnya itu


"Minta ampun gag?" tanya Diandra


"Oke oke gw minta maaf janji ga ulang in lagi" kata Hera sambil mengangkat kedua tangannya


Diandra langsung memeluk Hera dengan rasa bahagia dan kangen bercampur menjadi satu


" Kemana aja si loe?" tanya Diandra kepada Hera


"Sorry gw lagi sibuk, kemaren dosen gw disana kasih tugas ke gw tiba tiba jadi ya udah gw selesaikan tugas gw" jawab Hera masih memeluk Diandra


"Terus gimana sama tugas elo?" tanya Diandra ingin tahu


"Sudah dong, sudah gw email dan sekarang gw bebas tugas " kata Hera tertawa


"Terus elo kaga minta maaf sama gw gitu, bilang gw budak cinta " kata Alfian tidak terima


"Lah emang elo budak cinta " kata Hera ga mau kalah


"Sok tau loe " ujar Alfian dengan sebal


Jika bukan karena Hera sahabatnya Diandra atau Diandra tidak ada di tempat mungkin dia sudah ngamuk ngamuk tapi karena ada Diandra, dia lebih menahan diri


"Sudah sudah jangan bertengkar, kalian kayak anak kecil saja " ujar Diandra melerai mereka berdua


"Hera kapan loe datang?" tanya Diandra i gin tau


"Barusan, gw bareng Donny" jawab Hera


"Ooh bareng Donny, jadi kalian sudah jadian nih?" tanya Diandra menggoda kepada mereka berdua


"Kata siapa ?" tanya Hera mencoba menampik, dia tidak enak dengan Donny


"Doakan saja" jawab Donny enteng


"Gw doakan semoga kalian jadian, terus nikah dan punya anak banyak " kata Diandra sambil bercanda, yang langsung di aminkan oleh mereka berdua tapi hanya di dalam hati


"Kamu ga mendoakan hubungan kita berdua ?" tanya Alfian dengan nada menuntut, wajahnya langsung cemberut


"Minta didoakan apaan sih ?" tanya Diandra pura pura tidak mengerti


"Hubungan kita berdua semoga lancar sampai hari H " jawab Alfian dengan wajah cemberutnya dan kali ini dia benar benar ngambek kepada Diandra


"Amien " jawab mereka serempak


"Memangnya apa yang terjadi?" tanya Donny kali ini dengan serius


"Oh iya tadi siang Diandra katanya melihat seseorang di kantin yang katanya dia kenal, dengan gerakan yang mencurigakan ketika mau didekati tiba tiba dia menghilang dengan cepat " cerita Alfian serius


"Apa itu benar ?" tanya Donny menatap serius ke arah Diandra


Diandra langsung menganggukkan kepalanya


"Kalau begitu dapat disimpulkan orang ini tahu betul tentang letak kantor ini" kata Donny sambil mengambil kesimpulan


"Kenapa bisa begitu?" tanya Alfian


"Pertama dia tahu letak ruangan tempat Diandra bekerja dan yang kedua dia tahu letak posisi kantin ruangan CEO itu ada dimana dan dia juga bisa dengan mudah mengawasi kalian berdua dengan diam diam tanpa ada yang curiga kepadanya" jawab Donny dengan suara serius dan raut wajah yang serius


"Itulah mengapa kami pergi ke ruangan CCTV untuk mengecek tapi kami belum menemukan hasilnya " kata Diandra dengan suara perlahan


"Loe ga apa apa kan Di?" tanya Hera khawatir mengenai kondisi keadaan sahabatnya itu, dia takut kalau Diandra akan kembali menarik dirinya kembali seperti sebelumnya


"Gw baik baik saja" jawab Diandra tenang, tapi tidak dengan sorot matanya yang penuh dengan kemarahan, Hera sempat menangkap sorot kemarahan itu dari Diandra, kali ini dia sadar bahwa sahabatnya ini sudah berubah tiga ratus enam puluh derajat, bukan lagi Diandra yang dulu, dibalik sikap tenangnya Diandra, Hera yakin ada sesuatu di dalam diri Diandra ada yang berubah namun Hera tidak tau itu apa, dan dia akan berusaha untuk mencari tahu

__ADS_1


__ADS_2