
Tiba tiba pintu diketuk dari luar dengan keras
"Sebentar gw kesana dulu ya" kata Diandra sambil berdiri dari sofa, Hera langsung menganggukkan kepalanya
Hera sendiri langsung membenarkan riasannya agar tidak ketahuan kalau dia sehabis menangis, Diandra langsung membuka pintu dan Alfian langsung menyerobot masuk
"Kamu tinggalkan aku tadi" protes Alfian kepada Diandra
"Sorry, aku kesal sama teman kamu itu" jawab Diandra pelan
Alfian langsung menatap Hera dengan tatapan simpatik
"Aku udah omongin si Donny kalau gak bagus mempermainkan perasaan anak gadis" kata Alfian
"Dan aku berharap dia bisa sadar apa yang dia lakukan itu adalah salah" jawab Diandra
"Sayang, kenapa sih kamu harus mengurusi urusan mereka berdua, harusnya kan aku yang harus diurusi sama kamu" protes Alfian dengan manja
"Hera itu sahabat aku Alfian, dan kalau sahabat kamu sedih apakah kamu akan ikut senang senang di atas kesedihan sahabat kamu itu?" tanya Diandra sambil memperingatkan Alfian
Alfian langsung menghela nafas panjang, dia sadar kalau dia berdebat dengan Diandra pasti itu akan menimbulkan pertengkaran yang tidak berkesudahan dan itu artinya hubungan yang sudah dijalani dengan baik meski terasa belum sempurna akan kembali merenggang, Alfian merasakan hubungan dia dengan Diandra masih belum kuat, dia khawatir Diandra akan kembali menjauh dari dirinya, walaupun Diandra meyakinkan kalau hubungan mereka akan baik baik saja jika dilandasi dengan kepercayaan, namun Alfian merasa itu masih belum cukup untuk dirinya
"Di gw pergi dulu, lagian juga gw udah baik baik saja" kata Hera sambil bangkit dari sofa
"Elo yakin, kenapa ga nunggu gw, kita pulang bareng?" tanya Diandra menatap sahabatnya dengan pandangan khawatir
Hera terdiam sebentar lalu menatap ke arah Alfian yang terlihat sangat keberatan, Hera langsung tersenyum lalu balik menatap Diandra
"Gag lah lagian gw juga ada keperluan lain juga" kata Hera
"Bertemu dengan Alex?" tebal Diandra
"Siapa lagi kalau bukan dia, gw pengen membicarakan sesuatu juga sih sama dia" ucap Hera sambil mengambil tasnya
"Ya sudah kalau begitu, salam buat Alex" kata Diandra akhirnya
"Oke siap gw Salamin " jawab Hera sambil tertawa melihat raut wajah Alfian yang terlihat cemberut
"Jangan cemberut gitu dong, Diandra gadis yang tidak suka Gonta ganti pasangan kok" ledek Hera sambil menggoda Alfian
"Diandra gw jalan dulu ya, nanti kalau ada kabar terbaru gw kabari elo" kata Hera sambil berjalan ke depan pintu
"Oke, ingat kata kata gw lakukan apa yang terbaik menurut elo, dan buatbdiri elo bahagia" ujar Diandra yang dibalas dengan anggukan kepala Hera, dan kemudian Hera meninggalkan Diandra di ruangan berdua bersama dengan Alfian tanpa lupa menutup pintu
Setelah itu Diandra berbalik menatap Alfian dengan penuh tanya
"Kenapa?" tanya Diandra ingin tahu sambil menatap wajah Alfian
"Kenapa apa?" tanya Alfian bingung tidak mengerti pertanyaan dari Diandra yang sedang menuntut jawaban darinya
"Iya kenapa kamu tidak di ruangan kamu yang ada di atas itu?" tanya Diandra
__ADS_1
"Oh itu, itu karena aku merindukanmu dan kamu pergi begitu tiba tiba tanpa mendengarkan panggilan aku tadi sewaktu di kantin, sudah itu kamu mengunci ruangan kantormu pula" protes Alfian kepada Diandra
Diandra terdiam mendengar ucapa protes dari Alfian
"Sorry kalau begitu, aku ga dengar sama sekali " ucap Diandra sambil berbalik menuju ke kursi kerjanya dan melanjutkan pekerjaannya
Alfian menatap Diandra dengan pandangan sedih lalu mendekati Diandra dan berdiri di sampingnya
"Di aku boleh tanya sesuatu ga sama kamu?" tanya Alfian sambil menatap wajah Diandra yang sedang fokus mengerjakan pekerjaannya, lalu tiba tiba Diandra berbalik mengehentikan pekerjaannya dan kemudian dia menatap Alfian sembari duduk
"Kamu mau bertanya apa?" tanya Diandra menatap Alfian yang tampak murung
Alfian langsung menatap lekat gadis yang sangat dia cintai ini
"Aku merasa kamu tidak mencintai aku" kata Alfian dengan raut wajah sedih
Diandra langsung terkejut begitu mendengar Alfian meragukan dirinya dan cintanya, bahkan kini Alfian terlihat sangat sedih
"Apa aku akan seperti Hera yang selalu mengemis cintanya Donny?" tanya Alfian lagi sambil menatap wajah Diandra
"Apa sih maksudnya kamu Apa?" tanya Diandra tidak suka dianggap sama dengan sahabatnya Alfian sendiri
"Maaf kalau aku menyinggung kamu, tapi aku seperti Hera yang berharap cinta kepada Donny" kata Alfian
"Mohon maaf ya Alfian, mungkin perasaan kamu ke aku itu salah" kata Diandra berusaha sabar dalam menghadapi seorang Alfian
"Maksud kamu perasaan cinta aku itu salah ke kamu?" tanya Alfian tidak terima
"Begini Alfian, aku tidak seperti apa yang kamu sangkakan ke aku, aku itu sayang sama kamu, mencintai kamu tapi aku ingin itu bukan menjadi perasaan yang terlalu berlebihan, karena itu ga baik" ujar Diandra mencoba memberikan pengertian
"Maksud kamu apa?" tanya Alfian masih tidak paham
Diandra menarik nafas panjang panjang lalu berkata dengan lemah lembut
"Begini, aku ga mau cemburu tanpa alasan yang jelas, aku ga mau menjadi terlalu posesif aku juga ga mau mencintai secara berlebihan itu saja, aku hanya ingin semuanya sewajarnya"
Diandra memegang jari jemari Alfian lalu menyatakan jari jemari dirinya disana dan itu terasa sangat pas dan cocok
"Kamu tahu apa yang terlalu berlebihan tidak akan pernah menjadi baik, semuiharis dalam batas batas wajar dan tidak harus dipaksa, biar semuanya terasa pas, seperti kaitan tangan aku dan kamu" kata Diandra sambil menatap jemari tangannya yang saling berkaitan dengan jari tangannya Alfian
Alfian ikut menatap jari tangan mereka
"Coba jika ini dipaksakan pasti akan terasa sangat sakit kan?" kata Diandra menekan jari tangannya ke jari tangan Alfian sangat kuat hingga Alfian mengaduh kesakitan
Alfian langsung menganggukkan kepalanya seperti seorang anak kecil yang patuh
"Tapi lihat jika ini tidak kamu paksakan mereka akan semakin menggenggam bahkan semakin erat tapi tidak menyakitkan" ujar Diandra dengan lembut
"Jangan kamu meragukan cintanya aku, memang aku akui mungkin saat ini aku masih belum mencintai kamu karena masa lalu kita yang tidak mengenakkan, tapi biarkan aku untuk bisa belajar mencintai kamu dengan cara aku sendiri, dan aku janji itu tidak akan membuat kamu kecewa asal kamu tidak mengecewakan aku" ucap Diandra lagi kali ini dia sambil memegang wajah Alfian mencoba untuk bisa meyakinkan Alfian, kalau dirinya tidak seperti apa yang Alfian pikirkan
"Tapi Di, aku hanya merasa kamu tidak cemburu aku mendekati Sandra" kata Alfian akhirnya angkat bicara
__ADS_1
"Hey, itu hanya permainan dan aku yakin kamu tidak akan tergoda dan jika kamu misalkan nanti tergoda aku yang akan berjuang untuk kamu tapi aku cuman minta kepadamu jangan sia siakan perjuangan aku, dan jika kamu menyia nyiakan perjuangan aku maka biarkan aku yang mengalah" hibur Diandra kepada Alfian yang hatinya sedang merasa galau
"Tidak aku sudah berjanji sama kamu, biar aku yang berjuang jangan kamu, dan percayalah sama aku, aku ga akan memberikan hati aku pada yang lain karena semuanya sudah tertuju buat kamu" kata Alfian memeluk Diandra dengan sangat erat
"Terima kasih banyak, aku janji tidak akan mengecewakan kamu" ucap Diandra
"Aku juga sama Di" balas Alfian
Hari sudah menjelang sore, saatnya Diandra untuk pulang, Diandra sedang bersiap siap,dan seperti biasanya Alfian sudah berada di ruangan Diandra sebelum jam lima sore
"Kamu itu memangnya ga ada kerjaan apa, tiap jam ke tempat aku terus" kata Diandra sedang bersiap siap pulang, sembari mematikan komputernya dan membereskan berkas berkasnya
"Ga ada, lagian sudah aku suruh Donny buat meng-handle semuanya" jawab Alfian santai
"Kamu ini, kasihan si Donny kalau kamu bebankan itu semua pekerjaan yang harusnya kamu kerjakan Alfian" tegur Diandra
"Tenang saja Donny sudah terbiasa kok " jawab Alfian santai
"Iya tapi jangan mentang mentang kamu bossnya terus kamu seenaknya membebankan semuanya ke Donny, mana letak tanggung jawab kamu" balas Diandra kesal
"Sayang kok kamu malah membela Donny sih" protes Alfian kesal
"Kamu ini, bukannya membela tapi kamu itu kan pemilik dari perusahaan ini yang punya tanggung jawab besar terhadap perusahaan ini" kata Diandra memperingatkan Alfian
" Iya sayang, iya janji sama kamu kalau aku akan menjadi atasan yang baik dan bertanggung jawab" balas Alfian dengan nada mengalah
Setelah selesai membereskan semuanya, Diandra langsung keluar dari ruangan, disusul oleh Alfian dari belakang, melihat kesekelilingnya ternyata para karyawan sudah pada pulang tinggal mereka berdua yang ada di lantai itu
Diandra langsung bergegas menuju lift bersama dengan Alfian, namun sebelumnya dia mengisi absen keluar dengan id cardnya, sesampainya mereka di depan lift Alfian langsung memencet tombol turun ke arah bassement bawah tempat dimana mobil Alfian berada
"Kamu ikut aku, aku antarkan kamu sampai ke rumah" kata Alfian
"Memangnya jam berapa kamu akan menjemput Sandra?" tanya Diandra menatap Alfian dengan penuh rasa ingin tahu
"Mungkin sekitar jam tujuh atau jam delapan malam" jawab Alfian
Diandra langsung terdiam, sebenarnya hatinya sedikit cemburu namun dia sadar semua persoalan harus segera diselesaikan sebelum akhirnya merembet kemana mana, dia hanya ingin tahu siapa dalang pembuat teror tersebut hanya itu saja tidak lebih dan dia berharap semoga setelah ini semua selesai dia berharap mereka akan sadar jika tindakan mereka itu salah besar dengan meneror orang lain
"Kamu tahu Al, jujur aku ingin mengatakan sama kamu sebenarnya aku ini ada sedikit perasaan cemburu sama kamu" ucap Diandra terus terang kepada Alfian sewaktu mereka berada di dalam lift
"Dan asal kamu tahu aku juga ada sedikit takut kehilangan kamu, takut kamu akan berpindah ke lain hati" kata Diandra dengan wajah muramnya
Alfian langsung memegang wajah Diandra dan menatap Diandra dalam dalam
"Percaya sama aku Di, ga akan aku ninggalin kamu aku pastikan itu" ucap Alfian dengan tegas
Diandra tersenyum sambil menganggukkan kepalanya
"Aku percaya sama kamu Al" kata Diandra tersenyum lembut
Tidak lama kemudian pintu lift pun terbuka, dan mereka berdua berjalan keluar sambil bergandengan tangan menuju ke mobilnya Alfian
__ADS_1