Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 143


__ADS_3

Alex mengantarkan Hera pulang ke rumah sahabatnya Diandra, setelah sampai ke rumah sahabatnya Hera, Alex memberhentikan tepat di depan pintu gerbang rumah yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil itu


"Disini rumah sahabat elo?" tanya Alex kepada Hera sambil menatap rumah Diandra, Hera hanya mengangguk


"Mau mampir?" tanya Hera sambil tersenyum kepada Alex


"Next time, sudah malam masalahnya khawatir ganggu orang rumah juga" jawab Alex menolak secara halus tawaran dari Hera


"Ya sudah kalau begitu, gw turun dulu, see you next time" ucap Hera pamit lalu dia membuka pintu mobilnya Alex, Alex membuka kaca jendela samping


"Hati hati elo di jalan kalau elo udah sampai kabarin gw" kata Hera ketika dia sudah keluar dari mobilnya Alex


"Siap, salam buat orang rumah dan juga sama sahabat elo Diandra" ucap Alex kepada Hera


Hera tersenyum sambil memberikan jempol kepada Alex, dan kemudian Alex menyalakan mesin mobil


"Elo masuk gih" kata Alex menyuruh Hera masuk ke dalam rumah


"Oke gw masuk ke dalam dulu yak" ucap Hera pamit setelah mendapatkan anggukan kepala dari Alex, lalu setelah itu Hera kemudian masuk ke dalam meninggalkan Alex sendirian di dalam mobil, sepeninggal Hera, Alex langsung menelpon asisten pribadinya yang bernama Brian


"Brian cari tahu keluarga Hera, gw butuh infonya malam ini juga" perintah Alex kepada Bryan


Setelah memberikan perintah kepada Bryan, Alex langsung tancap gas meninggalkan rumah Diandra sahabatnya Hera


Sementara itu di rumah Hera, Donny tampak masih asyik mengobrol dengan mbok Darmi, hingga lupa hari sudah mulai menjelang malam


"Mbok saya pamit pulang dulu" kata Donny pamit begitu melihat jam di pergelangan tangannya


"Oh iya nak Donny, tapi nak Donny sebelum nak Donny pulang ada yang ingin mbok tanyakan terlebih dahulu" kata mbok Darmi dengan hati hati karena takut membuat sahabat anak majikannya itu tersinggung

__ADS_1


"Oh iya mbok ga apa apa tanyakan saja kalau ada yang ingin ditanyakan" kata Donny sambil menatap wajah setengah tuanya mbok Darmi


Mbok Darmi terdiam sebentar, tampak seperti berpikir dan Donny menunggu dengan sabar apa yang ingin ditanyakan oleh mbok Darmi


"Mbok hanya ingin bertanya kenapa nak Donny sangat ingin tahu sekali tentang Hera, bahkan capek capek mendatangi mbok apa karena nak Donny sangat tertarik dengan Hera?" tanya Mbok Darmi kepada Donny dengan rasa ingin tahu


Donny terdiam sebentar sambil berpikir apakah dia harus menceritakan semuanya kepada mbok Darmi tentang siapa teman pria kecilnya Hera itu


"Mohon maaf kalau pertanyaan mbok lancang sehingga menganggu nak Donny" ucap mbok Darmi lagi dengan kepala yang sambil tertunduk, Donny yang mendengar itu langsung tersenyum kepada mbok Darmi


"Tidak apa apa mbok saya lagi berpikir harus mulai darimana cerita ini" kata Donny tersenyum simpul kepada mbok Darmi


"Maksud nak Donny?" tanya Mbok Darmi bingung sekaligus penasaran sambil menatap wajahnya Donny


Donny pun memulai ceritanya dengan singkat bahwa teman pria masa kecilnya Hera adalah dirinya, karena saat itu Hera menemukan dirinya di bawah pohon sedang duduk melamun karena dia habis di bully oleh teman teman sebayanya, hal itu disebabkan tidak ada yang mau bermain dengannya dan tiba tiba seorang gadis kecil datang menawarkan sebuah pertemanan untuknya, setiap kali dia ke tempat itu, Donny kecil selalu berharap gadis itu selalu ada dan bermain dengannya, dia sering mendengar gadis itu memanggil nama dirinya dengan nama Ara, hingga suatu ketika, Donny kecil bermain lagi di taman itu dia tidak lagi menemukan Ara, masih berharap Ara datang akhirnya Donny kecil menunggu temannya Ara itu di bawah pohon tempat biasanya dia duduk dan menunggu Ara disitu


Donny menunggu Ara hingga petang, begitu seterusnya selama seminggu dan gadis kecil yang bernama Ara itu tidak juga datang menemui dirinya, Donny kecil merasa lelah hingga dia memutuskan untuk tidak lagi datang kesitu karena Ara telah membohongi dirinya menurut Donny saat itu, karena Ara pernah berjanji akan selalu bersama dengan dirinya sampai kapanpun juga


Donny langsung merogoh saku celananya, dan mengambil dompetnya dan mengeluarkan sebuah poto yang sudah lama lalu dia memberikan poto itu kepada mbok Darmi


"Ini gadis kecil yang saya maksud itu" kata Donny sambil menyerahkan poto itu ke mbok Darmi


Mbok Darmi langsung mengambil poto itu dari tangannya Donny


"Ini.." kata mbok Darmi tidak meneruskan ucapannya, dia memandang poto itu dengan wajah yang penuh haru


"Iya gadis itu bernama Ara, dan laki laki kecil kurus itu adalah saya, waktu ada seorang juru photo dan Ara iseng meminta orang itu untuk mengambil poto kami berdua, dan dia dengan senang hati mengambil photo kami lalu dia langsung memberikan photo itu untuk kami, Ara saat itu sangat girang sekali bahkan tukang photo itu sampai tidak mau dibayar" cerita Donny sambil tersenyum mengenang masa lalunya bersama dengan seorang gadis kecil bernama Ara


"Tapi sayangnya dia tiba tiba menghilang begitu saja tanpa ada kabar berita" kata Donny dengan suara sedih dan wajah yang muram

__ADS_1


"Saat dia menghilang, disitulah Hera tertabrak kendaraan, mungkin saat itu dia ingin pergi ke taman namun sayangnya dia tertabrak dan sempat koma selama hampir sebulan" kata mbok Darmi dengan wajah muram sambil menghela nafas panjang


"Lalu apa orang tuanya tahu kalau dia koma?" tanya Donny ingin tahu, dia berpikir orang tua macam apa yang benar benar tidak mengetahui anaknya koma selama sebulan


"Tahu tapi mbok yang disuruh mengurus Hera selama dia koma, namun saat Hera mengalami amnesia orang tuanya tidak tahu hanya yang mereka tahu Hera mengalami kecelakaan dan koma itu saja, itupun karena Hera yang memintanya kepada mbok" jawab Mbok Darmi dengan sedih


Donny yang mendengar itu langsung kaget dan terkejut dia tidak menyangka orang tua Hera bisa memperlakukan anak kandung sendiri seperti anak tiri


"Ya Tuhan, kasihan sekali Hera" kata Donny dengan wajah terkejutnya


"Lalu kemana mereka disaat Hera koma mbok?" tanya Donny yang masih terkejut atas cerita mbok Darmi mengenai perlakuan orang tuanya kepada Hera


"Sibuk di luar negeri, setelah Herma tiada orang tuanya Hera menyibukkan diri bahkan mereka berdua setelah empat puluh hari kepergian Herma, langsung berangkat ke luar dengan alasan masih banyak yang harus dikerjakan bahkan sampai sekarang mereka tidak datang ke Indonesia, semua tanggung jawab rumah ini diserahkan penuh kepada Mbok termasuk Hera" cerita mbok Darmi sambil menghapus air matanya, Donny yang mendengar cerita dari mbok Darmi langsung terdiam seketika, dia menundukkan kepalanya kembali lagi dia menyesal apa yang sudah dia perbuat dengan Hera, namun wajah Hera yang masih tersenyum riang yang tidak pernah hilang dari wajahnya kini kembali terbayang di pelupuk matanya dan tiba tiba rasa bersalah datang begitu saja menyergap hatinya


Mbok Darmi memberikan kembali Poto yang sudah tampak usang ke Donny seraya berkata


" Tolong disimpan, mbok sekarang senang Hera mempunyai teman dan sahabat yang sangat baik dan mau menyayangi Hera dan melindungi Hera, mbok cuman titip pesan sama nak Donny, Hera itu sudah mbok anggap sebagai anak mbok sendiri, jadi tolong jangan buat Hera menangis lagi yah, karena sudah cukup air mata yang sudah dia tumpahkan untuk dia menangis, setidaknya jangan menyakiti perasaan hatinya jika tidak bisa membuat Hera tersenyum"


Donny langsung merasa hatinya seperti dicubit akibat dari ucapan Mbok Darmi


"Iya mbok, Donny janji tidak akan membuat Hera menangis lagi apalagi merasa sakit hati, Donny janji akan menjaga dan melindungi Hera semampu Donny" janji Donny dengan sungguh sungguh


Mbok Darmi yang mendengar itu langsung tersenyum


"Jangan janji sama mbok, tapi janji dengan diri sendiri saja" ucap Mbok Darmi masih sambil tersenyum tulus


Tidak lama setelah itu Donny langsung pamit pulang kepada mbok Darmi, dan berjanji akan datang kembali jika ada waktu untuk menjenguk mbok Darmi dan memberikan kabar tentang Hera, setelah mengantar Donny sampai pintu depan,bom Darmi langsung masuk ke dalam rumah l dan tinggallah dia disitu bersama dengan beberapa pelayan yang membantunya setiap hari di rumah majikannya


Mbok Darmi menatap pigura besar, melihat wajah anak kecil yang tersenyum sumringah di tengah tengah kedua orang tuanya, sambil menghela nafas panjang dia berujar

__ADS_1


"Semoga kamu tenang di alam sana Herma, dan semoga apa yang kamu inginkan bisa segera terwujud" lalu mbok Darmi berlalu dari ruang tamu menuju ke kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sudah mulai tua


__ADS_2