Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 232


__ADS_3

Malam semakin beranjak, Hera Novia dan Diandra kini sedang berbincang bincang didalam kamar Diandra, mereka malam ini rencana tidur bertiga dimana Novia di bawah dengan beralasan kasur sementara Hera dan Diandra diatas berdua


"Jadi siapa pria yang tadi menemui Lo?" tanya Diandra ingin tahu menatap Novia dengan tatapan bertanya


Novia langsung terkejut mendapatkan pertanyaan seperti itu tiba tiba dari Diandra, Novia langsung terdiam sebenarnya dia tidak ingin menceritakan terlebih dahulu mengenai pria yang barusan bertamu di rumah Diandra namun Diandra sebagai pemilik rumah harus tahu agar tidak menimbulkan kecurigaan atau hal hal yang buruk terjadi mengenai dirinya


Novia akhirnya menceritakan siapa pria yang menemui dirinya tadi, dan menceritakan apa hubungannya dengan dirinya, Diandra dan Hera mendengarkan dengan seksama apa yang diceritakan oleh Novia, namun ada yang tidak Novia ceritakan termasuk hilang ingatannya dia saat ini karena baginya itu tidak ada hubungannya sama sekali


"Jadi pria itu adalah salah satu teman kamu tempat dimana kamu bekerja sekarang?" tanya Diandra menatap Novia dengan pandangan yang serius, Novia hanya menganggukkan kepalanya membenarkan pertanyaan dari Diandra, Diandra langsung terdiam mendengar jawaban Novia tersebut


"Pria itu tampak cukup baik buat Novia" celetuk Hera, menatap mereka berdua bergantian


"Dia memang sangat baik, hanya saja aku sudah menganggap dia sebagai kakak kandung aku sendiri dan dia juga menganggap aku sama seperti itu" jawab Novia sambil tersenyum


"Kalian tidak mengantuk apa, aku tidur duluan ya" jawab Diandra sambil menguap, matanya terasa sangat berat sekali, hingga mata Diandra tidak kuat lagi menahan kantuk dan dia langsung menutup matanya meninggalkan kedua temannya yang masih sedang mengobrol


Sementara itu di tempat Alex, Alex menatap kaca jendela apartemen, saat ini dia sedang berada di dalam apartemen mencoba melepaskan keresahan hatinya, berpikir apakah tindakannya kali ini adalah benar menikahi Sandra hanya untuk membalaskan dendamnya di masa lalu itu, berkali kali dia menghela nafas panjang, pernikahan dirinya dengan Sandra tinggal menghitung hari, sementara masih belum ada persiapan sama sekali meski Alfian sudah menjanjikan kepada dirinya bahwa semua acara pesta dia yang tanggung namun Alex merasa caranya adalah salah


"Tuan belum tidur?" tanya Bryan setelah keluar dari dalam kamar mandi, dia melihat Alex yang sedang menghadap ke kaca besar apartemen, Alex langsung membalikkan badannya ke arah Bryan, lalu dia berjalan menuju ke sofa melewati Bryan yang masih berdiri

__ADS_1


"Duduklah" ucap Alex menyuruh Bryan untuk duduk, Bryan langsung menurut, dia langsung duduk di kursi sofa tepat berhadapan dengan Alex, menunggu Alex untuk membuka percakapan, suasana kembali hening tampak Alex sangat begitu resah melihat itu Bryan asisten dari Alex memberanikan diri untuk membuka suara


"Ada apa boss, sepertinya anda terlihat sangat resah malam ini?" tanya Bryan menatap wajah atasannya itu yang terlihat sedang galau


Alex menghela nafas panjang, dia memejamkan matanya sebentar sebelum menjawab pertanyaan dari Bryan asisten pribadinya


"Saya ga tau apakah keputusan saya ini adalah benar apa salah" ucap Alex kepada Bryan, Bryan yang mendengar itu langsung mengernyitkan keningnya tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Alex atasannya dia


"Maksud boss apa?" tanya Bryan menatap Alex dengan pandangan penuh tanya, kembali Alex menghela nafas panjang


"Kamu tahu kan pernikahan Saya dan Sandra sudah semakin dekat dan hanya tinggal menunggu waktu" kata Alex memulai pembicaraannya, Bryan menatap Alex menunggu Alex mengungkapkan semua isi hatinya


"Lalu apa yang boss inginkan dan yang mau boss lakukan?" tanya Bryan kepada Alex, menunggu jawaban dari Alex


"Apa saya batalkan saja dan skenario berubah?" tanya Alex meminta jawaban dari asisten pribadinya ini, Bryan yang mendapatkan pertanyaan dari seorang Alex hanya bisa terdiam, adalah benar apa yang dikatakan oleh Alex atasannya jika pernikahan tidak boleh dibuat sebagai ajang pembalasan dendam karena itu adalah merupakan janji suci kepada Tuhan langsung bukan kepada antar manusia


"Saya sependapat dengan Tuan, tapi sebaiknya tolong bicarakan langsung kepada tuan Alfian mengenai hal ini, adalah lebih bagus jika Sandra dilaporkan ke polisi, sesuai dengan rencana yang semula, Tuan juga tidak menanggung beban apapun nantinya dan tidak dimintai pertanggung jawabannya jika terjadi apa apa dengan Tuan atau Sandra, karena kita tahu Sandra mempunyai otak yang sangat licik" kata Bryan memberikan saran kepada atasannya Alex


Alex yang mendengarkan itu langsung terdiam, menimbang ucapan dari Bryan, adalah memang benar apa yang Bryan katakan kepada dirinya, lebih baik Sandra diserahkan ke pihak yang berwajib untuk menanggung semua akibat perbuatannya, dan jika terjadi sesuatu dalam hal ini dirinya tidak akan dimintai pertanggung jawaban oleh siapapun juga

__ADS_1


"Kalau begitu besok hubungi Alfian, bilang kalau saya ingin bertemu untuk waktu dan jam nya biar dia yang menentukan" perintah Alex kepada Bryan yang langsung disambut anggukan kepala oleh Bryan


"Lalu bagaimana anda menghadapi Tuan Hartawan pada nantinya?" tanya Bryan ingin tahu


"Tenang saja itu bisa saya atur, saya tinggal bilang kalau anaknya tidak ingin menikah dengan saya, dan anaknya sudah memberikan kompensasi yang cukup besar untuk saya agar saya disuruh mundur untuk menikahi Sandra" jawab Alex dengan wajah yang tenang dan tampak sangat dingin


"Semoga dia mau menerima alasan yang anda buat Tuan" ujar Bryan


"Dia harus menerima alasan itu, dan lagian dia tidak akan curiga karena aku melihat kalau ayah Sandra itu setali tiga uang dengan Sandra anaknya, sangat berbeda sekali dengan isterinya" ucap Alex dengan nada tegas dan datar


"Besok jangan lupa juga bikin janji antara saya dengan Tuan Hartawan juga" perintah Alex kepada Bryan lagi yang dibalas dengan anggukan kepala


Bryan pamit untuk pulang, dikarenakan besok dia harus datang ke kantor pagi pagi sekali bersama dengan Alex, sepeninggal Bryan Alex kembali menatap kosong keatas langit langit apartemen dan berharap semoga semuanya bisa berhasil, dia juga berharap Sandra bisa ditahan oleh pihak yang berwajib karena fitnah dan kasus lainnya


Malam semakin larut, Alex memutuskan untuk beristirahat, dia langsung masuk ke dalam kamar dan kemudian dia merebahkan dirinya di tempat tidur, tidak lupa dia mematikan lampu kamar dan membiarkan cahaya lampu dari luar yang menerangi ruangan kamarnya yang gelap, matanya tidak bisa dikompromikan lagi akhirnya dia langsung tertidur dengan lelapnya


Keesokan paginya Alex sudah bersiap siap dan tinggal menunggu Bryan yang menjemput dirinya untuk pergi ke kantor bersama, begitu melihat pesan yang masuk dari Bryan, Alex langsung segera turun ke bawah untuk menemui Bryan yang sudah berada di lobi apartemen


"Pagi Tuan" sapa Bryan dengan sopan

__ADS_1


"Pagi" jawab Alex dengan datar lalu memberikan tas kerjanya kepada Bryan untuk dibawa ke mobilnya, Bryan dengan sigap mengambil tas yang disodorkan Alex kepada dirinya, Alex langsung beranjak ke layar Lobby hotel dan kemudian masuk ke pintu belakang mobil, sementara Bryan membuka pintu kemudi mobil, mereka berdua langsung menuju ke kantor Alex yang disupiri oleh Bryan sendiri


__ADS_2