
Sandra tersenyum dengan senang, akhirnya misi dan tujuannya berhasil untuk bisa memisahkan Alfian dan Diandra
"Pokoknya gw pingin secepatnya mendapatkan kabar dari Lo, dan ingat jangan sampai ada yang tahu jika sampai ada yang tahu maka Lo siap mendapatkan resikonya paham Lo?!" kata Sandra dengan suara mengancam
"Masalah itu bos ga usah khawatir, semuanya bersih dan aman asalkan bayaran sesuai" ucap pria itu sambil tersenyum dingin
" Gw tunggu kabar dari Lo, gw minta sama Lo untuk bermain bersih" kata Sandra sekali lagi
"Beres bos, bos tenang saja jangan khawatir semuanya saya jamin bersih dan tidak meninggalkan jejak apapun" ucap pria itu dengan nada angkuhnya
"Baik kalau begitu, gw tunggu kabar baik dari Lo" ucap Sandra sambil berdiri, meninggalkan pria tersebut keluar menuju mobil nya, dia tersenyum puas misinya kali ini pasti akan berhasil, dia akan melakukan apapun asalkan Diandra dan Alfian benar benar berpisah
Sementara itu Diandra, Alfian dan yang lainnya sedang makan bersama,mereka tampak bercengkrama dan sedang asyik tertawa tawa
Sementara itu di tempatnya Alex, nampak Alex tengah memandangi sebuah Poto tua dimana dia dan ayahnya saat itu sedang tertawa bersama, saat itu ada perlombaan sepak bola dan Alex dan team sepak bolanya menang
Alex benar benar sangat mengagumi ayahnya, ayahnya selalu mengajarkan hal hal yang baik untuknya, pernah suatu hari ayahnya berpesan untuk tetap menjadi seorang pribadi yang baik dan ikhlas dalam menerima apapun juga dan almarhum ibunya juga sempat berkata jika apapun yang terjadi di dunia ini pasti adalah takdir yang harus dijalani, dan dia harus kuat dan tabah dalam menerima takdir itu
Hanya saja yang tidak dia mengerti adalah mengapa masih yang diberikan kepada kedua orang tuanya itu tidak diterapkan kepada mereka berdua, bukankah mereka berdua adalah contoh bagi anaknya, mengapa ayahnya harus melakukan bunuh diri dan ibunya yang tidak kuat menahan derita harus meninggal karena sakit, Alex benar benar tidak mengerti
Setitik air mata jatuh menetes di pipinya, tidak dia tidak boleh lemah, dia harus kuat, apalagi dia tahu siapa lawan dia yang sesungguhnya, dia tidak ingin mendendam tapi dia hanya ingin memberikan pelajaran buat mereka yang telah menganggu keluarganya
Tiba tiba pintu dibuka dari luar, tampak Sandra masuk ke dalam ruangannya tanpa permisi ataupun mengucapkan salam
"Apa Lo ga punya sopan santu, masuk ke dalam ruangan orang sembarangan?" tanya Alex dengan nada mencemoh
__ADS_1
Sandra tersenyum sinis, lalu dia tanpa permisi duduk di hadapan Alex besebrangan dengan Alex yang saat itu sedang duduk, Alex menggunakan intercom untuk memanggil sekretarisnya datang ke ruangannya
"Tuan memanggil saya?" tanya sekretaris itu begitu dirinya dipanggil
"Siapa yang menyuruh wanita ini masuk?" tanya Alex dengan nada tajam kepada sekretarisnya
"Kamu mau saya pecat apa? sudah mengijinkan dia masuk ke dalam tanpa seijin dari saya?!" tanya Alex lagi dengan suara yang meninggi
Sekretaris itu langsung menundukkan kepalanya
"Maaf tuan, tapi nona ini bilang kalau dia disuruh masuk oleh Tuan dan sudah mendapatkan ijin dari tuan" cicit sekretaris Alex dengan penuh rasa takut, dia sangat takut ketika melihat Tuannya marah karena Alex jarang sekali yang namanya marah, dan tidak pernah juga dia mengancam bawahannya dengan sebuah pecatan, namun kali ini dia benar benar sangat marah karena melihat Sandra yang berani masuk ke ruangannya tanpa permisi dan tanpa ijin darinya
Alex menghela nafas panjang, dia tahu sekretarisnya itu tidak salah sama sekali, dia hanya diperdaya oleh Sandra dan sekretarisnya itu langsung saja percaya jika perempuan yang ada di hadapannya ini benar benar telah membuat janji
"Jangan marahin dia, dia tidak salah " ucap Sandra dengan tenang sambil memandangi kuku kukunya yang dicat merah dan biru
"Kamu boleh pergi" perintah Alex pada akhirnya
"Baik tuan, terima kasih banyak " ucap sekretaris tersebut sambil langsung berjalan menuju ke arah luar pintu, rasanya dia ingin berlari menjauh agar dia tidak terkena semprot oleh atasannya yang moodnya sedang jelek, dia langsung buru buru menutup pintu ruangan Alex dan kembali ke mejanya untuk kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda
"Mau apa Lo datang kemari?" tanya Alex dengan suara tajam
"Melihat calon suamiku sedang bekerja" ucap Sandra dengan nada menyindir Alex
"Katakan saja cepat, gw tidak punya waktu buat menanggapi Lo yang ga punya kerjaan" ujar Alex dengan tenang, tidak terprovokasi dengan ucapan Sandra
__ADS_1
Sandra langsung tersenyum sinis
"Hentikan perjodohan itu!" perintah Sandra langsung kepada Alex yang sedang menulis sesuatu di atas mejanya, Alex yang mendengar apa yang menjadi keinginannya Sandra langsung menghentikan pekerjaannya dan menyipitkan matanya ke arah Sandra
"Atas dasar apa Lo ingin menikah dengan gw karena gw tahu Lo ga pernah mencintai gw, bener kan?" tanya Sandra sambil berkata sarkas kepada Alex
Alex langsung tersenyum sinis lalu berdiri mendekati Sandra dan jarak mereka kini sudah sangat dekat sekali
"Tujuan apapun gw ingin menikahi Lo, Lo ga perlu tahu, cuman gw yang tahu dan Lo pikir gw mencintai Lo, jangan bermimpi " ucap Alex sambil menyeringai ke arah Sandra
"Lalu buat apa loe mau nikahin gw kalo Lo nya sendiri ga cinta sama gw?" tanya Sandra menatap Alex dengan pandangan heran sekaligu penasaranAlex langsung menjauh dari Sandra dan dia langsung tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Sandra yang barusan
Dia menatap Sandra dengan pandangan intens lalu beratnya dengan nada sinis sambil mencemooh
"Jadi Lo berharap gw mencinta Lo gitu Sandra, melihat kesombongan Lo aja gw udah mual, melihat tingkah laku Lo yang arogan saja gw udah pengen muntah" ledek Alex sambil menggelengkan kepalanya
"Terus Lo maunya apa?!" tanya Sandra sambil sedikit berteriak, dia benar benar marah diperlakukan oleh Alex sedemikian rupa, harga diri yang dia junjung tinggi dijatuhkan sedemikian rupa oleh Alex
Alex yang mendengar pertanyaan dari Sandra langsung tersenyum sinis, dia mengitari kursi Sandra sambil menatap Sandra dengan pandangan tajamnya
"Lo tenang aja, Lo hanya perlu membayar apa yang harus dibayar udah itu saja, karena semuanya harus dibayar lunas bukan" ucap Alex sambil tersenyum misterius menatap Sandra dengan penuh emosi disitu
Sandra langsung diam tiba tiba dia merasa sangat takut dengan Alex, dia begitu tiba tiba berubah menjadi seorang pria yang arogan bahkan menjadi pria yang menyeramkan untuknya
"Walaupun kita tidak jadi menikah misalnya nanti itu juga tidak menjadi masalah buat gw, karena itu artinya perusahaan papah Lo itu akan segera bangkrut seketika, karena papahnya meminjam sejumlah uang untuk melakukan ganti rugi kepada perusahaan Tuan Hartawan" bisik Alex di telinga Sandra, Sandra yang mendengar itu langsung terkejut seketika
__ADS_1
"Kini semuanya ada di tangan elo, ambil atau terima" ucap Alex lagi sambil mencium aroma wangi rambut Sandra dan menghirup dalam dalam aroma wanginya