
Di rumah Diandra, tampak Alfian tengah berbincang serius dengan ayahnya Diandra, dia pun menceritakan semua maksud mengapa Alfian melakukan seperti itu tadi pagi, karena Diandra sudah menceritakan semuanya kepada kedua orangtuanya, ayah dan bundanya Diandra sangat memahami
"Untuk selanjutnya bagaimana?" tanya ayahnya Diandra kepada Alfian
"Rencana tetap akan terus dijalankan, namun sepertinya kita tidak akan melaporkan ini ke polisi karena sudah ada yang mau menyelesaikannya sendiri dan saya juga sudah menyerahkan ke orang itu" jawab Alfian cepat
Semuanya langsung menoleh ke arah Alfian, menatap Alfian dengan penuh keheranan
"Maksudnya?" tanya Diandra bingung menatap Alfian
"Nanti kamu juga akan tahu" jawab Alfian tersenyum samar
"Sudahlah sekarang kita fokus dengan pesta pernikahan kita, kita hanya punya waktu dua Minggu, besok kamu disuruh sama mama untuk datang ke rumah jadi biar besok pagi aku akan jemput kamu" kata Alfian sambil berkata serius kepada Diandra
Diandra hanya menjawab dengan anggukan kepala, dan selanjutnya tidak berkata apa apa lagi, karena sudah tidak ada yang dibicarakan lagi bunda langsung menuju ke dapur untuk menyiapkan makan malam sementara Diandra masih bersama dengan Alfian dan sedang membahas sesuatu hal yang cukup serius
"Setelah menikah apa aku boleh bekerja lagi?" tanya Diandra pelan
"Itu terserah sama kamu, tapi aku cuman berharap saat nanti kita punya anak kamu fokus dengan anak anak " ucap Alfian dengan bijaksana
Diandra merasa sangat lega mendapatkan jawaban seperti itu, karena dia sangat ingin sekali bisa bekerja sebelum dia punya anak, karena nanti ketika dirinya mempunyai anak Diandra ingin fokus untuk anak anak, ingin merawat dan mengasuh serta memperhatikan tumbuh kembang anak anaknya, dan mendapatkan limpahan kasih sayang dari kedua orang tuanya
Setelah selesai makan malam Alfian langsung pamit pulang, kali ini dia menuju ke apartemennya, saat ini dia ingin menyiapkan semuanya secara matang sendiri
"Don, Lo dimana?" tanya Alfian begitu dia keluar dari rumah Diandra dan membuka pintu mobilnya
"Dirumah kenapa?" tanya Donny dari seberang sana
"Ke apartemen gw sebentar, panggil anak anak buat main ke apartemen gw" kata Alfian cepat
"Ya sudah, ntr gw telpon mereka dulu" ucap Donny
__ADS_1
"Oke sip, gw tunggu di apartemen" tukas Alfian yang langsung menutup telponnya dan kemudian dia masuk ke dalam mobilnya
Alfian langsung menyalakan mesin mobilnya dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, sementara itu di pojokan tidak jauh dari tempat parkirnya Alfian sebuah mobil sedan hitam sedang mengintai rumah Diandra, seorang pria yang pernah menculik Diandra tempo hari kini sedang mengintai rumah Diandra
Dia sedang mempelajari kondisi rumah Diandra dan aktivitas dari para penghuni rumah tersebut, pria itu tersenyum simpul
"Kamu pikir kamu akan lolos, kali ini tidak akan lagi kamu lolos" gumam pria itu, pria itu menyalakan rokoknya sebatang dan dia menghisapnya kuat kuat lalu menyemburkan asap rokok dari mulutnya, kepulan kepulan asap itu melayang lalu hilang diterbangkan oleh angin
"Perasaan aku tidak enak" gumam Diandra, dia berguling kesana kemari di tempat tidurnya, matanya tidak mampu dia pejamkan, entah kali ini perasaannya benar benar sangat tidak enak, dia sendiri tidak tahu ada apa
Mencoba memejamkan matanya, tapi justru perasaannya semakin tidak karuan
"Akan ada sesuatu, tapi aku tidak tahu apa itu" gumam Diandra lagi, berkali kali dia menghela nafas panjang namun perasaannya semakin tidak karuan rasanya
Akhirnya dia memutuskan untuk menelpon Hera dan berharap sahabatnya ini belum tidur
"Ada apa Di?" tanya Hera begitu mendapatkan telpon dari Diandra
"Memangnya kenapa?" tanya Hera dari balik seberang
"Gag tau, cuman merasa ada sesuatu yang buruk yang akan terjadi tapi gw ga tau apa " kata Diandra dengan perasaannya yang gelisah itu
"Loe percaya kan sama intuisi?" tanya Diandra kepada Hera yang sedang mendengarkan dari seberang sana
"Percaya, lalu kenapa?" tanya Hera
"Nah intuisi gw ini ga pernah salah, gw merasa akan ada sesuatu yang terjadi yang entah itu apa" jawab Diandra pelan sambil menghela nafas panjang menatap kosong ke langit langit kamar
"Hei Lo bicara apa sih, dengerin gw Di mending coba Lo tenangkan diri dan perasaan Lo dulu, mungkin Lo sedang berpikir yang bukan bukan, karena Lo kan habis kena penculikan bisa jadi semua ketakutan lo yang ada di bawah sadar Lo muncul begitu aja di pikiran Lo" kata Hera berusaha menenangkan Diandra
Diandra menghela nafas panjang,.dia tidak menyahut atau membalas kata kata dari Hera
__ADS_1
"Lo masih ada disitu kan?" tanya Hera
"Iya masih" balas Diandra cepat
"Atau Lo coba bicarakan ini kepada Alfian mungkin dia ada solusinya" ucap Hera memberikan usulan kepada Diandra
"Gw rasa ga perlu deh, secara Alfian sudah punya banyak masalah gw ga mau ngerepotin dia" ujar Diandra sambil menghela nafas panjang
"Tapi kayaknya ga deh, dia ga pernah merasa direpotkan sama loe deh" Tukas Hera kepada Diandra
"Oh ya Di gw udah denger cerita elo yang di rumah sakit tadi, Donny telpon gw dan menceritakan semuanya kejadian yang ada di rumah sakit dan gw berharap dia kena batunya" kata Hera dengan nada sedikit geram
Diandra yang mendengar kekesalan Hera langsung tertawa lepas
"Kok Lo yang jadi kesal sih?" tanya Diandra yang masih tertawa
"Gimana coba gw ga kesal, ga ada habis habisnya tuh anak gangguin hidup elo berdua, lagian cantik cantik ga punya harga diri sama sekali" kata Hera masih dengan nada suara geramnya
"Ya sudah biarkan saja, nanti juga kena batunya kok, lagian nih ya gw yakin pasti dia akan jatuh juga dan menyerah kapan itu yaah gw ga tau" ucap Diandra dengan nada santai
"Semoga saja begitu" kata Hera dengan suara pelan
"Di, gw udah ngantuk mata gw udah berat, besok lanjut lagi ya" kata Hera sambil menguap
"Oh iya ga pa pa, gw juga udah mulai mengantuk banget,mungkin besok pagi kalau Alfian datang gw akan mencoba menceritakan semua kegelisahan gw sama dia dan gw berharap dia punya solusinya" kata Hera pelan
"Nah itu baru bener, ya sudah gw tutup dulu yak, besok lanjut" kata Hera mengakhiri pembicaraannya, yang langsung ditutup oleh Hera sendiri
Sementara itu matanya Diandra masih nyalang di atas tempat tidur, berusaha melupakan semua kegelisahan hatinya dia berusaha untuk memejamkan matanya sambil berdoa semoga semuanya dalam keadaan baik baik saja
Dan tidak berapa lama kemudian Diandra langsung terbang menuju alam mimpinya
__ADS_1