
Donny langsung menghubungi Pak Artha selaku manajer keuangan di tempat Diandra bekerja yang merupakan atasannya Diandra
begitu nada deringnya tersambung Donny langsung berkata dengan suara tegas
"Hallo pak Artha saya Donny "
"Oh iya pak Donny ada apa ya?" tanya Pak Artha dengan nada bingung karena tidak biasanya seorang Donny asisten pribadi dari Alfian menelpon dirinya
"Begini pak ini saya dapat pesan dari bapak Alfian selaku pimpinan dan pemilik dari perusahaan ini meminta sama bapak untuk tidak lagi mengizinkan Diandra untuk lembur pak" kata Donny masih dengan suara tegas dan sedikit penekanan
"Tapi saya tidak menyuruh Diandra untuk lembur pak" ucap pak Artha dengan bingung
"Iya, hanya saja saat ini jika bapak tahu Diandra sedang lembur menyelesaikan tugas tugasnya yang kemarin apa bapak bisa menundanya dan menelpon Diandra untuk besok saja menyelesaikan semuanya?" tanya Donny dengan sedikit menekan Manajernya Diandra
"Oh iya baik pak, saya akan menelpon Diandra untuk tidak lembur, dan menyuruhnya untuk pulang sekarang " jawab pak Artha lagi
"Satu lagi pak, kalau bisa Diandra jangan diberikan tugas yang banyak, saya minta sebagian tugas dari Diandra dapat dibantu oleh dengan yang lain, apa bisa begitu?" tanya Donny meminta persetujuan langsung sama pak Artha
"Baik pak, bisa " jawab pak Artha dengan nada pasrah
"Baik kalau begitu, terima kasih atas kerjasamanya" ucap Donny masih dengan suara tegasnya langsung menutup telpon
Sambil menghela nafas panjang Donny mengomel dengan suara pelan
"Begini amat ya kerja sama bos yang lagi kena budak cinta"
Tapi begitu menyadari di ruangan itu tidak ada siapa siapa, Donny langsung bergidik ngeri dan buru buru masuk balik ke dalam ruangannya Diandra
Alfian menatap Donny dengan pandangan tajam, meminta jawaban dari Donny namun Donny pura pura tidak melihat Alfian, hingga membuat Alfian sedikit kesal dengan Donny, ingin rasanya dia menendang Donny tapi dia tahan karena dia harus menjaga imagenya didepan Diandra, akhirnya Alfian hanya bisa menatap kesal ke arah Donny, namun Donny berpura pura tidak menanggapi tatapan kesalnya Alfian
Tiba tiba handphone Diandra berdering, membuat Alfian dan Donny langsung melihat Diandra, didalam hati Alfian langsung bersorak kegirangan, Diandra mengernyitkan dahinya melihat siapa yang menelponnya, begitu yang menelpon Pak Artha seorang manajer keuangan atasannya dia, Diandra langsung segera mengangkat handphonenya
"Selamat sore pak " sapa Diandra lewat handphone
"Sore, Diandra apa kamu masih ada di kantor?" tanya Pak Artha
"Masih, ada apa ya pak?" tanya Diandra
"Begini Di...saya cuman mau tanya apa ada pekerjaan yang urgent yang harus diserahkan kepada saya?" tanya Pak Artha
"Sebenarnya sih tinggal sedikit lagi memangnya kenapa ya pak?" tanya Diandra heran, karena tidak biasanya pak Artha menelpon dia lewat waktu karena pekerjaan
"Kalau begitu kamu pulang aja, nanti besok kamu lanjutkan saja sisanya, jangan membantah ini perintah " ucap Pak Artha dengan suara tegasnya
"Baik pak, terima kasih" jawab Diandra dengan sedikit heran
Lalu dia menutup handphonenya dan memandangi handphone yang masih ada dalam genggamannya
"Ada apa Diandra?" tanya Alfian pura pura tidak tahu
Diandra lalu langsung memicingkan matanya, sambil mengira ngira apakah ini adalah ulah dari seorang Alfian orang yang sedang duduk di hadapannya yang bekerja sama dengan Donny si asisten pribadi
"Kenapa kamu menatap aku seperti itu sayang?" tanya Alfian menatap Diandra dengan tatapan yang pura pura tidak tahu apa apa
"Kamu sama Donny yang merencanakan semuanya ini kan ya, ayo ngaku" tuduh Diandra menatap tajam ke arah Alfian
Alfian pura pura bingung dengan tampangnya yang sok polos dia langsung bertanya kepada Diandra
"Merencanakan apa?" tanya Alfian lagi, lalu dia langsung menatap Donny meminta bantuannya, namun lagi lagi Donny pura pura tidak melihat, dia pura pura sibuk menatap layar handphonenya padahal dalam hatinya dia tertawa puas sambil meledek Alfian dalam hati
"Donny...memangnya elo ada rencana berbuat apa!?" tanya Alfian sedikit dengan suara keras, biar Donny mau mendengarnya, Donny langsung menatap Alfian dengan pandangan bertanya
"Berbuat apa ya?" tanya Donny juga ikut ikutan berpura pura bingung
"Sudahlah kalian berdua ini sama saja otaknya" ketus Diandra, yang akhirnya memutuskan untuk pulang, Diandra kemudian membereskan semua berkas berkas pekerjaan kantor, menyimpannya di laci meja kerjanya dan kemudian mematikan komputernya, kemudian dia langsung mengambil tas kerjanya dan langsung berjalan menuju pintu
"Diandra tunggu aku dong" kata Alfian sambil menyamai langkahnya dengan langkah Diandra sementara Donny berjalan di belakang mereka berdua
ruangan finance tampak sangat sepi sekali, para karyawan sudah banyak yang pulang hanya tinggal mereka bertiga yang tersisa yang masih belum pada pulang
Mereka bertiga langsung menuju lift dan menekan tombol menuju bassement, setibanya mereka di bassement, mereka langsung menuju mobil mereka masing masing, Diandra ikut dengan Alfian
"Masuk " kata Alfian membukakan pintu untuk Diandra
"Makasih " jawab Diandra
__ADS_1
"Sama sama sayang" balas Alfian tersenyum sambil mengedipkan mata
Alfian langsung masuk ke pintu supir, melihat Diandra sudah siap Alfian langsung menyalakan mesin mobilnya, sebelum Alfian menjalankan mobilnya tampak Donny membukakan jendela penumpang
"Alfian jangan lupa, nanti mampir ke Club'!" seru Donny yang mendapat acungan jempol dari Alfian, Donny langsung pergi mendahului Alfian dan Alfian mengikuti Donny dari belakang, mobil mereka berjalan beriringan sebelum nantinya mereka berpisah setelah keluar dari parkiran kantor
Diandra tampak diam, matanya fokus ke depan tidak ada pembicaraan diantara mereka berdua sementara Alfian sibuk fokus menyetir
"Di...bicara dong " kata Alfian yang sudah tidak tahan dengan kebisuan Diandra
Diandra langsung menoleh ke arah Alfian dan menatap Alfian dengan pandangan bingung
"Apa yang mau dibicarakan?" tanya Diandra menatap Alfian
"Apaan kek, misalkan rencana pernikahan kita nanti mau konsepnya seperti apa" jawab Alfian sekenanya
"Bukannya masih lama ya?" tanya Diandra tampak berpikir
"Enam bulan itu cepat loh Di...kamu baru merem aja tiba tiba besok sudah nikahan kita " jawab Alfian dengan suara santai
"Itu artinya kamu yang ngarep " cibir Diandra
"Lah tidak apa apa kan kalau aku ngarep, memangnya kamu ga berharap nikah sama aku?" tanya Alfian masih fokus dengan menyetirnya
Diandra yang ditanya itu langsung terdiam, dia bingung harus menjawab apa disisi lain dia merasa Alfian benar benar mencintainya tapi di sisi lain dia merasa ini terlalu cepat dan dia masih tidak percaya kalau Alfian mencintainya, dia hanya berpikir biar waktu saja yang menjawabnya karena dia tahu Alfian itu seperti apa
"Diandra jawab dong pertanyaan aku " desak Alfian
"Pertanyaan apa?" tanya Diandra pura pura tidak mengerti
"Kamu ini...masa kamu tidak mendengar pertanyaan aku tadi " kata Alfian dengan suara sedikit kesal
"Yaa maaf Alfian aku kan tidak mendengarnya" jawab Diandra dengan nada menyesal
"Alfian kamu lapar ga?" tanya Diandra mencoba mengalihkan pembicaraan yang sudah pasti Diandra masih belum bisa menjawabnya
"Memangnya kamu sudah lapar?" tanya Alfian sambil sedikit menoleh ke arah Diandra
"Sedikit sih, tapi kamu kan mau ke club' ga usah aja deh " jawab Diandra spontan
"Tidak tidak, kamu sebelum pulang harus makan dulu, aku ga mau calon isteri aku sakit nanti karena telat makan nanti yang ada aku dimarahi sama calon mertua " kata Alfian panjang lebar
"Gag kok..gag berlebihan..aku ga mau kamu jatuh sakit karena telat makan malam" bantah Alfian
Diandra yang mendapat perhatian seperti itu langsung terdiam
"Jangan terlalu baik sama aku..aku hanya takut tidak bisa membalasnya " kata Diandra dalam hati, matanya menerawang jauh mengingat apa yang terjadi di masa lalu
Begitu melihat Diandra melamun, Alfian langsung menggenggam tangan Diandra
"Apa yang kamu pikirkan, kenapa kamu melamun ?" tanya Alfian beruntun
Diandra langsung menoleh menatap Alfian dengan pandangan sedikit sedih
"Aku hanya takut kalau aku yang tidak mampu membalas cinta kamu Alfian" jawab Diandra dengan jujur
Alfian langsung meminggirkan mobilnya dan mematikan mesin mobilnya, berbalik menatap Diandra dengan pandangan lembutnya sambil memegang dagu Diandra memaksa mata Diandra bertemu dengan mata Alfian
"Maka aku yang akan terus memberikan cinta aku kepada kamu, dan akan terus mengisinya di hati kamu hingga kamu sendiri yang akan menerima itu mau tidak mau" jawab Alfian tulus dengan suara pelan
Diandra mencoba mencari ketulusan disana, dan mencoba meyakinkan dirinya kalau Alfian yang terbaik untuknya
"Kamu tahu, jika kamu tidak mempunyai cinta yang besar untuk aku maka aku yang akan memberikannya bahkan jauh lebih besar, cuman satu yang aku minta tetaplah berjalan bersama dengan aku, walau apapun yang terjadi" ujar Alfian mencoba meyakinkan Diandra
"Kamu mau kan percaya sama aku?" tanya Alfian meminta kepastian dari Diandra, dan entah kenapa Diandra langsung menganggukkan kepalanya, mata Alfian seperti magnet yang terus menarik dirinya jauh sehingga dia tidak mampu lagi menolak dan hanya bisa mengiyakan
"Terima kasih karena sudah mempercayakan hatimu untuk aku Di " ujar Alfian penuh haru, sambil mencium kedua tangan Diandra secara bergantian
"Alfian aku lapar " kata Diandra pada akhirnya hanya untuk mengusir rasa canggung yang ada di dalam hatinya
Alfian yang mendengar itu langsung tertawa
"Kita cari makan ya" ajak Alfian dengan nada lembut yang langsung diiyakan oleh Diandra
"Aku ingin makan pecel ayam langganan aku" kata Diandra sambil tersenyum
__ADS_1
"Dimana itu ?" tanya Alfian ingin tahu
"Nanti akan aku tunjukkan, gag jauh kok dari rumahku" jawab Diandra
"Ya sudah aku ikut apa kata kamu aja lah " ujar Alfian sambil menyalakan mesin mobilnya
Alfian terus menyetir mobil sementara Diandra membantu mengarahkan jalannya, hingga sampailah mereka di pinggir jalan yang dimana disana banyak sekali penjual kaki lima yang sedang menunggui dagangannya, ditengah tengah para pedagang kaki lima ada tenda ukuran besar yang bertuliskan dengan tulisan mencolok pecel ayam dan pecel lele, dan tampak ramai sekali pembeli yang sedang mengantri
"Kamu ga apa apakan makan disini?" tanya Diandra agak sedikit khawatir
Alfian yang belum pernah makan di pinggir pinggiran jalan hanya bisa tersenyum pasrah "Kenapa?" tanya Diandra dengan rasa khawatirnya
"Tidak apa apa kok aku makan disini" jawab Alfian berusaha menahan rasa jijiknya, karena baru kali ini dia makan di pinggiran jalan, selama ini dia paling sering restorant atau cafe, dan dia selalu menjaga higienitasnya
"Apa mau pindah aja?" tanya Diandra menatap Alfian
"Tidak usah, aku juga lapar" jawab Alfian mencoba meyakinkan Diandra tapi sayangnya justru membuat Diandra menjadi tidak yakin
Diandra langsung menarik tangan Alfian untuk balik ke mobil
"Sayang ayolah aku ini sudah lapar, tenang saja aku tidak bakalan kenapa kenapa" kata Alfian masih mencoba meyakinkan Diandra
Diandra langsung berhenti menarik tangannya Alfian, dia langsung menarik nafas panjang dan memandang Alfian dengan pandangan agak sedikit jengkel
"Dengar ya Alfian, kalau kamu kenapa kenapa gara gara makan di tempat seperti ini, aku yang pasti disalahkan sama kalian" ujar Diandra dengan suara jengkel
"Aku takut mama dan papamu berpikir kalau aku telah memberikan sesuatu kepada kamu" kata Diandra masih dengan suara jengkel
"Aku ga apa apa Di, kita balik lagi ya" bujuk Alfian
"Ya sudah tapi kalau kamu ada apa apa, aku ga mau tanggung jawab" kata Diandra mengerucutkan bibirnya
Alfian tersenyum lalu mengacak acak rambutnya Diandra "Kamu tenang saja, palingan aku yang disuruh tanggung jawab" bisik Alfian
"Loh tanggung jawab apa?" tanya Diandra menatap Alfian bingung
"Tanggung jawab buat menikahi kamu" bisik Alfian lagi langsung tertawa keras
Blush wajah Diandra langsung memerah, kalau saja semua karyawan tahu bagaimana seorang pemilik perusahaan lagi sedang kena budak cinta, pasti mereka akan mengelus dada karena mereka tidak akan menyangka seorang Alfian yang terlihat tegas, berwibawa dan hampir tidak ada senyuman didepan Diandra calon isterinya bisa jadi receh
"Apa apaan sih kamu " ujar Diandra mengerucutkan bibirnya, sungguh dia sangat malu sekarang, demi menutupi rasa malunya Diandra langsung berjalan cepat mendahului Alfian yang masih tertawa
"Diandra tungguin aku...!" teriak Alfian, dia langsung berlari kecil menyusul Diandra yang sudah berjalan mendahuluinya, Alfian langsung menggandeng tangannya Diandra biar Diandra tidak lagi meninggalkan dirinya
Pecel ayam kaki lima itu tampak sangat ramai, Diandra dan Alfian mencari tempat kosong untuk duduk setelah mengambil buku menu, tidak hanya dijual pecel ayam dan lele saja tapi juga menjual makanan seafood, makanan yang digemari oleh Diandra namun saat ini Diandra lagi sangat ingin makan nasi pecel ayam
Setelah menuliskan makanan yang mereka pesan di bon nota, Alfian langsung memberikannya kepada pelayan yang kebetulan sedang lewat didepannya mereka, sembari menunggu makanan datang mereka berdua tampak asyik berbincang bincang mengenai masa SMA dulu
"Jadi kamu di Jepang itu, hanya sampai tamat SMA?" tanya Alfian dengan penuh rasa ingin tahu
"Tadinya mau sekalian kuliah di sana, tapi bunda dan ayah tidak setuju aku tinggal terlalu lama disana, karena mereka sangat kesepian di Indonesia" jawab Diandra pelan
"Maafin aku ya Di...karena kalau seandainya waktu itu aku membela kamu Sandra akan semakin menjadi jadi membully kamu dan akan semakin membuat kamu terluka, hanya saja kejadian terakhir di sekolah aku sengaja tidak mau ikut campur bukan karena apa aku hanya tidak ingin Sandra akan semakin brutal " kata Alfian memberikan penjelasan, lalu dia menambahkannya lagi
"Ketika semuanya sudah bubar, aku ingin membantu kamu cuma pada saat itu kamu sudah tidak ada " sesal Alfian sambil menggenggam tangan Diandra dengan erat
Diandra menghela nafas panjang, dia sampai sekarang masih belum mengerti mengapa Sandra masih sangat membencinya
"Kenapa dia membenci aku?" tanya Sandra ingin tahu, berharap Alfian punya jawabannya karena dia tahu Sandra paling sangat dekat dengan Alfian, yang mungkin dia akan menceritakan mengapa Sandra sangat tidak menyukainya
Namun lagi lagi Diandra menghela nafas panjang, begitu Alfian menjawab dengan gelengan kepalanya "Entahlah aku sendiri ga tau Di...kenapa dia sampai berbuat begitu, tapi bukankah emang wataknya seperti itu bukan seh?" kata Alfian sambil bertanya
"Mungkin saja..entahlah hanya dia dan Tuhan yang tahu" jawab Diandra tersenyum
"Tapi kamu berubah loh 360 derajat, aku sendiri sampai tidak mengenali kamu" puji Alfian sambil menatap Diandra dalam dalam, yang ditatap malah justru tersipu malu
Alfian langsung tersenyum dalam hati sambil berkata sendiri "Bisa ga sih dihalalin dulu, rasanya pengen dibawa pulang"
Diandra yang sedang melihat Alfian lagi komat Kamit ga jelas langsung menatap Alfian dengan heran
"Kamu kenapa?" tanya Diandra
"Lagi berdoa " jawab Alfian santai
"Berdoa apa?" tanya Diandra lagi masih dengan wajah bingungnya
__ADS_1
"Doain kita biar cepat cepat dihalalkan " jawab Alfian tersenyum menggoda Diandra, Diandra langsung terdiam tidak membalas apa apa, hanya langsung membuang pandangannya ke arah lain untuk menutupi rasa malunya
"Di.. aku janji kalau aku tidak akan membiarkan Sandra menyentuhmu lagi" kata Alfian dengan nada serius