Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 36


__ADS_3

Selama perjalanan, Alfian fokus sibuk menyetir mobilnya, sementara Diandra menjadi penunjuk jalan Alfian dia tidak mau Alfian salah jalan karena dia sangat ingin cepat cepat pulang ke rumah bertemu dengan ayah dan bundanya, untungnya Hera juga ikut serta dalam perjalanan pulangnya kali ini


Sementara Hera di belakang sibuk dengan gadgetnya hingga Diandra menoleh ke belakang karena tidak biasanya Hera diam selama di perjalanan "Kemarin malam elo pulang sama siapa?" tanya Diandra ingin tahu "Pulang sendiri lah setelah ada yang tinggalin gw sendirian di dalam pesta" sindir Hera, Diandra langsung tersenyum "Sorry Hera" jawab Diandra agak sedikit menyesal "Its oke Diandra yang penting elo aman" kata Hera sambil tersenyum tulus


"Gw aman kok" jawab Diandra, sambil melirik ke arah Alfian "Oh iya mengenai kemarin malam, elo ada telpon ayah sama bunda kan?" tanya Diandra serius "Iya, pas gw pulang dari acara kemarin, gw langsung telpon orang tua elo, biar mereka ga kepikiran " jawab Hera "Syukurlah kalau begitu, gw takut mereka kepikiran tentang gw" ujar Diandra agak sedikit khawatir "Sudahlah semuanya aman" jawab Hera mencoba menenangkan Diandra "Thanks ya Hera, elo emang sahabat gw yang paling oke" kata Diandra memuji Hera dengan penuh ketulusan, Hera hanya membalas sambil tersenyum


Alfian yang masih fokus mengendarai mobil tiba tiba dia berkata kepada Hera dengan suara dinginnya "Terima kasih karena sudah menjaga Diandra calon isteri gw"


Diandra dan Hera langsung terkejut begitu mendengar Alfian berkata seperti itu


"Kenapa dia?


apa Dia serius bilang begitu?" tanya Hera kepada Diandra dari belakang


" Kenapa tanya sama gw, kenapa ga nanya langsung sama yang ngomong" jawab Diandra dengan suara kesal


" Dengar ya Alfian disini gw mau menjelaskan kalau gw bukan calon istri elo" kata Diandra dengan suara tegas sambil menatap lurus ke depan dengan wajah yang cemberut, Alfian langsung menoleh ke arah Diandra, tiba tiba langsung tertawa begitu melihat wajah cemberutnya Diandra, baginya Diandra tambah semakin cantik kalau dia sudah cemberut seperti itu


lalu dengan suara tegas Alfian langsung berkata


"Suka tidak suka, mau ga mau elo adalah calon isteri gw mulai kemarin malam"


Diandra langsung menoleh dengan wajah sengit dan marah " Memangnya elo siapa, berani mengklaim diri gw sebagai calon isteri elo " kata Diandra dengan suara sengitnya, tiba tiba mobil Alfian berhenti mendadak, membuat Hera dari kursi belakang terbentur kepalanya "Alfian brengsek loe...!" teriak Hera dengan marah, tapi dia langsung kaget begitu melihat Alfian terlihat ingin mencium Diandra


"Loe mau apa..?" tanya Diandra langsung memundurkan wajahnya, begitu wajah Alfian ingin mendekati wajah Diandra "Dengar Diandra, seorang Alfian tidak bisa dibantah dan dia pasti akan mendapatkan apa yang dia mau" kata Alfian dengan suara dingin dan wajah yang terlihat dingin menatap Diandra sedemikian rupa, hingga Diandra menjadi takut


Tiba tiba Alfian menjulurkan tangannya untuk merapikan anak rambut Diandra, dia menyentuhnya dengan sangat lembut "Paham Diandra?" tanya Alfian dengan suara lembut kali ini, namun terasa dingin ,Diandra langsung menganggukkan kepalanya "Maka dari itu jadilah anak penurut" kata Alfian lagi sambil tersenyum menatap Diandra dengan penuh pandangan intim


"Ka kalau begitu elo boleh nyetir lagi" cicit Diandra pelan pelan sambil mendorong tubuh Alfian untuk menjauhinya, Alfian tersenyum simpul melihat Diandra ketakutan "Anak pintar" kata Alfian membelai rambut Diandra dengan rasa sayang, lalu dia kembali ke posisi semula, kali ini tidak ada yang berani bicara, apalagi Hera begitu melihat Alfian seperti itu "Sejak kapan Alfian menyukai Diandra?" tanya Hera dalam hati, namun dia tidak berani menanyakan hal itu secara langsung, dia akan mencari tahu lewat sahabat sahabatnya Alfian nanti

__ADS_1


Sesampainya di rumah Diandra, mobil langsung berhenti di luar pagar Diandra "Terima kasih sudah mau antar gw pulang" kata Diandra sambil menoleh ke arah Alfian, Alfian diam saja tidak menanggapi ucapan Diandra "Alfian pintunya dibuka dong" kata Diandra ketika mau buka pintu mobil namun masih terkunci, akhirnya Alfian langsung membuka pintu mobilnya dan dia juga ikutan keluar


"Elo mau ngapain?" tanya Diandra begitu melihat Alfian turun dari mobil "Elo itu bener bener ga sopan ya, sudah disuruh nyetir terus ga diajak masuk, kasih minum kek apa kek" kata Alfian dengan nada menyindir "Gw ga nyuruh elo buat nyetir apalagi anterin sampai ke rumah gw" kata Diandra sinis "Tetep aja sayang, gw masa biarin calon istri gw pulang sendiri" kata Alfian sambil tersenyum, Diandra langsung mendengus kasar begitu Alfian mengatakan calon isteri


Diandra tidak menghiraukan Alfian lagi, dia langsung berjalan di depan, menuju ke rumahnya, membuka pintu pagar dan kemudian mengetuk pintu rumah akhirnya bundanya yang membuka pintu depan, begitu melihat Diandra membawa tamu, bundanya langsung segera menyuruhnya untuk masuk


"Tante " sapa Alfian dengan sopan sambil mencium tangan bundanya Diandra, bundanya Diandra langsung tersenyum


"Ini siapa?" tanya bunda


"Saya Alfian Tante"


"Kok saya tidak pernah melihat kamu?"


"Diandra menyembunyikan saya Tante "


Diandra langsung mendelik tajam ke arah Alfian, namun Alfian seperti acuh tidak acuh


"Ayok semuanya duduk dulu, mau minum apa?" tanya bunda


"Apa saja Tante, jangan repot repot" kata Alfian sopan


"Kamu Hera?" tanya Bunda sambil menatap Hera


"Nanti biar saya ambil sendiri aja" kata Hera sambil nyengir


"Ya sudah Tante masuk ke dapur dulu, Diandra tolong panggil ayahmu" kata bunda Diandra sambil menyuruh Diandra memanggil ayahnya


"Iya bunda" jawab Diandra patuh

__ADS_1


Diandra langsung segera menuju kamar kedua orang tuanya sementara bundanya menuju dapur untuk membuatkan minuman


Diandra mengetuk pintu kamar kedua orangtuanya, lalu tak lama kemudian ayahnya membukakan pintu kamar


"Diandra kapan kamu datang nak?" tanya ayahnya


"Tadi barusan saja ayah" jawab Diandra sambil mencium tangan ayahnya


"Ayah dipanggil ibu didapur " kata Diandra lagi


"Oh ya sudah, tunggu sebentar" kata ayahnya, ayahnya lalu masuk ke dalam kamar, dan berganti pakaian lalu keluar dari kamar


Sementara itu Diandra sudah kembali ke ruang tamu, masih terdapat Hera dan Alfian disitu duduk saling berdiam diri


"Diandra, anak itu mau ngapain sih ?" tanya Hera sambil berbisik


"Mana gw tahu Hera, coba aja elo tanya mau ngapain dia kemari" kata Diandra acuh


"Kan elo calon isteri nya" goda Hera sambil tertawa cekikikan


"Dasar gila" desis Diandra kesal


Tak lama kemudian ayah dan bundanya datang dari arah dapur ke ruang tamu, bundanya menaruh minuman es sirup dingin dan cemilan berupa kue kue yang dia taruh di atas meja


"Ayok diminum dan dicicip" kata bunda Diandra sambil tersenyum menatap Alfian dan Hera


"Terima kasih Tante" kata Alfian masih sopan


Tiba tiba Alfian langsung berdecak, membuat semua orang menoleh ke arahnya dan pada saat itu Alfian akan memberikan sebuah kejutan yang cukup besar, yang akan membuat mereka terkejut sama sekali

__ADS_1


__ADS_2