
""Alex i Miss you so much" kata Hera dengan suara agak sedikit manja
"Miss you miss you miss you, kalau ditelpon bilang begitu coba kalau tidak " gerutu Alex
"Hehehehehe " balas Hera
"Dimana ?" tanya Alex
"Lagi ada di jalan sama temen temen ,kenapa?" tanya Hera
"Ketemuan yuk nanti, mumpung gw lagi ada di Indonesia " ajak Alex untuk ketemuan
"Tomorrow aja bagaimana?" tanya Hera
"Oke lah kalau begitu" jawab Alex
"Ya ampun Alex kangen banget sama kamu, oh iya kapan kamu datang ke Indonesia?" tanya Hera ingin tahu
"Dua hari yang lalu, dan gw masih jetlag dong sampe kemaren" jawab Alex
"Ya sudah, besok gw info mau ketemuan dimana" ujar Hera
"Oke gw tunggu kabar dari elo ya, bye see you tomorrow " jawab Alex
"Bye, see you tomorrow too" balas Hera
Hera pun langsung mematikan handphonenya sambil tersenyum menatap handphone
"Hera, kayaknya elo hutang penjelasan sama gw deh" ujar Diandra sambil menatap Hera dengan pandangan ingin tahu
Hera langsung menoleh sambil tersenyum memperlihatkan sederet giginya yang putih
"Si Alex?" tanya Hera menatap Diandra
Diandra langsung menganggukan kepalanya
"Ya ampun gw lupa kasih tau ke elo, nanti deh gw ceritain" kata Hera sambil menepuk jidatnya
"Eh iya, besok gw mau ada rencana ketemuan sama dia, mau ikut gag elo?" tanya Hera lagi kepada Diandra
__ADS_1
Namun belum sempat Diandra menjawab tiba tiba Alfian langsung menjawab cepat
"Tidak boleh, Diandra tidak boleh ketemuan sama yang namanya Alex"
Diandra dan Hera langsung menoleh ke arah Alfian sambil menatap Alfian dengan pandangan heran terutama Diandra
"Kamu kenapa sih?" tanya Diandra
"Pokok kamu gag boleh ketemuan sama Alex udah gitu aja dan ga pake alasan" jawab Alfian lagi sambil menatap Diandra
"Tapi kan aku sendiri tidak kenal sama yang namanya Alex, masa sih aku ga boleh" ujar Diandra, dia sangat ingin berkenalan dengan yang namanya Alex bukannya apa apa, dia berharap semoga Alex bisa cocok dengan Hera
"Terus tujuan kamu ingin kenalan sama yang namanya Alex Alex itu kenapa?" tanya Alfian ingin tahu
Diandra tiba tiba nyengir sambil memandang Hera
"Siapa tahu Alex itu jodohnya Hera " jawab Diandra masih memandang wajah Hera yang tiba tiba bersemu merah
"TIDAK BOLEH !" tiba tiba Donny langsung berteriak sambil memukulkan kemudi mobilnya dan alhasil semua mata memandang Donny dengan pandangan heran
"Elo kenapa?" tanya Alfian dari arah belakang
"Itu..gw cuman bantuin elo doang kok Al " jawab Donny sekenanya saja
"Bantuin untuk apa?" tanya Alfian masih meminta jawaban dari Donny
"Bantuin....oh iya ini pasarnya dimana?" tanya Donny kepada Diandra tiba tiba untuk mengalihkan pertanyaan dari Alfian
"Lurus nanti didepan belok kanan, disitulah pasarnya" jawab Diandra memberikan arahan untuk Donny
"Siap baik " jawab Donny dengan mata fokus ke depan
Namun bukan Alfian namanya kalau dia belum mendapatkan jawaban yang memuaskan apalagi ini dari seorang Donny yang tiba tiba berteriak tidak jelas, padahal yang dia tahu Donny bukanlah orang yang seperti itu, Donny yang dia tahu itu pembawaannya tenang, dan tidak mudah tersulut emosi apalagi untuk hal hal yang sepele semuanya dia pikirkan secara matang matang
"Don..elo belum jawab pertanyaan gw" kata Alfian memperingatkan Donny yang sedang menyetir
"Iya bantuin elo, biar Diandra tidak jadi ikut ketemuan" jawab Donny sekenanya
"Apaan sih elo gag jelas, bilang aja elo keberatan kalau Hera ketemuan sama temennya kan, ayok ngaku" kata Diandra tidak terima dirinya dijadikan kambing hitam oleh Donny
__ADS_1
Donny langsung terdiam mendengar kata kata dari Diandra barusan
"Gw ga ikutan " jawab Alfian dengan wajah polosnya
Tiba tiba timbul ide jahil Diandra membuat Donny menjadi panas hatinya
"Emang Alex ganteng Hera?" tanya Diandra sambil menoleh ke belakang
"Ganteng banget, dia itu di kampus jadi idola banyak cewek bahkan dia itu juga salah satu pemilik bisnis property di Jerman yang cukup mumpuni disana" jawab Hera dengan semangat
"Loh kok bisa dia berusaha disana?" tanya Diandra Hera
"Setau gw sih, Alex itu orang tuanya udah tinggal disana kan dia sendiri keturunan Jerman, ibunya orang Indonesia ikut papanya ke Jerman karena papanya warga asli sana yang mempunyai usaha disana juga" jawab Hera dengan nada antusias
"Ceritain dong tentang Alex" kata Diandra lagi dengan antusias, yang tanpa dia sadari Alfian dari belakang sudah menatap Diandra dari belakang dengan pandangan tajam dan agak sedikit marah
"Alex itu tipe cowok yang sangat perhatian banget, apalagi kalau lihat temannya ada yang kesusahan, dia itu tipe cowok yang gimana ya menurut gw, gampang bikin orang jatuh cinta jika lihat dia pertama kali" Hera mulai bercerita
"Gw sama dia itu sudah sangat akrab sekali, bahkan tak jarang dia selalu ada di saat gw butuh dia, pokoknya dia anaknya asyik banget deh dan kalau elo kenal sama dia gw yakin elo pasti bakalan suka sama dia, gimana elo tertarik ketemu sama dia?" tanya Hera balik
Belum sempat Diandra menjawab tiba tiba dari arah belakang Alfian sudah langsung berkata dengan suara tajam kepada Hera
"Elo kalau mau ketemuan, ketemuan sana jangan ajak ajak Diandra paham?!" kata Alfian dengan suara yang lumayan keras, membuat orang yang mendengar langsung ciut
"Kamu kenapa sih?" tanya Diandra kesal kepada Alfian
Alfian diam saja tidak menjawab pertanyaan dari Diandra, Diandra langsung menoleh ke arah Alfian, tampak wajah Alfian sudah kusut, tampak seperti dia sedang menahan emosinya
"Berani kamu ajak Diandra ketemuan sama cowok itu, jangan harap kamu bisa bertemu dengan Diandra" kata Alfian lagi sambil mengancam Hera yang duduk di sebelahnya
Hera menatap tajam ke arah Alfian, dan Diandra yang mendengar itu rasanya ingin marah kepada Alfian karena berani beraninya mengancam Hera yang notabene Alfian juga tahu kalau Hera adalah sahabatnya
"Jangan mengancam sahabat aku Alfian " kata Diandra memperingatkan Alfian
"Sebelum kamu kenal aku, sebelum kamu tahu siapa aku, aku dan Hera sudah berteman bahkan saat aku di bully oleh pacar kamu, Hera yang membela aku bukan kamu dan bukan kalian" kata Diandra dengan suara dingin
"Jadi jangan pernah mengancam Hera, hanya kamu cemburu buta, oh iya satu lagi yang harus kamu tahu Hera itu sudah lebih dari sahabat aku sendiri, kamu berusaha memisahkan kita maka jangan harap kamu akan bertemu aku lagi " kata Diandra kali ini dengan suara yang sangat tajam dan dingin
Suasana di dalam mobil semakin tidak nyaman, mereka semua akhirnya hanya diam tidak berkata apa apa hingga mobil itu sampai ke tempat tujuan
__ADS_1