
Alex sudah menunggu di tempat yang sudah dijanjikan oleh mereka berdua, bersama dengan Bryan mereka berdua menunggu kedatangan Alfian berkali kali dia melirik jam tangannya sambil mengetuk ngetuk kan jarinya di atas meja
"Kamu yakin mereka akan datang kemari?" tanya Alex menatap Bryan dengan tatapan tajam
"Yakin lah boss, masa ga yakin lagian ini juga masih jam berapa" ucap Bryan kepada Alex atasannya
Bryan benar, ini masih jam berapa salahnya dia sendiri yang terburu buru untuk datang ke tempat ini hanya karena masalah sepele seperti ini, harusnya Alex bisa saja mengiyakan apa yang menjadi permintaan Sandra, harusnya Alex tidak usah bersikeras untuk menikahi Sandra tapi ini hanya sebuah dendam yang harus dibalas, dendam karena kematian ayahnya, dendam karena ayahnya bunuh diri karena perbuatannya Sandra
Alex berkali kali menghela nafas panjang begitu memikirkan rencananya itu
"Tuan, ada informasi lagi" ucap Bryan yang kali ini wajah dan dan nada sangat serius
Alex langsung menatap Bryan dengan tatapan bertanya
"Informasi apa?" tanya Alex kepada Bryan dengan rasa ingin tahu
"Sandra disinyalir menjadi otak penculikan dari tunangannya Alfian" kata Bryan sambil berbisik kepada Alex
Alex yang mendengar itu langsung terkejut, dan menatap Bryan dengan tatapan meminta penjelasan sejelas jelasnya
"Hah apa maksud kamu?" tanya Alex menatap Bryan dengan tatapan tajam nya
"Diandra tunangan dari Alfian baru baru ini mendapatkan musibah yaitu sebuah penculikan, dan untungnya Diandra berhasil lolos dari si penculik itu dan disinyalir yang menjadi otak penculikan ini adalah Sandra rivalnya sendiri yang sudah menjadi musuh bebuyutan dari Diandra" kata Bryan menjelaskan dengan penuh rinci
"Musuh bebuyutan apa, rival apa kenapa aku tidak mengetahui tentang ini?" tanya Alex lagi kepada Bryan dengan nada tidak mengerti
"Begini Tuan, dari dulu Diandra adalah musuh utamanya Sandra, Diandra dulu selalu di bully oleh Sandra, mereka satu sekolah hingga pada akhirnya Diandra keluar dari sekolah itu akibat tidak tahan dengan apa yang dilakukan oleh Sandra, dan satu lagi Sandra bersama dengan Amel sering sekali membully Diandra apalagi ketika Sandra mengetahui jika Alfian pria yang dicintai Sandra sampai sekarang itu menyukai Diandra, namun menurut info justru sekarang Amel malah sudah berubah sikapnya menjadi lebih baik" kata assiten pribadi tersebut sambil menjelaskan kepada atasannya yaitu Alex
"Kapan kamu mengetahui akan hal ini?" tanya Alex dengan nada menyelidik kepada Bryan
__ADS_1
"Beberapa hari yang lalu, saya ingin mengatakannya kepada tuan namun tuan sibuk dengan pekerjaan tuan sendiri, jadi saya belum ada kesempatan untuk berbicara masalah ini kepada tuan" jawab Bryan dengan jujur
Alex menatap tajam ke arah asisten pribadinya
"Lalu apalagi yang kamu tahu tentang mereka?" tanya Alex dengan suara serius
"Hera teman anda adalah sahabat Diandra sedari dulu, dia selalu membantu Diandra jika Diandra dibully oleh mereka berdua dan dia selalu menjadi tameng untuk Diandra, namun setelah kepergian Diandra yang dirahasiakan oleh keluarganya itu, membuat Hera sempat menyesal sangat menyesal" jawab Bryan
Alex memiringkan wajahnya dan menatap Bryan sambil berpikir
"Lalu kenapa dia harus menyesal bukankah dia selalu membantu Diandra ketika terjadi pembullyan itu?" tanya Alex tidak mengerti
"Karena pembullyan terkahir yang dilakukan oleh Sandra dia tidak ada di tempat, karena ada yang harus dia kerjakan, jadi begitu Hera masuk ke sekolah lagi Diandra tiba tiba menghilang tanpa tahu dimana keberadaannya" jawab Bryan lagi, lalu dia kembali berkata
" Namun sekarang Diandra sudah berubah bukan lagi gadis yang lemah, dia tumbuh menjadi gadis yang kuat karena dia sempat pergi ikut bersama Tante dan omnya ke Jepang, disanalah dia belajar banyak dan kini dia datang menjadi gadis yang tangguh"
Alex yang mendengar itu langsung manggut manggut, menurutnya Informa yang diberikan oleh Bryan asistennya kini sangat berharga, dan kini dia tahu ternyata bukan hanya dia saja yang ingin membalas perlakuan Sandra namun ada orang lain juga yang ingin membalas perbuatannya Sandra
"Senang berkenalan dengan anda Tuan Alfian" ucap Alex dengan menunjukkan gestur yang ramah kepada Alfian namun tidak begitu dengan Donny, dia merasa Alex menjadi rival terberatnya saat ini karena Hera
"Saya juga senang bisa berkenalan dengan anda Tuan Alex" balas Alfian sambil tersenyum
"Dan ah Tuan Donny akhirnya kita bertemu lagi semenjak kejadian itu" kata Alex basa basi menatap Donny sambil tersenyum, namun Donny tidak menanggapi pernyataan dari Alex dia bersikap acuh tidak acuh, Alfian yang menyadari akan hal itu langsung pura pura batuk sehingga perhatian mereka kembali tertuju kepada dirinya kembali
"Ada apa anda ingin bertemu dengan saya?" tanya Alfian langsung menatap Alex dengan tatapan bertanya,kali ini dia tidak ingin terlalu ber basa basi
"Bagaimana kalau kita pesan minuman terlebih dahulu?" tanya Alex kepada Alfian yang tidak menggubris pertanyaan dari Alfian
"Anda mau minum apa?" tanya Alex lagi
__ADS_1
"Aur mineral saja, kebetulan saya habis dari rumah sakit jadi tidak boleh minuman lainnya, hanya air mineral saja" jawab Alfian sambil berkilah
"Bagaimana dengan anda Tuan Donny?" tanya Alex menatap Donny
"Aku sama dengan atasan aku saja air mineral" jawab Donny cepat
Alex langsung menganggukkan kepalanya lalu memanggil pelayan cafe tersebut, dan memesan minuman untuk mereka berikut dengan cemilan
Sepeninggal pelayan cafe tersebut suasana kembali hening, ada kecanggungan disana
"Sebaiknya kita langsung saja, karena saya juga ada keperluan lain lagi" ucap Alfian sambil melirik arlojinya, berpura pura kalau dirinya memang sangat sibuk
"Baiklah tanpa bermaksud lama lama saya ingin mengutarakan apa yang menjadi keinginan saya, saya hanya ingin anda membatalkan pesta pernikahan anda dengan Sandra" ucap Alex dengan ringan
Alfian yang mendengar itu menjadi terkejut begitu juga dengan Donny, Alfia mencari kesungguhan Alex disana dan memang tampaknya Alex sedang bersungguh-sungguh dengan permintaannya kali itu
"Memangnya kenapa?" tanya Alfian menatap Alex dengan tatapan yang cukup tertarik
"Mungkin bagaimana kalau saya mengatakan kalau saya menyukai Sandra dan mencintainya apa anda percaya?" tanya Alex menatap Alfian dengan pandangan ingin tahu apa jawaban dari Alfian
"Aku tidak tertarik dan tidak mau tahu tentang itu, lagian pesta pernikahan ini sudah disepakati bersama" ucap Alfian dengan nada serius
"Kata siapa, itu hanyalah kesepakatan antar kalian berdua saja, tapi saya dengan kedua orangtuanya Sandra sudah menjalani kesepakatan itu terlebih dahulu, dan lagian tidak boleh hukumnya mengambil seseorang yang sudah menjadi kepunyaan orang tersebut" kata Alex sambil tersenyum simpul
Alfian membenarkan apa yang dikatakan oleh Alex namun jika dia mengiyakan maka rencananya untuk menjebak Sandra dan memasukkannya ke dalam penjara menjadi sia sia, karena Alfian juga tidak ingin Diandra kembali diganggu oleh Sandra
"Tapi bagaimana kalau saya tidak mau dan tetap bersikeras melanjutkan pernikahan ini?" tanya Alfian kepada Alex menatap Alex dengan penuh rasa ingin tahu
Alex langsung tersenyum simpul mendengar pertanyaan dari Alfian
__ADS_1
"Aku pikir tujuan kita itu sama Tuan Alfian yang terhormat " ucap Alex pada akhirnya yang membuat Alfian langsung menatap ke arah Alex dengan tatapan bertanyanya