Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 156


__ADS_3

Alfian yang melihat Donny mengusap darah yang ada di hidungnya dengan menggunakan tangannya langsung menatap Donny dengan tatapan jijiknya


"Lo jorok" kata Alfian dengan nada jijik


"Biarin, yang jorok gw kenapa Lo kudu ribet sendiri" jawab Donny sesuka hati


"Pake tissue sana, nanti infeksi baru tahu Lo" perintah Alfian kepada Donny


"Gag mau biarin aja" jawab Donny keras kepala


"Terserah Lo dah" balas Alfian malas


Alfian langsung bangun dari duduknya di lantai dan duduk kembali ke sofa membiarkan Donny yang masih terbaring di lantai


"Sekarang rencana Lo apa?" tanya Alfian menatap Donny yang masih terbaring di lantai


Donny menutup matanya sambil menghela nafas panjang dan menghembuskannya kuat kuat


"Gw ga tau, Hera sudah pasti ga akan mau terima gw" kata Donny dengan muram


"Gitu aja udah nyerah, gimana Lo jadi kaya Hera udah berapa lama dia ngejar ngejar Lo terus Lo cuekin tapi dia masih tidak menyerah juga" cibir Alfian kepada Donny


"Dan Lo mau nyerah, ah Cemen Lo" kata Alfian lagi masih meledek Donny


Sementara Donny diam tidak berkata apa apa apalagi membalas ucapan Alfian yang barusan, dia hanya memandang kosong langit langit ruangan apartemennya


"Lo sendiri yang bilang sama gw kalau Lo ga akan menyerah untuk memperjuangkan Hera setelah Lo tahu Hera adalah gadis kecil yang Lo cari selama ini, terus sekarang dimana nyali Lo, mana tekad Lo itu, apa itu cuman di mulut doank?!" tanya Alfian kepada Donny sambil mencibir Donny yang masih diam tanpa berkata apa apa


"Gw bingung harus mulai dari mana?" tanya Donny muram


"Lo tahu gw hari ini sudah beberapa kali telpon Hera tapi sama dia tidak diangkat malah dimatikan telpon itu" cerita Donny dengan sedih


Alfian yang mendengarnya langsung tiba tiba berubah menjadi empati kepada Donny


"Don, anggap saja itu adalah bayaran yang telah kamu lakukan ke Hera, jadikan itu juga sebagai pelajaran buat kamu untuk tidak lagi menyia nyiakan wanita baik seperti Hera, sekarang yang kamu lakukan adalah berjuang buatnya, sampai titik darah penghabisan " nasihat Alfian sambil membantu Donny untuk bangun dari tidurnya


"Kejar dia, kalau Lo memang benar benar mencintainya buktikan dengan tindakan Lo kalau Lo benar benar tulus buat dia tanpa ada ada sesuatu apapun itu, luluhkan hatinya dengan cara Lo, gw yakin kok sebatu batunya orang pasti akan luluh juga" kata Alfian memberikan semangat kepada Donny

__ADS_1


"Jangan seperti ini, yang ada Hera menghilang dari pandangan Lo, gw yakin juga Hera masih ada rasa sama Lo, meski itu cuman sedikit tapi setidaknya dia masih ada rasa buat Lo" nasihat Alfian lagi


"Terus apa yang harus gw perbuat?" tanya Donny menatap Alfian meminta saran dari Alfian


"Datangi dia, datangi dia dan datangi dia, lakukan apapun untuk bisa mendapatkan hatinya dengan cara apapun" jawab Alfian


Donny diam, Alfian diam mereka saling diam, ruangan menjadi hampa dan sunyi yang berkecamuk adalah pikiran mereka


"Semuanya ada ilmunya Don, dan buat dia tersentuh" ucap Alfian


"Doain gw ya, semoga gw bisa menaklukkan hati Hera agar Hera masih mau dengan gw" kata Donny dengan suara pelan


"Gw akan selalu doain Lo, dan gw janji gw dan Diandra akan membantu deketin Lo lagi dengan Hera asal Lo jangan lagi nyakitin anak orang" kata Alfian sambil menatap Donny meminta kepastian dari Donny


Donny yang mendengar itu langsung tersenyum lebar sambil menganggukan kepalanya seperti seorang anak kecil yang habis diberikan permen, begitulah Donny sekarang, dia merasa kini jalannya terbuka lebar karena dukungan dari sahabatnya


"Gw janji Al, akan berusaha sebisa mungkin mendapatkan hatinya Hera dan gw pastikan setelah itu Hera tidak akan kemana mana lagi dari gw" kata Donny sambil berjanji kepada Alfian


"Jangan sama gw, tapi sama diri Lo sendiri " ucap Alfian


"Lalu kerjaan gw gimana?" tanya Donny kepada Alfian


"Gw harusnya berterima kasih sama Lo, berkat Lo ga masuk akhirnya gw bisa dekat dengan Diandra" kata Alfian sambil tersenyum senang


"Maksud Lo apa, bukannya kalian berdua udah dekat malah sampai budak cinta segala Lo nya?" tanya Donny dengan ekspresi tidak mengerti


"Hehehehe, gw jadiin Diandra sebagai pengganti sementara elo sebagai assisten pribadi " jawab Alfian sambil tertawa


"Dasar modis" cibir Donny kepada Alfian


"Biarin aja, lagian nih ya bulan depan kita berdua akan segera melangsungkan pernikahan" kata Alfian memberi tahukan kepada Donny dengan bangga


"Loh katanya enam bulan lagi atau masalah Sandra sudah selesai baru kalian akan melangsungkan pernikahan?" tanya Donny dengan terkejut, mendengar pengumuman yang mendadak dari Alfian kalau dia akan segera menikah


"Itu semua berkat mama gw yang bersedia mengurus masalah Sandra dan mengurus semuanya agar gw sama Diandra segera menikah dalam waktu dekat " jawab Alfian dengan bahagia


"Terus masalah assiten pribadi, gw gimana apa gw akan tersingkirkan?" tanya Donny menatap Alfian dengan ragu

__ADS_1


"Kata siapa Lo akan tersingkir, malah kerjaan Lo akan tambah makin banyak" ucap Alfian santai


"Maksud Lo?" tanya Donny, dia merasa feeling-nya mulai ga enak, kalau Alfian berkata seperti itu, harusnya dia tidak bicara apa apa, dan sekarang dia menyesalinya


"Lo tunggu aja sampai Lo masuk kantor lagi, pokoknya tenang aja Lo akan mendapatkan tugas yang banyak, sekarang Lo urus dulu masalah pribadi Lo dan tugas yang gw minta dari Lo, semuanya ada di pesan yang gw kirimkan dari Lo" kata Alfian kepada Donny dengan nada tegas


Donny terdiam mendengar perintah dari Alfian


"Gw mau pulang, gw harap Lo baik baik saja, ingat seorang laki laki tidak boleh menyerah apalagi dalam masalah cinta" kata Alfian memperingatkan Donny, setelah itu Alfian langsung berdiri dari tempat duduknya dan kemudian keluar dari apartemen Donny, kali ini dia berniat pulang ke rumahnya untuk bertemu dengan mamanya Nyonya Francie, Alfian ingin mengucapkan terimakasih kepada mamanya karena sudah membantu dirinya dan Diandra agar mereka berdua bisa menikah dengan cepat


Sementara itu di rumah Diandra, tampak di teras terlihat Diandra dan Hera sedang bicara serius, Diandra menatap tanaman bunga yang ditanami oleh bundanya, yang kini sedang mekar


"Loe serius ingin balik ke Jerman, dalam waktu dekat ini?" tanya Diandra kepada Hera, Hera diam tidak menjawab, dia sendiri bingung harus bagaimana, di satu sisi Hera masih ada sedikit perasaan dengan Donny tapi di satu sisi Hera merasa lelah dan ingin sekali balik ke Jerman melupakan semuanya


"Kalau belum yakin pikirkan dulu, jangan sampai menyesal kemudian, percayalah sama gw jangan mengambil sebuah keputusan jika elo dalam keadaan emosi seperti ini tidak baik" ucap Diandra memberikan nasihat kepada Hera


"Lalu gw harus gimana?" tanya Hera pelan menatap sendu ke arah luar


"Lo cuman perlu mengikuti apa kata hati elo dan elo putuskan sesuai dengan apa kata hati elo, itu saja" kata Diandra menoleh ke arah Hera


Diandra ingin memberi tahukan kepada Hera kalau bulan depan dia akan menikah namun itu urung dia katakan karena kondisi Hera yang seperti itu khawatir itu akan membuat Hera semakin menjadi sedih


"Mungkin kepergian gw ke Jerman, akan menjadi lebih baik " ucap Hera sendu


"Apa Lo sudah mengurus semua keberangkatannya?" tanya Diandra kepada Hera sambil menoleh


"Besok akan gw urus" jawab Hera pada akhirnya


"Ada yang mau gw omongin ke Lo Hera" kata Diandra, akhirnya memutuskan untuk memberi tahukan kepada Hera, sebelum Hera pergi kembali ke Jerman


Hera langsung menoleh menatap Diandra dengan pandangan bertanya


"Apa itu?" tanya Hera masih menatap Diandra


"Gw mau menikah bulan depan" kata Diandra dengan suara pelan dan hati hati khawatir membuat sahabatnya sedih mendengar pemberitahuan ini, karena saat ini Diandra tahu emosi sahabatnya tidak sedang stabil mendengar dia akan menikah sebentar lagi


Hera mendengar itu langsung menoleh ke arah Diandra dan sambil tersenyum dia seraya berkata

__ADS_1


"Selamat ya akhirnya Lo nikah juga"


__ADS_2