
Setelah Hera selesai membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian dengan pakaian tidur,.Diandra pun segera menyusul untuk membersihkan tubuhnya dan tak lama kemudian Diandra pun keluar dari kamar mandi "Loe gag laper?" tanya Diandra sambil menatap Hera yang sedang asyik memeriksa handphonenya "Laper dikit" jawabnya sambil nyengir "Tapi gw pengen makan mie instan ada gag?" tanya Hera menatap Diandra "Bentar gw liat dulu di dapur" kata Diandra segera keluar menuju dapur "Gw ikut " kata Hera sambil mengikuti langkah Diandra keluar menuju dapur
Diandra langsung membuka lemari atas, memeriksa persediaan mie instant, dan tangannya memegang bungkus mie instant yang tersisa tinggal tiga " Untung masih ada sisa tiga" gumam Diandra "Ada gag?" tanya Hera penasaran "Ada nih" kata Diandra sambil menaruh mie instan di atas meja dapur "Gw cari telor sama sayur yaks" kata Hera berjalan menuju kulkas, membuka kulkas tersebut dan melihat persediaan telor dan sayur di dalam kulkas,setelah menemukan apa yang dicarinya, Hera langsung mengambil itu semuanya
"Kita bikin semuanya aja " kata Diandra yang disambut anggukan setuju oleh Hera, mereka berdua sangat kompak di dapur Diandra menyiapkan air yang ditaruh di dalam panci sementara Hera memotong motong sayuran untuk ditaruh didalam mie instant,mereka memasak dalam diam
Setelah selesai memasak mie instan, Diandra langsung membagi dua mie instant yang sudah jadi itu ke dalam dua mangkuk
"Buruan Di..gw udah laper" kata Hera "Sabar kenapa, itu juga mie masih panas" jawab Diandra kalem "Hehehe gw udah laper banget" kata Hera sambil nyengir
Setelah membagi ke dalam dua mangkuk Diandra memberikan mangkuk mie yang masih mengepul ke arah Hera "Ini punya elo ,dan ini punya gw" kata Diandra ,tanpa banyak bicara Hera langsung mengambil mangkuk dari Diandra dan langsung memakannya tak lupa dia memberikan saos dan kecap, membuat Hera semakin semangat buat makan
"Makan itu baca doa dulu" kata Diandra sambil memberikan nasihat kepada Hera, yang dibalas cengiran oleh Hera, Diandra hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat ulah sahabatnya itu
Mereka makan dalam diam, menikmati semangkuk mie instant yang terasa lezat oleh perut yang cukup lapar "Kita besok di rumah aja ya" usul Diandra
"Yah ga masalah kalau kita di rumah aja" jawab Hera santai setelah mereka selesai makan mie instant, Hera membawa mangkok kotornya untuk dia cuci begitu juga dengan Diandra
Setelah membersihkan peralatan makannya mereka kembali ke kamar, Diandra tidur dibawah dan Hera tidur di atas "Loe tidak apa apa tidur di bawah, secara ini kamar loe?" tanya Hera "Ga kenapa kenapa, memangnya kenapa toh juga dulu loe waktu nginep disini tidur,gw tidur di bawah juga kan " kata Diandra sambil membuka handphonenya untuk memeriksa pesan yang masuk
"Eh Hera kabar mama sama papa loe gimana?" tanya Diandra
"Kabar mereka baik, dan semakin sibuk" jawab Hera
Diandra hanya manggut-manggut saja lalu kembali berselancar ke media sosialnya
Sementara di tempat lain tampak Alfian tengah berkumpul dengan tiga orang sahabatnya, mereka berkumpul di tempat biasanya
"Loe tau ga, si Sandra dari pagi telpon gw muluk, loe kemana aja seh?" tanya Tonny membuka percakapan "Lagi males ketemuan ma die" jawab Alfian cuek
__ADS_1
"Die ngamuk tau, kayak orang kesetanan" kata Tonny mengadu kepada Alfian
"Cuekin aja...lagian siapa suruh dia ikuti gw terus, udah kayak ga punya kerjaan" jawab Alfian lagi
Belum sempat Tonny bicara tiba tiba pintu ruangan VIP itu terbuka dan muncul seorang gadis cantik dengan wajah yang kusut "Alfian gw cariin elo dari tadi pagi ternyata elo ada disini" kata Gadis itu dengan kesal, Tonny langsung menyingkir memberikan tempat ke gadis itu
"Sandra tutup dulu kenapa tuh pintu baru nyerocos" celetuk Tonny kesal, Sandra langsung mendelik ke arah Tonny "Ya udah loe aja yang nutupin tuh pintu" kata Sandra dengan acuh
"Kelakuan kelakuan " sungut Tonny kesal sambil berdiri menutup pintu ruangan tersebut
"Loe kemana aja sih?" tanya Sandra sambil duduk di sebelah Alfian
"Menurut elo?" tanya Alfian cuek
"Gw cariin elo di apartemen tadi pagi loe ga ada, pesan ga dibalas, telpon ga diangkat " kata Sandra sambil merajuk
"Bosen sama siapa?" tanya Sandra ingin tahu
"Sama orang yang ngikutin gw muluk dari dulu sampai sekarang " sindir Alfian
"Sudah sudah loe mau pesen minum ga?" tanya Andrew kepada Sandra
" Boleh deh seperti biasanya saja" jawab Sandra
Andrew langsung memencet tombol yang ada di atas meja, dan tak lama kemudian pelayan pun datang, setelah memesankan minuman untuk Sandra pelayan ini pun berlalu keluar ruangan
"Alfian gw pengen besok ke rumah papa sama Mama,gimana?" tanya Sandra lagi
"Ngapain?" tanya Alfian menatap tajam ke arah Sandra
__ADS_1
"Mama sama papa mau menanyakan keseriusan kita" jawab Sandra dengan suara manjanya
"Bilang aja sama mama sama papa kamu, kalau Alfian belum siap untuk serius" kata Alfian dengan nada dingin
Kali ini Alfian benar benar merasa sangat marah, baginya Sandra sudah berani melangkah terlalu jauh, dan dia tidak menyukai hal itu
"Tapi...."
"Ga ada tapi tapian..gw ga suka dipaksa apalagi diatur paham" kata Alfian dengan wajah dingin
"Gw cabut" kata Alfian dengan wajah marahnya, dia langsung mengambil kunci mobilnya dan berjalan ke luar ruangan VIP tidak memperdulikan teriakan Sandra untuk kembali
Sandra yang melihat kepergian Alfian dengan wajah marah, tidak berani mengejarnya karena dia takut jika Alfian benar benar marah, Alfian suka bertindak di luar nalar, jadi lebih baik dia menghindar
"Kenapa sih tuh anak?" tanya Sandra sambil merenggut, menatap ke masing masing sahabatnya Alfian dan mereka hanya mengangkat bahu tanda tidak mengerti
"Apa dia sudah ada pasangan lagi?" tanya Sandra dengan pandangan menyelidik
"Sandra kita itu ga tahu,kalau loe mau tahu mending loe tanya langsung ke orangnya" kata Donny dengan nada kesal
Mereka sangat kesal karena kehadiran Sandra sangat menganggu mereka yang sedang sibuk berbincang, sehingga membuat Alfian malah pergi dan sayangnya tidak ada yang berani mencegah kepergian Alfian
Sementara di dalam Mobil Alfian mengemudikan mobilnya diatas rata rata, dia benar benar marah kepada Sandra, dia sudah berusaha untuk menghindari gadis itu tapi masih saja bisa ditemukan,dari pagi sehabis bangun pagi ,Alfian langsung mandi dan berangkat ke rumahnya Donny, selang berapa lama muncul Sandra untungnya saat itu dia sudah pergi dari apartemen, sengaja dia mematikan hapenya agar tidak ada telpon atau pesan yang masuk dari gadis yang sangat ingin dihindarinya ini tapi tetap saja upayanya gagal, malah gadis ini menemukan dia sedang berada di club' bersama dengan sahabat sahabat nya
"Siap sial !!" teriak Alfian kesal
" Kenapa harus dia sih Tuhan" keluh Alfian lagi, untungnya mobil yang dikendarai itu sedang terkena lampu merah,jadi dia bisa berhenti sambil memakai dirinya yang bodoh atau takdirnya yang tidak berpihak pada dia dan jalanan di tengah malam tidak terlalu padat
"Besok gw harus ke rumah meminta papa sama Mama untuk tidak meneruskan perjodohan ini bagaimanapun caranya" putus Alfian dengan hati yang mantap, dia langsung berjalan pulang menuju apartemennya agar pagi pagi dia bisa bertemu dengan kedua orangtuanya untuk meminta tidak meneruskan perjodohan mereka
__ADS_1