
"Ada apa elo kemari?" tanya Alfian masih dengan wajah dingin untuk menutupi rasa malunya karena habis terpergok tadi, sementara Donny masih dengan wajah memelas menatap Alfian agar Alfian mau mencabut hukuman untuknya namun Alfian sepertinya tidak memperdulikan hal itu
Merasa akhirnya tidak dipedulikan oleh Alfian akhirnya Donny menghela nafasnya dengan pasrah untuk menerima hukuman dari Alfian, dan di dalam hatinya dia mengutuki dirinya dengan nasib sial yang menimpanya hari ini
"Apaan buruan kenapa bilangnya?" tanya Alfia dengan nada tidak sabar masih menatap Donny dengan pandangan bertanya
"Gw sudah mendapatkan info siapa pemilik mobil yang mengikuti elo tempo hari " jawab Donny cepat
Alfian langsung tertarik mendengar hal itu sementara Diandra langsung menoleh ke arah Donny
"Siapa?" tanya Alfian dan Diandra berbarengan
"Agak misterius sih cuman dia ini adalah orang yang disewa untuk membuntuti elo elo pada, dan mobil itu adalah mobil sewaan alias mobil rental yang disewa oleh orang yang pemilik penyewanya meyebutkan namanya dengan nama Ardi, apa kalian berdua kenal dengan nama Ardi itu?" tanya Donny menatap satu persatu ke arah Diandra dan Alfian
Diandra langsung menggelengkan kepalanya sementara Alfian berpikir sejenak mungkin pernah ada yang namanya Ardi yang dia kenal tapi dari relasi relasi bisnisnya sendiri tidak ada yang bernama Ardi dalam sepengetahuannya
"Gw ga kenal sama yang namanya Ardi" jawab Alfian dengan lambat lambat masih sambil berpikir keras tapi tetap dia tidak menemukan jawabannya
"Elo tanya ga ciri cirinya dia seperti apa?" tanya Alfian tiba tiba sambil menatap Donny dengan pandangan ingin tahu
"Sudah, gw sudah menanyakannya hanya saja orang penyewaannya mengatakan kalau pria ini tingginya sekitar 180 meter, hanya saja waktu itu dia menggunakan jaket, topi, masker dan kaca mata hitam jadi orang itu sulit untuk diidentifikasi" jawab Donny dengan wajah serius
Alfian langsung menganggukkan kepalanya, masih berpikir
"Gw yakin nama yang digunakan itu adalah nama palsu, dia menggunakan identitas palsu agar mengelabui pemilik dari mobil rental tersebut" gumam Alfian serius masih sambil berpikir
"Elo benar, tapi gw punya satu saran buat kalian pada" ujar Donny dengan nada serius kali ini, Alfian kembali menoleh ke arah Donny dan menatap Donny dengan pandangan tertarik, dan ingin mendengar saran dari sahabatnya sendiri
"Apa itu?" tanya Alfian serius
"Bersikaplah seperti tidak terjadi apa apa, kendurkan semua kewaspadaan kita dan biarkan mereka bermain hingga mereka menunjukkan jari diri mereka yang sebenarnya, tapi kita tetap awas, kita hanya memancing mereka untuk keluar dari sarang mereka" ucap Donny sambil memberikan saran kepada Diandra dan Alfian
Alfian menganggukkan kepalanya puas begitu mendengar saran dari Donny
"Apa yang elo bilang itu benar, biasanya mereka akan mulai sembrono jika kita mengendurkan kewaspadaan kita, dan satu lagi bagaimana dengan transaksi bisnis dari perusahaan tuan Hartawan apa ada kemajuan karena gw ga sabar pengen memutuskan kerjasama kontrak perusahaan ini?" kata Alfian sambil bertanya balik ke arah Donny
"Permainan mereka sangat rapih, elo tahu sendiri tuan Hartawan itu otaknya sangat licin, cuman satu yang gw ketahui dia sedang menjalankan hubungan kerjasama dengan perusahaan Alex" jawab Donny dengan nada serius
__ADS_1
Diandra yang mendengar nama Alex disebut sebut oleh Donny langsung menoleh ke arah Donny
"Alex?" tanya Diandra menatap Donny dengan pandangan penuh tanya
Donny menatap Alfian untuk meminta persetujuannya menceritakan tentang Alex yang dia ketahui, Alfian langsung menganggukkan kepalanya
"Apakah Alex yang elo sebut itu adalah kenalan dari Hera?" tanya Diandra mencoba memastikannya
Donny langsung mengangguk mengiyakan apa yang dikatakan oleh Diandra
"Elo benar Di, gw juga ga nyangka kalau itu adalah Alex sahabatnya Hera" jawab Donny, Donny menekan rasa tidak sukanya ketika nama Alex disebut sebut
Diandra masih menunggu penjelasan dari Donny yang dia baru mendengarnya kali ini, namun belum sempat dia bercerita tiba tiba pintu kantor terbuka lebar dan Sandra kini berdiri di depan pintu sedang menatap Alfian, Donny dan Diandra
"Sayang" panggil Sandra kepada Alfian sambil menghampiri Alfian
Alfian menatap Sandra yang tiba tiba datang dan tiba tiba masuk begitu saja dengan pandangan malas
"Alfian, aku keluar dulu ya" kata Diandra pelan sambil berbisik ke telinganya Alfian dan menatap Sandra yang sedang menghampiri Alfian
"Gag, kamu tetap disini dan kamu Don jangan keluar dari ruangan ini" perintah Alfian kepada Diandra dan Donny, akhirnya mereka berdua pasrah mengikuti perintah dari Alfian
"Ada apa elo kemari?, ingin menceritakan masalah kemarin yang di telpon itu?" tanya Alfian kepada Sandra dengan tatapan dingin dan tajam
Sandra yang berdiri tepat dihadapan Alfian dan menatap Alfian sambil tersenyum manis, tapi melihat tangan Alfian sedang menggenggam tangannya Diandra membuat hatinya terbakar cemburu namu. dia mencoba menahan api cemburu yang ada didalam hatinya, dia tidak ingin membuat Alfian marah padanya pokoknya dia harus mendapatkan hati dan perasaan Alfian bagaimanapun caranya walau harus mengemis ngemis kepada Alfian sekalipun dia sudah tidak perduli lagi, harga diri dia sebagai seorang wanita yang terhormat dia singkirkan jauh jauh demi mendapatkan Alfian untuk dirinya
"Ada apa elo kemari, cepat katakan gw lagi banyak kerjaan?" tanya Alfian memandang Sandra dengan nada tidak sabar, Sandra yang mendengar Alfian berkata seperti itu kembali tersenyum manis
"Sebenarnya gw dari semalam nunggu pesan dari elo yang katanya pengen ketemuan sama gw, untuk membicarakan sesuatu hal sama gw tapi sepertinya elo lupa deh, jadi gw yang akhirnya memutuskan kemari menemui elo" jawab Sandra sambil tersenyum manis mencoba membuat Diandra terbakar cemburu namun Diandra tidak terlalu terpengaruh dengan ucapan dari Sandra agar dia bisa terpancing dengan omongannya, lalu dia berjalan menuju sofa yang ada di hadapan Alfian dan duduk di sebelah Donny
Alfian sendiri lupa menceritakan perihal itu kepada Diandra, kalau ingin bertemu dengan Sandra hanya untuk membahas masalah yang kemarin malam itu
"Terus, apa elo sudah siap menceritakan dengan siapa elo ngamuk ngamuk sampai sampai elo ga tau kalau gw yang menelpon elo balik?" tanya Alfian dengan suara sini dan dingin
Sandra tersenyum tenang
"Itu bukan siapa siapa lagian elo itu terlalu perhatian sekali, apa jangan jangan elo lebih senang memperhatikan gw daripada memperhatikan...." kata Sandra dengan senyuman sinis tapi tidak melanjutkan kalimatnya
__ADS_1
"Memperhatikan siapa Sandra?" tanya Alfian dengan suara dingin
Sandra langsung tertawa kecil menatap Alfian
"Elo ini kenapa sih hobinya marah marah terus, semakin elo seperti itu gw semakin suka sama elo" ucap Sandra masih dengan tertawa kecil menatap Alfian dengan tatapan menggodanya
"Dan semakin elo seperti itu gw semakin jijik sama elo, oke gw pikir sekarang kita sudah ketemuan, mungkin ada yang ingin elo sampaikan dan setelah itu elo tahu kan pintu keluarnya dimana sebelum gw panggil satpam untuk mengusir elo" kata Alfian dengan nada dingin dan tidak bersahabat
Sandra langsung tertawa terbahak-bahak mendengar Alfian berkata seperti itu kepada dirinya
"Oke gw cuman pengen bilang kalau gw memang bersalah memberikan obat tidur itu ke elo, tapi ingat satu hal Alfian semuanya itu terjadi karena elo sendiri yang bersikap seperti itu ke gw, saat ini gw akan mundur tapi gw mundur bukannya untuk mengalah dari wanita ini" kata Sandra kali ini dengan suara tegasnya sambil menunjukkan jari telunjuknya kepada Diandra
Sandra berharap Diandra terprovokasi dengan ucapannya, namun Diandra malah duduk tenang sambil memperhatikan Sandra dengan tatapan tenang namun seakan ingin membunuh Sandra
"Gw pamit pergi, tapi gw tidak akan meminta maaf kepada elo Al, karena itu terjadi atas kesadaran dari diri gw sendiri" ucap Sandra lalu dia berdiri bangun dari sofanya, dan kemudian dia berlalu pergi tanpa membuat keributan di dalam kantor Alfian
Sepeninggal Sandra dari hadapan mereka, suasana ruangan yang tadinya tiba tiba mencekam kini berubah menjadi normal
"Gw heran kenapa dia memilih untuk mundur, pasti ada sesuatu yang ingin dia rencanakan" ucap Alfian pelan sambil berpikir
Diandra tiba tiba langsung berkata dengan suara datarnya
"Kamu paham kan arti dari sebuah pepatah mundur tiga langkah untuk bisa maju sepuluh langkah"
Alfian dan Donny langsung menatap Diandra secara bersamaan dengan pandangan tertarik kepada Diandra, Diandra langsung menoleh ke arah mereka berdua sambil tersenyum
"Aku pikir kalian sudah paham apa maksud kata kata dari Sandra" ucap Diandra dengan nada polosnya membuat Alfian ingin mencubit gemas kedua pipi Diandra
"Kalau begitu aku akan berhati hati dari sekarang" ucap Alfian dengan tatapan menggoda membuat pipi Diandra tersipu malu
"Alfian, aku banyak kerjaan, aku mau menuju ke ruanganku sekarang" ucap Diandra sambil meminta ijin kepada Alfian agar dia diperbolehkan untuk turun ke bawah ke ruangannya, karena tidak ingin melihat Diandra marah lagi kepadanya akhirnya Alfian dengan setengah hati memberikan ijin untuk Diandra kembali ke ruangannya itupun dengan syarat kalau Alfian diperbolehkan dengan bebas kapan saja unt kesana dan tidak boleh ada larangan
Diandra dengan sangat terpaksa mengiyakan kemauan Alfian agar dia diijinkan untuk bekerja, masalah nanti biarl diaturnya sendiri begitu pikir Diandra
"Ayok aku antar kamu ke ruang kerja kamu" kata Alfian tiba tiba berdiri, Diandra akhirnya hanya menganggukkan kepalanya pasrah begitu Alfian ingin mengantar Diandra ke ruang kerjanya
"Don elo tunggu sini, gw nanti kembali" ucap Alfian sambil sedikit menoleh ke arah Donny dan Donny hanya menganggukkan kepalanya sambil menatap kepergian Alfian dan Diandra dari balik pintu ruang kerjanya Alfian
__ADS_1
"Nasib jomblo siapa yang tahu" keluh Donny sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal