
Hera pura pura acuh tidak acuh dengan kata kata Donny yang barusan kalau mereka pernah berkencan disini tidak maksudnya makan malam, hanya sebatas makan malam lalu apa yang istimewa mungkin begitu pikir Hera
Para pelayan memberikan buku menu untuk mereka dan menunggu mereka untuk memesan makanan, setelah selesai memesan makanan para pelayan itu pun segera pergi meninggalkan saung mereka yang tersisa adalah beberapa pelayan yang menunggu disudut sudut untuk berjaga jaga jika ada para tamu meminta atau membutuhkan sesuatu,para pelayang menunggu di sudut sudut itu memegang alat penghubung untuk berhubungan dengan pelayan restorant di dapur
"Jadi apa rencana untuk bertemu dengan orang tuanya Sandra jadi?" tanya Donny kali ini dengan serius sembari menatap Alfian
Alfian langsung teringat akan rencananya untuk menghubungi orang tua Sandra atau Sandra terlebih dahulu
"Gw lupa kalau hari ini gw harus bertemu dengan mereka" kata Alfian dengan nada berat
"Sudah elo janjian sama mereka?" tanya Donny lagi
"Belum sih" jawab Alfian
"Apa harus sekarang ya?" tanya Alfian menatap Diandra meminta pendapatnya
Namun karena Diandra yang masih marah padanya hanya diam tidak menjawab, Alfian kembali diam tidak berkata apa apa
"Di bagaimana, Alfian butuh jawaban elo itu,apa harus sekarang atau bagaimana?" tanya Donny sambil menatap Diandra dengan pandangan serius
"Lakukan saja, semakin cepat semakin baik" jawab Diandra dengan datar
"Tuh elo denger sendiri kan apa jawaban Diandra, jadi tunggu apa lagi?" tanya Donny menatap Hera dengan pandangan serius
Akhirnya dengan berat hati Alfian menelpon Sandra, masih terdengar nada sambung disana, belum ada yang menjawab dan akhirnya Sandra langsung menjawab telponnya Alfian
"Ada apa Alfian?" tanya Sandra di sebrang sana
"Elo lagi dimana?" tanya Alfian
"Tumben elo tanya gw ada dimana, biasanya elo tidak perduli " sindir Sandra
"Gw tutup nih " ancam Alfian
"Gitu aja marah, memangnya ada apa?" tanya Sandra balik
"Gw mau ketemuan sama orang tua elo, mau kasih penjelasan tentang hubungan kita" jawab Alfian
"Elo serius Al, mau menjelaskan tentang hubungan kita?" tanya Sandra dengan antusias
"Hmm.." jawab Alfian
__ADS_1
"Ya sudah kapan dan jam berapa?" tanya Sandra masih dengan suara antusias
Alfian tampak berpikir sebentar
"Gini aja besok jam delapan malam gimana, di tempat yang sama kita biasanya suka ketemuan gimana?" tanya Alfian lagi pada akhirnya
Semuanya yang mendengar Alfian membuat janji besok langsung menoleh, menatap penuh tanya ke arah Alfian namun Alfian tidak perduli akan hal itu
"Boleh boleh, gw seneng banget nanti gw akan bilang ke papa sama Mama supaya mereka menyediakan waktu di jam segitu" jawab Sandra dengan suara yang senang
"Ya sudah sampai bertemu besok" balas Alfian, sebelum Sandra berkata lebih lanjut lagi Alfian langsung menutup handphonenya dengan cepat, karena dia tidak mau mendengar basa basi dari Sandra lagi
"Kenapa harus besok?" tanya Donny menatap Alfian dengan tanda tanya begitu juga dengan yang lain
"Ga kenapa kenapa, karena hari ini gw harus merayu calon isteri tersayang gw " jawab Alfian sambil melirik Diandra yang sedang menatap ke arah danau buatan
"Makanya jangan cari perkara,kena batunya kan" kata Hera sambil mencibir ke arah Alfian
"Iye gw tahu, bantuin dong makanya" kata Alfian dengan suara kesal, karena hanya dia yang bisa membujuk Diandra untuk melunakkan hatinya Diandra
"Bayarannya apa?" tanya Hera cuek
"Gw akan bantuin biar elo bisa berhubungan dengan Donny,bahkan gw rela jadi Mak comblang buat elo berdua gimana?" tanya Alfian menatap Hera
"Siapa?, Si Alex Alex itu?" tanya Donnya dengan nada sinis
"Apa urusan elo, gw mau sama Alex sama Sumanti sama Junaedi itu urusan gw bukan urusan elo juga keleuss" jawab Hera jutek
"Mereka itu ga sebanding sama gw" jawab Donny dengan nada angkuhnya
"Diih jangan suka ke pe de an deh elo, inget diatas langit masih ada langit paham gag" balas Hera ga mau kalah
"Sudah sudah kalian ini ga dimana ga dimana berantem muluk, gw sumpahin jadi kekasih ya" timpal Alfian kesal melihat Hera dan Donny bertengkar dengan hal hal yang unfaedah
"Bilang sama temen elo, jadi orang jangan ketinggian, sakit nanti kalau jatuh" kata Hera dengan suara kesal
Donny langsung melirik Hera dengan pandangan tajam, Hera langsung membuang muka begitu Donny melirik dirinya
Sementara di tempatnya Sandra, Sandra berteriak sangat girang ketika Alfian menelpon dirinya untuk meminta bertemu dengan kedua orangtuanya
"Semoga Alfian akan mengatakan kalau dia ingin serius dengan gw didepan orang tua gw" gumam Sandra sendirian, dia merasa sangat senang sekali, hingga dia langsung jingkrak jingkrak di kamar tidur apartemennya
__ADS_1
Sandra langsung menelpon kedua orangtuanya l, dan mengatakan kalau Alfian akan bertemu dengan mereka, dan mereka menyambutnya dengan positif kabar tersebut, Sandra juga tidak lupa mencari baju yang pantas untuk bertemu dengan Alfian, bajubyang sekiranya cocok untuk bisa bersanding dengan Alfian yang tampan itu
"Ternyata benar dugaan gw, dia itu orangnya tipe bosanan karena cuman gw yang cukup mengerti tentang dia" gumam Sandra dengan sombong sambil menatap ke layar cermin
"Gw pengen tahu tampangnya si wanita pelakor itu bagaimana? jangan jangan dia bunuh diri lagi kalau dengar Alfian akan bertemu dengan kedua orang tua gw" kata Sandra dengan suara jahat
"Besok gw mau ke kantornya dia ah pengen lihat tampangnya seperti apa, ga sabar gw" gumamnya lagi
Ada banyak rencana yang sudah ada di dalam benak Sandra untuk bisa mempermalukan Diandra dideoan umum, dan Sandra sangat menunggu hari esok itu tiba, dia benar benar sangat tidak sabar sekali
Sementara itu di tempatnya Diandra, mereka makan sambil berbincang bincang mengenai rencana mereka lebih tepatnya mematangkan rencana mereka
"Ingat jangan sampai mereka curiga itu saja pesan dari gw, untuk alat penyadapnya besok gw kasih ke elo" kata Donny kepada Alfian
"Beres" jawab Alfian
"Gw yakin besok Sandra akan datang ke tempat elo" ucap Hera sambil berpikir
"Buat apa?" tanya Donny
"Elo baru kenal Sandra itu berapa lama sih?, masa kalian yang berteman dekat dengan Sandra tidak tahu kelakuannya Sandra seperti apa" kata Hera dengan suara kesal, menatap Alfian dan Donny satu per satu secara gantian
"Kita lihat besok saja, apa yang akan dilakukan oleh Sandra terutama kepada Diandra" kata Hera akhirnya menyerah dengan ketidak Tahuan mereka
"Yups kita lllihat besok " jawab Donny
"Kalau itu masalah tentang gw, biar gw menghadapinya sendiri" tiba tiba Diandra angkat bicara membuat semuanya langsung pada menoleh
"Gw pengen tahu apa yang bisa dia lakukan ke gw" kata Diandra dengan suara dilatar dan sekaligus dingin
"Tida boleh Diandra, elo harus didampingi oleh seseorang" pinta Alfian, dia berharap saat itu Alfian yang bisa melindunginya tapi dia merasa tidak bisa karena dia tidak ingin membuat Sandra curiga terhadap rencana mereka
"Donny, gw minta elo yang jaga Diandra buat gw" perintah Alfian menatap Donny
"Gw bisa sendiri, lagian gw ga butuh perlindungan siapapun" protes Diandra menatap Alfian dengan rasa kesal
"Sayang aku ga mau terjadi apa apa sama kamu, cukup aku yang melakukan kesalahan sekali, kamu mau ya" pinta Alfian kepada Diandra
Diandra meminta jawaban dari Hera dan Hera memberikan anggukan tanda setuju bahwa dia menyetujui rencana Alfian untuk melindungi Diandra
"Tenang selain Donny masih ada gw kok yang bisa bantuin Donny buat lindungi elo kalo misalkan Donny berhalangan" jawab Hera dengan tulus
__ADS_1
Diandra menatap wajah Hera dengan oenuhbrasa haru, dia tidak menyangka sahabatnya dari dulu selalu tulus dan menyayangi dia dan itu tidak berubah sama sekali sampai sekarang