
Hera masih terdiam sementara Donny menatap wajah Hera dengan penuh harap dan cemas
"Hera please gw mohon elo bilang sesuatu sama gw" ucap Donny dengan permintaan memelas
Diandra langsung mendekati mereka berdua, dan memegang bahu Hera dari samping
"Don, mungkin Hera saat ini sedang terkejut, dia tidak menyangka Lo bicara seperti itu, padahal Lo sendiri hampir tidak pernah berucap apapun, beri dia waktu" ucap Diandra sambil menatap ke arah Donny
"Gw yakin kok dia masih ada perasaan sama elo, hanya saja dia butuh waktu untuk mencerna semuanya itu" kata Diandra memberikan nasihat kepada Donny
"Sudah tidak lagi " jawab Hera dengan nada dingin dan suara dingin
"Gw memang suka sama Lo, gw memang cinta sama Lo, tapi untuk saat ini gw sedang membuang itu semua dan belajar melupakan Lo meski gw tahu itu terasa sulit buat gw, tapi gw yakin gw bisa" kata Hera dengan suara dingin dan wajah tanpa ekspresi sambil menatap Donny
"Tapi Lo tadi buru buru keluar menemui Donny, itu kenapa?" tanya Diandra menatap wajah Hera dengan penasaran
Hera langsung tersenyum sesaat
"Iya dan gw menyadari kebodohan gw sendiri, kadang gw secara reflex ingin bertemu dengan dia tapi otak gw langsung bicara lain mungkin karena gw saat ini masih menyukainya, anggaplah gw munafik" kata Hera dengan wajah sedih dan muram
Donny memandang wajah Hera dengan pandangan yang sedih
"Tidak apa apa Hera, sekarang kamu diam saja biar aku yang mengejar kamu, biar aku yang membuka hati kamu sendiri kamu hanya cukup diam tidak perlu berbuat apa apa, tidak perlu berusaha apa apa, biar aku gantian yang berusaha dan berbuat sesuatu untuk kamu, sampai kamu mau membuka hati kamu buat aku" kata Donny sambil tersenyum
Hera menghela nafas panjangnya dan kemudian dia langsung berdiri tanpa bicara sepatah katapun dan meninggalkan Donny beserta yang lainnya untuk kembali masuk ke dalam kamarnya Diandra lagi
__ADS_1
Diandra langsung mengejar Hera masuk ke dalam kamar, setelah menutup pintu kamar sebelum Diandra bicara Hera sudah mulai bicara duluan kali ini nada suaranya sangat begitu datar dengan wajah tanpa ekspresi
"Boleh tidak jangan bicara dulu, gw mau tidur dulu ngantuk "
Hera langsung merebahkan tubuhnya dan menutupi tubuhnya dengan selimutnya, namun Diandra turun kalau Hera sedang menangis didalam selimut itu terlihat dengan tubuhnya yang naik turun, dan suaranya yang sedang terisak Isak didalam selimutnya
Diandra langsung diam lalu menghela nafas panjang dan kembali keluar, menutup pintunya dengan pelan kembali ke teras untuk menemui Donny meminta keterangan kepada Donny
"Don sebenarnya ini ada apa?" tanya Diandra begitu Diandra menemui Donny dan Alfian di teras rumah
Donny masih terdiam membisu, kepalanya sembari menunduk
"Don, tolong ceritain siapa tau gw bisa bantu" ucap Diandra sambil menatap Donny meminta penjelasan kepada Donny
Setelah Donny selesai bercerita Diandra kembali menatap Donny
"Lalu setelah elo tahu kebenarannya, elo datang tiba tiba dan meminta untuk bersedia menerima elo, apa ini ga terdengar begitu jahat Don?" tanya Diandra kepada Donny dengan nada tajam
"Gw tahu gw salah, harusnya gw tidak boleh bersikap seperti itu hanya karena gw mencari seseorang yang pernah menghilang dalam hidup gw" ucap Donny dengan penuh sesal
"Lalu bagaimana jika Hera adalah bukan Ara, atau dia bukan gadis kecil yang kamu cari mungkin elo akan mengacuhkan dia kan?" tanya Diandra dengan suara dingin dan sedikit menusuk
"Kalau memang iya, elo benar benar jahat dan egois padahal elo tahu dia benar benar mencintai elo dengan tulus dan dia tidak pernah mengeluh sedikitpun ketika elo memperlakukan Hera seperti itu, coba elo pikirkan bagaimana jika itu dibalik?" kata Diandra sambil bertanya balik
Alfian menghampiri Diandra yang terlihat sedang emosi melihat kelakuan Donny terhadap sahabatnya, Alfian langsung memegang bahunya Diandra untuk menahan emosi yang sedang melanda di diri Diandra, Diandra menatap mereka berdua dengan pandangan dingin
__ADS_1
"Kalian menyatakan cinta semau kalian, kalian membenci dan tidak menyukai juga semau kalian, mungkin memang benar wanita bisa memilih tapi kalianlah yang menentukan tanpa memperdulikan perasa. dari wanita itu sendiri, kalian bisa datang dan pergi begitu saja tanpa memikirkan perasaan wanita itu sendiri, coba pikir apa kalian tidak kejam" kata Diandra kali ini dengan nada berapi api
"Dan kamu tahu Don, berkali kali dia meminta gw bagaimana caranya biar bisa melupakan elo, bagaimana caranya biar dia bisa menghapus rasa cinta dia sama elo yang sudah terlalu dalam, sampai sampai dia sangat ingin menghilang hanya karena ingin dia bahagia dan elo juga bahagia , dia berpikir mungkin dengan dia menghilang, elo bisa bahagia tanpa kehadirannya, dia merasa sudah tidak lagi berguna untuk elo bahkan dia merasa malu telah merendahkan dirinya"
"Dia hanya ingin bagaimana dia bisa melupakan elo dengan mudah tanpa ada rasa sakit dan terluka, sudah cukup pala dia memendam perasaannya sama elo tapi apa yang elo berikan sama dia hanya putus asa, elo berikan harapan terus kemudian elo pupuskan lagi harapannya begitu terus dan terus hingga dia tidak tahu lagi bagaimana dia harus bahagia dan terluka, dia hanya ingin bisa mendapatkan cinta dari kamu tapi yang dia dapatkan luka dan luka"
"Dia berharap dari kedua orang tuanya, tapi tidak dia dapatkan dan dia berharap mungkin dari elo dia bisa mendapatkan cintanya tapi nyatanya dia salah, dan seandainya dia bukan gadis yang elo maksud apa elo akan seperti ini Donny, jawab pertanyaan gw saat ini juga, apa elo akan memperlakukan sama, gw rasa tidak karena gw tahu elo terlalu egois untuk dia jadi gw berpikir lebih baik elo menjauh dari dia daripada harus melukai dia lagi, sudah cukup dia mendapatkan luka dan jangan ditambahkan luka lagi" ucap Diandra terakhir, tanpa sadar dia benar benar sangat sedih dengan keadaan Hera yang sebenarnya
Donny menatap Diandra dengan penuh emosi, dan penuh dengan rasa marah karena semua yang dikatakan oleh Diandra adalah benar
"Iya benar, tapi bukan hal elo untuk melarang gw atau menyuruh gw untuk pergi dan menjauh darinya, dan bukan hak elo juga untuk mengatakan apa yang benar dan salah tentang sikap gw, gw memang jahat, gw memang egois tapi apa gw salah kalau gw ingin memperbaiki semuanya itu, apa gw salah kalau gw pengen mengulang semuanya dan mengobati semua luka luka yang pernah ditorehkan, apa gw salah?" tanya Donny dengan penuh emosi
Diandra langsung tertawa sinis mendengar ucapan Donny
"Bisa ?" tanya Diandra sinis
"Bisa elo menyembuhkan semua luka luka yang sudah Lo torehkan, bisa elo menghapus semua rasa sakitnya, sudah terlalu lama Don, terlalu lama dia berikan elo kesempatan saran gw berikan dia mencari kebahagiaannya sendiri jangan elo paksa lagi untuk dia menoleh ke arah elo, biarkan dia mencari pria yang lain yang lebih menghargai dirinya, dia sudah terlalui lelah menghadapi sikap elo" ucap Diandra dengan nada tajam
"HEI ITU BUKAN URUSAN ELO..ITU URUSAN GW SAMA HERA, BERHENTI MENCAMPURI URUSAN KAMI!" bentak Donny kepada Diandra,
Dia tidak terima dengan ucapan Diandra, hatinya terlalu sakit mendengar kata kata Diandra yang memang benar adanya, namun Donny tidak terima
Alfian yang mendengar Diandra dibentak oleh Donny tidak terima, dia langsung maju ke hadapan Donny, dia merasa sangat marah kekasihnya diperlakukan seperti itu
"Hey bro santai, elo sedang bicara sama wanita, pelan kan juga suara elo ini bukan pasar, ini rumah orang" kata Alfian berusaha menahan emosinya, jika tidak mengingat Donny adalah sahabatnya sudah dia pukul Donny karena telah berani membentak calon isterinya, tapi berhubung dia adalah sahabat Alfian jadi Alfian berusaha bersikap sabar dan menahan diri agar tidak ada terjadi hal yang tidak mengenakkan
__ADS_1