
"Ga sangka ya ternyata kita ketemu disini* kata Sandra memandang sinis kepada Diandra
Diandra diam saja dia tidak memperdulikan ucapan Sandra, dia tidak mau mencari masalah apalagi disini adalah kantor, Diandra berusaha untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi
Sandra melihat Diandra tidak menanggapi dirinya, merasa sangat kesal, lalu dia berusaha memanasi hati Diandra lagi
"Ternyata ada yang bermimpi menjadi putri, namun belum dijadikan putri malah dibuang begitu saja sama pangeran,makanya kalau bermimpi itu jangan kejauhan, jatuhnya sakit" ujar Sandra lagi sambil mencibir Diandra
Masih tetap tidak ditanggapi oleh Diandra, Sandra semakin sangat marah, karena dia merasa Diandra tidak menganggap dirinya ada, akhirnya Sandra berusah mendekati Diandra lebih dekat lagi
"Elo tau ga, Alfian nanti sore akan datang ke tempat gw buat nemuin orang tua gw, dan mungkin dia akan meminta gw untuk menikah dengannya " bisik Sandra
Diandra menatap wajah Sandra sambil menghela nafas panjang, lalu tersenyum mencibir ke arah Sandra
"Terus gw harus bilang apa, wow, congrats atau semoga elo senang?" ledek Diandra
"Satu lagi, elo kaya anak kecil yang senang habis mendapatkan permen, padahal permen itu habis bekas orang" bisik Diandra di telinga Sandra sambil menatap sinis ke arah Sandra
"Elo..." kata Sandra tidak melanjutkan kata katanya lagi karena pintu lift sudah terbuka
"Next banggalah dengan prestasi elo bukan bangga bisa mendapatkan cowok kaya" ujar Diandra dengan sinis, lalu Diandra melangkah ke luar lift mendahului Sandra yang sedang menahan amarahnya, tangannya langsung mengepal kuat
"Lihat saja nanti, Alfian bakalan gw suruh pecat elo, biar mampus" gumam Sandra dengan penuh dendam
Sandra akhirnya melangkah keluar dari kantornya, menuju ke parkiran mobil dan meninggalkan kantor Alfian dengan rasa kesal akibat ucapannya Diandra barusan
Sementara itu Diandra keluar menuju lobi, melihat Sandra dari kejauhan yang akhirnya dia hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak habis pikir ada manusia semacam itu, padahal Diandra tidak pernah menganggu dirinya bahkan menyentuh dirinya juga tidak tapi kenapa dia bisa begitu membenci dirinya
"Hei melamun aja!" teriak Hera dari belakang
"Bisa ga sih ga teriak, gw ga kaget cuman budeg" protes Diandra sambil cemberut
"Hehehe sorry" jawab Hera nyengir
"Tumben elo kesini ada apa?" selidik Diandra
"Gw kan kemarin udah janji mau ke kantor elo" jawab Hera ringan
"Mau ke kantor gw mau nemuin Donny yaks?" tanya Diandra sambil menggoda Hera
"Jangan mulai deh, udah yuk ke ruangan elo, tidak apa apa kan gw ke ruangan elo?" tanya Hera menatap Diandra meminta persetujuan darinya
"Elonya udah dateng yaa mau gimana lagi, masa mau nolak" jawab Diandra sekenanya
__ADS_1
"Ya udah ayok" ajak Hera sambil menggandeng tangan Diandra
"Tapi maaf ya kalau gw cuekin dulu, karena gw lagi banyak pekerjaan" kata Diandra dengan rasa tidak enak
"Tenang aja, lagian gw juga sambil ngerjain thesis kok" jawab Hera enteng
"Ya sudah kalau begitu" balas Diandra
Mereka langsung menuju lift dan kemudian memencet tombol lantai dimana Diandra bekerja, setelah lift terbuka, mereka berdua langsung masuk ke dalam
"Elo jadi ketemuan sama yang namanya Alex?" tanya Diandra ingin tahu
"Jadilah, lagian dia udah datang jauh jauh masak sih ga ditemuin, dia juga temen gw waktu gw di Jerman" jawab Hera menceritakan tentang kedekatan hubungannya dengan Alex
"Emang kenapa, elo mau ikut?" tanya Hera menoleh menatap Diandra yang sedang melihat angka angka lift
"Mau banget sih, tapi ...." kata Diandra ragu
"Sudah ga apa apa, lagian kan Alfian lagi sibuk sama Sandra nanti sore" bujuk Hera sambil nyengir
"Ga tau liat saja nanti" jawab Diandra melangkah keluar begitu liftnya terbuka, diikuti oleh Hera, Diandra langsung masuk ke dalam ruangan kantornya menyusul dengan Hera yang masuk ke dalam ruangannya Diandra
Tidak lama berdua mereka masuk, pintu langsung terbuka disana ada Alfian, Diandra menatap Alfian yang sedang berdiri di depan pintu
"Ga ada yang melarang kamu masuk kok" jawab Diandra sambil duduk di kursi kerjanya, Alfian tidak menyadari kalau ada Hera disitu juga hingga Hera sendiri yang menyapa Alfian
"Hai Alfian apa kabar, gimana Sandra dia sudah datang belum?" kata Hera sambil tersenyum ke arah Alfian
Alfian langsung menoleh ke arah Hera, dan menatap Hera dengan pandangan kesal
"Elo ga ada kerjaan apa nemuin calon istri gw?" tanya Alfian jengkel menatap Hera
"Ga ada, gw kan kemarin udah janji mau kesini" jawab Hera cuek
"Alah bilang aja elo modus mau ketemuan sama Donny, Donny ada di lantai atas sana gih temuin" usir Alfian sambil meledek Hera
"Apaan sih elo, gag lucu tau lagian ngapain juga ketemuan sama dia kaya ga ada kerjaan " jawab Hera dengan ketus
"Kalian berdua ini berisik banget, Alfian tolong tutup pintunya jangan sampai perdebatan kalian didengar sama karyawan karyawan disini" kata Diandra sambil memerintahkan Alfian untuk menutup pintunya
Alfian langsung melangkahkan kakinya ke dalam ruangan Diandra, sembari menutup pintu ruangan Diandra
"Sayang tau tidak, hari ini aku sangat kesal sekali" kata Alfian mendekati Diandra
__ADS_1
Diandra diam saja, dia hanya fokus pada layar komputer
"Diandra kamu dengar aku tidak sih." tanya Alfian dengan nada ngambek
Diandra langsung menatap Alfian dengan pandangan kesal
"Alfian kamu taubkan aku lagi banyak kerjaan, kalau mau curhat nanti saja dulu tunggu sampai aku selesai " kata Diandra memberikan pengertian kepada Alfian yang sedang cemberut di depannya
"Iya tapi aku sangat kesal" kata Alfian tidak mau kalah, Alfian lupa kalau ada Hera disitu
"Ya ampun pemilik perusahaan bisa ngambek ya" ledek Hera kepada Alfian
"Diem Lo..mending ke atas sana nemiluin Donny,temenin dia" kata Alfian kesal diledek sama Hera
"Berisik " jawab Hera manyun
"Sayang, dengerin aku dulu dong" Rajuk Alfian sambil menggoyang goyangkan bahu Diandra
Akhirnya Diandra yang mengalah, dia menghentikan pekerjaannya, lalu menatap Alfian dengan pandangan kesalnya
"Oke kamu kesal hari ini kenapa?" tanya Diandra menatap Alfian
"Sandra menemui aku, dia bilang kalau aku harus memecat sekretaris aku karena dia dipanggil ibu sama sekretaris aku, terus dia berusaha mencium pipi aku" cerita Alfian berusaha membuat Diandra cemburu
Diandra menghela nafas panjang
"Lalu kamu berbuat apa?" tanya Diandra, mencoba menutupi perasaannya yang sedikit cemburu tapi dia tahu itulah resikonya
"Ya aku berusaha melengos dan memarahi dia kalau dia tidak berhak memecat karyawan aku" jawab Alfian sambil menatap lekat lekat Diandra, mencoba mencari sedikit rasa cemburu dari Diandra namun yang dia dapatkan adalah tatapan datar dari seorang Diandra, ada sedikit kecewa didalam hatinya tapi harus bagaimana lagi Diandra bulan tipe orang yang senang menunjukkan perasaannya
"Pantesan tadi dia bilang kalau kamu akan menikah dengannya" sindir Diandra, Hera yang mendengar itu langsung terkejut
"Jadi dia sudah kesini?" tanya Hera menatap Diandra, Diandra menganggukkan kepalanya
"Dia bertemu kamu dimana?" tanya Alfian yang juga ikut terkejut
""Di lift, dia mencoba memprovokasi aku tapi aku diamkan saja, karena kata katanya ga penting buat aku" jawab Diandra enteng
"Dia berkata apa lagi?" tanya Alfian dengan penuh rasa ingin tahu
"Tidak ada, justru aku yang menghinanya" jawab Diandra santai
Hera dan Alfian menatap Diandra dengan pandangan tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Diandra, jika dia berani menghadapi Sandra seorang diri tanpa bantuan siapapun
__ADS_1