Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 66


__ADS_3

Diandra kembali masuk ke ruangannya kembali, dan melihat Alfian sedang duduk berada di meja kerjanya


"Lama banget kamu disana?" tanya Alfian dengan muka yang cemberut


Diandra tidak menggubris pertanyaan dari pria yang sedang duduk di kursinya


"Mending kamu minggir deh, aku mau beberes ini " kata Diandra sedikit ketus


"Diandra kamu marah sama aku?" tanya Alfian dengan muka cemberut


Diandra menatap Alfian kemudian berkata dengan suara tegas


"Begini Alfian, aku paling tidak suka urusan pekerjaan dengan urusan pribadi dicampur adukkan semuanya ada saatnya, oke kamu boleh bekerja disini,kamu boleh melakukan apa saja yang kamu mau tapi please untuk urusan pekerjaan jangan kamu ganggu aku"


Alfian mendengar keluhan dari Diandra dan kemudian dia berdiri lalu langsung menghampiri Diandra, memegang bahunya sambil berkata dengan nada lembut


"Maafin aku yah, aku tahu kok aku salah, kamu mau kan maafin aku, itu semata aku takut kamu tinggalin aku lagi seperti yang dulu makanya aku ingin kamu selalu didepan mata aku terus"


Diandra menghela nafas panjang lalu memejamkan matanya dan membuang emosinya


"Aku sudah maafin kamu kok, tapi janji ya jangan begitu lagi, aku ini masih bawahan kalian, dan aku tidak mau disini menjadi rumor yang jelek tentang aku, kamu tau sendiri kan sekarang aja sudah terdengar gosip gosip miring tentang aku" keluh Diandra kepada Alfian


"Please untuk kali ini saja biarkan aku bekerja secara profesional ya biar aku bisa menunjukkan kalau aku itu mampu memegang jabatan ini" kata Diandra dengan nada memohonnya


"Baik hanya untuk sementara ini aku ijinkan tapi tidak untuk selamanya,setelah kau menjadi isteri aku dan ibu dari anak anakku" jawab Alfian dengan nada tegas dan tidak mau dibantah


Diandra yang mendengar itu langsung memerah wajahnya dan hatinya berdegup kencang tidak tahu harus berkata apa


"Kenapa kamu diam? biasanya kamu mendebat aku apa kamu suka ya?" tanya Alfian bertubi tubi


Diandra masih diam tidak menjawab apa apa


"Kamu tahu enam bulan itu rasanya terlalu lama buat aku, tapi tidak apa apa aku akan berusaha sabar menunggu selama enam bulan itu " bisik Alfian di telinga Diandra


yang membuat wajah Diandra semakin memerah


"Terima kasih sudah mau sabar menunggu aku " jawab Diandra dengan suara lirihnya


masih dengan wajah menunduk menyembunyikan wajahnya yang merah dari seorang Alfian

__ADS_1


"Kamu tahu Di.. benar apa kata Donny kalau aku sudah bucin berat sama kamu,dan aku tidak perduli dengan sindiran sindiran itu" kata Alfian sambil mencium wangi rambut Diandra,Alfian pada saat itu berkata jujur kepada Diandra dan mengakui apa yang dikatakan oleh Donny


Diandra terdiam dan tidak bisa berkata apa apa lagi karena dia sendiri tidak tahu harus menjawab apa atau berbicara apa, baginya pengakuan Alfian ini membuat dia terkejut karena dia tidak menyangka sama sekali jika Alfian bisa berkata seperti itu kepada dirinya


"Alfian...aku " Diandra belum sempat melanjutkan kalimatnya, Alfian sudah menyela terlebih dahulu


"Jangan berkata apa apa lagi, kamu bisa merasakannya sendiri " Alfian memandang Diandra dengan tatapan lembutnya


"Sudah sana bereskan semuanya, sudah waktunya pulang " kata Alfian meminta Diandra membereskan barang barangnya


Diandra akhirnya membereskan semua barang barangnya, dan juga tasnya hingga Donny dan Hera masuk ke dalam ruangannya Diandra


"Bagaimana sudah selesai belum?" tanya Donny


"Ini lagi siap siap " jawab Diandra


"Boleh aku bantu?" tanya Hera mendekati Diandra


"Tidak usah ini juga sudah mau selesai kok" kata Diandra menolak


Setelah selesai beberes, Diandra dan yang lainnya keluar dari ruangannya tampak beberapa karyawan lain sudah hendak bersiap siap pulang


Diandra berpapasan dengan teman temannya di kantor


"Eh iya Bu..kami akan segera pulang " jawab Dian agak canggung kali ini


"Bu..mohon maaf mau tanya sepertinya Pak Alfian sama Ibu dekat sekali apa ada hubungan ya Bu?" tanya Wulan berani, sementara yang lain sikut sikutan


"Wulan kamu ini bicara apa sih?" tanya Dian sedikit kesal dengan Wulan karena terlalu lancang buat karyawan seperti mereka menanyakan hubungan atasan mereka


"Maaf " cicit Wulan sambil menunduk


Diandra yang terdiam langsung tersenyum kepada Wulan


"Tidak apa apa, mungkin kalian berasa aneh kalau tiba tiba saya sama Pak Alfian menjadi dekat dan akrab, jadi saya ingin meluruskan kalau saya sama pak Alfian adalah teman satu sekolah, kami dulu dekat dan dia kaget ketika bertemu saya lagi disini " kata Diandra bercerita


"Ohh begitu, pantesan pak Alfian sangat antusias ketika bertemu dengan ibu Diandra, jangan jangan ibu sama Pak Alfian jodoh nih" kata Winda sambil tertawa, yang langsung di amin kan oleh yang lainnya, sementara Diandra hanya bisa tersenyum tanpa berkata apa apa


"Maaf saya permisi dulu ya, itu sudah ditunggu " kata Diandra pamit kepada teman teman kantornya

__ADS_1


"Oh iya Bu, hati hati di jalan salam sama yang disebelahnya " kata Winda dengan genit, Diandra hanya tersenyum sambil mengacungkan jempolnya


"Dasar geblek loe pada, ntr kalo Bu Diandra ngadu ke Pak Alfian terus Pak Alfian ga terima gimana? tanya Dian sambil memarahi Wulan dan Winda, mereka semua langsung pada diam menyadari kesalahannya"Gw rasa Bu Diandra bukan tipe orang yang suka kompor deh " kata Winda tidak yakin "Makanya next time elo jaga omongan tuh, untung Bu Diandra orang yang baik " kata Dian memberikan peringatan kepada Wulan dan Winda


"Tapi hebat loe Bu Diandra ternyata dia itu temannya pak Alfian dan pak Alfian juga tidak lupa sama temannya itu " kata Wulan dengan rasa kagum


"Tapi gw rasa lebih dari sekedar teman sih, secara tidak mungkin Pak Alfian sampai rela rela memindahkan ruang kerjanya ke tempatnya Bu Diandra " kata Winda sambil berpikir


"Kalian ini bisanya gosip muluk sama urusin urusan orang, sudah mending urus urusin diri kita sendiri dulu baru urusin orang lain" kata Dian memberikan peringatan lagi kepada kedua sahabatnya


"Tapi Dian gw bangga loh bisa berteman dengan Bu Diandra, sudah cantik, baik pulak" kata Wulan dengan nada bangga diikuti dengan Winda


"Iya karena dia punya jabatan coba kalo enggak emang kalian mau?" tanya Dian sambil mencibir ke arah Winda dan Wulan


"Lah mang kita apaan, kok loe kayaknya kesal sekali sih?" tanya Wulan curiga kepada Dian


"Gw ga kesal, cuman gw ga kepengen kalian berdua ini kenapa kenapa, klo misalkan terdengar langsung di telinganya Pak Alfian mau kalian kena masalah misalkan sampai dipecat gitu?" tanya Dian mencoba memberikan pengertian kepada Winda dan Wulan, biar mereka berdua mengerti karena di kantor ada peraturan yang tidak tertulis untuk tidak mengosipkan atasan


Sementara itu Alfian, Donny dan Hera sudah menunggu Diandra yang sedang berjalan ke luar ruangan


"Lama sekali, ada apa?" tanya Alfian ingin tahu


"Oh itu aku tadi menyapa teman teman kerja aku dulu sebentar" jawab Diandra


"Mereka baik kan sama kamu?" tanya Alfian lagi


"Iya mereka semua baik sama aku, bahkan waktu aku belum ketemu sama kamu, aku sering diajak makan sama mereka sampai akhirnya aku ketemu sama kamu, aku jadi jarang berkumpul sama mereka " jawab Diandra pura pura sedih


"Iya apalagi kalau sudah satu ruangan ya, makin tambah susah lagi " sindir Donny


Donny memang agak sedikit kesal, karena sekarang dia harus naik turun lift jika harus menemui Alfian atau hendak membahas sesuatu, dia harus turun dulu dan itu sangat menyita waktunya


"Ga usah nyindir deh, mending elo diam aja " kata Alfian sewot, namun belum sempat Donny membalasnya, pintu lift sudah terbuka hingga akhirnya mereka berempat langsung masuk ke dalam dan tidak ada lagi pembicaraan di dalam lift hingga mereka sampai di bassement


Hera naik mobil Donny, sementara Diandra naik mobil Alfian


"Kita mau kemana dulu?" tanya Donny


"Makan " jawab Hera

__ADS_1


yang langsung disambut setuju oleh Diandra, setelah mereka masuk kedalam mobilnya masing masing,mobil pun langsung meluncur keluar bassement dan bergabung ke jalan raya


Dan tanpa mereka sadari ada sebuah mobil yang mengikuti mereka dari belakang


__ADS_2