
Sudah lumayan lama juga mereka berdua berada di kantin rumah sakit, sementara Hera juga sudah diperbolehkan untuk kembali pulang namun dokter memberikan catatan kepadanya jika kepalanya masih terasa sakit, Hera harus segera dibawa ke dokter untuk diperiksa kembali dan jika ada traumatik jangan dipaksa untuk mengingatnya karena itu akan memperburuk kondisi si pasien itu sendiri, setelah diberikan resep obat untuk ditebus, Hera dan Diandra langsung mencari keberadaan Alfian dan Donny
"Mereka berdua itu benar benar deh" gerutu Diandra kesal, karena dari tadi mereka menunggu di IGD, Alfian dan Donny masih saja belum juga datang, akhirnya Hera dan Diandra memutuskan untuk pulang sekaligus menyusul Alfian dan Diandra ke kantin rumah sakit
Alfian begitu melihat Diandra dan Hera masuk kedalam kantin langsung berdiri, Donny yang melihat Alfian langsung ikut menoleh ke arah Diandra dan Hera
"Kalian ini gimana sih, jelas jelas ditungguin malah disini" protes Diandra kesal kepada Alfian dan Donny
"Maaf Diandra" jawab Alfian merasa bersalah, Diandra dan Hera langsung mengambil bangku yang ada di sebelahnya lalu duduk disitu
"Terus bagaimana, apa kamu sudah diperbolehkan pulang?" tanya Donny kepada Hera
"Sudah" jawab Hera pendek tapi tidak memandang Donny
Donny yang melihat Hera berusaha mengalihkan pandangan darinya langsung merasa heran dengan sikap Hera yang mulai acuh tidak acuh
"Elo ga apa apa kan Hera?" tanya Donny dengan nada serius, Hera langsung menoleh ke arah Donny menatap Donny dengan penuh tanya
"Gw ga apa apa" jawab Hera masih dengan dengan nada heran
"Kalian tidak lapar?" tanya Alfian kepada Diandra dan Hera
"Haus, tadi perasaannya ada yang mai menawarkan minuman" sindir Diandra menatap Donny, namun Donny pura pura tidak mendengarnya
Alfian langsung memanggil pelayan memesan minuman untuk Diandra dan Hera
"Obat sudah ditebus?" tanya Donny masih penuh dengan perhatian kepada Hera, dan Hera menunjukkan satu tas plastik berisi obat obatan untuknya, Donny langsung mengangguk puas
"Don, gw mau ke club' sekarang buat menemui Andrew, loe mau ikut ga?" tanya Alfian kepada Donny memberitahukan kalau dia ingin ke club'
"Hah sekarang?" tanya Donny menatap Alfian
"Sekaranglah masa nanti" jawab Alfian sekenanya
"Mau apa ke club'?" tanya Diandra ingin tahu menatap Alfian
"Mau ada urusan penting, kamu ikut ya lagian kamu kan belum liat usahanya Andrew" jawab Alfian menatap Diandra sambil mengajaknya
Diandra terdiam dan berpikir sebentar lalu dia menganggukan kepalanya sembari menoleh kepada Hera
"Elo mau ikut ke club'?" tanya Diandra kepada Hera yang sedang sedikit melamun
"Gag lah Di, gw mau istirahat saja lagian gw ga tahu gw lelah banget" ucap Hera datar tanpa minat
Diandra mengakui Hera tidak seperti biasanya, ada sesuatu yang dia merasa Hera menyembunyikan disana, sikap Hera langsung berubah setelah dia pingsan beberapa jam yang lalu, dia seperti sedikit melamun
"Hera are you okey?" tanya Diandra cemas melihat kondisi Hera yang dari tadi diam saja
Hera tidak mendengar pertanyaan dari Diandra, matanya masih melamun menerawang jauh sehingga dia tidak mendengar suara Diandra, Diandra langsung menyentuh lengan Hera membuat Hera langsung menoleh ke arah Diandra dengan tatapan bertanya
"Elo ga apa apa?" tanya Diandra cemas
"Gw ga apa apa Di, cuman berasa gw capek banget" jawab Hera pelan, Hera memang mengakui kalau dirinya hari itu sangat lelah sekali
"Elo gw antar pulang buat istirahat" kata Donny sambil berdiri
"Tunggu dulu kenapa Don, lagian biarkan Hera duduk dulu sampai dia benar benar kuat jalan, minuman aja belum datang" ucap Diandra sambil menahan Donny untuk jangan pergi dulu
Donny pun langsung duduk kembali dengan terpaksa, dia mengakui dalam hati apa yang diucapkan oleh Diandra adalah benar, akhirnya Donny menunggu pelayan membawakan minuman untuk Hera dan Diandra
"Hera jangan dipaksa mengingatnya, biarkan itu mengalir sendiri" kata Diandra dengan suara lembut sambil memegang tangan Hera
Namun Hera hanya diam saja tidak menanggapi ucapan Diandra kali ini, dan Diandra yang melihat Hera seperti itu, hatinya merasa sangat sedih, dia merasa Hera agak sedikit berbeda setelah dia terbangun dari pingsannya
Tidak lama kemudian pelayan membawakan minuman untuk mereka berdua, Diandra menghabiskan minumannya karena sedari tadi dia sudah merasa haus sekali, sementara Donny masih belum juga datang
"Diminum dulu, nanti kamu aku antarkan pulang" kata Donny kepada Hera sambil menyerahkan segelas minuman dingin kepada Hera untuk dia minum, Hera hanya mengangguk patuh dan kemudian dia minum hingga tandas
__ADS_1
"Gw udah selesai, mau pulang" ucap Hera sambil berdiri, sebelum Diandra sempat menjawab Hera segera berlalu dari hadapan mereka, Donny yang melihat Hera pergi begitu saja langsung segera mengejar Hera
"Hera tunggu gw!" teriak Donny sambil segera menyusul Hera, sementara Diandra dan Alfian saling berpandangan dengan bingung melihat sikap Hera yang tidak biasanya mereka kenal
"Hera tunggu!" teriak Donny sambil berlari menyusul Hera, Donny langsung menggamit lengan Hera sementara Hera sendiri tidak bergeming sedikitpun, dia menatap lurus dengan wajah datarnya
Donny langsung menarik tangan Hera ke arah mobilnya karena Hera semenjak keluar dari rumah sakit sudah langsung menolak untuk diantarkan pulang
"Don, gw mau pulang sendiri boleh?" tanya Hera sambil menatap Donny dengan pandangan memohon
"Gag boleh!" jawab Donny dengan suara tegas
Hera menatap lelah Donny, dia lebih memilih untuk diam dan tidak ingin berdebat lagi, karena pada akhirnya akan berujung pada pertengkaran yang sia sia
Hera langsung menaiki mobilnya Donny dalam diam, dan langsung memasang sabuk pengamannya, Donny pun langsung segera menyalakan mesin mobilnya dan melajukan kendaraannya mengantarkan Hera pulang ke rumahnya
"Ada apa dengan Hera?" tanya Alfian penasaran menatap Diandra penuh dengan rasa ingin tahu
"Entahlah aku sendiri tidak tahu, semenjak kita sudah datang Hera berubah jadi tampak pendiam dan aku sendiri sudah menanyakan apa yang terjadi, Hera hanya diam tidak menjawab" kata Diandra dengan wajah yang cemas dan penuh khawatir
"Kamu sendiri tau apa yang terjadi dengan Hera, dan kenapa dia bisa pingsan?" tanya Diandra ingin tahu sambil menatap Alfian meminta jawaban dari Alfian, hanya Alfian yang tahu apa yang terjadi dengan Hera karena Donny ada bersama dengan Hera dan sudah pasti Donny sudah bercerita dengan Alfian sewaktu di kantin
"Hera pingsan ketika Donny memberitahukan tentang masa kecilnya" jawab Alfian pelan sambil menghela nafas panjang
"Loh kok bisa?" tanya Diandra kaget dan penasaran dan sangat kaget, dia menatap Alfian dengan sangat sangat terkejut
Alfian lalu menceritakan semuanya, apa yang diketahuinya dari cerita Donny yang barusan
Diandra yang mendengar cerita dari mulut Alfian langsung terdiam, dia saja baru mengetahui jika Hera pernah amnesia, bahkan ingatannya sebahagian besar masih belum kembali pulih seperti sedia kala, dan Hera menyimpan itu semua dengan rapih bahkan Diandra yang merupakan sahabatnya juga tidak diberitahu
"Di aku mau bicara sama kamu ini tentang Hera" kata Alfian lagi, masih dengan fokus menyetir mobil
Diandra langsung menoleh ke arah Alfian dengan pandangan bertanya
"Tentang apa?" tanya Diandra penasaran
"Kamu kenal yang namanya Alex?" tanya Alfian dengan hati hati
"Memangnya ada apa sih?" tanya Diandra penasaran
"Donny tadi sebelum pergi ke taman sempat bertemu dengan Alex teman yang sering Hera ceritakan kepada kamu, dan Donny merasa ada yang janggal tentang Alex ini" cerita Alfian sambil menyetir mobil
"Janggal bagaimana?" tanya Diandra tidak mengerti
"Kamu tahu ga jika ada perusahaan menawarkan kontrak kerjasama dengan kita, dan pemimpin perusahaan itu bernama Alex" jawab Alfian memberitahukan kepada Diandra
"Apa ini bukan sebuah kebetulan saja, dan lagian juga nama Alex juga banyak?" kata Diandra sambil bertanya balik kepada Alfian
Alfian terdiam sesaat, matanya masih fokus menyetir mobil, lalu dia kembali berkata dengan suara serius
"Tadinya aku berpikir seperti itu, hanya sebuah kebetulan saja tapi kok kayaknya kalau dipikir pikir lagi tidak" ucap Alfian sambil memikirkan sesuatu
"Terus apa yang kamu mau lakukan?" tanya Diandra ingin tahu
"Aku mau ke club' sekarang, mau bertemu dengan Andrew dan syukur syukur kalau bisa bertemu dengan Tonny disana, mau minta tolong untuk dicarikan informasi mengenai Alex dan perusahaannya" jawab Alfian dengan suara tegas dan tetap fokus menyetir mobil
"Dan kamu apa boleh aku minta tolong sama kamu?" tanya Alfian kepada Diandra kali ini dia berbicara serius
"Apa?" tanya Diandra
"Kalau bisa kamu mencari keterangan tentang Alex dari mulut Hera, apalagi Hera adalah teman dekatnya Alex dan kita berharap semoga mereka adalah orang yang berbeda" jawab Alfian meminta tolong kepada Diandra
Diandra langsung terdiam sembari memikirkan sesuatu hingga akhirnya dia menjawab permintaan dari Alfian
"Akan aku usahakan ya, dan semoga Hera mau bercerita banyak tentang Alex sama aku"
"Aku berharap seperti itu, karena selama ini Hera adalah sahabat terbaik kamu, dia pasti akan menceritakan apapun itu"
__ADS_1
"Tapi tidak dengan penyakitnya" kata Diandra dengan nada sedih dan wajah murung
"Jangan begitu, mungkin dia mempunyai pertimbangan sendiri tentang masalah itu " hibur Alfian sambil menggenggam tangan Diandra
"Mungkin kamu benar" jawab Diandra sedikit lega
"Aku yakin Hera pasti suatu saat akan menceritakan kepada kamu tentang apa yang terjadi pada dirinya, sampai dia benar benar siap menceritakannya" ucap Alfian memberikan pengertian kepada Diandra, agar Diandra tidak lagi murung apalagi bersedih hati
"Sudah jangan bersedih hati, kan ada aku yang selalu ada buat kamu" goda Alfian kepada Diandra, hingga Diandra langsung tertawa mendengar Alfian menggoda dirinya
"Dasar gembel" sahut Diandra sambil tertawa geli
Alfian memarkirkan mobilnya di parkiran khusus, setelah mobil dirasa aman Alfian dan Diandra langsung masuk ke dalam club' tempat dimana Andrew berada, club' itu masih belum tampak ramai pengunjung karena masih baru buka, tampak banyak pelayan yang sedang bersiap siap dan para security yang sedang di briefing untuk menjaga keamanan club' dari hal hal yang tidak diinginkan
Seorang manajer pria yang mengetahui Alfian datang kesana langsung menghampiri Alfian
"Selamat sore pak Alfian ada yang bisa kita bantu?" tanya manajer tersebut bernama Himawan
"Pak Andrew ada?" tanya Alfian menatap wajah manajer itu dengan pandangan tegas
" Ada pak, mau saya panggilkan atau langsung ke dalam saja?" tanya manajer itu dengan nada sopan
"Biar saya masuk ke dalam saja untuk menemuinya, ayo Diandra" kata Alfian sambil menggandeng tangan Diandra
"Silahkan pak" kata manajer yang bernama pak Himawan sambil memberikan jalan kepada Alfian dan Diandra
Alfian hanya menganggukkan kepalanya, dia berjalan sambil menggandeng Diandra, dia berjalan masuk ke dalam menuju ke ruangan Andrew, setelah sampai ke ruangan Andrew, Alfian langsung mengetuk pintu dan ketika sudah mendengar perintah masuk, Alfian langsung membuka pintu dan masuk bersama dengan Diandra
Andrew yang saat itu sedang membaca laporan keuangan langsung mendongak melihat siapa yang datang, begitu Alfian masuk ke dalam ruangan Andrew langsung berdiri menyambut sahabatnya itu
"Tumben baru kelihatan" ucap Andrew sambil tersenyum lebar menatap Alfian dan melihat ke arah Diandra
Tanpa disuruh Alfian langsung duduk di sofa Andrew begitu juga dengan Diandra, Diandra melihat ke sekeliling ruangan tempat dimana Andrew bekerja, ruangan tidak terlalu sempit dan juga tidak terlalu luas namun terasa nyaman, ruangan itu lumayan cukup rapih dimana hanya ada meja besar dan dua tempat duduk, disebelah kiri meja tempat dimana Andrew bekerja ada lemari untuk menyimpan berkas berkas, dan sofa tempat dimana Alfian dan Diandra duduk disitu
"Kemana aja Lo ga keliatan, tiba tiba ga ada angin ga ada hujan baru nongol?" tanya Andrew penasaran dan ingin tahu
"Perasaan baru dua hari yang lalu deh kita ketemuan " ucap Alfian
"Hehehehehe" dijawab Andrew sambil nyengir
"Sahabat kental elo mana?" tanya Alfian penasaran, karena tidak biasanya Tonny tidak ada, dia selalu ada kalau tidak lagi banyak pekerjaan
"Katanya dia hari ini tidak kemari, lagi sibuk" jawab Andrew sambil duduk di sofa tempat di hadapan Alfian dan Diandra
"Eh kalian ingin minum apa?" tanya Andrew kepada Diandra dan Alfian
"Apa saja tapi tidak yang non alkohol" jawab Alfian, Andrew langsung mengangguk dan segera menekan tombol penghubung ke depan dan memberikan perintah untuk dibawakan minuman yang non alkohol berikut dengan cemilan makanan
"Ada apa sore sore begini elo datang kemari?" tanya Andrew ingin tahu
"Gw mau minta tolong sama elo" jawab Alfian
"Minta tolong apa?" tanya Andrew penasaran
Akhirnya Alfian kembali menceritakan apa yang diceritakannya barusan kepada Diandra dan Andrew mendengarkannya dengan penuh perhatian
Setelah Alfiane bercerita, Andrew menghela nafas panjang dan kemudian dia berpikir agak lama
"Masalah biayanya gampang, elo tinggal sebutin aja" jawab Alfian begitu melihat Andrew terdiam seperti berpikir
"Bukan itu masalahnya bro tapi gw lagi mikir, gw kudu dari mana mulainya" jawab Andrew serius
"Kalau masalah biaya gw yakin sih elo pasti sanggup mengeluarkan berapapun itu" jawab Andrew sambil menyindir Alfian
"Gag gitu juga kali, lagian elo kayaknya lagi ada yang elo pikirin" ujar Alfian tidak terima jika dirinya disindir seperti itu
"Sudah gini aja elo tenang aja, gw akan dapetin informasi tentang Alex dalam waktu yang cepat nanti kalo udah ada hasilnya gw akan kabarin elo gimana?" jawab Andrew cepat sambil bertanya balik ke Alfian
__ADS_1
Alfian langsung mengangguk setuju dan tidak lama kemudian salah satu pelayan bartender datang membawa apa yang dipesan oleh Andrew, setelah diperintahkan masuk
"Tolong taruh minuman dan cemilan ya diatas meja itu" perintah Andrew tegas kepada pelayan itu yang dibalas dengan anggukan patuh oleh pelayan bartender itu,dan dia menaruh minuman dan makanan itu diatas meja depan sofa tempat dimana Alfian dan Diandra duduk disitu