
Alfian menatap ke arah Sandra dan kemudian menatap ke arah kedua orang tuanya Sandra secara bergantian
"Apa kamu mencintai anak saya?" tanya Tuan Hartawan dengan suara dalam dan tatapan tajam dan dingin, namun itu tidak membuat Alfian merasa gentar
"Boleh saya menjawab dengan jujur?" tanya Alfian menatap matanya Tuan Hartawan langsung dan tegas
"Saya lebih suka kejujuran anak muda" ucap Tuan Hartawan
Alfian langsung tersenyum tenang dan balik menatap Tuan Hartawan dengan pandangan yang jauh lebih tajam dari sebei
"Untuk saat ini belum tapi bukankah itu bisa dijalani secara bersama sama, menikah itu bukan satu atau dua hari yang setelah bosan langsung minta putus, saya hanya ingin meyakinkan hati saya kepada anak om itu saja" jawabnya tegas kali ini Alfian mengeluarkan nada serius
Tuan Hartawan yang mendengar itu langsung tersenyum
"Kamu tahu saya suka anak muda seperti anda, berani dan jujur mengatakan apa adanya, tapi saya minta jangan terlalu lama berpikir karena terkadang kita tidak tahu kapan itu akan menghilang" ujar Tuan Hartawan kepada Alfian
"Percaya saja, setelah saya benar benar yakin saya yang akan datang sendiri melamar anak anda, untuk saat ini biarkan kami menjalani apa adanya terlebih dahulu" ucap Alfian tegas
"Tapi ayah ..." Sandra mencoba untuk protes namun langsung buru buru dicegah oleh papanya, akhirnya dengan wajah cemberutnya Sandra diam menuruti perintah papanya
"Saya pikir, tidak ada yang perlu dibicarakan lagi dalam hal ini" ucap Tuan Hartawan dengan tegas sambil menatap Alfian dengan tatapan tajam yang dibalas oleh Alfian dengan tatapan yang jauh lebih tajam
Alfian tidak suka mengintimidasi namun dia akan melawan jika dia diintimidasi, dia tidak perduli dengan siapa dia berhadapan selama itu menurutnya benar maka dia tidak takut sama sekali
"Baiklah kalau begitu, kita pikir sampai sini dulu pertemuan kita, mungkin sebaiknya kita sering bertemu nak Alfian" ucap Tuan Hartawan sembari menyindir Alfian
"Akan saya usahakan namun mohon maaf kalau misalkan saya tidak bisa datang bukannya saya tidak mau namun saya memang tidak bisa hadir karena kesibukan saya" ucap Alfian dengan suara tenang namun terdengar cukup tegas
"Hari sudah malam, bagaimana kalau kita pulang?" tanya Nyonya Hartawan sambil mengajak mereka untuk pulang
Mereka semuanya langsung mengangguk dan mengiyakan ajakan dari Nyonya Hartawan, mereka pun langsung menuju pintu keluar bersama sama, Alfian dengan Tuan Hartawan dan Sandra bersama dengan ibunya yaitu Nyonya Hartawan
"Nak mama cuma mau memberi tahu, carilah pria yang benar benar mencinykamu dengan tulus, karena itu yang akan membuat kamu bahagia nanti" nasihat dari ibunya Nyonya Hartawan kepada Sandra
"Tapi aku mencintai Alfian ma, dari dulu aku selalu mencintainya dan itu tidak akan pernah berubah sedikitpun" ucap Sandra lirih kepada ibunya, ibunya hanya bisa menghela nafas panjang, dia hanya berharap suatu hari hati Sandra bisa berubah dan bisa fokus dengan dirinya dan cintanya bukan hanya berharap dari cinta seorang pria yang tidak mencintai anaknya
__ADS_1
"Mama hanya bisa mendoakan yang terbaik buat kamu itu saja, yang mama minta kamu harus bahagia itu saja" ucap Nyonya Hartawan kepada Sandra dengan penuh kelembutan dan ketulusan
"Terima kasih mama, kamu yang terbaik buat aku" ucap Sandra dengan bahagia lalu dia langsung menggamit sang ibu dengan erat
"Karena kamu adalah anak mama yang paling mama sayangi, mama hanya tidak ingin kamu kecewa atau sedih, hanya itu saja harapan mama sama kamu" ucap Nyonya Hartawan sambil membelai rambut putrinya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan seperti seorang ibu
Begitu mereka sampai di luar restoran sambil menunggu tukang parkir membawa mobil mereka masing masing, mereka menunggu mobil ya mereka sambil bercakap cakap, hingga mobil mereka datang dan petugas parkir datang membawa kunci mereka dan menyerahkan kepada pemilik mobil masing masing
"Tante, om saya pergi dulu" pamit Alfian kepada kedua orang tuanya Sandra
"Ma, pa saya pulang dulu" pamit Sandra kepada kedua orangtuanya sambil mencium pipi kedua orangtuanya
"Kamu hati hati di jalan" ucap Tua. Hartawan kepada anaknya Sandra
"Iya pah" jawab Sandra dengan patuh
"Kamu tolong jaga anak saya, ingat mengemudilah yang baik jangan sampai membuat anak saya terluka apalagi cedera" sindir tuan Hartawan
"Anda jangan khawatir saya akan membawa anak anda pulang dengan selamat" ucap Alfian tenang dan tidak terprovokasi oleh ucapan dari Tuan Hartawan
Setelah Alfian dan Sandra lepas dari pandangan kedua orang tua tersebut mereka pun juga sama langsung menuju ke mobil mereka dan melaju pergi meninggalkan restoran mewah tempat mereka mengadakan makan malam
Sementara di mobil Alfian mereka berdua terdiam,suasana di mobil cukup hening
"Kamu jahat Alfian" lirih Sandra akhirnya membuka suara
"Jahat kenapa?" tanya Alfian tidak mengerti, dia masih fokus menyetir mobil
"Kenapa kamu bicara seperti itu kepada papa aku, dia akan mengira kalau kamu tidak mau menikah dengan aku" ucap Sandra dengan lirih
Alfian menghela nafas panjang, dia diam tidak mengucapkan satu kata apapun, dia tidak ingin memperburuk suasana hingga tiba tiba handphone Alfian berbunyi, Alfian langsung menggunakan bluetooth yang langsung tersambung di mobil begitu tahu siapa yang menelpon dirinya, dia langsung memasang earphone pada telinganya dengan bantuan sebelah tangannya
"Ada apa Don?" tanya Alfian begitu diangkat
"Elo udah taruh alat penyadapnya belum?" tanya Donny mengingatkan Alfian
__ADS_1
"Astaga belum, ya sudah nanti gw kerjakan thanks ya udah diingetin" jawab Alfian
"Elo dimana?" tanya Donny
"Di jalan pulang ke rumah Sandra" jawab Alfian masih fokus nyetir mobil
"Anterin Sandra pulang?" tanya Donny i gin tahu
"Iya Don" jawab Alfian singkat
"Ya udah hati hati di jalan, jangan lupa tugas elo yang itu" kata Donny sambil mengingatkan Alfian mengenai misi mereka
untuk memasang alat penyadap di tempatnya Sandra
"Iya elo tenang saja, gw ga lupa kan udah elo ingetin" ujar Alfian
"Ya udah gw matiin nih telpon, bye" ucap Donny yang langsung mematikan handphonenya
Alfian langsung melepaskan earphonenya dan kembali fokus menyetir mobil
"Siapa?" tanya Sandra
"Si Donny, mengingatkan gw buat tanda tangan dokument yang baru dia kirim barusan " jawab Alfian berbohong
Sandra terdiam tidak berkata apapun setelah itu hingga mereka sampai di apartemen nya Sandra
"Kamu mau mampir?" tanya Sandra
Sebenarnya Alfian malas untuk mampir namun mengingat ada misi yang harus dia kerjakan akhirnya dengan terpaksa dia menyetujui ajakan Sandra untuk masuk ke dalam apartemen Sandra
"Boleh kalau elo ijinin gw masuk" jawab Alfian
"Ya boleh lah masak ga boleh sih" ucap Sandra dengan suara senang
Sandra langsung merasa bahagia begitu mendengar Alfian mau mampir ke apartemennya
__ADS_1
Sandra akhirnya langsung turun dari mobil Alfian dan berjalan meninggalkan Alfian sendirian, sementara Alfian masih didalam mobil mematikan mesin mobilnya lalu menyusul Sandra untuk ikut ke dalam gedung apartemen itu