Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 27


__ADS_3

Keesokan paginya Alfian buru buru pergi ke rumah orang tuanya, dan dia berharap pagi ini orang tuanya ada di rumah tidak kemana mana, Alfian mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar dia bisa sampai pas ketika mereka sedang sarapan pagi


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam sampailah Alfian ke rumah orang tuanya, rumahnya terletak di perumahan mewah yang terdiri dari tiga lantai dan dikelilingi oleh pagar serta tembok yang cukup tinggi,Alfian membunyikan klakson berkali kali, tampak petugas keamanan tergopoh-gopoh berlari membuka pintu gerbang, mobil Alfian langsung melesat masuk ke dalam dan berhenti tepat didepan teras pintu depan rumah


Alfian langsung masuk ke dalam rumah besar itu, mencari ke dua orang tuanya


"Ma..pa..." panggil Alfian, ada seorang pelayan yang kebetulan lewat langsung dihentikan olehnya "Dimana mama sama papa?" tanya Alfian sambil menatap pelayan itu "Tuan dan nyonya lagi ada di kamar " jawab pelayan itu takut takut, Alfian langsung berjalan tergesa menuju ke kamar orang tuanya


Pintu kamar orang tuanya masih tertutup sehingga mau tidak mau Alfian mengetuk pintu kamarnya sampai ada yang menyuruhnya masuk, Alfian mengetuk pintu kamar lagi sampai mamanya keluar masih dengan menggunakan daster "Alfian, kamu kenapa pagi pagi begini udah heboh banget sih?" tanya mamanya Alfian setengah kaget melihat Alfian yang tidak biasanya datang pagi pagi dan menggedor kamar orang tuanya


"Sorry ma..Alfian ada yang mau Alfian bicarakan sama mama dan papa juga" kata Alfian dengan wajah serius, Mamanya Alfian menatap Alfian dengan penuh tanda tanya, terdiam sebentar Alfian menggaruk rambutnya yang tidak gatal "Oke kalau gitu tunggu mama sama papa di meja makan,sekalian kita sarapan " kata mamanya, lalu mamanya kembali masuk ke dalam kamar


Orang tua Alfian sendiri bernama Tuan Wijaya dan mamanya bernama Nyonya Francie, mamanya adalah blasteran dari Eropa timur dengan mata yang berwarna biru, dan Alfian mengikuti mata mamanya, mama dan papanya Alfian masih terlihat gagah dan cantik meski usia sedikit senja tidak mempengaruhi penampilan mereka


usaha papanya bergerak di banyak bidang salah satunya usaha eksport import yang dimana Alfian duduk sebagai CEO disana dan Donny sebagai asisten pribadinya, perusahaan multinasional itu mempunyai banyak karyawan yang benar benar berpotensi termasuk Diandra di dalamnya


Alfian kembali menuju ruang makan, duduk disana dan menunggu kedua orangtuanya menghampiri dirinya, tiba tiba handphone dari Alfian berdering dengan nyaring membuat si empunya agak sedikit kaget "sialan" rutuk Alfian sedikit kesal, dia melihat siapa yang menelepon dirinya sebelum diangkat, terlihat asisten pribadinya sekaligus sahabatnya si Donny yang sedang meneleponnya


"Kenapa?" tanya Alfian masih dengan nada kesal


"Loe dimana?, gw cari di apartemen loe ga ada" kata Donny dengan suara kalem


"Gw lagi ada di rumah mama sama papa gw ,ada apa emangnya?" tanya Alfian penasaran


" Gag, gw pengen ke tempat loe aja pengen ketemuan" jawab Donny

__ADS_1


"CK besok aja" jawab Alfian malas


dan dia langsung menutup telponnya secara sepihak


Alfian memeriksa pesan yang ada di handphonenya, tidak ada pesan yang berarti kembali Alfian menyimpannya kembali, mama dan papanya sekarang sudah datang menemui Alfian, mamanya menggunakan rok dan blouse kembang kembang terlihat sangat cantik alami sementara papanya menggunakan celana pendek setengah lutut dan kaos santai, dan kini mereka duduk di meja makan berhadapan dengan Alfian


"Ada apa kamu pagi pagi ini datang menemui kami?" tanya papanya menatapnya dengan pandangan serius


"Sarapan dulu" kata mamanya sambil menyuruh pelayan menyiapkan sarapan pagi buat mereka "Alfian mau perjodohan Alfian dengan Sandra jangan diteruskan ma pa, boleh?" tanya Alfian dengan nada serius


Tentu saja itu membuat kaget orangtuanya Alfian "Tapi kenapa, bukankah kalian sudah sangat mengenal dekat?" tanya mamanya Alfian,Alfian terdiam lalu berkata "Alfian tidak mencintainya ma pa" kata Alfian pelan "Ada yang Alfian sukai tapi Alfian belum menemukan dia ada dimana, jadi beri Alfian waktu" jawab Alfian dengan jujur kali ini


Papanya langsung menghela nafas panjang lalu berkata dengan nada tegas


Mamanya sepertinya ingin protes tapi dia tidak bisa menganggu gugat keputusan dari suaminya


"Mama cuman minta tolong pikirkan Sandra, mama rasa dia gadis yang baik dan keluarganya juga sama kaya kita" kata mamanya pelan


Alfian menggelengkan kepalanya kuat kuat "Mama belum tau saja perangainya dia seperti apa, kalau sudah tahu pasti langsung tidak menyukainya " jawab Alfian yang disambut dengan delikan tajam mamanya


Para pelayan sibuk mengatur sarapan pagi dia atas meja yang dibantu oleh mamanya Alfian, sarapan itu berupa nasi goreng, telor dadar, roti tawar, berikut perlengkapan, Alfian memilih nasi goreng, karena perutnya saat ini sangat lapar dan minta untuk diisi, mereka sarapan secara diam, sambil menikmati sarapan paginya


Setelah selesai sarapan pagi , kembali para pelayan diperintahkan untuk membersihkan ruang makan dan mengangkat semua piring piring kotornya "Satu yang mama minta, selagi kamu mencari gadis idaman kamu cobalah kamu buka sedikit hati kamu untuk Sandra" kata mamanya menatap putra kesayangannya ini, Alfian langsung menggelengkan kepalanya "Maaf ma, Alfian sudah coba tapi Alfian gag bisa" kata Alfian jujur, mamanya langsung terdiam mendengar pernyataan jujur anaknya ini


Alfian langsung naik ke kamar atas, disana dia membongkar laci meja kamarnya, terdapat sebuah photo usang seorang gadis yang sedang berdiri tersenyum sambil duduk, gadis yang terlihat cupu, culun dengan mata yang indah dan bibir yang bagus ,Alfian juga sudah pernah mencuri ciuman pertama gadis itu, Alfian memotret secara diam diam "Kamu dimana?" desah Alfian

__ADS_1


Alfian masih menatap wajah yang ada di lembaran Poto usang sambil merebahkan dirinya "Gw akan temukan loe,dan setelah gw menemukan elo, elo sudah tidak akan bisa lagi lari dari gw" kata Alfian sambil berbicara seakan akan gadis itu ada di depan matanya,dan lama kelamaan matanya terasa berat hingga akhirnya dia tertidur sambil memeluk Poto itu berharap di dalam mimpinya dia bisa bertemu dengan gadis yang sudah mencuri hatinya setelah sekian lama


Sementara di tempat Diandra, Diandra dan Hera masih tertidur pulas, hingga suara ketukan pintu dari luar membangunkan mereka berdua, Diandra langsung terbangun dan terkejut sepertinya dia bermimpi sesuatu, bermimpi dia mencium seorang pria seperti kejadian yang sebelumnya dan mimpi itu terasa sangat nyata sekali sampai dia memegang bibirnya, Hera yang mendengar suara ketukan pintu dari luar juga ikut terbangun tapi dia lebih heran melihat Diandra sedang memegang bibirnya


"Kenapa bibir elo?" tanya Hera, Diandra menatap Hera lalu langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat, meyakinkan kalau itu hanya mimpi


Terdengar lagi suara ketukan pintu dari luar, Diandra langsung buru buru bangun dan membuka pintu kamarnya,melihat siapa yang mengetuk pintu "Sarapan, Kalian ga mau sarapan?" tanya bunda menatap anak semata wayangnya "Iya bund, kita mau pada sarapan, Diandra dan Hera bersih bersih dulu" jawab Diandra


Bundanya menganggukkan kepalanya lalu berlalu dari depan kamar Diandra "Mandi gih sana, habis itu gw gantian bunda suruh kita sarapan" kata Diandra menyuruh Hera buat mandi " Ya sudah, gw duluan" jawab Hera mengambil handuk dan pakaian ganti serta peralatan mandinya lalu berjalan keluar kamar menuju kamar mandi yang terletak di sebelah kamar Diandra


Sementara Diandra sibuk membereskan kamarnya yang habis ditiduri oleh mereka berdua, tak lama kemudian Hera pun muncul sudah rapih dengan pakaian gantinya kali ini diaenggunakan celana pendek sedengkul dengan kaos "Gw udah selesai sekarang tinggal elo" kata Hera, Diandra langsung mengangguk mengambil handuk, dan pakaian gantinya, Hera berjalan menuju meja rias Diandra yang terletak di seberang tempat tidur Diandra disamping kaca jendela Diandra, dia menyisir rambutnya dan memulaskan sedikit bedak disana


Setelah mereka berdua siap ,mereka menuju ke ruang makan, untuk bersama sama sarapan pagi dengan ayah dan bundanya Diandra "Sarapan yang banyak nak Hera,biar kuat" kata ayahnya sambil bercanda "Iya nak Hera jangan malu malu" jawab bundanya, hari itu sarapan mereka adalah nasi goreng dengan telur ceplok ditambah kerupuk dan bawang goreng, mereka duduk bersama sama dan makan bersama dalam diam sambil menikmati santapan sarapan pagi


"Hari ini ada rencana kemana?" tanya ayahnya menatap Hera dan Diandra "Ga ada kemana mana, kita hanya ingin di rumah saja" Jawab Diandra sambil menyuapkan nasi goreng dalam mulutnya "Kalau kalian ga kemana mana gimana kalau kalian bantuin bunda bikin kue sama makan siang, mau tidak?" tanya bunda sambil menatap Diandra dan Hera "Boleh bund" jawab Diandra semangat "Okey kalau gitu habis sarapan, satu jam lagi bunda panggil kalian ya untuk bantuin bunda" kata bunda Diandra


"Kok kenapa harus satu jam lagi? tanya Hera dengan nada heran "Iya bunda mau melihat anak tetangga yang sedang sakit demam ,ga tau sekarang kondisinya bagaimana, jadi bunda mau ke sebelah dulu" jawab bunda memberikan penjelasan


Setelah acara sarapan pagi telah selesai,mereka kembali membantu bunda untuk membereskan alat makan dan perabot makannya untuk mereka cuci


"Bunda ke sebelah dulu,bunda ga lama kok" kata bunda sambil berjalan meninggalkan dapur dan meninggalkan Diandra dan Hera "Iya bunda " jawab Diandra dan Hera secara bersamaan


Setelah selesai mencuci semua piring dan perabot makan, Diandra dan Hera kembali ke atas, kembali mereka merebahkan dirinya "Kenyang gw" kata Hera sambil mengelus perutnya " Loe mah makan ga kira kira" kata Diandra "Lagian masakan bundamu itu emang enak Diandra" kata Hera jujur "Gw itu sampe khilaf" ,Diandra yang mendengar perkataan dari Hera hanya bisa menggelengkan kepalanya "Tapi ga baik untuk perut dan lambung elo" kata Diandra menasehati Hera "Sudah anggap aja gw lagi khilaf" Jawab Hera santai sambil memejamkan mata, yang tiba tiba langsung ditimpuk Diandra pakai bantal membuat Hera terlonjak kaget


"Apaan sih loe" protes Hera "Pamali habis makan tidur, bangun" kata Diandra menatap Hera tajam "Gw ga tidur kok" jawab Hera membela dirinya "Kalau ga tidur itu apa?" tanya Diandra "Merem" jawab Hera santai "Sama aja itu,bangun ayok jangan tiduran" kata Diandra menyuruh Hera buat bangun namun bukannya bangun Hera malah semakin rebahan tidak mengindahkan omelan sahabatnya

__ADS_1


__ADS_2