
"Donny tunggu gw!" teriak Diandra berlari menyusul Donny, sementara Alfian yang sedang duduk di sofa langsung segera berdiri mengikuti Diandra yang sedang berlari, sementara Andrew hanya terpaku sambil berdiri bahkan mereka tidak mengatakan sesuatu apapun kepada dirinya, Andrew ditinggalkan seorang diri di ruangan kantornya
"Ada ada saja" gumam Andrew sambil menghela nafas panjang, lalu dia kembali ke tempat duduknya kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda karena kedatangan mereka bertiga
Sementara itu Tonny baru saja sampai dan hendak keluar dari mobil, tapi tiba tiba keburu Alfian masuk ke dalam mobilnya Tonny, Tonny menatap Alfian dengan heran dan pandangan bertanya
"Nyalain mobil elo sekarang dan ikutin mobil Donny sekarang juga!" teriak Alfian sambil memberikan perintah kepada Tonny, Tonny yang masih bingung dan penuh dengan banyak pertanyaan dibenaknya akhirnya mengikuti perintah dari Alfian untuk mengikuti perintah dari Alfian
Pikirnya nanti saja di tanyanya, untuk sementara ini dia akan ikuti perintahnya Alfian terlebih dahulu untuk mengikuti mobilnya Donny, Tonny melirik sekilas ke arah Alfian tampak wajah Alfian yang serius memperhatikan mobil Donny yang berada di depannya melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi, hingga hampir menyerempet mobil orang yang ada disebelahnya untungnya saja jalanan hanya satu arah bukan dua arah
Sampai ketika mobil Donny berbelok menuju ke rumah sakit, Donny langsung memarkirkan mobilnya di lahan kosong dan segera membuka pintu diikuti dengan Diandra, mereka berdua langsung berlari menuju ke ruang IGD tempat dimana Hera dirawat, mereka seperti berlomba lari siapa yang duluan sampai ke ruang IGD
Sementara itu Tonny juga ikut memarkirkan kendaraannya di sebelah mobilnya Donny, namun belum sempat Tonny mematikan mobilnya Alfian langsung menyuruh Tonny membuka pintu mobilnya dan tanpa banyak cakap lagi Alfian langsung membuka pintu mobil Tonny dan kemudian berlari bergegas menyusul Donny dan Diandra ke ruang IGD
Donny sempat bertanya dimana letak dari ruangan IGD kepada perawat yang kebetulan lewat disitu, setelah mendapatkan petunjuk dari perawat itu, Donny dan Diandra langsung segera menuju ke tempat IGD dimana Hera dirawat disana
Sesampainya disana, Donny dan Diandra melihat Mbok Darmi sedang menunggui Hera disana, mbok Darmi langsung menghampiri Donny
"Bagaimana keadaannya mbok?" tanya Donny dengan perasaan cemas dan khawatir
"Masih belum sadarkan diri Tuan" jawab mbok Darmi pelan sambil sedikit berbisik
"Kenapa bisa pingsan lagi mbok?" tanya Diandra dengan penuh rasa ingin tahu
"Gag tahu saya non, sewaktu bibi naik ke atas , dan pas buka kamarnya non Hera tiba tiba non Hera sudah pingsan dan sudah tergeletak di lantai" jawab mbok Darmi pelan dengan wajah yang penuh dengan kekhawatiran karena anak majikannya jatuh sakit, dan tidak seperti biasanya
"Terus sekarang bagaimana?" tanya Diandra lagi, sambil melihat bangsal yang ditutupi oleh tirai putih
"Ini sementara ini lagi ditangani oleh dokter jaga" jawab mbok Darmi pelan sambil menatap ke arah tirai putih itu
Donny dan Diandra langsung terdiam membisu, mereka berdua menunggu di depan pintu bersama dengan mbok Darmi dengan perasaan cemas
"Mbok sebaiknya mbok pulang dulu, istirahat di rumah biar Hera kami yang menungguinya" kata Donny dengan tegas kepada mbok Darmi, mbok Darmi tampak sedikit ragu melihat keraguan yang ada di wajahnya mbok Darmi, Diandra langsung menghampiri mbok Darmi sambil tersenyum menenangkan Diandra berkata dengan lembut, mencoba memberi pengertian kepada mbok Darmi, agar mbok Darmi mau segera pulang
"Mbok biar disini kami yang menanganinya, Hera aman bersama dengan kami, mbok pulang istirahat sambil menunggu kepulangan Hera"
Mbok Darmi menatap Diandra dan Diandra balik menatap Mbok Darmi berusaha meyakinkan mbok Darmi
"Apa ga apa apa non?" tanya mbok Darmi ragu
"Tidak apa apa mbok, ada kami yang menjaga Hera disini" kata Diandra dengan lembut
Akhirnya Mbok Darmi mengangguk setuju untuk mau pulang ke rumah majikannya
"Saya titip non Hera ya" kata mbok Darmi kepada Diandra
"Iya Bu, Mbok tenang saja non Hera aman bersama dengan kami" ucap Diandra mencoba menenangkan mbok Darmi, agar mbok Darmi tidak khawatir
Sepeninggal Mbok Darmi, Donny dan Diandra menunggui Hera di depan pintu ruang IGD hingga Alfian tampak berjalan tergesa gesa menghampiri mereka berdua yang sedang duduk di depan pintu ruang IGD, Diandra dan Donny langsung menengadah ketika melihat Alfian berdiri di hadapannya
"Bagaimana dengan Hera?" tanya Alfian penuh dengan rasa ingin tahu
"Masih diperiksa oleh dokter" jawab Donny pelan, wajahnya Donny sedikit murung sementara Diandra hanya bisa terdiam sambil berdoa semoga Hera tidak kenapa kenapa
"Sebenarnya apa sih yang terjadi?" tanya Tonny dengan penuh rasa ingin tahu, setelah berhasil menyusul Alfian
Mereka langsung melihat ke arah Tonny yang merasa kebingungan
"Hera pingsan" jawab Alfian pendek tanpa menoleh ke arah Tonny
"Kok bisa, gimana ceritanya?" tanya Tonny penasaran, karena Tonny sendiri juga merasa bingung sebab tidak biasanya Hera yang aktif tiba tiba jatuh pingsan
"Panjang ceritanya, nanti aja gw ceritain" jawab Alfian pendek
Tonny mengangguk saja, lalu dia duduk di samping Donny sambil menunggu Hera sadar dari pingsannya
Mereka berempat terdiam, Diandra melihat jarum jam sudah menunjukkan pukul enam sore dan dokter masih belum keluar dari ruangan IGD itu, berkali kali Diandra menoleh dengan cemas berharap ada yang bisa memberi tahukan kondisi dari keadaan Hera, namun nyatanya tidak satu orangpun yang keluar dari ruangan IGD tersebut
__ADS_1
Diandra berkali kali menghela nafas panjang mencoba menenangkan detak jantungnya sendiri, wajahnya sangat khawatir sekali namun dia hanya bisa diam sambil menatap kosong
"Di kamu tidak apa apa kan?" tanya Alfian menatap cemas ke arah Diandra
Diandra masih melamun, dia tidak mendengar pertanyaan Alfian akhirnya Alfian memutuskan untuk memegang tangan Diandra yang terasa dingin di tangannya, Diandra langsung menoleh ke arah Alfian menatapnya dengan pandangan penuh tanya
"Kamu tidak apa apa?" tanya Alfian lagi dengan suara lembut, mencoba bersikap tenang walau matanya terasa sangat khawatir
"Aku tidak apa apa Alfian, kamu tenang saja" jawab Diandra pelan sambil menatap Alfian mencoba meyakinkan Alfian kalau dirinya tidak apa apa
"Benar?" tanya Alfian sekali lagi kepada Diandra
Diandra hanya menganggukkan kepalanya mencoba tersenyum ke arah Alfian
"Kamu cerita ya kalau kamu ada apa apa" ucap Alfian lagi sambil menatap mata Diandra dalam dalam
"Iya kamu tenang saja" jawab Diandra pelan
Tidak lama kemudian seorang suster keluar dari ruangan IGD
"Siapa disini keluarga si pasien?" tanya suster itu kepada mereka berempat
"Saya keluarga dekatnya" kata Donny tiba tiba berbohong, Suster itu langsung mengangguk ke arah Donny
"Ikut saya, dokter ingin bertemu dengan anda" kata suster itu dengan suara tegas lalu dia berjalan masuk ke dalam diikuti dengan Donny
"Silahkan duduk" kata suster itu menyuruhnya untuk duduk berhadapan dengan seorang dokter jaga wanita kali ini
"Mirah?" tanya Donny berusaha memastikan siapa yang sedang berhadapan dengannya
Mirah yang dipanggil Donny langsung mengangkat kepalanya,menatap Donny sambil mengerutkan keningnya
"Elo Mirah kan, temen SMP gw yang tomboynya gag ketolongan itu?" tanya Donny yang mencoba meyakinkan kalaubdia adalah Murah temen SMP nya
"Iya gw emang Mirah, elo Donny yang SMP nya di tiga bangsa itu kan, yang culun banget dulunya" jawab Mirah sambil tertawa
Mirah hanya tertawa lebar melihat wajah Donny yang sedang kesal
"Gw ga nyangka elo jadi dokter sekarang padahal gw pikir dulu elo bakalan ga lulus sekolah, secara elo bandelnya minta ampun" kata Donny sambil meledek teman SMP nya
"Gw emang nakal tapi pendidikan buat gw nomor satu bro" ucap Mirah santai
"Oh iya itu temen elo apa pacar elo?" tanya Mirah menatap Donny dengan penuh rasa ingin tahu
"Calon tunanga gw mang Napa?" tanya Donny asal
Dokter Mirah langsung tertawa lebar
"Cantik calon tunangan elo, gw heran kok dia bisa mau ya sama elo apa dia lagi khilaf" ledek dokter Mirah kepada Donny
"Ga punya akhlak Lo, udah deh buruan dia kenapa lagi?" tanya Donnyagak sedikit kesal diledek terus sama temannya yang satu ini
"Dia apa ada trauma yak?" tanya Dokter Mirah kali ini berwajah serius
"Memangnya kenapa?" tanya Donny penasaran ingin tahu
"Tinggal jawab doank, malah nanya balik" ucap Dokter Mirah kesal kepada Donny
"Dia bilang sih ada, dia bilang kalau pernah mengalami amnesia" jawab Donny dengan nada serius
Dokter Mirah menganggukkan kepalanya
"Apa selama ini dia pernah pingsan seperti ini?" tanya dokter Mirah masih menatap Donny dengan pandangan serius
"Tadi siang dia pingsan, ketika dia mencoba mengingat ingat kembali dan dia mengeluh tiba tiba kepalanya sangat sakit sekali" jawab Donny serius
"Sebenarnya seorang pasien yang terkena amnesia itu sebaiknya jangan dipaksa untuk mengingat kembali tapi biarkan itu mengalir dengan sendirinya" kata dokter Mirah kali ini dengan wajah dan nada serius
__ADS_1
"Apa Hera tidak apa apa?" tanya Donny dengan perasaan cemas dan khawatir
"Tenang saja dia tidak apa apa, dia baik baik saja hanya perlu istirahat" kata Dokter Mirah sambil menuliskan resep untuk Hera
"Jadi namanya Hera?" tanya dokter Mirah sambil tersenyum
"Iya, namanya Hera gadis cantik yang buat gw jatuh hati, gadis yang tidak pernah mengeluh sama sekali apalagi sakit, dia jarang terlihat sakit cuman kali ini dia bikin gw cemas dan khawatir" jawab Donny dengan wajah sedikit murung
Dokter Mirah tersenyum lalu bangkit berdiri
"Sudah elo tenang aja, dia baik baik saja hanya saja dia kalau seperti ini lagi harus ke dokter spesialis buat ditangani khawatir akan berpengaruh buruk " ucap dokter Mirah mencoba menenangkan Donny sambil menepuk bahu Donny
"Tapi gw yakin kok, dia cewek yang kuat seperti yang elo bilang, harusnya sih elo beruntung dapetin dia dan dia siap dapetin elo" kata dokter Mirah kembali meledek Donny
Donny langsung menatap temannya ini dengan kesal
"Gw bingung elo bisa dapetin gelar dokter ini nyogok yaks, kok elo bisa jadi dokter, sarap elo kaga ilang ulang dari gw" balas Donny dengan kesal
"Sorry Don, gw seneng aja ledekin elo " jawab Dokter Mirah sambil nyengir
Donny menatap Dokter Mirah yang sekarang, dia sangat cantik dengan rambut panjang sebahu dan dengan make up yang natural beda dengan dulu yang dia ingat, rambut temannya ini pendek bahkan pernah hampir dipotong cepak yang bikin satu kelas pada kaget, belom lagi gayanya yang benar benar cowok banget bahkan pernah dihukum sama guru gara gara mencoba memanjat dinding sekolah saat jam pelajaran sekolah
"Kenapa elo liatin gw kata gitu?" tanya dokter Mirah kepada Donny dengan pandangan herannya
"Elo kenapa bisa berubah seratus delapan puluh derajat kayak gini?" tanya Donny balik dengan wajah herannya
"Memangnya kenapa, setiap manusia itu kan wajar jika harus berubah" kata Dokter Mirah menatap Donny dengan pandangan bingung
"Iya gw tau itu, cuman elo tau sendiri elo itu dulu kayak apaan sekarang kayak apaan" kata Donny asal
"Hehehehehehe, itu karena ada seseorang yang bisa membuat gw berubah" jawab dokter Mirah sambil tersenyum misterius menatap Donny dengan pandangan jenaka
"Siapa?" tanya Donny penasaran
"Suami gw lah, emangnya siapa lagi" jawab Dokter Mirah
"Serius elo udah punya suami?" tanya Donny tidak percaya kepada temannya ini
"Sepuluh ribu, emangnya kenapa sih kok kayaknya elo kaget gitu?" tanya Dokter Mirah agak sedikit kesal karena temannya ini tidak percaya sama yang dia ucapkan barusan
"Ya iyalah cowok mana yang mau ma elo, cewek jadi jadian lagian gw rasa laki elo khilaf" ledek Donny
"Dasar gila, biarin aja yang jelas dia mau terima gw" jawab dokter Mirah kesal karena diledek sama Donny
"Sorry sorry, elo udh berubah sih hanya saja gila nya elo belum berubah deh" ucap Donny mikir lalu dia langsung tertawa terbahak-bahak, membuat semua suster jaga disitu langsung menoleh ke arah Donny
"Don apaan sih Lo, malu maluin" bisik Dokter Mirah sambil melotot, karena banyak pasien yang ada di IGD ini
Donny langsung menutup mulutnya dengan tangannya, sementara itu dokter Mirah hanya menggelengkan kepalanya pasrah melihat sikap temannya ini
"Eh iya sorry gw boleh ga liat calon tunangan gw dulu?" tanya Donny meminta ijin dengan dokter Mirah
"Silahkan, kalau sudah bangun tolong panggil gw" jawab dokter Mirah kepada Donny
"Oke siap" jawab Donny lalu langsung meninggalkan Dokter Mirah temannya itu dan pergi menemui Hera yang masih pingsan itu
Donny langsung menuju ke tempat tidur Hera, disana Hera masih terpejam dengan wajah yang pucat, Donny memegang tangan Hera lalu dia menarik nafas panjang
" Sorry Hera, harusnya dari dulu gw buka hati buat elo dan harusnya gw juga ga perlu mengingatkan elo dengan masa lalu elo, harusnya gw menjalani saja semuanya itu bersama elo, hingga elo tidak seperti ini" gumam Donny dengan wajah yang sedih
" Bangun yuk, gw janji akan terima elo apapun itu keadaan elo" ucap Donny lagi sambil berbisik pelan ke arah Hera, berharap Hera membukakan matanya
Namun sayangnya Hera masih belum mau membukakan mata untuknya, dia menyesal harusnya dia menjaga Hera tadi sewaktu di rumah Hera, memastikan terlebih dahulu kalau semuanya baik baik saja, dan Hera sudah benar benar tertidur
Donny menatap wajah Hera dengan penuh kesedihan, kecemasan dan kekhawatiran, dia sangat berharap jika Hera terbangun nantinya akan menemukan kembali tawa dan canda Hera seperti biasanya
Kenapa baru saat ini Donny sangat ingin melihat Hera tertawa dan tersenyum khusus untuk dirinya, Donny menghela nafas panjang,mengusir kegalauan hatinya, Donny berjanji di dalam hatinya jika nanti Hera membuka matanya saat itu pula dia yang akan membuatnya selalu tersenyum
__ADS_1