Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 182


__ADS_3

"Gw ga setuju, karena Diandra jika tahu dia pasti akan marah besar, yang kedua untuk memancing ular didalamnya agar keluar dari sarangnya gw berpikir biarkan Diandra menjadi umpan tapi tetap kita akan melindungi Diandra, agar kita punya bukti untuk menangkap mereka, pengawasan tetap harus ada namun jangan sampai mereka curiga kalau kita sudah mengetahui rencana mereka, begitu mereka keluar baru kita yang akan memukul balik mereka" kata Donny sambil menjelaskan alasan tidak setujunya dia


Alfian yang mendengar penjelasan dari Donny tampak berpikir sebentar


"Lo benar, kita harus memberi tahukan Diandra dan yang kedua tetap seperti biasanya biar mereka tahu kalau kita lengah" kata Alfian menyetujui apa yang dikatakan oleh Donny


Alfian langsung menelpon Diandra yang berada di sebelah kamarnya, melewati pintu penghubung Diandra dan Hera langsung masuk ke kamar Alfian yang berada di tengah-tengah


"Ada apa?" tanya Diandra menatap Alfian yang wajahnya terlihat sangat serius


Diandra langsung mendekati Alfian duduk disebelahnya sambil menatap Alfian dengan wajah yang penasaran


"Ada apa?" tanya Diandra masih dengan wajah bingungnya


"Kamu dengarkan ini dan jangan pernah menyela sebelum aku selesai cerita" jawab Alfian dengan nada yang gusar, Diandra pun hanya mengangguk dengan patuh


Alfian langsung menceritakan mengapa Diandra dipanggil, Diandra langsung menyimak cerita Alfian tanpa interupsi, dan dia masih terus mendengarkan hingga Alfian selesai bercerita


Diandra langsung terdiam begitu Alfian selesai bercerita, Diandra berpikir sebentar lalu dia tersenyum lebar


"Kenapa kalian harusnpafa khawatir sih, tenang saja jangan khawatir semuanya akan baik baik saja" ujar Diandra berusaha menenangkan hati teman temannya termasuk calon suaminya Alfian

__ADS_1


"Aku malah setuju dengan rencana Donny malah, kita akan membuat mereka merasa di atas angin, dan kita lihat siapa yang akan menjadi pemenangnya " ucap Diandra dengan suara yang ringan


"Gw akan membuat Sandra merasa jera dengan segala sikap dan perbuatannya " ucap Diandra, wajahnya yang penuh dengan senyuman kini berganti menjadi wajah yang bengis


"Tapi kamu harus berhati hati aku ga mau kamu terluka" ucap Alfian masih dengan penuh rasa khawatir


Diandra langsung menoleh dan menatap Alfian dengan tatapan tajam, Alfian tahu Diandra kini berubah tiba tiba, dari raut wajahnya yang sangat dingin dan terlihat sedikit kejam


"Dia atau siapapun tidak akan pernah bisa menyentuh aku, karena aku bukanlah Diandra yang dulu yang mudah mereka injak injak" ucap Diandra dengan nada dingin, memendam kemarahan


Hera langsung mendekati Diandra dan membujuk Diandra untuk tenang, dengan ekor matanya Hera menyuruh Alfian untuk mengambil air minum, Alfian langsung segera mengambil air dari kulkas dan menuangkannya ke gelas bertangkai lalu langsung diberikan kepada Diandra


"Minumlah Diandra, agar kamu bisa kembali tenang, redamlah kemarahan kamu itu" bujuk Alfian sambil mengusap rambut Diandra dengan penuh rasa sayang


"Apa lo sekarang sudah baik baik saja?" tanya Hera dengan hati hati kepada Diandra, Diandra langsung menganggukkan kepalanya


" Gw udah baik baik saja" jawab Diandra sambil tersenyum ke arah Hera


Hera yang mendengarkan jawaban dari Diandra langsung bernafas lega, dan menepuk bahu Diandra


"Syukurlah kalau begitu, kalau Lo udh baik baik saja" ucap Hera sambil bernafas lega

__ADS_1


"Gw pikir ga ada yang perlu dibicarakan lagi, gw mau balik kemkamar gw karena gw pengen istirahat, oh iya hari ini gw cuman mau berdiam di kamar" ucap Diandra ke yang lainnya, lalu dia menatap Alfian meminta persetujuan dari Alfian dan Alfian langsung menganggukkan kepalanya memberikan persetujuan kepada Diandra


Setelah pamit, Diandra langsung kembali ke kamar, Hera tidak ikut dengan Diandra karena Hera tahu Diandra butuh untuk sendiri apalagi Donny sedang menahan tangannya untuk mencegah Hera kembali ke kamar


Hera sempat protes lewat tatapan matanya namun Donny malah makin mempererat genggaman tangannya ke Hera membuat Hera mengaduh kesakitan


Akhirnya Hera hanya bisa berpasrah diri untuk tetapndi sebelahnya Donny, Donny sendiri sangat merasa senang begitu melihat Hera patuh terhadap dirinya, namun sayangnya Hera tidak menyambut baik kesenangan Donny untuk bisa tetap bersama dengan dirinya


Mungkin jika itu dulu, Hera pasti akan sangat bahagia sekali, dan dia akan merasa sebagai seorang gadis yang sangat beruntung bisa mendapatkan hati dan perhatian dari Donny, bahkan dia akan rela melakukan apa saja untuk bisa mendapatkan perhatian dari Donny


Namun itu dulu, sekarang Hera hanya merasa lelah, dirinya tidak perduli dengan apa yang dilakukan Donny terhadapnya saat ini, bagi Hera Donny sudah tidak ada lagi di hatinya namun entah kenapa dia merasa separuh hatinya terasa hilang begitu saja ketika dia memutuskan untuk mulai bisa melupakan Donny, dan dia juga merasa kenapa dunia tidak adil untuknya, disaat dianingin melupakan Donny justru Donny yang gencar mengejar dirinya dan kini dia sendiri juga merasa bingung


Diandra di dalam kamar sedang bolak balik dia seperti sedang merencanakan sesuatu, sekali lagi dia menatap cermin di kaca dia menatap dirinya di depan cermin


"Apa sekarang saatnya, membalaskan perbuatan Sandra kepada gw yang dia lakukan dulu?" gumam Diandra sambil bertanya kepada dirinya, kembali dia menatap cermin besar yang ada di hadapannya


" Mata dibalas dengan mata, gw ga akan tinggal diam apalagi bersembunyi seperti orang yang sedang ketakutan, tidak gw akan hadapi mereka sendirian, ini masalah gw dengan Sandra bukan dengan yang lain" ucapnya sambil berdialog kepada dirinya sendiri didepan kaca


Tiba tiba terlintas ide di kepalanya, dengan segera dia langsung berganti pakaian menggunakan celana panjang, kaos oblong, rambut yang diikat dia tutupi dengan sebuah topi hingga dia berubah menjadi seseorang yang tidak dikenali, lalu kembali lagi dia bercermin, setelah puas dengan penampilan dirinyanyang sudah berubah, dia memutuskan untuk keluar dari kamar hotel


Diandra tahu Alfian sudah menempatkan seseorang untuk dirinya namun saat ini orang yang bertugas menjaganya tidak ada di depan kamarnya dan itu membuat Diandra semakin leluasa bergerak

__ADS_1


Diandra memutuskan untuk mengendap endap keluar dari kamarnya, tampak lorong hotelntampak sepi dan tidak ada satu orang pun yang lalu lalang disana


Diandra langsung segera menekan tombol lift, dia tidak ingin Alfian dan yang lainnya tahu, karena dia tidak ingin melibatkan yang lain, yang lain tidak boleh kena masalah, ini adalah masalah dirinya dengan Sandra bukan mereka yang tidak tahu apa apa, jadi Diandra memutuskan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri


__ADS_2