Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 204


__ADS_3

"Oh iya gw pengen tahu gimana reaksi Diandra pas dia dengar Lo akan membatalkan pernikahan kalian berdua?" tanya Donny yang masih penasaran, karena Donny tidak melihat peristiwa yang selanjutnya disebabkan Hera sudah keburu marah dan kecewa hingga memintanya untuk pulang


"Cie cie yang kepo banget" ledek Alfian lagi kepada Donny, hingga membuat Donny semakin jengkel dibuatnya lalu dia langsung bangun dari kursinya


"Mau kemana Lo?" tanya Alfian kepada Donny begitu tahu sahabatnya kesal kepada dirinya


"Gw mau pulang, Lo urus aja sendiri tuh pertemuan Lo sama Alex" kata Donny masih dengan wajah cemberutnya


"Gag boleh, Lo ga boleh pulang, Lo harus tetep disini buat bertemu dengan Alex" kata Alfian melarang Donny untuk pergi


"Gag mau gw" jawab Donny cepat


"Kayak anak bayi Lo, gitu aja ngambek iye iye gw ceritain tapi Lo duduk dulu" ucap Alfian yang akhirnya mengalah


Donny langsung tersenyum simpul begitu melihat Alfian menyerah dan akhirnya mengalah


"Sudah ayok duduk, mau gw ceritain ga?" tanya Alfian sambil melambaikan tangannya agar Donny mau kembali duduk, Donny pura pura berpikir sebentar lalu akhirnya dengan pura pura juga dia berjalan kembali ke kursi tempat dimana dia duduk barusan


Melihat Donny yang langsung duduk, Alfian bernafas lega


"Ya sudah ayo cerita" kata Donny sambil menagih janji Alfian untuk mau bercerita, yang akhirnya Alfian pun kembali menceritakan tentang Sandra dan reaksi Diandra begitu mendengar Alfian memutuskan ikatan pernikahan dengan Diandra, untungnya Diandra mengerti mengenai rencana dari Alfian untuk menangkap Sandra


Donny yang mendengar cerita dari Alfian langsung terkejut kaget


"Dan apa nanti Sandra tidak akan curiga dengan jebakan Batman dari loe itu?" tanya Donny menatap Alfian dengan setengah tidak percaya


"Buktinya dia girang girang aja tuh" jawab Alfian dengan acuh tak acuh

__ADS_1


"Kenapa sih dia harus bertindak nekat seperti itu" ucap Donny merasa miris dengan kelakuan Sandra


"Ngomong ngomong bagaimana dengan penculiknya, apa sudah ditangkap?" tanya Alfian tiba tiba sambil menatap Donny dengan tatapan serius


"Gw denger dia kabur alias melarikan diri tapi polisi masih tetap berupaya untuk menangkapnya agar bisa dijadikan tersangka dan mengungkapkan siapa dalang penculikan yang sebenarnya" kata Donny dengan wajah yang serius


"Tetap pantau kasus ini dan kalau bisa kasus ini cepat kelar untuk bisa menyodorkan bukti bukti kejahatan dari si pelaku utamanya" kata Alfian dengan nada serius


"Siap bos, gw juga udh minta temen gw untuk mengirimkan laporannya ke gw sama ke polisi, dan sudah ada kemajuannya" kata Donny dengan cepat


"Bagus kalau begitu tetap pantau" ucap Alfian


Sementara itu di rumahnya Diandra terjadi perbincangan serius antara Diandra dengan kedua orang tuanya


"Pernikahan kalian dibatalkan secara sepihak oleh keluarga Alfian apa kamu tidak apa apa nak?" tanya bunda memulai membuka percakapan serius


Diandra yang mendengar itu langsung tersenyum simpul


"Maksud kamu, bukankah Alfian berubah pikiran tadi di rumah sakit?" tanya ayahnya menatap Diandra anaknya tidak mengerti


Akhirnya Diandra menceritakan rencana Alfian untuk menjebak Sandra nanti di acara pernikahan, dan Diandra juga memberi tahukan kepada kedua orang tuanya jika pernikahan mereka berdua dimajukan dua Minggu lagi yang membuat kedua orangtuanya Diandra terkejut kaget


"Tapi kan kita belum menyiapkan semuanya" kata bunda dengan nada khawatir


"Jangan khawatir bund, bunda tenang saja semuanya sudah diatur sedemikian rupa, bunda ada ayah hanya cukup duduk manis saja" jawab Diandra sambil tersenyum kepada kedua orangtuanya


"Tapi bunda berharap Sandra segera diamankan, anak itu sepertinya sangat menakutkan sekali" ucap bunda dengan nada khawatir

__ADS_1


"Kita maunya juga begitu bunda, makanya ini semua diatur agar Sandra tidak lagi bisa mengelak apalagi sekarang penculiknya tengah dicari oleh pihak kepolisian, Diandra yakin tidak akan lama penculiknya pasti akan segera tertangkap" jawab Diandra dengan nada serius


"Bunda mungkin nanti malam Alfian akan kemari, dan dia akan menjelaskan secara detail tentang semuanya karena semuanya ini adalah rencananya dia" kata Diandra lagi sambil menatap bunda dan ayahnya


"Diandra, entah kenapa bunda merasa sangat khawatir tentang keselamatan kamu apalagi semenjak peristiwa penculikan itu, bunda yakin pasti anak itu tidak akan tinggal diam begitu saja kalau tahu kamu sudah bebas" kata bunda dengan nada khawatirnya sambil menatap Diandra


"Bunda tenang saja, Diandra bisa menjaga diri Diandra dengan baik kok lagian sekarang setiap kali Diandra mau keluar rumah, Diandra punya pengawal yang akan selalu menjaga Diandra, Mamahnya Alfian yang menyuruh mereka untuk menjaga Diandra agar tidak terjadi peristiwa kemarin " kata Diandra berusaha menenangkan bundanya agar tidak lagi ada rasa khawatir


"Ayah yakin Diandra bisa menjaga diri nya sendiri, bunda jangan cemas sebaiknya bunda mendoakan Diandra agar Diandra tetap selamat dan terhindar dari bahaya" ucap ayah Diandra yang sedari tadi diam saja memperhatikan ibu dan anaknya mengobrol berdua


"Nak, sebenarnya tadi ayah sedikit kaget mendengar Alfian bicara begitu di rumah sakit tapi ayah yakin Alfian bukan orang yang sewenang-wenang yang bisa memutuskan secara sepihak, makanya ayah tidak mau ambil pusing pasti ada alasannya mengapa Alfian bersikap seperti itu kepada kita " kata Ayah Diandra dengan nada serius kepada Diandra


"Diandra juga awalnya berpikir seperti itu, bahkan Nyonya Francie juga tidak mengira anaknya akan berkata seperti itu tapi ternyata setelah tahu maksud dan tujuannya akhirnya kamu tetap melanjutkan rencana dari Alfian" ucap Diandra kepada ayahnya


Ayah Diandra hanya menganggukkan kepalanya


"Apapun itu bunda sangat berharap yang terbaik buat kalian, semoga kalian semua dijauhkan dan terhindar dari segala bahaya" ucap bunda dengan nada bijak


"Amien, terima kasih. unda atas doanya" jawab Diandra


"Ya sudah, bunda mau ke dapur mau masak buat makan malam nanti" ucap bunda sambil berdiri dari tempat duduknya


"Aku ikut bantu bunda saja" kata Diandra yang juga ikut bangkit dari tempat duduknya menyusul bundanya


"Masak yang enak ya" kata ayah sambil bercanda


"Tenang saja ayah, dijamin masakan bunda pasti enak kan bunda pintar masak" jawab Diandra sebelum Diandra pergi ke dapur untuk menyusul sang bunda

__ADS_1


Sementara itu di tempatnya Sandra, tampak Sandra sangat merasa gusar sekali, dia menelpon berkali kali ke orang yang menculik Diandra namun tidak diangkat bahkan handphonenya mati dan tidak dapat dihubungi, Sandra hanya ingin menanyakan bagaimana perkembangan terkahir apakah Diandra masih tetap bertahan atau tidak lagi, namun yang Sandra dapati adalah handphone si penculiknya itu tidak bisa dihubungi sama sekali seolah olah seperti tertelan di muka bumi


Dengan kesal Sandra memasukkan kembali handphonenya itu ke dalam tasnya, dan dia mulai menyalakan mesin mobilnya kali ini dia harus memastikan sendiri kalau Diandra tidak akan mengganggunya kali ini, namun dia sendiri bingung kemana si penculik itu membawa Diandra, dan dia pun memutuskan untuk kembali ke tempat semula tempat dimana dia bertemu pertama kalinya dengan si penculik tersebut dan dia berharap siapa tahu saja dia bisa mendapatkan petunjuk mengenai keberadaan si penculik tersebut, yah semoga saja dia bisa bertemu dengan si penculiknya itu


__ADS_2