Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 228 di


__ADS_3

Selepas makan mereka ke ruang tamu, membicarakan kejadian yang tadi pagi sekaligus penangkapan penjahat yang bernama John, sementara itu bunda menyiapkan kudapan untuk mereka


"Tapi kita harus mencegah agar jangan sampai bocor ke pihak wartawan, minta pihak kepolisian untuk menutup rapat kasus ini terlebih dahulu" kata Donny dengan serius, semuanya menatap Donny dengan pandangan bertanya, Alfian yang mengerti maksud Donny langsung mengiyakan


"Tapi Sandra tidak akan ditangkap oleh kepolisian selama Alex menjamin Sandra tidak bisa berkeliaran lagi bebas lagi" ucap Alfian kepada Donny dengan wajah serius


"Kamu serius dia akan menjamin Sandra tidak akan berkeliaran lagi, tapi bagaimana caranya?" tanya Donny menatap Alfian dengan penuh tanda tanya


"Entahlah, tapi yang aku lihat waktu itu ketika berbicara dengan Alex ada sekelebatan dendam di matanya dan aku yakin Alex tidak akan melepaskan seujung kuku Sandra" jawab Alfian dengan wajah serius


"Lalu bagaimana dengan rencananya kalian?" tanya Andrew kali ini dia bicara serius kepada Alfian


"Nanti kalian akan tahu sendiri, hanya saja aku minta bantuan kalian nantinya" ucap Alfian misterius menatap teman temannya satu persatu


"Tenang saja kamu akan membantu kalian berdua, aku juga ingin gadis yang meresahkan itu tidak bisa berbuat semaunya dia lagi, meski dia tidak dipenjara " ucap Tonny


"Apa jaminannya jika Alex tidak bisa mengatasi Sandra sehingga membuat Sandra lepas dan kembali berulah?" tanya Andrew lagi


"Gw akan menyuruh Alex untuk bertanggung jawab karena dia sendiri yang akan menanggung itu semuanya, lagipula kita bisa menangkap Sandra kembali yang jelas kita sudah tahu siapa Sandra dengan segala sepak terjangnya" jawab Alfian


Mereka berbincang dengan serius, namun berbeda dengan Andrew yang sedari tadi menatap Novia, namun yang ditatap malah bersikap tidak perduli sama sekali, hingga kembali Diandra yang memergoki Andrew menatap Novia,melihat itu Diandra langsung berinisiatif membuka pembicaraan dengan Novia, agar Andrew bisa ikut bergabung dengan mereka


" Jadi selanjutnya bagaimana rencana kamu Nov?" tanya Diandra kepada Novia yang saat itu sedang serius mendengarkan pembicaraan atasannya dengan teman temannya


Novia yang tiba tiba ditanya oleh Diandra langsung menoleh menatap Diandra seraya dia berkata


"Selanjutnya aku menunggu tugas selanjutnya" jawab Novia dengan tegas dan tanpa senyum

__ADS_1


"Bagaimana kalau tugas kamu menjaga aku?" tanya Diandra menawarkan tugas baru kepada Novia, sebenarnya Diandra tidak memerlukan penjagaan dari siapapun namun dia tahu Andrew tertarik dengan gadis cantik yang ada di sebelahnya, namun terkesan cuek


"Menjaga kamu, kamu bukannya bisa jaga diri ya?" tanya Novia heran menatap Diandra, Novia tidak habis pikir cewek setangguh Diandra tiba tiba minta dijaga olehnya


"Begini, maksud aku bukan menjaga seperti itu, aku ini kan sebentar lagi mau menikah, maksudnya bantu bantu aku anggap aja kamu sebagian seksi repot gitu lah, sampai pernikahan aku selesai, gimana?" tanya Diandra sambil melirik Alfian untuk membantu dirinya, menyakinkan Novia agar mau menerima pekerjaan dari Diandra


Alfian langsung mengerti lirikan dari Diandra dan dia langsung mendekati Novia dan memegang bahu Novia dengan kata tegas Alfian langsung mengatakan kepada Novia kalau dirinya harus menerima pekerjaan dari Diandra, dan tidak ada penolakan masalah gaji tinggal cukup bilang saja


Novia menatap Alfian dengan tatapan bingung, namun dia tidak menjawab apa apa, dia hanya menganggukkan kepalanya meski dia tidak mengerti apa yang ada di pikiran dua orang ini


Ketika Andrew berjalan menuju ke dapur untuk mengambil minum atas seijin yang punya rumah, Diandra mengikuti Andrew dari belakang


"Gw sudah mencoba bantuin Lo, sekarang tinggal gimana usaha Lo aja" ucap Diandra sambil tersenyum kepada Andrew


"Maksud Lo?" tanya Andrew tidak mengerti, saat itu Andrew sedang mengambil air minum di kulkas dan menuangkannya ke dalam gelas


"Gw tahu Lo semenjak datang menatap bodyguard gw kan, ga usah menyangkal, keliatan kok, dia sekarang gw minta untuk tetap bertugas mendampingi gw sampai habis acara pernikahan, dan gw mau jadiin dia pagar ayu trus Lo pagar bagus, nah Lo ada kesempatan sampai pernikahan gw buat melakukan pendekatan dengan dia, paham Lo?" kata Diandra sambil bertanya balik kepada Andrew


"Kamu.." ucap Diandra tidak melanjutkan kalimatnya, menatap Alfian dengan terkejut


"Gw dukung seratus persen kalau begitu, dengerin tuh Lo kudu bisa dapatin hatinya Novia, oh iya satu lagi ini kesempatan buat Lo buat bisa dapatin hatinya minimal mengenal dia secara lebih mendalam, dia wanita yang baik kok Lo tenang aja" ucap Alfian sambil membuka kulkas dan mengambil air minum untuk dirinya


"Kalian ini apa apaan sih, apa maksud kalian aku ga ngerti" kata Andrew pura pura bingung


"Terserah elo, yang jelas kita udah bantu Lo dan buka jalan buat Lo, terserah sama Lo sekarang" ujar Alfian sambil menepuk bahu Andrew


Andrew yang mendengar itu langsung terdiam, tampak dia sedang berpikir mungkin dia memang harus mencari tahu siapa gadis itu karena gadis itu mirip dengan seseorang di masa lalunya yang menghilang tanpa kabar dan berita

__ADS_1


"Gw ke depan, Diandra ayok kita ke depan berikan waktu untuk Andrew berpikir, dan sekarang semua keputusan ada di tangannya dia" kata Alfian sambil mengajak Diandra untuk pergi meninggalkan Andrew


Jujur di dalam hati Andrew harus senang atau kesal, senang karena teman temannya mau membantu dirinya, sedih karena teman temannya ikut campur dalam urusan pribadinya, namun meski begitu Andrew Berterima kasi karena mereka perduli dengan dirinya


Andrew akhirnya mengambil keputusan kalau Dia akan mendekati dengan caranya sendiri, Andrew langsung meninggalkan ruang dapur dan kembali bergabung dengan teman temannya di teras depan


Hari sudah menjelang sore saatnya mereka kembali pulang, saat ini Diandra memutuskan untuk tinggal dengan bundanya namun sebelumnya Diandra harus ke rumah Alfian untuk bertemu dengan Nyonya Francie dan Tuan Wijaya untuk berpamitan kepada mereka berdua dan mengucapkan terima kasih karena sudah membantu Diandra


"Novia untuk sementara tinggallah disini, anggap ini sebagai rumah kamu" kata bunda begitu Diandra dan Alfian pergi


"Tapi bunda, bagaimana dengan Diandra apa tidak apa apa saya tinggal disini untuk sementara waktu?" tanya Novia dengan nada ragu


"Tidak mengalah, Diandra senang karena ada tambah teman lagi selain Hera, anak itu cuman punya satu teman sekaligus sahabatnya, kalau ada kamu dia dari sangat senang sekali percayalah sama bunda nak" ucap bunda meyakinkan Novia


Novia yang mendengar itu langsung terdiam seketika


"Maksud bunda Hera?" tanya Novia kepada bunda, bunda langsung menganggukkan kepalanya, lalu bunda langsung berkata kepada Novia


"Hera sudah dianggap sebagai saudaranya, bahkan waktu Diandra pergi Hera yang sering menemani kamu disini"


"Memangnya Diandra kemana Tante?" tanya Novia heran


"Saat itu Diandra pergi ke Jepang ikut bersama dengan Tante dan om nya keluar dari sekolah karena tidak tahan dibully oleh Sandra" cerita bunda, matanya menerawang jauh, ada tersirat kesedihan disana namun buru buru bunda menghapus kesedihan di wajahnya itu lalu dia berkata sambil tersenyum kepada Novia


"Tinggallah disini setelah Diandra menikahi, kami hanya berdua saja dan sebentar lagi Hera juga akan kembali ke Jerman" ajak bunda kepada Novia


Kembali Novia terdiam seketika

__ADS_1


"Novia akan pertimbangkan lagi nanti ya" jawab Novia sambil menyentuh lengan bunda sambil tersenyum


"Ya sudah kalau begitu ayo bantu bunda membereskan semuanya ini" kata bunda sambil membawa toples toples berisi makanan kecil ke dalam rumah, yang dibantu oleh Novia ikut membantu bunda yang membereskan semua makanan makanan kecil tadi, Diandra tidak bisa ikut membantu karena dia harus segera pamit kepada kedua orang tuanya Alfian dan berjanji akan segera kembali pulang ke rumah dengan segera, dan sementara itu Hera sendiri ikut bersama dengan Donny untuk diantar pulang ke rumahnya Hera, namun dia sudah berjanji kepada Diandra kalau malam ini dia akan menginap di rumahnya Diandra bersama dengan Novia, hal itu tidak diberitahukannya kepada Donny, karena menganggap Donny bukanlah siapa siapanya


__ADS_2